Sabtu, 10 Agustus 2019

HIMPUNAN MASYARAKAT INDONESIA PEDULI PANCASILA: KITAB ANNA SUNNI BITTAUHID

HIMPUNAN MASYARAKAT INDONESIA PEDULI PANCASILA: KITAB ANNA SUNNI BITTAUHID: KITAB ANNA SUNNI BITTAUHID AL - HAQQULMUROBBI       Bismillahirrohman nirrohim Asyahaduallah illa ha illalloh Wa asyahaduann...

PANTUN_HAKIKAT



Dengan Bismillah Aku Mulai
Membuka Syair Ma’rifat Diri
Agar Mengenal Siapa Diri
Apakah Manusia , Allah Atau Nabi
Tiap Hari Aku Mencari
Dirumah Guru Dan Kiyai
Agar Dapat Mengenal Illahi
Tapi Ilmu Syariat Yang Kudapati
Mulai Aku Mengenal Diri
Satu Persatu Aku Pelajari
Mulai Kulit – Bulu – Sampai Ruh Idafi
Ternyata Sehelai Rambutpun Tak Kumiliki
Empat Anasar Dari Ibuku
Empat Anasar Dari Bapakku
Empat Anasar Dari Adam Asal Keturunanku
Itulah Awal Kejadian Jasadku
Jasad Jadi Terurai Sudah
Tidak Dapat Berulah Tingkah
Tanpa Diisi Nyawa Ataupun Ruh
Yg Tiada Lain Ialah Rasulullah
Dasar Ilmu Ma’rifat Sudahlah Pasti
Awal Agama Mengenal Illahi
Jangan Salah Memilih Lagi
Mengutamakan Sholat Hasilnya Rugi
Janganlah Takut, Janganlah Gentar
Ilmu Ma’rifat Ilmu Yang Benar
Janganlah Menyerah Apalagi Pudar
Walaupun Akhirnya Kohar Keluar
Barang Siapa Dirindukan Sorga
Dengan Mudah Mendapat Rido Nya
Tetapi Bila Allah Ta’ala Murka
Rajin Sholat Balasannya Siksa
Bismillah Tadi Awal Permulaan
Titik Nuq Yang Bernama Insan
Jangan Ragu Mencari Tuhan
Rahasia Allah Didalam Badan
Aku Rindu Pada Allah Tuhanku
Dimana Berada Tiadalah Tentu
Itulah Awal Pada Sangkaku
Ternyata Lebih Dekat Dari Daging Dengan Kuku.
Tamatlah Sudah Riwayat Diri
Yang Mulanya Dari Pada Mani
Itulah Asal Kejadian Diri
Tuntutlah Pada Guru Yg Benar Ahli.
Inilah Sebenarnya Ujud Muhammad
Mengandung Rahasia, Menghidupkan Jasad
Hendaklah Diketahui Satunya Tempat
Siang Dan Malam Selalu Diingat.
Suatu Sipat Telah Menjadi
Didalam Rahim Ibu Sendiri
Sembilan Bulan Sembilan Hari
Ini Yang Disebut Sifat Ma’ani.
Sifat Ma’ani Sudahlah Nyata
Lengkap Sekalian Tujuh Anggota
Arash Dan Kursy Ikutlah Serta
Sehingga Cukup Seluruh Anggota.
Angin Itu Ujud Tariqat
Menjadi Nyawa Pada Malaikat
Membawa Wahyu Sgera Cepat
Naik Dan Turun Tiada Terlambat.
Ilmu Tariqat, Pakaian Nabi
