Minggu, 09 Juli 2023

MENUJU INSAN KAMIL

 

BAGIAN KE-LIMA

MENUJU INSAN KAMIL

 

 

Insan Kamil adalah pada waktu tanazul berada paling akhir, sedang pada waktu taraki nantinya jadi yang awal sekali.

Yang disebut rahul hajat ialah pintu Tuhan hakikatnya dikatakan pintu-pintu zat itulah dia lobang yang dinamakan mekar dan kuncupnya marnas atau buka tutupnya mahid.

 

Syiratal mustaqim ialah maksudnya menamakan hilang perginya atau, sempat diakhirat atau diakhirat ilahi robbi dan tuhan kita mengatakan bahwa ayat yang diatas ini tadi maksudnya adalah keluarnya perkataan kita.

Arsiullah artinya muka pada hakikatnya wadah persidangan zat yaitu berada di kepala dan di dada kita

 

Kursi artinya tempat duduk pada hakikatnya tempat duduk zat yaitu berada pada otak dan jantungLuch machfut / luch kalam artinya luch tempat machfut dijaga pada hakikatnya adalah sifat-sifat zat. tempatnya berada di jasad serta dijaga oleh malaikat katibin. Jadi yang dimaksud puncak hidup itu ialah berada di badan kita pribadi (pahmakanlah)Mizan artinya timbangan, pada hakikatnya pertimbangan zat yang berada di penglihat, pendengar, pencium, pengrasa dan perkataan maksudnya mengatakan terhadap pertimbangan hidup kita yang berada di panca indra.

Ibarat wahana zat dengan sifat itu, seperti sendiri-sendiri saja. Jelasnya mengatakan terhadap berdirinya hamba dan Tuhan. Seolah-olah berdiri sendiri-sendiri padahal yang sebenarnya adalah tetap satu (esa). Jadilah kesimpulannya adalah tidak ada sifat yang berdiri diatas zat atau yang bertambah dengan sifat ma’ani yaitu gazlikun bizatihi, maridun bizatihi, alimun bizatihi, dan seterusnya sampai kalam.

 

Jadi disini duduknya kepada JIBU artinya tiada huruf dan tiada suara, zat dirinya. Ibarat roh dengan badan, tetap kekal. Inilah yang dinamakan alip mutakalimun wahid. Artinya yang berkata-kata jadi ucapan tanpa mulut itu adalah yang mempunya rupa yang sejati, dan tempatnya berada didalam sukma/nyawa kita pribadi, dan suara. Inilah yang disbut zikir batin yang sesungguhnya dan yang sebenarnya serta azali dan qadimdan yang baqa. Sedang malaikat pun tidak boleh tahu apapun yang keluar itu : semua malaikat dan zipun bisa tahu. Tetapi yang disebut mudawatuhzukri itu tak ada seorangpun yang tahu kecuali dia sendiri inilah puncak segala puncak ilmu dan amal ma’rifat.

 

Dan inilah zikir yang senantiasa dan tiada pernah lupa walau sekejap matapun. Maka ada seorang wali pernah berkata : apabila aku lupa sekejap juapun sengaja atau tidak sengaja, maka aku hukumnya diriku itu murtad. Demikianlah adanya kepada kita ini semuanya, bila lupa berarti belum sempurna ilmnya. Dengan sdanya keterangan ini itulah apa adanya dapat hamba sampaikan semoga Allah meridhoinya amin ya robbal alamin.

 

 

V.1. SAKSI DAN PENYAKSIAN ALLAH

 

Yang dinamakan kesaksian ialah sebab diwaktu menyampaikan ajaran, supaya disaksikan oleh sanak saudara kita sesama muslim. Yaitu semua titah yang dititahkan didalam alam dunia ini diantaranya seperti bumi, langit, bulan, bintang, matahari, api, angin, air, hawa dan udara dan lain-lainnya.

Semuanya menjadi saksi dan menyaksikan bahwa kita sekarang ini mengakui berdirinya dan adanya Tuhan dan jadinya hamba Tuhan. Didalam hadist qudsyi, Tuhan berfirman artinya : Aku menyaksikan hidupKu sendiri sebenarnya tiada Tuhan melainkan Allah.

 

Dan Allah naik saksi bahwa Muhammad itu urusanku.

Dan sebenarnya yang bernama Allah itu akidahku.

Rasul itu rasaku. Muhammad itu cahayaku.

Akulah yang hidup yang tiada pernah mati. Yang ingat yang tidak Lupa, kekal tiada berubah, pada kenyataan zat, akulah yang hawas lagi tahu, dan tiada samar dan dari segala sesuatu.

 

Akulah yang kuasa dan menguasai, dan akulah yang maha bijaksana, maha suci aku, dan sungguh besar kuasaku, dan sembahlah aku.

Di hadist qudsyi ini tadi, bukan saja kita baca saja tetapi yang utama sekali ialah ; untuk pribadi kita sendiri dan untuk akidah kita sendiri.

 

Jadi inti dari semua itu adalah ; Tiada tuhan melainkan allah, dan Muhammad itu utusan Allah.

 

Jadi yang disebut allah itu adalah af’alnya, Dan disebut rasul itu ya muhammad.

Muhammad itu adalah cahaya kita jua.

Jadi hakikat kita yang sebenarnya adalah, hidup kita ini adalah hidupnya Tuhan Allah (Rahasia)

 

Buktinya Tuhan kuasa menghidupkan yang mati dan adanya mati dari hidup. Justru hidup kita ini berasal dari yang mati.

 

Dan akhirnya tiada yang mati, dan hidup didunia dan akhirat tiada akan pernah lupa akan hidup kita, tanpa perbuatan, tanpa bergeser dalam kenyataan yang sejati.

 

Jadi dasar kenyataan yang sampai kepada pusat yakin. Itulah dia kesempurnaan hidup.Dan tiada merasa apa-apa yang dimaksud asal kita mati ialah, mati MA’NAWI, bukan mati HISYI.

 

Adapun kehidupan ini atau kehidupan dunia ini, itulah dia zat yang maha suci, yang tiada huruf, dan tiada suara, tiada kata-kata dan tiada nama, tiada warna-warni, tiada roh, tiada jasad, dan tiada apa-apa tiulah dia JIBU.

 

V.1.1.  LAHURUFIN WALA SAUTIN

 

artinya ialah tiada huruf, tiada suara, tiada kata-kata zat dirinya. Demikian tentang dua kalimat syahadat tersebut.

Asal dua kalimat syahadat itu ialah ; nur Muhammad, nur Muhammad itu ialah cahaya kita yang terang benderang tuhan telah bertazalli kepadanya. Nur Muhammad itu adalah hakikat alam. Dan nur Muhammad itu ialah cahaya kita pribadi. Jadi kesimpulannya ialah kita ini asal adam. Adam dari nur Muhammad, dan nur Muhammad itu dari nur zat.

