Senin, 20 Mei 2019

Hanya Blog Unik: 10 Tempat Nyata di Bumi Yang Mengerikan

Hanya Blog Unik: 10 Tempat Nyata di Bumi Yang Mengerikan: Bumi adalah tempat yang misterius. Bagaimana tidak, di seluruh semesta ini ada begitu banyak lokasi-lokasi yang tak pernah dipikirkan oleh...

Hanya Blog Unik: 5 Masjid Penuh Mukjizat di Arab Saudi (Foto)

Hanya Blog Unik: 5 Masjid Penuh Mukjizat di Arab Saudi (Foto): Artikel Zamrud Hijau - Jutaan jamaah haji di Arab Saudi, akan melakukan wukuf di Padang Arafah hari ini. Selain Padang Arafah, masih banyak...

Hanya Blog Unik: Heboh,, Bayi Lahir Dari Dalam Tanah

Hanya Blog Unik: Heboh,, Bayi Lahir Dari Dalam Tanah: Artikel Zamrud Hijau - Bayi muncul dari dalam tanah, ini benar-benar cerita nyata dan bukan cerita isapan jempol untuk menarik pembaca. Mun...

Hanya Blog Unik: Kata Kata Motivasi Mario Teguh Terbaru

Hanya Blog Unik: Kata Kata Motivasi Mario Teguh Terbaru: Kata Kata Motivasi Mario Teguh - Dalam hidup ini kita selalu diselingi oleh berbagai macam hal yang pastinya akan membuat kita selalu penin...

Hanya Blog Unik: 10 Cewek Metal Paling Seksi

Hanya Blog Unik: 10 Cewek Metal Paling Seksi: Artikel Zamrud Hijau - Jika kalian berpikiran bahwa musik metal hanyalah untuk kaum laki-laki maka Anda salah. Buang jauh pikiran kalian ji...

Hanya Blog Unik: 5 Wanita Yang Menjual Keperawanan Dengan Harga Tin...

Hanya Blog Unik: 5 Wanita Yang Menjual Keperawanan Dengan Harga Tin...: Artikel Zamrud Hijau - Keperawanan merupakan hal yang sangat berharga bagi wanita keperawanan juga memiliki nilai penting dalam budaya timu...

Hanya Blog Unik: Cara Ampuh untuk Melihat Aura Seseorang

Hanya Blog Unik: Cara Ampuh untuk Melihat Aura Seseorang: Artikel Zamrud Hijau - Setiap manusia punya aura yang merupakan salah satu cermin sifat tersembunyi manusia. Aura juga merupakan warna mood...

Hanya Blog Unik: 10 Hal yang Dibutuhkan Wanita Saat Patah Hati

Hanya Blog Unik: 10 Hal yang Dibutuhkan Wanita Saat Patah Hati: Artikel Zamrud Hijau - Pernah mengalami patah hati? Bagaimana rasanya, sakit tidak? Haha, pertanyaan itu memang klise untuk dikemukakan. Da...

Hanya Blog Unik: 10 Penemuan Hebat yang Hilang di Dunia

Hanya Blog Unik: 10 Penemuan Hebat yang Hilang di Dunia: Daftar ini isinya penemuan2 yang kabarnya pernah ada dan hilang ataupun dibredel, disembunyikan ataupun dilarang oleh pihak tertentu. TS ...

Hanya Blog Unik: Sejarah Musik Reggae

Hanya Blog Unik: Sejarah Musik Reggae: Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya...

Hanya Blog Unik: Wilayah Terpencil di Dunia

Hanya Blog Unik: Wilayah Terpencil di Dunia: 6. McMurdo Station, Antartika McMurdo Station adalah fasilitas riset dan sains yang dioperasikan di Amerika Serikat, melalui Yayasan Sain...

Hanya Blog Unik: 7 Kota Maksiat di Dunia

Hanya Blog Unik: 7 Kota Maksiat di Dunia: Manusia memang tidak pernah luput dari dosa. Dosa adalah hasil perbuatan jahat manusia. Mengapa manusia berbuat jahat?Karena menusia ing...

Hanya Blog Unik: 5 Kamar Hotel Termahal Di Dunia

Hanya Blog Unik: 5 Kamar Hotel Termahal Di Dunia: Ada beberapa kamar hotel mewah di seluruh dunia. Dari hotel2 tersebut manakah yang memiliki tarif kamar hotel yang termahal di dunia ? In...

Hanya Blog Unik: 10 Peramal Kiamat Terkenal di Dunia

Hanya Blog Unik: 10 Peramal Kiamat Terkenal di Dunia: 1. Suku Maya Suku Maya begitu terkenal dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini karena isu kiamat yang mereka prediksi. Peradaban Maya kuno...

Hanya Blog Unik: 10 Inovator Muda yang Brilian

Hanya Blog Unik: 10 Inovator Muda yang Brilian: Yang muda yang berkarya. Kalimat itu sepertinya tepat ditujukan kepada anak-anak usia muda, namun mampu mengundang decak kagum dunia denga...

Hanya Blog Unik: 5 Ramalan Dunia ini Akurat

Hanya Blog Unik: 5 Ramalan Dunia ini Akurat: Percaya atau tidak, kebetulankah ? Atau inilah misteri kehidupan ? Ramalan terkadang jadi kenyataan. Dari berbagai ramalan yang ada, setid...

Hanya Blog Unik: 4 Kisah Sedih Inovator Teknologi

Hanya Blog Unik: 4 Kisah Sedih Inovator Teknologi: Kemajuan teknologi digital sering menghasilkan cerita sukses bagi pengembangnya. Hidup bergelimang uang, punya perusahaan raksasa, dan lai...

Hanya Blog Unik: 8 Hal Unik Tentang Cinta

Hanya Blog Unik: 8 Hal Unik Tentang Cinta:   1. Pria Lebih Menyukai Wanita yang Diputuskan Pacarnya Penemuan dari University of Michigan menyebutkan bahwa pria lebih tertarik mendek...

Hanya Blog Unik: 10 Orang ber-IQ Tinggi Di Dunia

Hanya Blog Unik: 10 Orang ber-IQ Tinggi Di Dunia: Banyak sekali orang pinter di dunia ini dan banyak orang yang kurang pintar juga. Bagi anda yang pinter, berbahagia lah karena dikarunia...

Hanya Blog Unik: 10 Hadiah Termahal di Dunia

Hanya Blog Unik: 10 Hadiah Termahal di Dunia: Cinta  telah membuat dunia terus berputar; cinta juga membuat Anda memberikan hadiah yang paling boros kepada seseorang yang anda cint...

Hanya Blog Unik: 10 Harta Karun Paling Spektakuler di Dunia

Hanya Blog Unik: 10 Harta Karun Paling Spektakuler di Dunia: 10. Yamashita Treasure, Philipines Harta karun Yamashita, Adalah harta yang dijarah oleh pasukan Jepang pada Perang Dunia II, Lokasi i...

Hanya Blog Unik: 10 Restoran Yang Paling Mahal di Dunia

Hanya Blog Unik: 10 Restoran Yang Paling Mahal di Dunia: Pada dasarnya, makan adalah salah satu kebutuhan pokok bagi manusia, namun saat makan dijadikan sebagai lahan bisnis, perlahan makan menja...

Hanya Blog Unik: 11 Jembatan Tercantik dan Megah di Dunia

Hanya Blog Unik: 11 Jembatan Tercantik dan Megah di Dunia: 1. Banpo Bridge (Korea Selatan): The Fountain Bridge Pada 9 September 2008, Banpo Jembatan di Seoul (Korea Selatan) mendapat facelift utam...

Hanya Blog Unik: 5 Rekor Kemacetan Terpanjang Dalam Sejarah Dunia

Hanya Blog Unik: 5 Rekor Kemacetan Terpanjang Dalam Sejarah Dunia: Kemacetan sudah menjadi bagian dari masyarakat perkotaan dan merupakan hal membosankan sekaligus menyebalkan yang harus dihadapi hampir set...

Hanya Blog Unik: 5 Penemuan Arkeologi yang Masih Misteri

Hanya Blog Unik: 5 Penemuan Arkeologi yang Masih Misteri: Kemajuan teknologi dan sains boleh bangga dengan berbagai kemajuan yang dulu hanya jadi khayalan belaka. Pesawat terbang, eksplorasi ke bul...

Hanya Blog Unik: 11 Bahasa Tubuh Yang Perlu Kamu Waspadai pada Lawa...

Hanya Blog Unik: 11 Bahasa Tubuh Yang Perlu Kamu Waspadai pada Lawa...: Tahukah anda sekalian kalau  bahasa tubuh tidak bisa berbohong ? Dengan tidak sadar atau tanpa arahan dari kita, tubuh akan menyampaikan a...

Hanya Blog Unik: 5 Negara yang Menikmati Keuntungan dari Alam Indon...

Hanya Blog Unik: 5 Negara yang Menikmati Keuntungan dari Alam Indon...: Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah. Namun, pemerintah sendiri mengakui salah urus dalam mengelola potensi tersebut Wakil Menteri En...

Hanya Blog Unik: Kuda Emas Paling Indah di Dunia

Hanya Blog Unik: Kuda Emas Paling Indah di Dunia: Kuda berbulu emas itu benar-benar ada, namanya Akhal-Teke, jenis kuda keturunan (breeding) dari Turkmenistan. Selain berpenampilan penuh k...