Itu Asal Mulanya Terjadi
Dengan Qudrat Halikul Bahri
Jatuh Kedalam Rahim Ibu Sendiri.
Inilah Anugerah Jalan Tariqat
Didalam Rahim Ia Bertempat
Didalam Suluk Ia Berma’rifat
Hendak Menjadikan Suatu Sifat.
Roh Idafi Hendaklah Dikenal
Zikir Yg Lima Menjadi Amal
Mengucap Kalimah Itulah Asal
Sholat Kita Disitulah Tinggal.
Hasil Sholat Adalah Nikmat
Karena Serahasia Allah Dgn Muhammad
Sekalian Nabi Tiadalah Ingat
Dibaitul Ma’mur Tempat Yg Rahmad.
Sirrullah Itu Yg Utama
Sholat Itu Tiang Agama
Takbir Ikut Badan Dan Nyawa
Rahmat Dan Lezat Akan Diterima.
Hapus Sudah Goresan Hatiku
Mendengar Suara Didalam Kalbu
Asma-Nya Tiga, Hakikat Satu
Sampailah Sudah Yg Kita Tuju.
Ilmu Syariat Membelah Kata
Yg Satunya Dibelah Dua
Alim Ulama Jangan Dipercaya
Kalau Mereka Merasa Kuasa.
Amal Sholat Tiada Artinya
Bila Hati Syirik Kotor Jiwanya
Juga Niat Mencari Pahala
Jadi Munafiq, Kan Nyata Kelihatannya.
Kalau Bertemu Rindukan Bulan
Tunjukan Muka Taruh Didepan
Pantang Mundur Pahlawan Tuhan
Mati Syahid Menjadi Jaminan.
Hilangkan Keakuanmu
Kalau Engkau Sudah Bertemu
Allah Itu Tiada Tentu
Yang Ada Itu Hanyalah Kamu.
Jangan Engkau Bertaklid Buta
Menuju Pimpinan Asal Semula
Mari Kita Menuju Dia
Tuhan Allah Tanpa Perantara.
Biar Maling Kerjaan Dunia
Ilmunya Ambil Asal Sempurna
Tidak Sholat Bukan Ukurannya
Siapa Benar, Itu Yg Diterima.
Iru Iru Padang Sibundan
Patah Bilah Siular Lidi
Janganlah Ragu Mencari Tuhan Rahasia Allah Didalam Diri.
Tuhan Allah Telah Berperi
Setiap Insan Sudah Diberi
Asalkan Dia Sudi Mencari
Tenangkan Diri Tengoklah Hati.
Jangan Susah Mencari Bilah
Bilah Ada Dibatang Buluh
Jangan Susah Mencari Allah
Rahasia Nya Ada Didalam Tubuh.
Tidak Susah Mencari Bilah
Bilah Didapat Dibuat Kipas
Tidak Susah Mencari Allah
Rahasia Nya Ada Didalam Nafas.
Wahai Saudara Handai Taulan
Mengenal Diri Janganlah Enggan
Malu Bertanya Sesat Dijalan
Diakhirat Nanti Pasti Dapat Siksaan.
Pertama Air Dijadikan Zat Allah
Kedua Tanah Dijadikan Sifat Allah
Ketiga Api Dijadikan Sirrullah
Keempat Angin Dijadikan Wujud Allah.
Habislah Sudah Goresan Hati
Membuat Syair Sindiran Wali
Perbaiki Akhlak Budi Pekerti
Pasti Kesorga Kita Kembali