 

Maka wajarlah kita ini dengan zat allah. Karena zat itulah bermula segala ujud. Jadi nyatalah kepada kita bahwa ujud sekalian alam ini kenyataan ujudnya allah ta’ala jua. Inilah yang disebut wahdatul ujud (ke-esaan ujud). Nyata dan jelaslah kepada kita bahwa semua ujud ala mini adalah ujud allah ta’ala jua. Jadi allah, Muhammad, adam adalah satu. Insane kamil pun allah jua, adam dan Muhammad pun pada hakikatnya. Jadi hakikatnya manusia ini tuhan/dalam rahasia hamba.

 

1.1.2.Beberapa hadist untuk jadi pertimbangan

 

Rithatu bil ilmilah

Pokok pengetahuan itu ialah : orang yang telah mendapatkan makam tuhannya. Dan diduduki kedudukan orang yang kuasa manusia allah yang bersifat dengan sifat-sifat allah dalam dirinya. Latknatuni goirif wala goirifuna. Artinya : adapun ilmu yang satu itu, siapa saja yang menangkapnya, niscaya masuk sorgalah ia.

Laya’rifu Robbahu wala robbahu. Artinya : barang siapa yang mengetahui ilmu satu itu, dan dapat mengamalkan, niscaya sempurnalah ia di dunia dan akhirat. Demikianlah yang hamba sampaikan kepada saudaraku muslim.

Wala mukminin hayun fiddroini. Artinya : masuk dalam lipatan pakaian suaminya hal ini terdapat pada nikah batin, sebab dia mengaku ma’mum pada suaminya.

 

Dan menghalalkan dirinya kepada suaminya, dan mengharuskan nyawanya pada allah dan melenyapkan tubuhnya pada nabi Muhammad, serta mengaku ma’mum pada suaminya dunia akhirat.

Nata kimbolong artinya : termasuk dalam lipatan pakaian istrinya : ialah karena perkawinan itu.

 

Nikah bathin yang sebenarnya, dan jangan sampai pisah dunia akhirat. Nikah bathin yang sebenarnya ialah : apabila si istri mengenal diri dan memahami sebenar-benarnya tentang rahasia dirinya dan memahami akan tuhannya sedalam-dalamnya. Maka dialah yang diberikan oleh suaminya nikah bathin.Sebab mustahil akan bercerai dengan suami dari dunia hingga akhiratnya. Cobalah renungkan sejenak berpisahnya allah dengan Muhammad.Inilah bukti nyata dan dalil nyata.

 

Syahadatnya para rasul-rasulNama-nama rasul utusan tuhan Allah S.W.T.:

Nabi  Muhammad S.A.W, Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS.

 

Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah

Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna adam khalifatullah

Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna nuh habibullah

Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna Ibrahim kholilullah

Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna musa kalamullah

Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu anna isa ruhullah

 

-   Firman Allah kepada Muhammad S.A.W

 

Ya, Muhammad, engkau utusankuSekarang engkau harus ma’rifat kepadaku. Sebab engkau adalah kehadiranku. Dalilnya adalah: al-insanu sirri, wa ana sirrohu. Insan itu rahasiaku dan akupun rahasianya.

 

Jelasnya adalah, sesungguhnyarasaku ini sudah pasti dan derajatnya tidak salah lagi Muhammad Rasulullah. Dan aku menganugerahimu burokuntuk nanti menghadapku dan terus sampai ke anak cucumu, lalu kepada wali-waliku.Ini tiada batas sampai kepada hari kiamat.Kesimpulannya apabila nabi kita mi’raj maka kitapun mi’raj jua adanya.Kalau tidak demikian, maka tersalahlah ma’rifat kita kepada Allah Ta’ala. karena hakikatnya disekujur badan kita ini telah menerima keadaan dalam wujud pribadi.

 

Jadi hakikat Adam itu tadi adalah sebagai perwujudan kita pribadi yang nyata kepada kita adalah pendengaran, penglihatan, perkataan, penciuman kita itulah nafas kita yang sudah pasti dan Muhammad itu tadi adalah rasa jasad kita. Sekarang meresap sekali yaitu : penglihatan, pendengaran, pencium, pengrasa dan pengucap. Semuanya masuk kedalam rasa. Ujud juga adalah sebagai bukti.

 

Jadi pada hakikatnya seluruh rasa itu sudah menyatu atau menunggal didalam jasad. Tentu tidak ada kekurangan lagi bukan ?

 

Makanya sudah kita katakan dahulu tadi bahwa kalau didalam hadits qudsyi allah mengatakan seperti di bawah ini. Tidak ada Tuhan melainkan Aku dan Muhammad itu adalah utusan-Ku. Makanya kitapun harus demikian juga adanya kalau tidak tersalahlah ma’rifat kita kepada Allah dan kepada Rasulullah. Memang banyak yang dapat memahami arti dalil-dalil dan hadits yang mendalam sekalipun mereka tiru cap seorang guru atau seorang ulama dan penceramah, belum tentu dapat memahami dalil dan nash dan hadits-hadits qudsyi yang mendalam dan yang penuh dengan liku-likunya memang sulit kalau tidak ada pertolongan, Ilham dari Tuhan rabbul alamin. Kalau hanya menggunakan akal manusia semata, tiadalah sampai yang akan bertemu.

 

Jadi yang utama sekali dalam menggali ilmu ketuhanan itu ialah tumpuhan ilham dari alam gaib dan jangan mengartikan ayat-ayat al-Qur’an dan al-hadits menurut seleramu sendiri, karena ayat-ayat suci al-Qur’an itu mengandung empat arti dan makna dan pengertiannya.

 

Bagaimanakah mengatasi yang demikian ?untuk mengatasi dalam perjuangan pertama ialah : menyerah bulat-bulat dengan tak ada sak wasangka lagi. Mohonlah doamu supaya hatimu beroleh petunjuk.

 

-   Firman Allah kepada nabi Adam a.s

 

Wahai engkau Adam, diperintahkan olehmu menjadi utusan tetapi engkau sekarang jangan ma’rifat kepadaku dulu, pengetahuanmu tiru biarlah dahulu wujudmu itu sendiri. Sebab ujudmu itu sebagai kenyataan adanya aku. Dalilnya adanya : wallahu bathinul insan jahirullah.Artinya : jahir Tuhan ada dimanusia dan bathin manusia ada di Tuhan. Dan salatmu itu dua rakaat.

Yaitu pada waktu Subuh apakah sebabnya jadi dua rakaat ?sebabnya ialah adanya nyawa dan ujud.