Hanya Blog Unik: 5 Kisah Rahasia Orang Terkenal di Dunia

Hanya Blog Unik: 5 Kisah Rahasia Orang Terkenal di Dunia: Kisah hidup para pesohor selama ini sudah banyak yang kita ketahui melalui bacaan-bacaan atau pelajaran sekolah. Namun tidak semua yang ki...

Hanya Blog Unik: 5 Kasus Kedokteran Paling Langka di Dunia

Hanya Blog Unik: 5 Kasus Kedokteran Paling Langka di Dunia: 1. Pasien berdarah hijau Pada bulan Oktober 2005, dokter di Rumah Sakit St. Paul, Vancouver melakukan operasi terhadap pasien lelaki usia ...

Hanya Blog Unik: 7 Tingkatan Hacker

Hanya Blog Unik: 7 Tingkatan Hacker: Dalam dunia komputer dan internet, hacker bukan nama yang asing lagi. Pekerjannya adalah meretas data, informasi atau sistem keamanan hingg...

Hanya Blog Unik: Fenomena Seputar Sumpah Pocong

Hanya Blog Unik: Fenomena Seputar Sumpah Pocong: Sumpah pocong yang konon merupakan tradisi masyarakat pedesaan adalah sumpah yang dilakukan oleh seseorang dengan kondisi terbalut kain ka...

Hanya Blog Unik: 10 Model Wanita Tercantik dengan Bayaran Tertinggi...

Hanya Blog Unik: 10 Model Wanita Tercantik dengan Bayaran Tertinggi...: Fotomodel ini ada yang berpenghasilan hingga Rp 1,5 triliun setahun. Berikut 10 Model Wanita Tercantik dengan Bayaran Tertinggi 2013: 10. ...

Hanya Blog Unik: 10 Peradaban Paling Kejam di Dunia

Hanya Blog Unik: 10 Peradaban Paling Kejam di Dunia: Tidak dapat dipungkiri dalam sejarah peradaban manusia selalu ada kekejian dan kekejaman. Bahkan pembunuhan sudah ada sejak manusia pertam...

Hanya Blog Unik: 7 Inovasi yang Unik

Hanya Blog Unik: 7 Inovasi yang Unik: Sebuah penemuan atau inovasi tak selamanya harus rumit dan berteknologi tinggi. Yang penting, ada kegunaannya.Lihat inovasi-inovasi berikut...

Hanya Blog Unik: 10 Ritual Budaya Aneh Yang Terjadi Sampai Sekarang...

Hanya Blog Unik: 10 Ritual Budaya Aneh Yang Terjadi Sampai Sekarang...: Kebudayaan adalah sebuah ciri khas dari sekelompok orang di dunia ini. Karena ciri khas kelompok, maka kebudayaan di dunia sangat beragam ...

Hanya Blog Unik: 5 Video Musik yang Memiliki Figuran Terbanyak

Hanya Blog Unik: 5 Video Musik yang Memiliki Figuran Terbanyak: Selain penampilan di atas panggung, video musik adalah hal yang paling ditunggu-tunggu dari sebuah grup atau seorang solois saat merilis s...

MENGENANG DAN MENGENAL


posted by zhaponk, 20 Mei 2019.