PANTUN MA'RIFAT



Awal Bismillah mula disebut,
Rahman dan Rahim sifat mengikut,
Dunia akhirat nyatalah luput,
Jalan hakikat pula diturut.
Alhamdulillah pujinya insan,
Rabbil Alamin sifatnya Tuhan,
Selawat Nabi akhirnya zaman,
Muhammad Amin Abi Burrahman.
Jalan takzim pula dikata,
Atas Nabi junjungan kita,
Sahabat yang empat nyatalah serta,
Tiada berhenti sekejap masa.
Jalan hakikat sangat terbilang,
Tiada binasa urat dan tulang,
Daging dan darah tiada hilang,
Kerna sifat dibawa pulang.
Jika sifat sudah binasa,
Kepada Nabi tiada berjumpa,
Segala amalan tiada tiba,
Tiada dapat syurga yang baqa.
Jangan binasa sifatmu tuan,
Tiada berjumpa hamba dan Tuhan,
Hakikat kita tinggal di jalan,
Segala amalan menjadi haiwan.
Jika kita tidak mengkaji,
Kepada Nabi mendapat keji,
Malaikat tiada membawa wahi,
Allah tiada mungkirkan janji.
Mengenal Tuhan tak boleh nyata,
Kerna tak boleh dipandang mata,
Hingga diri jua dicita,
Kenal olehmu sifatnya kita.
Tatkala Adam dengannya Hawa,
Dendam berahi antara berdua,
Nafi dan isbat itulah dia,
Kepada kita menjadi rahasia.
Cari guru mengenal diri,
Yang diamanat olehlah Nabi,
Jangan takut penat dan rugi,
Asalkan dapat ilmu sejati.
Guru mursyid harus dicari,
Itulah ulama pewarisi Nabi,
Jika di situ dia mengajari,
Di situlah tuan menyerah diri.
Wahai sekelian saudaraku,
Mengenal waktu biarlah tentu,
Kalau tak kenal waktu itu,
Akhirnya kamu menyembah batu.
Waktu kita di alam roh,
Berkata Allah kepada nyawa,
Bukankah Aku Tuhanmu segala?
Betullah Engkau Tuhan katanya nyawa.
Jadi olehmu mursyid utama,
Sebenar makrifah boleh dibawa,
Seperti badan dengannya nyawa,
Dunia akhirat bersama-sama.
Hakikat makrifat menyucikan badan,
Air maal hayat yang menjalankan,
Zikrullah yang diasyikkan,
Kurangkan tidur ataupun makan.
Jalan hakikat bukan kepalang,
Jalan disuluh semuanya terang,
Zahir dan batin semuanya lapang,
Kerana Sir yang Empunya pandang.
Wahai saudaraku dengarlah tuan,
Sebenar hidup katakan Tuhan,
Kuntum yang tujuh di situ tersimpan,
Itulah pakaian Wali Sembilan.
Kuatnya tubuh itulah nyawa,
Sekalian yang zahir takluk padanya,
Syurga yang tujuh Dia yang punya,
Kepada kita menjadi rahasia.
Jalan hakikat sangat terpilih,
Hendaklah tahu asalnya benih,
Nafi di dalam hati yang putih,
Makrifat kita barulah jernih.
Sifat makni tidak bersekutu,
Sifat Allah namanya itu,
Tiada boleh bandingkan sesuatu,
Wujud Allah namanya itu.
Tuntutlah ilmu walau di mana,
Amal dan ilmu tiada terhingga,
Amal tanpa ilmu diazab kita,
Di akhirat tiada berguna.
Kejadiannya kita dari air lazat,
Cahayanya seperti kilat,
Tatkala asyik tiada ingat,
Barulah ada junub dan janabat.
Di wadi mani manikam,
Asalnya ia daripada kalam,
Dengan kudrat Tuhan Khaliqul Alam,
Yang menjadikan tubuh anak Adam.
Kalau kita tidak mengkaji,
Kepada Tuhan mendapat keji,
Malaikat tiada membawa wahi,
Allah tiada mungkirkan janji.
Jika tariqat hendak dibawa,
Carikan guru akan petua,
Supaya jangan bertuhankan nyawa,
Hakikat kita tiada derhaka.
Syarat rukunnya sudah ketahui,
Sah batalnya demikian lagi,
Amal diterima Tuhan Ilahi,
Syarat rukunnya sudah ketahui.
Siapa beramal dengan jahalnya,
Tiada tahu sah batalnya,
Amal tiada diterima Tuhannya,
Di dalam neraka kekallah ia.
Wahai sekelian saudaraku,
Mengenal Ka’abah biarlah tentu,
Jika tak kenal Ka’abah itu,
Akhirnya kamu menyembah batu.
Wahai saudara tua dan muda,
Fikirkan olehmu senantiasa,
Janganlah seperti orang yang buta,
Tinggal ilmu mencari harta.
Hidup tiada ingat akan mati,
Bersukaria sepanjang hari,
Hanya harta dapatkan diri,
Tiga lapis kain kafan saja Ia beri.
Jalan hakikat bukan kepalang,
Jalan disuluh semuanya terang,
Jikalau hati syak dan waham,
Cahaya yang terang menjadi kelam.
Wahai sekalian saudara-saudaraku,
Jalan hakikat demikianlah itu,
Jikalau boleh pintalah selalu,
Jangan binasa sifatmu itu.
Hati yang mukmin suci dan ikhlas,
Laksana air di dalam gelas,
Cuci hatimu seperti kapas,
Makrifah kita barulah jelas.
Makrifat itu martabatnya tinggi,
Yang dipakai oleh Sayyidina Ali,
Barangsiapa dapat asalnya jadi,
Yang bergantung tiada bertajalli.

Rabu, 07 Agustus 2019

sukses berbisnis: RAHASIA CARA BERBISNIS ORANG CINA

sukses berbisnis: RAHASIA CARA BERBISNIS ORANG CINA: RAHASIA CARA BISNIS ORANG CINA 1. Dunia Bisnis Orang Cina a. Jika ingin berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan kecuali beker...

sukses berbisnis: MOTIVASI DIRI

sukses berbisnis: MOTIVASI DIRI: 77 Alasan untuk Mencintai Hidup Anda  Seringkali kita menemukan alasan untuk membenci kehidupan kita daripada mencintainya. Dan tahukah...

CRAZY Car Accelerations! 2000HP Cars

iframe width 480 height 270 src https://www.youtube.com/embed/mINzuElyw-g frameborder 0 allow accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture allowfullscreen> /iframe>

MENUJU INSAN KAMIL

  BA GIAN KE-LIMA MENUJU INSAN KAMIL     Insan Kamil adalah pada waktu tanazul berada paling akhir, sedang pada waktu taraki nantiny...