 

            -   Firman Allah kepada nabi Nuh a.s

 

Wahai engkau Nuh, aku perintahkan engkau menjadi utusanku, tetapi engkau jangan ma’rifat dulu kepadaku, ketahui siapa dulu olehmu : bahwa pendengaranmu itu adalah pendengaranku, dalilnya sama dengan adam dan engkau salat empat rakaat pada waktu Dhuhur. Apakah sebabnya jadi empat rakaat ?sebabnya ialah engkau punya telinga dan dua kaki.

 

-   Firman Allah kepada Nabi Ibrahim a.s

 

Wahai engkau Ibrahim, kuperintahkan engkau jadi utusanku, tetapi engkau jangan ingin ma’rifat kepadaku dahulu. Ketahui saja dahulu bahwa penglihatanmu itu adalah penglihatanku dan salatmu empat rakaat salat waktu Ashar. sebabnya ialah engkau punya kedua mata demikianlah tentang salat ashar.

 

-   Firman Allah kepada Nabi Musa a.s

 

Wahai engkau Musa kujadikan engkau utusanku, tetapiengkau jangan ingin tahu dahulu kepada zat dan sifatku. Ketahui saja bahwa pengucapmu itu sesungguhnya adalah pengucapku. Dalilnya sudah ada yaitu kalam mutakalimun. Salatmu ada tiga rakaat pada waktu maghrib, yaitu mulut, punya lisan dan memiliki arti yang tak salah lagi.

 

-  Firman Allah kepada Nabi Isa a.s

 

Wahai nabi Isa, engakau adalah utusanku, dan engkau tak usah ma’rifat kepadaku dulu, atau engkau ingin tahu tentang zatku ketahui saja bahwa nafasmu itu sendiri. Itu adalah kenyataan hidupku ini pasti, dan engkau harus shalat empat rakaat pada waktu Isya. Sebab di dirimu itu ada dua lobang hidung, sebagai bukti nyata dari padaku, dan punya darah. Sebab darah itu nanti mati (beku), dan nafasmu habis hilang. Jadi dapatlah kita simpulkan bahwa alat lima waktu itu sudah terhimpun pada diri.

 

Maka tersusunlah seperti di bawah ini. Inilah salat yang 17 rakaat itu pada diri kita.

1. Nyawa                                 11. mulut

2. Ujud                                    12. lisan

3. Telinga kanan`                     13. Arti yang tak salah lagi

4. Telinga kiri                          14. Lobang hidung kanan

5. Kaki kanan                          15. Lobang hidung kiri

6. Kaki kiri                              16. nafas

7. Mata kanan                         17. darah

8. Mata kiri

9. Tangan kanan

10. Tangan kiri

 

Demikianlah adanya usul shalat 17 rakaat yang ada pada diri kita masing-masing. Inilah sebenarnya salat ingatlah selalu jangan lupa pada asalnya.

 

Ma’rifat ada tiga bagian :

 

Pertama           : ma’rifat sariat

Kedua             : ma’rifat tharikat

Ketiga             : ma’rifat hakikat

 

Apakah perbedaan antara tiga bagian itu :

 

Pertama           : ma’rifat orang ahli sariat ituyaitu : mengenal segala hukum dan

mubah, fardhu dan sunat.

kedua              : adapun ma’rifat orang dalil tharikat itu yaitu mengenal barang yang

seni  seperti: ria, ujud, takbur, sum’ah, dan hasad dan Lainnya.

 

Segala sifat mazmumah yang tercela oleh rasa dan mengenal akan kasih sayang akan Allah Ta’ala kepada hambanya dan mengenal buruk dan baik zahir bathin.

 

Ketiga             : adapun ma’rifatorang ahli hakikat yaitu: antara antazzahu tasybih

dantiada  terdinding pandangan zahir dengan yang bathin dan

sebaliknya tiada terdinding pandangan bathin akan zahir.

Demikianlah secara ringkasnya saja. 

 

Apakah yang dinamakan sariat dan apapula hakikat ?sariat itu tubuh kita dan hakikat itu jiwa, keduanya itu tiada boleh pisah atau bercerai walaupun kita sudah kembali kea lam baqa. Ruh dan badan tiada tiada boleh pisah. Sebab sudah senyawa di dalam badan atau di dalam rasa. Jadi siapa sariat semata dalam hidupnya, maka tiada harapan kumpul dengan ruhnya. Tetapi kalau sudah sampai kepada hakikat tidak mungkin lagi terpisah dengan sifatnya (badannya).

 

Jadi bagi ahlul hakikat walau bagaimanapun jua bentuknya, tetaplah ia ada syariat inilah arti sariat yang sejati dan mutlak, disini tidak ada tawar menawar lagi, titik.Syariat tubuh, tharikat nafas, hakikat ruh, dan ma’rifat adalah sir. Inilah yang disebut af’al.Asma, sifat, dan zat kesemuanya ada dalam diri kita lahir bathin. Dan inilah orang yang dahulu disebut: pandanagn, pengrasa, pengucap, dan pencium. Kesemua itu bersatu atau bersamaan di dalam di dalam rasa. Jadi siapa sudah mengembalikan hak ta’ala yaitu rasa, maka dialah yang merasa di dalam rasanya da siapa masih betah dalam rasa adam, maka tempatnya d neraka karena rasa itu ada tiga martabat, 1. Rasa Allah  2. Rasa Muhammad  3. Rasa adam. Demikianlah yang sebenarnya yang dapat hamba sampaikan, dan pilihlah sendiri-sendiri.

 

V.1.2. RAHASIA - MARIFAT

 

Adapun rahasia itu didalam hati, dan hati itu didalam puat, puat itu didalam jantung, dan jantung itu di dalam rahasia Allah.

Tetapi hati, puat, jantung itu sudah lebur kedalam rahasia Allah. Jadi tuhan itu tiada bertempat dan tiada ditempati oleh makhluk siapa yang sangka bahwa tuhan itu bertempat di hati, di puat, di jantung, di arsy, di langit, di surge, atau di manusia, maka rang itu kafir.

Atau rahasia ma’rifat itu tidak terpakai lagi kata-kata yang bagaimanapun, sebab kalau kita masih berpegang  kepada kata-kata maka kata-kata itulah yang jadi dinding. Dan yang disebut rahasia allah itu tadi, pertama rahasia yang berada di dalam jantung itulah yang bernama allah. Dan yang demikian bernama rahasia Allah, dan kehendaknya, kehendak allah inilah yang berada dalam puad, dan inilah yang bernama rasa. Karena disitulah tempat akan segala kehendak Allah, lahir atau bathin. Sekali lagi janganlah dipahami bahwa tuhan itu bertempat kepada manusia, atau manusia bertempat kepada tuhan. Untuk membuktikan hilangnya rasa itu. lihatlah contoh orang yang sedang tidur. Semuanya tiada merasa apa-apa lagi. Apalagi yang disebut in itu sudah tidak ada. Dari itu janganlah lagi akhluk berkehendak, jangan lagi ada Ingatanmu, dan dirimupun tiada. Maka yang ada itupun hanya hayat jua adanya. Jadi, disini adalah rahasia Allah itu jad iradat kepada insane dan kepada hayawan, sekiranya jika rahasia allah itu dan iradat allah zahir dan bathin, tidak ada maka disitulah manusia menganggap ada perbuatan dirinya sendirinya. Disinilah hawa nafsu menunggangi manusia. Bukan manusia menunggangi nafsu, tapi nafsulah yang beraku-aku itu dalam setiap kejapan mata. Aku haramkan mulutku, aku kapirkan hatiku, bila aku masih beraku-aku dengan hawa nafsu yang tercela atau dengan nafsu akuan makhluk aku sebagai si penyusun kitab ini bertanggung jawab atas kata-kataku tadi. Siapa yang hendak mengambil boleh dan siapa yang menolakpun boleh. Tidak ada pakaian dalam agama allah.