Kendati telah wafat sejak sekitar 77 tahun silam, keberadaannya terasa di Kampung Babussalam, Tanjung Pura, Langkat, Sumatra Utara. Peziarah mengalir ke makamnya di kampung yang didirikannya. Syekh Abdul Wahab Rokan memang dikenal sebagai ulama ternama di Sumaera.
Lahir pada 19 Rabiul Akhir 1230 H (28 September 1811) di Kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Negeri Tinggi, Rokan Tengah, Kab. Rokan hulu, Riau, Wahab tumbuh di lingkungan keluarga yang menjunjung agamanya. Nenek buyutnya, H Abdullah Tembusai, dikenal sebagai alim ulama besar yang disegani.
Salah seorang putra Abdullah Tembusai, bernama M Yasin menikah dengan Intan. Buah perkawinan itu melahirkan di antaranya Abdul Manap. Putra tertuanya ini, kemudian menikah dan melahirkan Syekh Wahab Rokan.
Dengan titisan darah demikian, Wahab sejak kecil terdidik, terutama untuk pelajaran agama. Demi menghapal AlQuran, Wahab kecil tak jarang bermalam, di rumah gurunya. Ia pun patuh pada guru, bahkan kerap mencucikan pakaian orang yang mendidiknya itu.
Keistimewaan telah tampak sejak Wahab masih bocah. Suatu ketika, saat orang terlelap pada dinihari, Wahab masih menekuni AlQuran. Mendadak muncul seorang tua mengajarinya membaca aLQuran. Setelah rampung satu khatam, orang tua itu menghilang.
Kesalihannya ini tak jarang mengalami godaan. Saat ia melanjutkan pendidikan di Tembusai, seorang wanita menggodanya, bahkan mengunci pintu tempat Wahab berada. Wahab terus melantunkan doa sehingga terlepas dari jebakan wanita yang tergila-gila padanya. Begitu pun, suatu ketika saat mandi di sungai, seorang gadis melarikan sarungnya.
Godaan itu tak membuat imannya meleleh. Bahkan, ia kian kukuh mendalami ilmu agama. Setelah dari Tambusai, ia pun ke Malaysia, untuk mendalami ilmu agama kepada Syekh H M Yusuf asal Minangkabau. Wahab yang tumbuh menjadi pemuda berdagang untuk menopang kehidupannya. Menariknya, berkat kesalihannya, ia menyuruh pembeli menimbang sendiri barang yang dibeli. Ini demi menghindarkan kecurangan.
Melanjutkan pendidikan ke MAkkah, ia belajar kepada beberapa guru, di antaranya Zaini Dahlan (mufti mazhab Syafii), Syekh Zainuddin Rawa. Terakhir, ia mendalami ilmu tarEkat kepada Syekh Sulaiman Zuhdi di puncak Jabal Abi Kubis. Sulaiman Zuhdi dikenal sebagai penganut tarEkat Naqsyabandiah.
Menyimak ketekunan muridnya, suatu ketika Sulaiman Zuhdi, resmi mengangkat Wahab sebagai khalifah besar. Penabalan itu diiringi dengan bai’ah dan pemberian silsilah tarekat Naqsyabandiyah yang berasal dari Nabi Muhammad SAW hingga kepada Sulaiman Zuhdi yang kemudian diteruskan kepada Wahab. Ijazahnya ditandai dengan dua cap. Ia pun mendapat gelar Al Khalidi Naqsyabandi.
Setelah kurang lebih enam tahun di Makkah, ia kembali ke Riau. Di sana, ia yang saat itu berusia 58, mendirikan Kampung Mesjid. Dari sana, ia mengembangkan syiar agama dan tarEkat yang dianutnya, hingga Sumatra Utara dan Malaysia. Namanya pun semerbak. Raja di berbagai kerajaan di Riau dan Sumatra Utara mengundangnya.
Suatu ketika, Sultan Musa Al-Muazzamsyah dari Kerajaan Langkat, gundah. Putranya sakit parah dan akhirnya wafat. Rasa kehilangan ini tak terperikan. Syekh HM Nur yang — sahabat karib Wahab saat di MAkkah — menjadi pemuka agama di kerajaan, menyarankan agar Sultan bersuluk di bawah bimbingan Wahab. Sultan menyetujui dan mengundang Wahab.
Wahab pun datang ke Langkat. Ia mengajarkan tarEkat Naqsyahbandi dan bersuluk kepada Sultan. Setelah berulang bersuluk, Sultan Musa — yang belakangan melepaskan tahtanya dan memilih menekuni agama — memenuhi saran Wahab, menunaikan ibadah haji, sekaligus bersuluk kepada Sulaiman Zuhdi di Jabal Kubis.
Berkat kekariban hubungan guru-murid, Sultan Musa menyerahkan sebidang tanah di tepi Sungai Batang Serangan, sekitar 1 km dari Tanjung Pura. Sultan berharap gurunya dapat mengembangkan syiar agama dari tanah pemberiannya. Wahab menyetujui dan menamakan kampung itu Babussalam (pintu keselamatan). Maka pada 15 Syawal 1300 H, ia bersama ratusan pengikutnya, menetap di sana.
Babussalam berkembang menjadi kampung dengan otonomi khusus. Menjadi basis pengembangan tarEkat Naqsyahbandiyah di Sumatra Utara, Wahab membentuk ‘pemerintahan’ sendiri di kampung itu. Perangkatnya antara lain dengan membuat Lembaga Permusyawaratan Rakyat (Babul Funun).
Hingga kini, kampung itu terjaga sebagai pusat pengembangan tarekat Naqsyahbandiyah. Tetap mendapatkan perlakuan khusus dari Pemda setempat, aktivitas sehari-hari — ditandai dengan kegiatan suluk setiap hari — dipimpin khalifah. Saat ini khalifah kesepuluh Syekh H Hasyim yang memimpin.
Kendati terjalin erat, hubungan Wahab dan Sultan, tak berarti selalu harmonis. Bahkan antara keduanya sempat renggang, saat Wahab difitnah membuat uang palsu. Akibatnya, Sultan memerintahkan penggeledahan ke rumah Wahab. Kendati tak terbukti, bahkan saling memaafkan, Wahab seusai peristiwa itu pindah ke Malaysia. Kepindahannya ini kabarnya menyebabkan sumur minyak di Pangkalan Brandan surut penghasilannya.
Begitu pun, suatu kali penjajah Belanda ‘menekan’ Sultan. Dalihnya, berbekal potret Wahab, ditengarai Tuan Guru Babussalam — demikian panggilan kehormatannya — turut bertempur membantu pejuang Aceh melawan Belanda. Padahal, pada saat bersamaan, pengikutnya menegaskan Tuan Guru berdzikir di kamarnya.
Kembali ke Babussalam, setelah terharu menyaksikan kampung yang dibangunnya menyepi, Tuan Guru menetap di Babussalam. Bersama pengikutnya, ia kembali membangun Babussalam. Tak sekadar berkembang pesat, Tuan Guru bersama Babussalam tumbuh disegani. Tak ayal, Belanda berusaha menjinakkannya.
Maka pada 1 Jumadil Akhir 1241 H, Asisten Residen Van Aken, menyematkan bintang kehormatan kepadanya. Kendati demikian, tak berarti Tuan Guru, terpedaya. Bahkan, di saat prosesi penyematan, Tuan Guru dalam sambutan meminta Van Aken menyampaikan kepada Raja Belanda untuk masuk Islam. Menilai pemberian bintang itu sindiran, ia meminta pengikutnya lebih giat. Bintang kehormatan itu pun kemudian diserahkan kepada Sultan Langkat.
Kendati dikenal sebagai pemuka agama, tak berarti Tuan Guru tak memiliki kepedulian pada politik. Ia mengutus anaknya untuk menemui HOS Cokroaminoto pada 1913. Tujuannya untuk membicarakan pembukaan cabang Sarekat Islam di Babussalam. Tak lama kemudian, SI pun berdiri di kampung yang dipimpinnya.
Tuan Guru wafat di usia 115, pada 21 Jumadil Awal 1345 H (27 Desember 1926), meninggalkan 4 istri, 26 anak, dan puluhan cucu. Hingga kini, setiap peringatan hari wafat (haul), dirayakan besar-besaran. Ratusan pengikutnya yang memegang tarekat Naqsyahbandiah dari berbagai kota di Sumatra hingga Malaysia, dan Thailand hadir.
Silaturahmi di Negeri Seribuk Suluk
Para zurriyat, khalifah dan jamaah Babussalam terserak di dalam maupun luar negeri. Akibatnya silaturahmi menjadi longgar. Demi mengikat silahturahmi Ikatan Keluarga Babussalam Langkat menyelenggarakan silaturrahmi nasional (silatnas).
Berlangsung mulai 18 hingga 20 Oktober mendatang, silatnas diadakan di kampung kelahiran Syekh Abd Wahab Rokan, di Rantau Binuang Sakti yang dijuluki ‘Negeri Seribu Suluk’. Acaranya selain tabliqh akbar, haflah Alquran, juga istighasah Tareqat Naqsyabandiyah. Di hari terakhir (20/10), silatnas ditutup dengan ziarah ke makam ibu dan Syekh Abd Wahad dan ke makan Syekh Zainuddin. Kemudian diikuti ramah
Nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad Al-Husayni Al-Uwaysi Al-Bukhari. Ia lahir di Qasrel Arifan, sebuah desa di kawasan Bukhara, Asia Tengah, pada bulan Muharram tahun 717 H/1317 M. Nasabnya bersambung kepada Rasulullah SAW melalui Sayyidina Al-Husain RA. Semua keturunan Al-Husain di Asia Tengah dan anak benua India lazim diberi gelar shah, sedangkan keturunan Al-Hasan biasa dikenal dengan gelar zadah dari kata bahasa Arab saadah (bentuk plural dari kata sayyid) sesuai dengan sabda Rasulullah SAW tentang Al-Hasan RA, ”Sesungguhnya anakku ini adalah seorang sayyid.” Shah Naqshaband diberi gelar Bahauddin karena berhasil menonjolkan sikap beragama yang lurus, tetapi tidak kering. Kemudian, sikap beragama yang benar, tetapi penuh penghayatan yang indah.
Pada masanya, tradisi keagamaan Islam di Asia Tengah berada di bawah bimbingan para guru besar sufi yang dikenal sebagai khwajakan (bentuk plural dari ‘khwaja’ atau ‘khoja’ dalam bahasa Persia berarti para kiai agung). Dan, pembesar mereka adalah Khoja Baba Sammasi yang ketika Muhammad Bahauddin lahir, ia melihat cahaya menyemburat dari arah Qasrel Arifan, yaitu saat Sammasi mengunjungi desa sebelah.
Sammasi lalu memberitahukan bahwa dari desa itu akan muncul seorang wali agung. Sekitar 18 tahun kemudian, Khoja Baba Sammasi memanggil kakek Bahauddin agar membawanya ke hadapan dirinya dan langsung dibaiat. Ia lalu mengangkat Bahauddin sebagai putranya.
Sebelum meninggal dunia, Baba Sammasi memberi wasiat kepada penggantinya, Sayyid Amir Kulali, agar mendidik Bahauddin meniti suluk sufi sampai ke puncaknya seraya menegaskan, “Semua ilmu dan pencerahan spiritual yang telah kuberikan menjadi tidak halal bagimu kalau kamu lalai melaksanakan wasiat ini!”
Meniti jalan spiritual
Bahauddin pun berangkat ke kediaman Sayyid Amir Kulali di Nasaf dengan membawa bekal dasar yang telah diberikan oleh Baba Sammasi. Sammasi menyatakan jalan tasawuf dimulai dengan menjaga kesopanan tindak-tanduk dan perasaan hati agar tidak lancang kepada Allah, Rasulullah, dan guru.
Bahauddin juga percaya bahwa sebuah jalan spiritual hanya bisa mengantarkan tujuan kalau dilalui dengan sikap rendah hati dan penuh konsistensi. Karena itu, melakukan makna eksplisit dari sebuah perintah barangkali harus diundurkan demi menjaga kesantunan.
Inilah yang dilakukan oleh Bahauddin ketika dihentikan oleh seorang lelaki berkuda yang memerintahkan dirinya agar berguru pada orang tersebut. Dengan tegas, tetapi sopan; ia menolak seraya menyatakan bahwa dia tahu siapa lelaki itu. Masalah berguru kepada seorang tokoh adalah persoalan jodoh; meskipun lelaki berkuda tadi sangat mumpuni, ia tidak berjodoh dengan Bahauddin.
