Sabtu, 20 April 2019

Jaga aurat gambar/foto di MedSos.


Jaga aurat gambar/foto di MedSos.
 
A : "Istrimu cantik ya"
B : "Na'am, dia memang cantik"
A : "Matanya indah, membuat hatiku berdebar lalu bibir nya" dan seterusnya
B : "Jaga pandanganmu! Dia istriku"
A : "Aku punya foto-foto dia, beragam gaya pula"
B : Darimana kau dapatkan? Setauku sudah kuhapus semua foto istriku dimedsos. "Cepat hapus, jangan dipandangi apalagi kau khayalin"
A : "Bayar dulu, hahahaha. Siapa suruh DULU memajang foto-fotonya.Ku ingatkan ya, cantik istrimu bukan untukmu saja. Bisa jadi banyak laki laki yang melakukan hal yang sama dengan yang aku lakukan atau mungkin lebih parah lagi. Dosa di jaman sekarang tidak cukup tobat. Allah memiliki catatan & rekaman. TAPI JANGAN LUPA orang-orang kafir pun juga punya makar jahat, dengan fasilitas yang semakin mudah membuat kami bisa menyimpan aib/aurat siapapun!!"
.
B : "Astaghfirullahana la adri. OK aku bayar berapapun, kau minta berapa?"
A : "Beneran mau bayar?"
B : "Iya mau! Bahkan jika aku harus mendatangi semua laki-laki yang mempunyai foto istriku lalu menebusnya. Aku sangat mencintainya, tidak akan kubiarkan dia tersiksa karena masa lalunya."
A : "Romantisnya. . . "
B : "Cepat katakan berapa maumu!"
A : "Wahai saudaraku, bagaimanapun istrimu dia tetaplah saudariku.
Kita memiliki Pencipta yang sama, yaitu Allah. Kita pun pasti memiliki masa lalu yang pahit. Aku tidak akan membebanimu karena masa lalu istrimu. Aku hanya meminta, jagalah ia, didiklah ia dengan penuh kesabaran dan cintailah ia karena Allah. Maafkan aku, aku kagum dengan cintamu wahai saudaraku. Beruntunglah istrimu bersuamikan dirimu. Akan kuhapus segera, dan akan ku kabarkan kepada seluruh MUSLIMAH agar mereka segera sadar bahayanya MEMAJANG FOTO YANG MENGUMBAR AURATNYA"
BAHKAN YANG MENUTUP AURAT MASIH BISA MENIMBULKAN SYAHWAT
Sahabat,.. Semoga kita TIDAK tergolong sebagai orang-orang yang merugi di Akhirat nanti. Aamiin..
Yuk HAPUS Semua FOTOMU yang Mengumbar Aurat di ‪#‎media ‪#‎sosial.


KENAPA MAYAT PILIH BERSEDEKAH JIKA BISA KEMBALI KE DUNIA?



Mari kita renungkan betapa besar nilai sedekah bila kita meninggal dunia :
 
Assalamu a'laikum...

Sebagaimana firman Allah:

 
رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

"Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah..." {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tdk mengatakan,
"Maka aku dapat melaksanakan umroh"
"Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa" dll?
Berkata para ulama,
Tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal...
Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya...
Dan, bersedekah-lah atas nama org org yg sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mrk sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mrk...
Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah...
Dan sedekah yg paling utama saat ini adalah; menyebarkan broadcast ini dengan niat sedekah,
Karena siapa saja yg mempraktekkan isi broadcast ini, dan mengajarkannya untuk generasi berikutnya, maka pahala-nya akan kembali kpd anda insyaAllah.
Oleh:
Syeikh Maher al-Muaiqly hafidzahullah
[Imam Masjidil Haram, Mekah KSA]

Kemana Roh Kita Setelah Mati?


Kemana Roh Kita Setelah Mati?
APAKAH Anda telah mengetahui bagaimana ruh kita jika telah meninggal nanti? Apa saja yang akan dilakukan ruh? Apakah dia akan bagaikan orang yang hidup di dunia? Wallahu Alam.
1400 tahun silam Rasulullah SAW telah banyak menerangkan pada kita tentang hal-hal yang berkaitan dengan ruh.
Berikut ini penjelasannya berdasarkan hadits-hadits Nabi.
1. "Allah menjadikan roh mereka dalam bentuk seperti burung berwarna kehijauan.
Mereka mendatangi sungai-sungai Surga, makan dari buah-buahannya, dan tinggal di dalam kindil (lampu) dari emas di bawah naungan ‘Arasy’,"
(HR. Ahmad, Abu Daud dan Hakim).

2. "Tidak seorang pun melewati kuburan saudaranya yang mukmin yang dia kenal selama hidup di dunia, lalu orang yang lewat itu mengucapkan salam untuknya, kecuali dia mengetahuinya dan menjawab salamnya itu"
(HR. Ibnu Abdul Bar dari Ibnu Abbas di dalam kitab Al-Istidzkar dan At-Tamhid).

3. Orang yang telah meninggal saling kunjung-mengunjungi antara yang satu dengan yang lainnya.
"Ummu Hani bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam :
‘Apakah kita akan saling mengunjungi jika kita telah mati?  dan saling melihat satu dengan yang lainnya? wahai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam':
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam, menjawab;
 Roh akan menjadi seperti burung yang terbang, bergelantungan di sebuah pohon, sampai jika datang hari kiamat, setiap roh akan masuk ke dalam jasadnya masing-masing"
(HR. Ahmad dan Thabrani).

4. Orang yang telah meninggal merasa senang kepada orang yang menziarahinya,
dan merasa sedih kepada orang yang tidak menziarahinya.
Nabi Shalallahu alaihi wassallam  bersabda:
 "Tidak seorangpun yang mengunjungi kuburan saudaranya dan duduk kepadanya (untuk mendo’akannya) kecuali dia merasa bahagia dan menemaninya hingga dia berdiri meninggalkan kuburan itu,";
(HR. Ibnu Abu Dunya dari Aisyah dalam kitab Al-Qubur).

5. Orang yang telah meninggal mengetahui keadaan dan perbuatan orang yang masih hidup,
bahkan mereka merasakan sedih atas perbuatan dosa orang yang masih hidup dari kalangan keluarganya dan merasa gembira atas amal shaleh mereka.

Hal ini sesuai berdasarkan sabda Nabi Shalallahu alaihi wassallam :
a. Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal dunia.
Jika perbuatan kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu,
maka mereka berkata:
Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan HIDAYAH  kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami,"
(HR. Ahmad dalam musnadnya).
b. "Seluruh amal perbuatan akan dilaporkan kepada Allah azza wa jalla pada hari Senin dan Kamis,
dan diperlihatkan kepada para orang tua pada hari Jumat.
Mereka merasa gembira dengan perbuatan baik orang-orang yang masih hidup, wajah mereka menjadi tambah bersinar terang.
Maka bertaqwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian menyakiti orang-orang yang telah meninggal dunia,"
(HR. Tirmidzi dalam kitab Nawadirul Ushul).

5. Orang yang beriman akan hidup di dalam surga bersama anak-cucu dan keturunan mereka yang sholih.
Hal ini telah dijelaskan Allah Azza wa jalla  dalam QS. At-Thur: 21,
 "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.".

MENUJU INSAN KAMIL

  BA GIAN KE-LIMA MENUJU INSAN KAMIL     Insan Kamil adalah pada waktu tanazul berada paling akhir, sedang pada waktu taraki nantiny...