Seorang wali itu tidak beraku-aku lagi kecuali dengan akuan allah. Bulanlah engkau yang beraku-aku.Dikata engkau beraku-aku tepi allahlah yang beraku-aku tiada engkau beraku-aku. Jadi yang beraku-aku dikala itu adalah rahasia Allah, bukan engkau dalilnya: wama romaita idjromaita, walakinnallah aroma. Artinya: bukanlah engkau yang melempar dikala engkau melempar, tapi allahlah yang melempar dikala engkau melempar. Pahamkah.

 

2.1.1. Yang Sebenar Diri

 

Yang sebenar benar diri itu nyawa

Yang sebenar benar nyawa itu ruh.

Yang sebenar benar ruh itu nur Muhammad

Yang sebenar benar nur Muhammad itu sifat

Yang sebenar benar sifat itu zat (zat hayat)

Yang sebenar benar zat itu diri

Yang sebenar benar sifat itu rupa

 

Tapi bila kita mendakwa kepada ruh, maka teruskanlah kepada zat dan sifat allah. Supaya jangan terdinding kepada allah apabila sudah kita tembuskan kepada zat dan sifat allah, itulah tubuh orang ma’rifat yang sebenarnya. Kalau sudah sampai kepada diri yang sebenarnya atau diri bathin, barulah bathin dapat melihat bathin. Disini dapatlah orang yang sampai itu melihat perjalanan ruh/rohani. Adapun yang disebut roh idhofi itu berbadan Muhammad. Disini hamba tambahkan pula tentang nama-nama roh yang patut dikenal: seperti roh idhofi, roh mukayyat, dan roh mutlak. Dan yang pertama tadi disebut roh idhofi. Dan yang disebut roh/nyawa itu tadi disebut juga roh mukayyat. Yang disebut roh mutlak itu adalah roh robbani itu adalah roh tuhan Allah.Kalau orang yang hanya sampai kepada roh mukayyat atau yang disebut nyawa itu: artinya yang belum meneruskan kepada zat dan sifat allah ta’ala.

 

Maka orang yang telah meneruskannya kepada zat dan sifat allah itulah yang disebut roh mutlak. Atau lazim disebut oleh kaum sufi dengan ruhul kudus atau ruhul haq, ruhul amin.

 

Jadi seorang wali allah yang berada pada tingkat atas darinya bertubuh sir, dan berubah-ubah tuhan. Yang disebut sir dan roh itu ialah : zat allah dan sifat allah. Dengan adanya zat dan sifat itu lalu kita ingat kepada kalimah yang berbunyi ah, ah, ah, ah, ah, ah, ah.

 

Disini ada dua huruf, yaitu huruf alif dan huruf ha. Alif itu berarti ujud, dan h itu berarti hayat. Tiap-tiap hayat tentunya dengan ujud. Setiap ujud dan hayat, pasti dengan namanya pula. Dan setiap ada ujud, hayat dan asma, tentu ada af’al jadi susunannya yang sebenarnya itu adalah : zat, sifat, asma, dan af’al itulah yang bernama allah dan akhirnya kalimah la illha ilallah itulah yang bernama zat sifat asma dan af’al. inilah rahasia bathin dan zahir syariat dan hakikat. Hamba dan tuhan, abid dan ma’bud, khalik dan makhluk.

 

Zat dan sifat tiada boleh pisah, begitu juga tidak boleh sekutu. Ia seperti naïf dan isbat jua adanya dan masa lalinya rasa, kita lupa dan kita tidak ingat lagi yang sebagai macam, itulah yang bernama idhafat ma’allah artinya : hilang semuanya dan tidak ketinggalan walau sebesar atom. Maka ini hamba disebut dengan makam : penelanjangan tuhan. Sekarang baiklah kita teruskan kepada membicarakan tentang yang lainnya. Adapun cita-cita dan rasa perasaan masalah berbagai bathin dan zahir sekalian tubuh itu lahir dan bathin. Sebab karenayang dipuji itu jatuhnya kepada tubuh bathin dan zahir. Inilah jadinya kedalam diri kita, bilangan tatkala allah ta’ala itu bersifat dengan sifat, kata ain. Jadi kesimpulannya ialah yang memuji ia yang dipuji. Ia yang menyembah dan ia juga yang disembah.

 

Karena ahadiyah, wahdah, dan wahadiah adalah Esa. Jadi disini boleh di kata : puji qadim bagian qadim, puji hadist bagi qadim. puji qadim bagi hadits. Dan puji hadits bagi hadits. Bagi orang yang paham tentan rahasia ma’rifat itu, tidak ada lagi syakan ragu atas kata-kata yang diatas ini tadi sebab dalam ilmu hakikat ada kesimpulan yang berbunyi wahadiah, wahdah, wahidiyah, adalah Esa. Jadi Muhammad, adam adalah Esa.Kamilpun allah jua. Muhammad dan adapun ada hakikatnya : jadi pada hakikatnya manusia ini adalah rahasia Tuhan menurut bentuk dan surahnya sendiri. Makadari itu tuhan memerintahkan kepada malaikat supaya sujud kepada Adam a.s.

 

2.1.2.Apakah yang dimaksud Azzazatullah

 

Baiklah hamba uraikan secara ringkas saja bagi orang yang telah ma’rifat zat, tiadalah baginya permulaan dan penghabisan.

Pandangannya jauh berbeda dengan pandangan orang yang hanya berada dengan pandangan tingkat bawah. Orang demikian berpandangan bahwa ia melihat allah setiap kejapan mata dan dalam setiap sentuhan hatinya yang disebut mata hati itu bukannya ia nya. Sebab mata lahir dan mata hati itu hanya asma jua adanya disini mata bathin melihat bathin. Dan mata hati itu sudah lebur kedalam fana. Jadi pandangan yang tertinggi sekarang ini adalah kembali kepada mata zahir jua dahulu. Hingga mata bathin, sebab tiada kebilangan hakikat itu tanpa syariat/zahir dan tiada kebilangan sariat itu tanpa hakikat/bathin. Kesimpulannya adalah : zahir ia yang bathin, dan bathin ia yang zahir, sebab awal dan akhir itu adalah rahasia insan. Maka dari pada itu pandangan akhir jua pandangan awal. Disinilah letaknya rahasia allah / insan, dan rahasia allah adalah rahasia insan. Rahasia insan dan rahasia allahitu disebut juga dengan sirullah atau sirullahzat atau zat ilahiah.