Setelah tiba di hadapan Sayyid Amir Kulali, Bahauddin langsung ditanya mengapa menolak perintah lelaki berkuda yang sebenarnya adalah Nabi Khidir AS? Beliau menjawab, “Karena, hamba diperintahkan untuk berguru kepada Anda semata!”
Di bawah asuhan Amir Kulali, Bahauddin mengalami berbagai peristiwa yang mencengangkan. Di antaranya, beliau pernah ditangkap oleh dua orang tak dikenal dan dikirimkan ke makam seorang wali. Di sana, dia mendapatkan lentera yang minyaknya masih banyak dan sumbunya juga masih panjang, tetapi apinya hampir padam.
Bahauddin mendapat ilham untuk menggerakkan sedikit sumbu itu agar aliran bahan bakar menjadi lancar. Dengan khusyuk, ia melakukannya, tahu-tahu sekat pembatas antara dunia nyata dan alam barzakh terbuka di hadapan beliau. Di balik tabir ruang dan waktu itu, Bahauddin mendapatkan semua mahaguru khawajakan yang sudah meninggal dunia, termasuk guru pertamanya, Khoja Baba Sammasi.
Oleh salah seorang guru mereka, Bahauddin dihadapkan kepada kepala aliran khawajakan, yaitu Khoja Abdul Khaliq Gujdawani. Dari mahaguru yang agung ini, Bahauddin mendapatkan bimbingan langsung dalam meniti suluk sufi. Sejak saat itu, Bahauddin dikenal dengan gelar Al-Uwaysi karena mendapatkan pelajaran spiritual langsung dari seorang guru yang sudah meninggal dan tidak pernah ditemuinya di dunia. Hal ini sama dengan Uways Al-Qarny, seorang tabiin yang mendapatkan pelajaran spiritual langsung dari roh Sayyidina Rasulillah SAW.
Di bawah bimbingan Amir Kulali pula, Bahauddin terus mempraktikkan semua ajaran Abdul Khaliq Gujdawani, sebagaimana beliau juga mempelajari dengan tekun ilmu-ilmu Islam lainnya, khususnya akidah, fikih, hadis, dan sirah Nabi SAW.
Dan, karena wasiat dari Baba Sammasi, tidak heran kalau Amir Kulali memberikan perhatian khusus kepada Bahauddin. Setelah semua ilmu dan pencerahan spiritual yang ada pada gurunya diserap habis, Sayyid Amir Kulali memerintahkan Bahauddin untuk mengembara seraya menunjuk ke puting dadanya dan berkata, “Semua yang ada di sumber ini sudah habis kamu sedot, maka mengembaralah!”
Bahauddin kemudian belajar kepada beberapa mahaguru lain, seperti Khoja Arif Dikkarani dan Hakim Ata, hingga beliau menjadi mahaguru sufi terbesar yang pernah muncul dari kawasan Asia Tengah (sekarang adalah negara-negara persemakmuran bekas USSR), Persia, Turki, dan Eropa Timur. Beliau meninggal pada malam Senin, 3 Rabiul Awwal 791 H/1391 M.
Karena di dadanya terukir Lafdzul Jalalah (Allah) yang bercahaya, ia dikenal juga sebagai “Naqshaband” (bahasa Persia yang berarti: gambar yang berbuhul). Dan, kepada beliau, dinisbahkan Tarekat Naqshabandiyah yang merupakan salah satu tarekat terbesar di dunia. Tarekat ini tersebar luas di Turki, Hejaz, kawasan Persia, Asia Tengah, serta anak benua India dan Indonesia.
Adanya Tarekat Naqshabandiyah ternyata mampu mempertahankan identitas keislaman di Asia Tengah dan Eropa Timur, di tengah prahara komunisme yang menerpa selama lebih dari setengah abad. Para pemimpin kebangkitan Islam di Turki, seperti Erbakan dan Erdogan, juga berafiliasi kepada tarekat ini. Bahkan, akhir-akhir ini, Tarekat Naqshabandiyah memainkan peranan sangat penting dalam penyebaran Islam di Eropah dan Amerika.
Sementara itu, di Indonesia, ada beberapa cabang Tarekat Naqshabandiyah, seperti Khalidiyah, Mujaddidiyah, dan Muzhariyah. Yang terbesar adalah Tarekat Qadiriyah-Naqshabandiyah yang–sesuai namanya–merupakan hasil simbiosis dua tarekat terbesar di dunia.
Mengembalikan Esensi Tasawuf
Shah Naqshaband muncul untuk merevitalisasi perilaku beragama dengan mengajak kembali kepada tradisi yang hidup pada zaman Nabi SAW. Bagi Shah Naqshaband, hakikat sebuah tarekat adalah penerapan ajaran syariat dalam wujud yang paling sempurna dan konsisten. Sementara itu, hakikat adalah terealisasikannya “maqam kehambaan” seorang anak manusia di hadapan Allah semata.
Shah Naqshaband menyatakan bahwa tasawuf adalah inti agama dan inti terdalam dari tasawuf itu sendiri adalah muraqabah, musyahadah, dan muhasabah. Muraqabah adalah melupakan segala sesuatu yang selain Allah dengan hanya memfokuskan hati dan perbuatan hanya kepada-Nya.
Musyahadah adalah menyaksikan keagungan dan keindahan Allah dalam seluruh eksistensi. Sementara itu, muhasabah adalah instropeksi diri yang terus-menerus agar tidak lalai dari jalan yang mulia ini. Dengan ketiga inti tasawuf itu, hati seorang saleh terus hidup dan dihidupkan oleh zikir dan kebersamaan bersama Allah dalam setiap detak jantung dan embusan napasnya sampai dia tertidur sekalipun!
Agar mencapai maqam tersebut, seorang saleh harus menjalani pelatihan di bawah bimbingan seorang mahaguru spiritual. Dialah yang akan mengajarkannya prosesi berzikir dalam hati sesuai dengan firman Allah, “Dan, sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan penuh kesungguhan dan rasa takut (akan tidak diterima amal perbuatanmu), tanpa mengangkat suara pada siang dan sore hari dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah” (QS Al-A`raaf: 205).
Zikir dalam hati dipilih karena silsilah utama tarekat ini bersambung melalui Abu Bakar Ash-Shiddiq. Metode zikir ini diajari oleh Rasulullah dan berbeda dengan tarekat lain yang semuanya bersambung melalui Ali bin Abi Thalib yang diajari berzikir dengan menggunakan suara jelas. Zikir dalam hati adalah ibadah yang terbesar (sesuai dengan bunyi tekstual QS Al-`Ankabuut: 45) dan bisa dilaksanakan dalam keadaan apa pun.
Zikir dalam hati yang dilakukan oleh seorang Naqsyabandi menggunakan Lafdzul Jalalah (Allah) dan Laa Ilaaha illalLaah yang dilafalkan dengan cara tertentu sebagaimana diajarkan langsung oleh seorang mahaguru sufi (syekh). Dengan prosesi zikir ini, seorang Naqshabandi meniti tangga-tangga makrifat.
Shah Naqshaband pernah menyatakan bahwa shalat adalah titian spiritual yang paling efektif bagi seorang saleh asalkan shalatnya khusyuk. Untuk mewujudkannya, seorang saleh diharuskan mengonsumsi makanan yang halal baginya dan tidak pernah lalai mengingat atau “bersama” dengan Allah dalam kesehariannya, lebih khusus lagi saat berwudhu serta bertakbiratul ihram.
Di sisi lain, bertasawuf bagi Shah Naqshaband adalah sebuah perilaku sosial yang positif. Bukan sekadar berbudi pekerti yang luhur, melainkan juga berbuat kebajikan kepada sesama makhluk Allah. Seorang saleh tidak boleh merasa dirinya lebih mulia dari seekor anjing sekalipun. Dia juga selalu siap mengulurkan tangan kepada siapa pun yang membutuhkan bantuan. Bahkan, bantuan tersebut bukan sekadar diberikan dalam bentuk material semata, tetapi juga rohaniah dan spiritual.
Selain itu, bertasawuf juga berarti menghormati waktu. Shah Naqshaband pernah menegaskannya dalam bahasa Persia, “Orang yang berakal pasti tidak suka berkawan dengan seorang yang suka menunda-nunda pekerjaan jika mampu dilakukannya hari ini.” Waktu harus digunakan untuk ibadah dalam pengertiannya yang paling komprehensif: berbuat kebajikan, baik yang ritual maupun yang sosial. Dan, tidak boleh ada waktu yang berlalu sedetik pun tanpa yakin bahwa kita selalu “mengingat” dan “bersama” Allah.
Dengan demikian, bertasawuf bagi Shah Naqshaband adalah mewujudkan ketundukan penuh kepada Nabi Muhammad SAW secara paripurna: menjalankan perintahnya, menghindari larangannya, meneladani perbuatannya, dan menghayati spiritualitasnya, sesuai dengan ajaran Islam menurut mazhab ahlussunnah wal jamaah.
Tidak heran kalau banyak ulama yang mengakui bahwa Tarekat Naqshabandiyah adalah saripati semua tarekat sufi. Dan, barang siapa yang suluknya tidak sesuai dengan ajaran Shah Naqshaband di atas berarti sudah keluar dari jalur yang benar meskipun mengaku sebagai pengikut beliau. Shah Naqshaband pernah menegaskan, “Tasawuf adalah syariat. Dan, barang siapa yang mengaku sebagai pengikut tasawuf, tetapi tidak menerapkan syariat, berarti dia telah tersesat!” aunul abied shah/taq
KH. A Shohibulwafa Tajul Arifin yang dikenal dengan nama Abah Anom, dilahirkan di Suryalaya tanggal 1 Januari 1915. Beliau adalah putra kelima Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad, pendiri Pondok Pesantren Suryalaya, dari ibu yang bernama Hj Juhriyah. Pada usia delapan tahun Abah Anom masuk Sekolah Dasar (Verfolg School) di Ciamis antara tahun 1923-1928. Kemudian ia masuk Sekolah Menengah semacan Tsanawiyah di Ciawi Tasikmalaya. Pada tahun 1930 Abah Anom memulai perjalanan menuntut ilmu agama Islam secara lebih khusus. Beliau belajar ilmu fiqih dari seorang Kyai terkenal di Pesantren Cicariang Cianjur, kemudian belajar ilmu fiqih, nahwu, sorof dan balaghah kepada Kyai terkenal di Pesantren Jambudipa Cianjur. Setelah kurang lebih dua tahun di Pesantren Jambudipa, beliau melanjutkan ke Pesantren Gentur, Cianjur yang saat itu diasuh oleh Ajengan Syatibi.
Dua tahun kemudian (1935-1937) Abah Anom melanjutkan belajar di Pesantren Cireungas, Cimelati Sukabumi. Pesantren ini terkenal sekali terutama pada masa kepemimpinan Ajengan Aceng Mumu yang ahli hikmah dan silat. Dari Pesatren inilah Abah Anom banyak memperoleh pengalaman dalam banyak hal, termasuk bagaimana mengelola dan memimpin sebuah pesantren. Beliau telah meguasai ilmu-ilmu agama Islam. Oleh karena itu, pantas jika beliau telah dicoba dalam usia muda untuk menjadi Wakil Talqin Abah Sepuh. Percobaan ini nampaknya juga menjadi ancang-ancang bagi persiapan memperoleh pengetahuan dan pengalaman keagaman di masa mendatang. Kegemarannya bermain silat dan kedalaman rasa keagamaannya diperdalam lagi di Pesantren Citengah, Panjalu, yang dipimpin oleh H. Junaedi yang terkenal sebagai ahli alat, jago silat, dan ahli hikmah.