 

Zat ilahiah itu yaitu diri bathin dan zahir. Zahir tuhan ada dimanusia dan bathin manusia ada di tuhan. Dengan kata lain yaitu : johirnya makhluk dan bathinnya tuhan dan zahirnya........bathin........

Jadi hendaklah diketahui akan sirullah didalam ujud insan dari kita ini. Sekira kira ujudullah berdiri dihadapanmu dengan nyata dan jelas. Hilangkan dan lenyapkan ujudmu. Niscaya ujudullah berdiri dengan kedirianmu.

Tak ada ujud bagimu, lahir dan bathinnya, kecuali itu hanya ujudullah jua yang ada.

Ujud kesegalaan ini hanya ujud hayal, bukan sebenarnya ujudullah ada pada setiap diri : dan ada pada setiap manusia dan seluruh makhluk. Tetapi disini memerlukan perincian yang mendalam. Jadi siapa masih melihat kepada dirinya seumur hidupnya tidak akan bertemu dengan tuhannya. (tidak akan melihat kepada tuhannya). Siapa yang melihat kepada tuhannya niscaya tiada lagi melihat kepada dirinya sendirinya. Tiada lagi melihat makhluk yang terlihat hanya tuhannya. Itu menunjukkan tidak lagi melihat dirinya dengan kekuatan dalil yang nyata yaitu : ROBBI BI ROBBI.

Melihat tuhannya dengan tuhannya.

Mengenal tuhannya dengan tuhannya.

Demikianlah tentang ujudillah itu tadi.

 

2.1.3.Dikala Sakratul Maut

 

Kesempurnaan hamba allah pulang ke rahmatullah ini hanya sebuah misal atau contohAda beberapa pertanda menjadi rahasia bergerak daripada ujung sulla lalu naik ke atas kepada, rasanya seperti ditusuk-tusuk dengan jarum, dan lalu terus kepada telinga kiri dan kanan.

 

Dan mendengar bunyi suara seperti bunyi badil, meriam atau petir, dan heran rasanya terlalu sangat, itulah hakikat jibril memberi tanda. Jibril itu suatu cahaya keluar dari diri kita pada waktu itu kita mengata : ya hu, ya hu, ya hu.

 

Sekarang umur kita tinggal 40 hari saja sesudah 33 hari yaitu tinggal 7 hari lagi keluarlah suatu cahaya/dari mata kita rupanya sangat elok bercahaya cahaya.

 

Dengan berpakaian hijau itulah dia malaikat izrail. Dikala itu kita mengucap : Hakkul hak, hakkul hak, hakkul hak jadi umur kita tinggal 7 hari lagi.

Sesudah 3 hari itu, yaitu pada hari yang ke 36 keluar pula cahaya dari mata kita, yaitu cahaya yang amat putih bersih seperti kita jua besarnya, atau rupanya : baunya terlalu sangat harum seperti ambar kasturi dan dia berkata : akulah yang bernama muhammad itulah sesungguhnya Allah ta’ala memberi tanda gerak.

 

Dan dikala itu kita mengucap Alhamdulillah Rabbil alamin dan pada hari yang yang keempat puluh (40) : maka allah tazali yaitu zat allah S.W.T., yang sebenarnya maka bertetaplah engkau pulang kerahmatullahi ta’ala seperti terlalu nikmat rasanya, tiada hingga lagi. Maka kita ingat, jangan lupa dalam hati kita ini Ujudullah Ta’aAa.

 

Maka himpunlah muhammad dan Allah, yaitu Hu Allah inilah perjalanan para aribillah dan para wali-wali allah jangan di ingat dimulut dan dihati ingat didalam dan barang siapa mengenal akan Tuhannya, niscaya ia akan mengenal dirinya sendiri.

 

Inilah perhimpunan pengetahuan pengenalan Tuhan sebagaimana pertolongan Allah S.W.T., yang diberi Rahmat atau petunjuk menuju ma’riat kepada alam ketuhanan yang didalam dirinya akan hakikat Muhammad untuk pencapaian akan nilai ketuhanan yang dimilikinya. Dimana perpisahan roh/nyawa pada diri manusia disaat sakratul maut,  seperti arah yang digambar dibawah ini seperti :

 

 

 

 

 

 

 

 

Adam a.s

Muham-mad

Rasulullah

S.A.W.w

Rahasia

Hu – Allah

Insan

Alif

Wahidiah

Adam

Titik WahdahMuham-mad

 

Ta’ala

Kosong

Ahadiah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


La hu rufin wala sautin

            Tiada huruf tiada suatu

            Dan kata-kata dengungpun tiada

 

 

 

             Hanya bagi ingat

 

Jikalau tiada anugerahnya kepadaku, niscaya tiadalah aku dapat mengenal tuhankuDan saiyidina Abu Bakar pernah ditanya orang

Bika arafa rabbaka, artinya : dengan apa engkau mengenal tuhanmu ?

Maka syayidina abu bakar menjawab dengan tegasAraftu rabbi bi rabbi, walaula rabbi ma araftu rabbiArtinya : aku mengenal Tuhan dengan Tuhanku jua, jikalau tiada karena Tuhanku, tiadalah aku dapat mengenal Tuhanku. Maka yang bertanya itu meneruskan pertanyaannya. Apa mungkinkah manusia ini dapat mengenal tuhan ?

Maka saiyidina abu Bakar menjawab :

Al adju andarkil idraki idrakum

Artinya : lemah daripada mendapat akan pendapat, itulah yang mendapat, maksudnya ialah : kelemahanku akan tuhannya. Jadi jelasnya ialah : dia juga yang mendapat kaumnya lebih jelas lagi kaum sufi mengatakan laya’rifullah ilallah.

Artinya : tiada mengenal Allah hanya Allah

Sekarang baiklah hamba bawakan pula ayat yang berbunyi : wafi amfusikum afala tursirun, artinya : didalam diri kamu kenapa kamu tidak mengetahuinya dan lagi dalil mengatakan wafi amfusikum wama yafalun, artinya :  Tuhan ada pada engkau tetapi

Engkau tiada melihat. Maka dengan adanya dalil ini, dalil al-qur’an yang nyata ini. Marilah kita mengenal Tuhan Allah S.W.T.

Beranikanlah : jangan ada rasa takut, rasa takut itu adalah bujukan syaitan laknatullah.