Setelah menginjak usia dua puluh tiga tahun, Abah Anom menikah dengan Euis Siti Ru’yanah. Setelah menikah, kemudian ia berziarah ke Tanah Suci. Sepulang dari Mekah, setelah bermukim kurang lebih tujuh bulan (1939), dapat dipastikan Abah Anom telah mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman keagamaan yang mendalam. Pengetahuan beliau meliputi tafsir, hadits, fiqih, kalam, dan tasawuf yang merupakan inti ilmu agama. Oleh Karena itu, tidak heran jika beliau fasih berbahasa Arab dan lancar berpidato, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda, sehingga pendengar menerimanya di lubuk hati yang paling dalam. Beliau juga amat cendekia dalam budaya dan sastra Sunda setara kepandaian sarjana ahli bahasa Sunda dalam penerapan filsafat etnik Kesundaan, untuk memperkokoh Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Bahkan baliaupun terkadang berbicara dalam bahasa Jawa dengan baik.
Ketika Abah Sepuh Wafat, pada tahun 1956, Abah Anom harus mandiri sepenuhnya dalam memimpin pesantren. Dengan rasa ikhlas dan penuh ketauladan, Abah Anom gigih menyebarkan ajaran Islam. Pondok Pesantren Suryalaya, dengan kepemimpinan Abah Anom, tampil sebagai pelopor pembangunan perekonomian rakyat melalui pembangunan irigasi untuk meningkatkan pertanian, membuat kincir air untuk pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain. Dalam perjalanannya, Pondok Pesantren Suryalaya tetap konsisten kepada Tanbih, wasiat Abah Sepuh yang diantara isinya adalah taat kepada perintah agama dan negara. Maka Pondok Pesantren Suryalaya tetap mendukung pemerintahan yang sah dan selalu berada di belakangnya.
Di samping melestarikan dan menyebarkan ajaran agama Islam melalui metode Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Abah Anom juga sangat konsisten terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Maka sejak tahun 1961 didirikan Yayasan Serba Bakti dengan berbagai lembaga di dalamnya termasuk pendidikan formal mulai TK, SMP Islam, SMU, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Aliyah kegamaan, Perguruan Tinggi (IAILM) dan Sekolah Tinggi Ekonomi Latifah Mubarokiyah serta Pondok Remaja Inabah. Didirikannya Pondok Remaja Inabah sebagai wujud perhatian Abah Anom terhadap kebutuhan umat yang sedang tertimpa musibah. Berdirinya Pondok Remaja Inabah membawa hikmah, di antaranya menjadi jembatan emas untuk menarik masyarakat luas, para pakar ilmu kesehatan, pendidikan, sosiologi, dan psikologi, bahkan pakar ilmu agama mulai yakin bahwa agama Islam dengan berbagai disiplin Ilmunya termasuk tasawuf dan tarekat mampu merehabilitasi kerusakan mental dan membentuk daya tangkal yang kuat melalui pemantapan keimanan dan ketakwaan dengan pengamalan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, Abah Anom menunjuk tiga orang pengelola, yaitu KH. Noor Anom Mubarok BA, KH. Zaenal Abidin Anwar, dan H. Dudun Nursaiduddin.
Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad atau yang biasa di panggil Abah Sepuh, lahir tahun 1836 di kampung Cicalung Kecamatan Tarikolot Kabupaten Sumedang (sekarang, Kp Cicalung Desa Tanjungsari Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya) dari pasangan Rd Nura Pradja (Eyang Upas, yang kemudian bernama Nur Muhammad) dengan Ibu Emah. Beliau dibesarkan oleh uwaknya yang dikenal sebagai Kyai Jangkung. Sejak kecil, beliau sudah gemar mengaji/mesantren dan membantu orang tua dan keluarga, serta suka memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikan agama dalam bidang akidah, fiqih, dan lain-lain di tempat orang tuanya. Di Pesantren Sukamiskin Bandung beliau mendalami fiqih, nahwu, dan sorof. Beliau kemudian mendarmabaktikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat dengan mendirikan pengajian di daerahnya dan mendirikan pengajian di daerah Tundagan Tasikmalaya. Beliau kemudian menunaikan ibadah Haji yang pertama.
Walaupun Syaikh Abdullah Mubarok telah menjadi pimpinan dan mengasuh sebuah pengajian pada tahun 1890 di Tundagan Tasikmalaya, beliau masih terus belajar dan mendalami ilmu Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah kepada Mama Guru Agung Syaikh Tolhah bin Talabudin di daerah Trusmi dan Kalisapu Cirebon. Setelah sekian lamanya pulang-pergi antara Tasikmalaya-Cirebon untuk memperdalam ilmu tarekat, akhirnya beliau memperoleh kepercayaan dan diangkat menjadi Wakil Talqin. Sekitar tahun 1908 dalam usia 72 tahun, beliau diangkat secara resmi (khirqoh) sebagai guru dan pemimpin pengamalan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah oleh Syaikh Tolhah. Beliau juga memperoleh bimbingan ilmu tarekat dan (bertabaruk) kepada Syaikh Kholil Bangkalan Madura dan bahkan memperoleh ijazah khusus Shalawat Bani Hasyim.
Karena situasi dan kondisi di daerah Tundagan kurang menguntungkan dalam penyebaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, beliau beserta keluarga pindah ke Rancameong Gedebage dan tinggal di rumah H. Tirta untuk sementara. Selanjutnya beliau pindah ke Kampung Cisero (sekarang Cisirna) jarak 2,5 km dari Dusun Godebag dan tinggal di rumah ayahnya. Pada tahun 1904 dari Cisero Abah Sepuh beserta keluarganya pindah ke Dusun Godebag.
Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad kemudian dan bermukim dan memimpin Pondok Pesantren Suryalaya sampai akhir hayatnya. Beliau memperoleh gelar Syaikh Mursyid. Dalam perjalanan sejarahnya, pada tahun 1950, Abah Sepuh hijrah dan bermukim di Gg Jaksa No 13 Bandung. Sekembalinya dari Bandung, beliau bermukim di rumah H Sobari Jl Cihideung No 39 Tasikmlaya dari tahun 1950-1956 sampai beliau wafat.
Setelah menjalani masa yang cukup panjang, Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad-sebagai Guru Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dengan segala keberhasilan yang dicapainya melalui perjuangan yang tidak ringan, dipanggil Al Khaliq kembali ke Rahmatullah pada tangal 25 Januari 1956, dalam usia 120 tahun. Beliau meniggalkan sebuah lembaga Pondok Pesantren Suryalaya yang sangat berharga bagi pembinaan umat manusia, agar senantiasa dapat melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta mewariskan sebuah wasiat berupa “TANBIH” yang sampai saat sekarang dijadikan pedoman bagi seluruh Ikhwan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya dalam hidup dan kehidupannya.
Posted by zhaponk 20 Mei 2019
Thoreqat Qodiriah Naqsyabandiah adalah thoreqat yang mutabar antara ratusan thoreqat yang dianuti oleh umat islam di seluruh dunia. Thoreqat Qodiriah Naqsyabandiah adalah gabungan 2 thoreqat terbesar iaitu Thoreqat Qodiriah yang dibawa oleh Syeikh Abdul Qodir Jailani dan Thoreqat Naqsyabandiah yang dibawa oleh Syeikh Mohd Nuruddin Bahauddin An-Naqsyabandi.
Thoreqat-thoreqat tersebut telah digabungkan oleh Syeikh Ahmad Khatib As-Syambasi Ibn Abdul Gaffar, seorang Ulama Nusantara yang terkenal pada zamannya yang bermukim di Mekah dan menjadi Mursyid kepada Thoreqat Qodiriah di Mekah pada awal abad ke 13 hijrah jadilah Namanya Thoreqat Qidiriah wa Naqsyabandiah dan berkembang di negeri-negeri nusantara. Syeikh Thalhah kalisapu cerebon adalah salah seorang murid kepada Syeikh Ahmad Khatib As-Syambas dan dikenali sebagai tokoh thoreqat yang prominen dengan karamah beliau selain Syeikh Abdul Karim Banten dan Syeikh Khalil madura, semasa belajar di Mekah dan Syeikh Thalhah telah diangkat sebagai Mursyid dan mengembangkan ajaran daripada thoreqat anutannya di Cerebon, Jawa Barat Indonesia. Syeikh Abdullah Mubarak Bin Nur Muhammad (Abah Sepuh) telah mengambil talqin Thoreqat Qodiriah Naqsyabandiah daripada Syeikh Thalhah dan menjadi murid beliau dan kemudian diangkat sebagai Mursyid Thoreqat Qodiriah Naqsyabandiah yang kemudiannya mengembangkan ajaran ini di Pondok Pesantren Suryalaya, Jawa Barat, Indonesia yang ada sekarang.
Syeikh Abdullah Mubarak
Pondok Pesantren Suryalaya telah didirikan oleh pengasasnya Syeikh Abdullah Mubarak Bin Nur Muhammad (Abah Sepuh) pada tanggal 5 September 1905 masehi dengan restu Gurunya Syeikh Thalhah menjadikannya sebagai Pusat Pegembangan Thoreqat Qodiriah Naqsyabandiah di nusantara sehinggalah beliau wafat pada tahun 1956 dan disemayamkan di Kejambaran Rahmaniah Puncak Suryalaya. KH Ahmad Sohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) adalah anak kepada Abah Sepuh dan penerus kepada pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya juga berkapasiti sebagai Mursyid Thoreqat Qodiriah Naqsyabandiah satelah wafatnya Ayah beliau Abah Sepuh. Dan di bawah pimpinan Abah Anom, Pondok Pesantren Suryalaya telah berkembang maju merentasi seluruh pelusuk Jawa dan Indonesia saterusnya Malaysia (termasuk Sabah dan Sarawak), Singapura, Brunei bah ke seluruh dunia.
Dalam rangka pengembangan dan penyebarluasan ajaran Thoreqat Qodiriah Maqsyabandiah, Abah Anom sebagai Syeikh Mursyidnya melantik Wakil-Wakil Talqin yang berperanan sebagai wakil mursyid memberikan tunjuk ajar dan bimbingan amaliah kepada ikhwan-ikhwan yang mengambil dan mengamalkan ajaran thoreqat ini. Di Malaysia wakil-wakil talqin yang telah ditauliahkan oleh Syeikh Mursyid Abah Anom antaranya ialah Yabhg. Tun Haji Sakaran Dandai yang juga dalam kesepakatan para ikhwan telah melantik beliau sebagai Penasihat Agung TQN Pondok Pesantren Suryalaya di Malaysia, selain beliau Ym. Ustaz Haji Mohd Zuki As-Sujak bin Shafie di Kedah, Ym. Prof. Dr. Haji Abdul Manan Al-Marbawi Bin Haji Muhammad di Terengganu, Ym. Ustaz Haji Saifuddin Al-Hafiz Bin Haji Maulup di Negeri Sembilan, Ym. Ustaz Haji Mansor Salleh di Semporna, Sabah dan Ym. Ustaz Haji Abdul Manaf Bin Abidallah di Tawau, Sabah.
KHA Sohibulwafa Tajul Arifin