Lil jismil insani insanuArtinya : carilah orang, yang ada  orang didalam orang.

 

Fastazkurni, fastzkurkum

Artinya : kenalilah sedalam-dalamnya  Tuhanmu dan  Dia juga mengenal kepadamu

 

Demikianlah orang yang hendak mengenal diri dan lagi firman Allah Ta’ala dalam al-qur’an :wanah aqrobu ilahi min khablil wail . Artinya : kami adalah lebih dekat kepadanya daripada urat leher mereka sendiri (Q.S. Qaf ayat 50,16)

 

Quluah bitu al-jami’a famma ya’tiyanakum minni huda famantabia huda yafala khaufun alaihin walahum yakhjanun artinya : berangkalah kamu sekaliannya, jika datang petunjukku kepadamumaka barang siapa mengikuti petunjukku, niscaya tiada takut dan tiada gentar dan tiada berduka cita waktu selama-lamanya.

 

Jadi ayat ini adalah bagi kita untuk mendorong kita dalam menuju Tuhan rabbul alamin.Maka dari pada itu segalanya ialah : menuntut demi allah, mengenal demi Allah, berjuang demi Allah. Sembahyang demi Allah, bekerja demi allah, beramal demi Allah, berusaha demi Allah, jadi keseluruhnnya adalah demi Allah. Tidak ada demi itu dan demi ini, semuanya ditundukan dan direndahkan demi Allah. Hidup di alam maya semata-mata melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan allah. Hamba berbuat menurut sekehendak Allah. Tidak menambah dan mencurangi dari kehendak Allah S.W.T.

 

Apabila hamba berani menambah dan mengurang daripada kudrat dan iradat Allah, maka aku hukumkan dariku itu murtad. Dan apabila kau lupa sekejap saja kepada Allah, maka aku hukumkan diriku itu kafir. Sekarang baiklah kita teruskan dengan ayat yang berbunyi Kholaqtul zinna wal insa liya’budun. Arrtinya : aku jadikan jin dan manusia semata-mata untuk mengenal kepadaku atau untuk mengabdi kepadaku, atau untuk menyembah kepadaku mengenal tuhan adalah suatu amanah dari allah, untuk kita laksanakan secepat mungkin dan janganlah kita lalaikan mengaji/menuntut rahasia besar ini. Sabda Rasulullah S.A.W., faija ajakaro illa khonasa, artinya : apabila ingatlah musnahlah syeiton. Maksudnya ialah : yang ingat disini bukan makhluk biasa, tetapi hamba yang sudah melasanakan kepada keakuan tuhannya. itulah manusia allah namanya. Itulah insan kamil inilah yang dimaksud oleh abda nabi kita Muhammad s.a.w dan sekarang kita teruskan pula kepada hadist yang berbunyi : Takholaqu bi akhlakillah. Artinya : berakhaklah kamu dengan akhlak allah.

 

Apa yang dimaksud dengan berakhlak dengan akhlak allah ?jawabnya ialah hamba yang sudah mewujudkan tuhan dalam dirinya pribadiitulah akhlak allah. Jadi tujuan utama dalam bidang ilmu tasauf ialah : untuk menyempurnakan lahir dan bathin, luar dan dalam, sariat dan hakikat, fikih dan tasauf. Dan dapat membedakan yang yang hak dengan yang batil. Dan dapat membedakan dan mengetahui mana yang sebenar-benarnya insan kamil dan mana manusia biasa.

Yang semula mulia hamba disini Tuhannya ialah : yang tahu akan dirinya dan yang tahu rahasia yang satu itu. setinggi-tingi maqam ialah yang menduduki kedudukan tuhannya. Tuhan menjadi matanya untuk melihat, tellinganya untuk mendengar, dan lidahnya untuk berkata-kata.

 

Dan orang yang tidak terdinding lagi pandangannya ialah : hanya satu pandangannya, satu tekatnya satu akidahnya, satu pendiriannya, dan satu dalam rahasianya.

 

Pokoknya segala-gala adalah Satu belaka bagi pendirian hamba hanya satu dan satu. Semuanya bilangan adalah satu. Semesta satu,semua alam satu, surge dan neraka satu, pendeknya adalah semua satu.

Demikianlah pendirian seorang arif atau waliallah. Seorang waliaalah pernah berkata tidak ada kejahatan di dalam dunia ini.beliau sangat optimis sekali. Demikian lah yang pernah melompat dari mulutnya seorang arif atau wali Allah.

 

V.1.3.ILLAH : RASA

 

Rasa sejati dan mutlak dan murni inilah rasa tuhan yang sejati dan abadi dan mutlak nafsulmuttmainnah itulah yang disebut sunyi dari zat maha suci tuhan yang disebut nafsu zat hak ta’ala yang disebut sunyi dari zat maha suci tuhan.

Rasa yang sejati itu tidak tersentuh dan tidak bercerai dari maha suci tuhan, ini yang dikatakan dia yang didalam dan dia yang diluar. Dia yang mengurung dan dia yang dikurung. Itulah kedudukan seorang waliallah at’ala. Beliau itu sudah wahua ma akum artinya berberangan siang dan malam dan tiada dibatasi oleh ruang dan waktu dan tiada rusak karena rusaknya adam, Dia tetap langgeng selamanya.

 

Nur Muhammad itu adalah pandangan pertama bagi kita karena itu adalah bibit dari segala kejadian.

 

Adapun takbir atau mukarramah itu ialah : Allah itu hayat Hu itu Roh, Roh itu nafas, nafas itu nyawa. Mukarramah takbir ini diambil dari kitab TUHPA.

 

Hayat itu menjadi nyawa dan nyawa itu menjadi Nur Muhammad. Dan Muhammad itulah Roh Allah. Tetapi disini kita teruskan kepada zat-zat sifat allah jua. Jangan terhijab/terdinding. Jadi allah dan Muhammad jangan diceraikan, seperti naïf dan isbat kesimpulannya ialah kalimah la ilaha ilallah itu gugurnya kepada : hayat, roh, nafas dan nyawa.

 

Susunannya begini la itu hayat, ilaha itu roh, illa nafas dan allah itu nyawa.

Jadi yang sebenar-benarnya diri itu nur muhammad

Yang sebenar-benarnya nur Muhammad itu sifat

Sebenar-benarnya sifat itu zat, yaitu zat hayat

Allahlah yang disebut rahasia allah (sirrullah)

Inilah perjalanan menurut Datuk Muhammad Hasan

Kebersihan hamba kepada semua penuntut smpanlah

Ia baik-baik jangan sampai dibeberkan ditengah- tengah

masyarakat, nanti bisa menimbulkan fitnah besar.