Inabah adalah dampak daripada karamahnya Syeikh Mursyid KHA Sohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom). Inabah ialah institusi rohani pusat rehibilitasi para korban penagihan zat-zat adiktif seperti dadah dan sejenisnya, melalui Institusi Inabah ini puluhun ribu remaja yang menjadi korban narkoba telah dipulihkan dalam ertikata lain Institusi Inabah telah berhasil dalam misinya ” memanusiakan manusia “ melalui kaedah sufi dengan pengamalan dzikirullah, dzikir jahar dan dzikir khofi sebagai ubat kepada kawalahan manusia menurut methode atau kaedah dari ajaran Thoreqat Qodiriah Naqsyabandiah. Di Malaysia terdapat 3 buah Inabah yang lebih dikenali sebagai Pondok Remaja inabah. Pondok Remaja Inabah Malaysia 1 di Jabal Suf, Kuala Nerang, Kedah dipimpin dan dikendalikan oleh Ym. Ustaz Haji Mohd Zuki As-Sujak Bin Shafie, Wakil Talqin TQN di Malaysia, Pondok Remaja Inabah Malaysia 2 di Kuala terengganu yang dikendalikan Ustaz Haji Osman Abdul Jalil (allahyarham) dan Pondok Remaja 3 Inabah Kamal Semporna yang dikendalikan oleh Yayasan Sabdi (Yayasan Tun Haji Sakaran Dandai) dan diawasi sepenuh masa oleh Ym. Ustaz Haji Ady Borhansyah Bin Mokhtar disamping bantuan Wakil-Wakil Talqin TQN di Malaysia dari semasa ke semasa.
Ustaz Hj Mohd Said al-attas
Thoreqat Qodiriah Naqsyabandiah mula dikenali dan diikuti di Daerah Semporna sejak awal tahun 1978, satelah kunjungan Yabhg. Tun Sakaran Dandai bersama Ustaz Haji Mohd Said Al-Attas (allahyarham) ke Suryalaya bersilaturahmi dan berguru dengan KHA Sohibulwafa Tajul Arifin dan setahun kemudiannya Ustaz Haji Mohd Said Al-Attas telah ditauliahkan sebagai Wakil Talqin bersama-sama Ustaz Haji Mohd Trang Isa dari Sarawak dan Ustaz Haji Osman Abdul Jalil (allahyarham) dari Terengganu. Ustaz Haji Mohd Said adalah seorang Guru Agama yang berasal dari Nilai Negeri Sembilan dan Guru Agama yang membuka Madrasah Islamiah pertama di Semporna pada tahun 1963 dengan ihsan Yabhg. Tun Sakaran Dandai ketika itu menjawat Ketua Daerah dan semenjak itu karib kepada Tun Sakaran. Dakwah Ustaz Tua sebagaimana masyarakat di Daerah Semporna mengenali beliau, tidak terhad di daerah Semporna bahkan sampai ke daerah-daerah lain di Negeri Sabah seperti Labuan, Kunak, Tawau. Sandakan dan Tambunan. Pada masa beliau menjadi Wakil Talqin sering berkunjung ke Inabah Kedah dan membantu Ustaz Haji Mohd Zuki sebelum beliau diangkat menjadi Wakil Talqin dan kesempatan ini telah memboleh Ustaz Haji Mohd Said berdakwah ke seluruh semenanjung Malaysia bahkan sampai ke daerah-daerah Wilayah Pattani di Negera Thailand.
Ikhwan TQN Semporna bergambar di Makam Abah Sepuh (Syeikh Abdullah Mubarak) di Puncak Suryalaya. Ketua Rombongan Haji Abdul Rahman Tun Sakaran (paling kiri). Datuk Hj Abdul Fattah (paling kanan)
sumber: ahmad b. haji anjau
NOTA MURSYID
Asas dan tujuan Thoriqah Qodiriah wa Naqsyabandiah
إِلَـهِيْ اَنْتَ مَقْصًودِيْ وَرِضَاكَ مَطْلًـوبِيْ اَعْـطِنِي مَحَبَّتـَكَ وَمَعْرِفَتَـكَ
maksud dari doa itu tadi:
” Ya Tuhanku hanya engkaulah yang ku maksud, dan keredhaanMu yang ku cari, berikan kepada ku kemampuan untuk mencintaiMu dan Maakrifat kepadaMu “.
Doa tersebut mengandungi 3 elemen:
1. Taqarrub terhadap Allah SWT:
ialah mendekatkan diri kepada Allah dengan jalan ubudiyah, yang mana dalam hal ini dapat dikatakan tidak ada sesuatunya pun yang menjadi tirai penghalang antara abid dan ma bud , antara khaliq dan mahluk.
2. Menuju Jalan Mardhaatillah:
ialah menuju jalan yang diredhai Allah SWT baik dalam ubudiyah mahupu luar ubudiyah alhasil dalam segala gerak geri manusia, diwajibkan mengikuti dan mentaati perintah-perintah Tuhan dan menjauhi serta meninggalkan larangan-laranganNya.
3. Kemahabbahan dan Kemakrifatan terhadap Allah SWT:
artinya: Rasa cinta dengan terang makrifat terhadap Allah ” Dzat Laisaka mithlihi syai`un ” , yang mana dalam mahabbah itu terkandung keteguhan jiwa dan kejujuran hati. Kalau telah tumbuh mahabbah timbullah rupa-rupa hikmah, di antaranya membiasakan diri dengan selurus-lurusnya dalam hak dzohir bathin, dan dapat pula mewujudkan ” keadilan “, yakni dapat menetapkan sesuatu dalam haknya dengan sebenar-benarnya. Pancaran daripada mahabbah datang pula belas kasihan kepada sesama makhluk, diantaranya cinta pada nusa kesegala bangsa berserta agamanya.
Thoreqah Qodiriyah Naqsyabandiyah ini adalah salah satu jalan yang ditempuh buat membukakan diri agar tercapai arah tujuan yang tersebut di atas tadi.
– KHA Sohibulwafa Tajul Arifin.
TANBIH
Bismillaahir rahmaanir rahiim.
Tanbih ini dari Syeikhuna Almarhum Syeikh Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad yang bersemayam di Patapan Suryalaya Kejembaran Rahmaniah.
Sabda beliau kepada khususnya segenap murid-murid pria mahupun wanita, tua mahupun muda,
“ Semoga ada dalam kebahagiaan, dikurniai Allah Subhanahu Wa Ta`ala kebahagiaan yang kekal dan abadi dan semoga tak akan timbul keretakan dalam lingkungan kita sekalian.
Pun pula semoga Pimpinan Negara bertembah kemuliaan dan keagungannya supaya dapat melindungi dan membimbing seluruh rakyat dalam keadaan aman, adil dan makmur dzohir mahupun bathin.
Pun kami tempat orang bertanya tentang THORIQAT QODIRIAH NAQSYABANDIAH, mengatur dengan tulus ikhlas Wasiat kepada segenap murid-murid :
Berhati-hatilah dalam segala hal, jangan sampai berbuat yang bertentangan dengan Peraturan AGAMA mahupun NEGARA.
Taatilah kedua-duanya tadi sepantasnya demikianlah sikap manusia yang beriman, tegasnya dapat mewujudkan kerelaan terhadap hadirat Ilahi Rabbi yang membuktikan perintah dalam AGAMA mahupun NEGARA.
Insafilah hai murid-murid sekalian, janganlah terpaut oleh bujukan nafsu, terpengaruh oleh godaan Syaitan, waspadalah akan jalan penyelewengan terhadap perintah Agama mahupun Negara, agar dapat meneliti diri, kalau-kalau tertarik oleh bisikan Iblis yang selalu menyelinap dalam hati sanubari kita semua.
Lebih baik buktikanlah kebajikan yang timbul dari kesucian:
i. Terhadap orang-orang yang lebih tinggi daripada kita, baik dzohir mahupun bathin, harus kita hormati, begitulah seharusnya hidup rukun, saling harga menghargai.
ii. Terhadap sesama sederajat dengan kita dalam segala-galanya, jangan dampai terjadi persengketaan, sebaliknya harus bersikap rendah hati, bergotong royong dalam melaksanakan perintah Agama mahupun Negara, jangan sampai terjadi perselisihan dan persengketaan, kalau-kalau kita terkena firmanNya ” adzabun Alim “, yang bererti duka nestapa untuk selama-lamanya dari Dunia sampai Akhirat (Badan payah hati susah).
iii. Terhadap orang-orang yang keadaannya di bawah kita, janganlah hendak menghinanya atau berbuat tidak senonoh, bersikap angkuh. Sebaliknya harus belas kasihan dengan kesedaran, agar mereka merasa senang dan gembira hatinya, jangan sampai merasa takut dan liar, bagaikan tersayat hatinya. Sebaliknya harus dituntun dibimbing dengan nasihat yang lemah lembut yang akan memberikan keinsafan dalam menginjak jalan kebajikan.
iv. Terhadap fakir miskin, harus kasih sayang, ramah tamah serta bermanis budi, bersikap murah tangan menceminkan bahawa hati kita sedar. Cuba rasakan diri kita peribadi, betapa pedihnya jika dalam keadaan kekurangan, oleh kerana itu janganlah acuh tak acuh, hanya diri sendiri yang senang, kerana mereka jadi fakir miskin itu bukanlah kehendak sendiri, namun itulah kudrat Tuhan.
Demikianlah sesungguhnya sikap manusia yang penuh kesedaran, meskipun terhadap orang-orang asing kerana mereka itu masih keturunan Nabi Adam a.s. , mengingat ayat 70 surah al-isra yang artinya :
” Sangat kami muliakan keturunan Adam dan Kami sebarkan segala yang berada di darat dan di lautan, juga kami mengutamakan mereka lebih utama dari makhluk lainnya “
Kesimpulan dari ayat ini, bahawa kita sekalian seharusnya saling harga menghargai, jangan timbul kekecewaan, mengingat surah al-maidah yang ertinya :
” Hendaklah tolong menolong dengan sesama dalam melaksanakan kebajikan dan ketaqwaan dengan sungguh-sungguh terhadap Agama mahupun Negara, sebaliknya janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan terhadap perintah Agama mahupun Negara “.
Adapun soal keagamaan, itu terserah agamanya masing-masing, mengingat Surah al-Kafirun ayat 6 : “ Agamamu untuk kamu, Agamaku untuk Aku “. maksudnya janganlah terjadi perselisihan, wajiblah kita hidup rukun dan damai, saling harga menghargai, tetapi janganlah sekali-kali ikut campur.
Cubalah renungkan pepatah leluhur kita : Hendaklah kita bersikap budiman, tertib dan damai, andaikan tidak demikian, pasti : ” Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna “ kerana yang menyebabkan penderitaan diri peribadi itu adalah akibat dari amal perbuatan diri sendiri.
Dalam Surah an-Nahli ayat 112 diterangkan bahawa : ” Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan beberapa contoh, yakni tempat mahupun kampung, desa mahupun negara yang dahulunya aman tenteram (gemah rimpah loh jinawi), namun penduduknya/penghuninya mengengkari nikmat-nikmat Allah, maka lalu berkecamuklah bencana kelaparan, penderitaan dan ketakutan yang disebabkan sikap dan perbuatan mereka sendiri “.
Oleh kerana demikian, hendaklah segenap murid-murud bertindak teliti dalam segala jalan yang ditempuh, guna kebaikan dzohir-bathin, dunia mahupun akhirat, supaya hati tenteram, jasad nyaman, jangan sekali-kali timbul persengketaan, tidak lain tujuannya ” Budi Utama_Jasmani Sempurna “ (Cageur-baguer).
Tiada lain amalan kita, Thoriqat Qodiriah Naqsyabandiah, amalkan sebaik-baiknya guna mencapai segala kebajikan, menjauhi segala kejahatan dzohir-bathin yang bertalian dengan jasmani mahupun rohani yang selalu diselimuti bujukan nafsu, digoda oleh perdaya Syaitan.
Wasiat ini harus dilaksanakan dengan saksama oleh segenap murid-murid agar supaya mencapai keselamatan Dunia dan Akhirat.
Amin.
Patapan Suryalaya, 13 Februari 1956,
Wasiat ini disampaikan kepada sekalian Ikhwan.
( KHA Sohibul wafa Tajul Arifin )
UNTAIAN MUTIARA :
Jangan benci kepada Ulama yang sezaman.
Jangan menyalahkan kepada pengajaran orang lain.
Jangan memeriksa murid orang lain.
Jangan berubah sikap meskipun disakiti orang.
Harus menyayangi orang yang membenci kepadamu.
Wasalam

ABAH ANOM
Tokoh pertama adalah Abah Anom. Kedudukannya sebagai seorang mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sekaligus ulama sepuh membuatnya menjadi tempat berteduh bagi jiwa-jiwa yang dahaga. Sebagai orang tua yang telah kenyang dengan asam garam kehidupan Abah Anom dengan arif menerima kunjungan tamu-tamunya, siapapun adanya dan apapun kepentingannya. Hidupnya dengan ikhlas dipersembahkan untuk melayani umat manusia.
Belum lagi kemasyhuran pesantren Suryalaya sebagai tempat penyembuhan penagih dadah dan penyakit psikis dengan metode Islamic Hidrotherapy, dimana kaedahnya disusun oleh Abah Anom. Metode ini menggabungkan konsep cold turkey system yang diislamkan melalui mandi taubat, serangkaian shalat dengan dzikir ala Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Program ini bertujuan untuk membantu program pemerintah Indonesia pada tahun 1971, ianya masih diteruskan dan dilembagakan dalam pesantren remaja Inabah.
Abah Anom yang sejak muda tidak makan daging dan selalu minum air putih itu adalah putra kelima KH. Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad (Abah Sepuh) dari istri keduanya Hj. Juhriyah. Ia memang disiapkan ayahnya untuk meneruskan kepemimpinan thariqah di Suryalaya. Selepas pendidikan dasar(rendah) di sekolah dan pesantren orangtuanya, pada tahun 1930 Abah Anom memulai pengembaraan menuntut ilmu agama Islam secara lebih mendalam.
Diawali dengan mengaji ilmu fiqih di pesantren Cicariang Cianjur, kemudian belajar ilmu alat dan balaghah di pesantren Jambudipa Cianjur. Setelah dua tahun di Jambudipa ia melanjutkan mengaji pada ajengan Syatibi di Gentur Cianjur dan ajengan Aceng Mumu di pesantren Cireungas Sukabumi yang terkenal dengan penguasaan ilmu hikmahnya pada 2 tahun berikutnya. Kegemaran akan ilmu silat dan hikmah kemudian diperdalam di pesantren Citengah Panjalu yang diasuh oleh Ajengan Junaidi, seorang ulama ahli ilmu alat dan hikmah.
Kematangan ilmu Abah Anom di usia 19 tahun diuji dengan kepercayaan yang diberikan oleh Abah Sepuh untuk membantu mengasuh pesantren Suryalaya sampai beliau wafat pada tahun 1956 dalam usia 120 tahun. Dua tahun sebelum wafat Abah Sepuh mengangkat Abah Anom menjadi wakil talqinnya, kemudian menjadi mursyid penuh Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sekaligus pengasuh pesantren menggantikan Abahnya yang sering tidak sihat.
Manajer Handal
Beban tanggung jawab yang begitu berat tertumpu dibahunya di usianya yang baru mengjangkau 41 tahun, menenggelamkan Abah Anom ke dalam samudera riyadhah. Kecintaannya kepada pesantren, thariqah dan umat melarutkan hari-harinya dalam ibadah, tarbiyah dan doa.
Sepanjang sisa hidupnya Abah Anom hampir tidak pernah tidur, demikian cerita salah satu keponakan Abah Anom yang pernah mengabdi di rumahnya. Di luar kegiatan ibadah mahdlah, mengajar dan kunjungan, Abah Anom menghabiskan seluruh waktunya dengan melakukan dzikir khafi. Setiap kali datang rasa mengantuk, Abah Anom segera berwudhu dan shalat sunah lalu melanjutkan dzikirnya.
Selain berdzikir, Abah Anom juga seorang manajer yang handal. Di tangannya Suryalaya, yang dulunya pesantren kecil di tengah hutan, berkembang pesat menjadi salah satu pesantren yang sangat disegani di negeri ini. Santri (murid) dan pengikutnya yang mencapai angka jutaan tersebar di seluruh Indonesia bahkan negeri-negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan lain sebagainya. Jumlah ini mencakup sekitar 3000 santri yang bermukim untuk belajar dan kuliah di lingkungan pesantren Suryalaya, alumni, puluhan santri remaja Inabah serta jutaan ikhwan-akhwat Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN).
Kini di usianya yang semakin senja, Abah Anom tidak lagi secara intens mendampingi santrinya. Tubuhnya yang semakin lemah tak lagi mampu mensejajari semangat dan kecintaannya kepada sesama. Karena itu beberapa tahun belakangan semua urusan pesantren dan thariqah diserahkan kepada 3 orang yang ditunjuk sebagai pemegang amanat, yang terdiri dari KH. Zainal Abidin Anwar, KH. Dudun Nur Syaidudin dan KH. Nur Anom Mubarok.
Namun demikian dengan sisa-sisa tenaga yang semakin lemah Abah Anom tetap menggagahi menerima semua tamu yang mengunjunginya dari berbagai pelosok tanah air, walau hanya sekedar dengan berjabat tangan. Juga diyakini, secara ruhaniah Abah Anom masih akan terus mengasuh jiwa-jiwa yang membutuhkan tetes demi tetes embun hikmah yang mengalir dari kejernihan telaga hatinya.
Tarikat di India