 

Syeh Muhammad arsyad Al-banjari / datuk arsyad

Pandangan syeh Muhammad arsyad al banjari dalam

Martapura (kalampaian martapura)

ampun yang sebenar-benarnya diri itu hayat

zat itu roh, roh itu nafas, nafas itu rahasia, rahasia itu nur Muhammad

dan yang sebenar-benarnya Muhammad it ujud kita ini. itulah pegangan kita sekarang ini, dan seterusnya inilah pakaian datuk Arsyad Kalampaian, Martapura.

Dan selanjutnya kita teruskan kepada pakaian Datuk Abussamad Bakumpai, Kalsel menurut keputusan kaji beliau adalah yang sebenar-benarnya badan rohani kita itu adalah : Allah Ta’ala sesudah engkau faham, maka jangan engkau cari lagi. Karena ia sudah menjadi nyawa kita.

Maksudnya ialah : jangan dicari lagi, karena Allah itu sudah laisya kamislihi sai’un

Apabila kau cari lagi ia bertambah jauh darimu

Coba saja kau berdiri di muka cermin yang bersih

Apa yang engkau lihat? Bayangan bukan ?

Mana ujudmu yang sebenarnya dari keduanya itu ?

Tentu ujud berdiri itu bukan

Nah, itulah contohnya yang paling mudah pada akal

Hamba mohon diambilkan dan dimesrakan lahir

Bathin. Sekali lagi. Jangan dicari lagi. Karena ia sudah

Menjadi al-insanu sirri wa ana sirohu

Artinya : insan itu rahasiaku dan akupun rahasianya

 

Kalimah La Ilaha Illallah

 

Kalimah tauhid ini mengandung empat roh

Satu roh JASMANI, tempatnya pada seluruh tubuh.

Roh ROHANI tempatnya diatas jantung kita

Roh RAHMANI, tempatnya pada otak, memberi cahaya mata

Roh IDHAFI, tempatnya dalam jantung.

Ialah empat roh itu yang ada pada diri kita

Tapi jangan kau artikan bahwa roh itu bertempat karena semuanya itu sudah lebur

Ke dalam rahasia Allah. Siapa yang mendapatkan Allah pada suatu tempat orang itu sesat dan kafir naudjubillahiminzalik.

Dan kalimat ini mengandung empat pasal pula itu sifatnya kebesaran, kemuliaan, keragaman, keelokkan dan kesempurnaan zat Allah Ta’ala. sedang sifat 20 itupun simpunnya pada kalimah ini. Juga seperti : sariat,tarekat, hakikat, ma’rifat. Simpunnya kepada kalimat tauhid itu tadi juga. Sedang asma af’al sifat dan zat tercakup kepada kalimah tauhid juga.

Dan kalimah tauhid ini tadi termasuk kalimah meadakan dan meniadakan, maksudnya ialah allah ada, makhluk ada. Dan juga kalimah tauhid itu menunjukkan fana dan baqa. Fana hamba ke dalam tuhan dan baqa dan tuhan. Artinya : fana dalam kekidaman, dan baqa dalam keesaan. Sebagai yang terakhir kalimah tauhid itu menjadikenyataan ujud semesta dan hayat semesta.

Kalimah la ilahailallah ini simpulnya kepada huruf lamjalalah ini menunjukkan keadaan allah. Dan keadaan yang menyebut itu sendiri. Kalau kita artikan secara umum, itu berarti dengan tiada. Tapi sebaliknya menunjukkan keadaannya. Kalau seorang arif itu mengata ala allah. Artinya melainkan allah jadi huruf la ini zikir jua adanya dan senantiasa adapula zikir bathin yang tak panjang bacaannya hanya bagi ingat cukup, inilah kesempurnaan diri. Allah hadir, allah ma’I, allah alimun, allah basyirun, allah sami’un, allah mutakalimun. Artinya : allah hadir, allah serta, allah tahu, allah melihat, mendengar, berkata-kata. Inilah zikir bagi ingat atau bagi tahu-tahu saja. Tapi kalau belum matang bisa dilatih dahulu, dan kalau sudah mesra dan zliam. Pemberitahuan : umpama ada yang lainnya hanay ada empat zikirnya, pun sama saja. Kalau yang empat itu kita sudah mengerti artinya maka dengan sendirinya bisa meneruskan yang lainnya. Demikianlah mengenal zikir rahasia atau zikir diri, namanya. Sebab arti zikir ini sangat luas dan dalam arti dan maksudnya.

Zikir itusemua baik, asal saja sudah faham artinya dan tujuannnya, tepat diantara semua zikir lahir atau bathin yang paling istimewa dan paling mulai ialah zikir DIAM.

 

Susunan Sifat 20 Gugurnya Kepada Diri

Ujud                                        adalah                          kepala

Qidam                                                 adalah                          telinga kanan

Baqa                                        adalah                          telinga kiri

Muhalapah                              adalah                          mata kanan

Qiamuhu                                 adalah                          mata kiri

Wahdaniat                               adalah                          mulut

Kuadrat                                   adalah                          bahu kanan

Iradat                                      adalah                          bahu kiri

Ilmu                                         adalah                          susu kanan

Hayat                                      adalah                          susu kiri

Sama                                       adalah                          tangan kanan

Besar                                       adalah                          tangan kiri

Kalam                                      adalah                          pangkal lengan kanan

Badhrun                                  adalah                          pangkal lengan kiri

Muridun                                  adalah                          kaki kanan

Alimun                                    adalah                          kaki kiri

Hayyun                                   adalah                          paha kanan

Samiun                                    adalah                          paha kiri

Bashirun                                  adalah                          pusat

Mutakalimun                           adalah                          jantung

 

Demikian susunan menurut urutan-urutannya.

Huruf-huruf nama Allah

Allah : zat, sifat, asma, af’al

Muhammad : sir, nur, asma, perbuatan

Adam : rahasia, roh, hati, kelakuan

Insan kamil : rahasia allah Ta’ala

Sebuah misal :

Roh umpam istana

Hati umpama raja

Ilmu umpama hakiki

Akal umpama pembesar kerajaan

Tubuh unpama kendaraan

Nafsu umpama penarik kereta

Telunjuk sebagai penguasa kerajaan

Mata sebagai pengawas

Telinga sebagai penghubung

Hidung sebagai timbangan

Mulut sebagai palu

Kaki sebagai lascar

Tengah sebagai tempuk pemerintahan, sayap kanan/kiri.

 

Demikianlah yang dapat hamba harapkan untuk sesamaku. Ini hanya sebagai missal atau contoh saja. Inilah raja kuasa bagi sekalian umat. Inilah yang disebut halifah di dalam bumi ini. Sekianlah ulasan tersebut di atas ini.