MENGENAL GOLONGAN DARAH


Mengenal Golongan Darah



Posted by zhaponk, 20 Mei 2019.



Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.

Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

* Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.

* Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif

* Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.

* Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.

Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.

Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.

Darah adalah tisu perantara yang terdapat dalam semua haiwan tinggi yang berfungsi sebagai sistem pengangkutan dalam badan untuk mengangkut gas, nutrien dan hormon. Darah juga terlibat dalam sistem imunisasi menentang penyakit. Terma perubatan berkait dengan darah bermula dengan hemo- atau hemato- dari perkataan bahasa Greek untuk darah.

Darah manusia adalah secair tisu; fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen diperlukan untuk hidup diseluruh tubuh. Darah juga membekalkan tisu dengan zat, menyingkir bahan kumuhan, dan mengandungi pelbagai bahan sistem imunisasi bertujuan mempertahankan badan dari jangkitan kuman. Hormon endokrin juga diedarkan melalui darah.

Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila di oksigen kepada merah tua apabila tiada oksigen. Warnanya disebabkan oleh hemoglobin, protein pernafasan (respiratory protein) yang mempunyai besi dalam bentuk heme, tempat oksigen bergabung.

Darah beredar dalam saluran darah dan dikitarkan oleh jantung, pam otot. Darah melalui paru-paru untuk dioksigenkan, dan dikitarkan seluruh tubuh oleh salur arteri. Darah mengedarkan oksigen keseluruh badan melalui saluran halus darah yang dipanggil kapillari. Darah kemudian kembali ke jantung melalui vein.

Darah juga mengangkut bahan kumuhan metabolik, dadah dan bahan kimia asing kepada hati untuk diuraikan dan kepada buah pinggang untuk disingkirkan sebagai air kencing.

Komposisi

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskel corpuscles; yang membentuk 45% bahagian daripada darah. 55% yang lain adalah plasma darah, cecair kekuningan yang membentuk medium cecair darah. Korpuskel adalah:

* sel darah merah atau erythrokytes (sekitar 99%). Korpuskel tidak mempunyai nukleus sel dan organelle, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Korpuskel mengandungi hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga bertanggungjawab bagi sistem jenis darah.

* Platelet atau thrombokytes (0.6 – 1.0%), bertanggungjawab untuk pembekuan darah.

* Sel darah putih atau leukokytes (0.2%), merupakan sebahagian daripada sistem imunisasi; dan bertugas untuk memusnahkan agen jangkitan.

Plasma darah pada asasnya larutan air yang mengandungi :-

* albumin

* bahan pembekuan darah

* immunoglobin (antibodi)

* hormon

* pelbagai jenis protein

* pelbagai garam

Keseluruhannya, plasma dan korpuskel membentuk cecair yang ciri alirannya unik bersesuaian dengan rekabentuk pembuluh darah.

Kesihatan

Beberapa masalah kesihatan berkait dengan darah.

Luka boleh menyebabkan kehilangan darah teruk. The thrombocytes menyebabkan darah membeku, menghalang luka kecil, tetapi luka besar perlu dirawat dengan segera untuk menghalang exsanguination. Kerosakan pada organ dalaman boleh menyebabkan luka dalaman yang teruk atau hemorrhage.

hemofilia merupakan kecacatan genetik yang menyebabkan kegagalan berfungsi “disfungsi” dalam mekanisma pembekuan darah seseorang. Ini menjadikan luka kecil mampu berubah mengancam nyawa, tetapi biasanya menyebabkan hemarthrosis, atau pendarahan pada sendi, yang boleh melumpuhkan.

Leukemia merupakan kumpulan barah tisu pembentuk darah.

Pendarahan teruk, sama ada melalui kemalangan atau tidak (seperti semasa pembedahan), dan juga sesetengah penyakit darah seperti anemia dan thalassemia, memerlukan pemindahan darah. Beberapa buah negara mempunyai bank darah untuk memenuhi permintaan untuk pemindahan darah. Penerima darah perlu mempunyai jenis darah serasi dengan penderma.

Darah merupakan cara “vektor” penjangkitan. Salah satu contoh penyakit bawaan darah yang diketahui ramai adalah AIDS, yang mana virus HIV, dipindahkan melalui sentuhan antara darah dengan darah, air mani “sperma”, atau cecair badan orang yang dijangkiti. Disebabkan oleh jangkitan melalui darah, objek berdarah dianggap ancaman bio “biohazard”.

Tekanan darah merupakan alat diagnostik yang penting.

Penghasilan dan penguraian sel darah

Bagi haiwan bertulang belakang, pelbagai sel darah dihasilkan dalam sum-sum tulang dalam proses yang dikenali sebagai hematopoiesis, yang merangkupi erythropoiesis, penghasilan sel darah merah; dan myelopoiesis, penghasilan sel darah putih dan platelet. Semasa kanak-kanak, hampir semua tulang manusia menghasilkan sel darah merah; apabila dewasa, penghasilan sel darah merah terhad kepada tulang-tulang besar: bagi haiwan bertulang belakang, tulang dada (sternum), tulang selangka, tulang pelvik, dan tulang lengan dan kaki. Tambahan lagi, semasa kanak-kanak, kelenjar thymus, yang terdapat di mediastinum, merupakan sumber penting menghasilkan lymphocytes.[1] Komponen darah berprotin (termasuk protin pembekuan) kebanyakannya dihasilkan oleh hati, sementara hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrine dan peratusan air dikawal oleh hypothalamus dan dikekalkan oleh buah pinggang.

erythrocytes yang sihat mempunyai hayat plasma sekitar 120 hari sebelum ia diurai oleh limpa, dan oleh sel Kupffer dalam hati. Hati turut menyingkirkan sesetengah protein, lipid, dan asid amino. Buah pinggang secara aktif menyingkirkan bahan buangan melalui air kencing.

Kepercayaan mengenai darah

Disebabkan kepentingan darah kepada kehidupan, darah dikaitkan dengan beberapa kepercayaan. Salah satu kegunaan darah yang asas adalah sebagai simbol pertalian keluarga; “pertalian darah” beerti mempunyai kaitan melalui leluhur dan bukannya melalui ikatan perkahwinan.

Penganut Kristian percaya bahawa wain Eucharist adalah atau melambangkan darah Yesus Kristus yang ditumpahkan untuk keselamatan (salvation) mereka.

Vampire adalah makhluk fiksyen yang dipercayai terus hidup dengan menghisap darah orang yang masih hidup. Dalam teori zaman pertengahan “medieval” salah satu dari empat unsur badan, darah dikaitkan dengan unsur api dan riang dan pelahap yang dikenali sebagai mempunyai perwatakan (sanguine).

Darah haiwan bukan manusia

Dalam serangga, darah (secara tepatnya dikenali sebagai hemolymph) tidak terbabit dalam pengedaran oksigen. (Bukaan dikenali sebagai trakhea membenarkan oksigen dari udara untuk meresap secara langsung ke tisu). Darah serangga mengangkut zat ke tisu dan menyingkirkan bahan kumuhan.

Dalam haiwan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke tisu. Dalam sesetengah haiwan invertebrata kecil, oksigen hanya meresap kedalam plasma. Semua haiwan lain menggunakan pritin pernafasan untuk meningkatkan keupayaan mengangkut oksigen. Hemoglobin merupakan protin pernafasan paling berkesan secara semulajadi. Hemokyanin (biru) mengandungi tembaga dan digunakan dalam haiwan krustakean. “Sea squirt”, antara haiwan laut, menggunakan vanadium khromagen (hijau muda, biru, atau kuning bata “oren”) untuk pewarna pernafasaan.

Dalam invertebrata, protin pembawa oksigen terlarut bebas dalam darah; dalam vertebrata protin pembawa oksigen terkandung dalam sel darah merah khusus, membenarkan kepekatan lebih pewarna pernafasan tanpa peningkat kepekatan darah.

Darah diguna makanan

Ada budaya yang masak dan makan darah haiwan. Puding darah dan sosej darah dimakan di England dan Sweden. Yahudi dilarang campur keju dan darah kerana begini macam campur hidupan dan mati (lihat: kosher). Islam haramkan makan darah.


MENUJU INSAN KAMIL

  BA GIAN KE-LIMA MENUJU INSAN KAMIL     Insan Kamil adalah pada waktu tanazul berada paling akhir, sedang pada waktu taraki nantiny...