 

3.1.1.Hakikat Semata

 

Maqam ini disebut juga dengan haqiqat mujaradat atau dengan kata DERAJAT HAKIKAT. Orang awan dan orang alim belum mendapat atau mencapai DERAJAT HAKIKAT ini. Mereka hanya sampai kepada tingkat ilmu belaka. Belum lagi sampai kepada DERAJAT HAQIQAT ILMU DAN MA”RIFAT. Orang yang berada pada tingkat haqiqat semata ini, tiada lagi berpegang kepada kulit lahir dan nash dan dalil mereka telah menyeberang dari al’Qur’an dan al-hadits.

 

Mereka langsung menuju tuhan tanpa perantara

Rasulullah S.A.W sendiri, sebelum turunnya al’Qur’an beliau beliau sudah ma’rifat kepada Tuhan Allah. Beliau cukupmemakai dalil-dalil alam sekelilingnya.

Itulah yang disebut KITABUL UJUD. Orang yang berada pada maqam ini berkata dengan sembarang kata, karena mereka tidak peduli atas kaedah sareat. Makanya ulama-ulama sareat atau ulama fiqih menghukumkan jindik kepada mereka. Sebenarnya kata-kata jindik itu hanya kata-kata menakuti saja.

Orang-orangsiddik yang kuat memegang sareat berkata-kata jindik itu hanya untuk supaya jangan ditiru oleh orang yang dangkal ilmu pengetahuanya. Jadi saya yakin, bahwa haqiqat semata ini dapat dibenarkan, asal orang itu benar-benar mendalam, dan dalam ilmu ma’rifah dan telah sampai kepuncaknya.

RASULULLAH S.A.W sendiri pernah bersabda, dan tiba-tiba disuruh Tuhan menutup lidahnya, agar supaya terpelihara sareat MUHAMMAD. Para sahabat mengumpulkan dan mencatat semua hadits nabi S.A.W., tetapi nabi melarang mencatat hadits-hadits nabi yang sangat rahasia, kalau dicatat semua maka bisa membawa fitnah besar, para sahabat sering membicarakan soal yang mendalam.

 

Sampai-sampai keluar dari al-qur’an dan alhadits nabi S.A.W., sering melarang. Sebab sabda beliau : tidak semua umatku yang mencapai makam ini. Dan nanti bisa membawa fitnah besar, dan sabda nabi S.A.W., yang sangat rahasia itu hanya dibisikan orang ditelinga yang beroleh ilham.

Dan RASULULLAH S.A.W., sendiri pernah bersabda, yang artinya begini : AKU ALLAH TIDAK ADA TUHAN, MELAINKAN AKU.

Demikianlah hadits shahih yang pernah saya temui dalam sebuah kitab tasauf  yang sangat mendalam sekali isinya. Maka apabila saya sak dan ragu dengan hadits ini, maka kafirlah saya pada saat ini juga. Dan bakarlah saya dengan neraka jahanam itu. turunkanlah bala bencana yang hebat didalam dunia ini juga. Dan janganlah engkau terima tobat saya sampaii hari kiamat.

Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui. Orang yang telah mencapai tingkat ini, mereka telah berada pada alam yang tertinggi, yang disebut dalam firman Tuhan yang berbunyi AL MALA IL ‘ALA. Orang ini hakikat semata, tiada lagi berpegang kepada sareat yang jahir ini. Sebab dalam pandangannya sareat yang berlaku ini adalah sareatullah jua. Gerak dan gerik hanya pada Allah.

Orang yang sampai pada Allah mereka seia sekata , seujud, senyawa , serasa dan serahasia. Kehendaknya tidak berlawanan dengan kehendak Allah. Mereka telah satu dengan Tuhan.

Sifat Tuhan menjadilalah sifatnya.

Ia telah fana dalam Tuhan dan baqa dalam Tuhan. Siapakah lagi yang memerintahkan dan siapakah yang diperintah. Tentunya tidak ada apa-apa lagi. PAHAMKANLAH.

Orang yang pada maqam tertinggi ini, telah mendapat kebebasan dari Tuhan, karena mereka satu kedudukan dengan Tuhan dalam segala hal. Orang ini kerap kali berkata dengan sembarang kata

Karena mereka berdiri sendiri dan berbuat sendiri menurut sesukanya, sering mereka berkata; Aku yang punya alam, aku yang punya kuasa, dan aku yang menentukan hokum. Yang Tuhan itu adalah Aku. Maha suci aku dan sembahlah aku. Tidak ada Tuhan, melainkan Aku MUHAMMAD itu utusanku, MALAIKAT itu abdiku.

Dan semua makhluk mendapat menghadap kepadaku, dan algi katanya ; Akulah Tuhan sekalian makhluk.

 

Semua orang yang mengahadap itu adalah menyembah kepadaku. Alangkah besarnya kuasa. Akulah Tuhan yang hidup, yang tiada mati semua dengan sendirinya, tiada Ruh dan tiada jasad. Kadang-kadang mereka berpisah.

Berkata pula; Akulah Tuhan yang maha besar, yang meliputi alam.

Aku ada dimana-mana. DI ARSY, DI LANGIT DAN DI BUMI.

 

Apabila aku berkata ; maka tuhanku menjawab, hambamu mendengar suaramu. Alangkah mesranya hidupku bersama kekasihku. Dia adalah aku dan aku adalah dia. AKU DAN AKU ADALAH DIA.

 

Dan seorang ahlul ma’rifat, yang tiada berma’rifat. Seorang ahli pikir, yang tiada menggunakan pikiran. Dan seorang ahli tasyauf, yang tiada bertasyauf. Seorang pengenal, yang tiada mengenal lagi. Karena yang dikenal dan yang dikenal adalah satu jua.

 

Yang mencari itu, itulah yang dicari. Artinya ; Tuhan mengenal Tuhan.

Lemah dari pendapatan akan mendapat, itulah pendapatan Tuhan.

Jadi siapa kenal akan dirinya, niscaya kenal akan Tuhannya. Sebab dirinya itu tiada lain dari Tuahnnya. Jadi nyatalah tuhan didalam diri. Diri dalam genggaman Tuhan.

Dengan kata lain ; pemeliharaan Tuhan pada bathin hambanya. Jadi kesimpulannya JOHIR TUHAN, BATHINPUN TUHAN.

 

Dunia Tuhan, akhiratpun Tuhan, yang nyata Tuhan, yang ghoib pun Tuhan.

Awal pun Tuhan, akhir pun Tuhan

Yang nyata Tuhan, yang ghoib pun Tuhan

Semua itu Tuhan dan Tuhan itu semuanya.

Inilah ilmu ma’rifat yang sempurna.

Inilah ilmu rahasia yang esa yang sejati.

Inilah agama Islam yang sebenarnya.

Inilah iman haq yang diridhai.

Inilah amal ibadat yang bernilai.  

Inilah manusia Allah yang suci murni.

Inilah dua kalimah syadahat yang sesungguhnya dan yang sempurna.

Disinilah sembahyang mi’roj namanya.

Disinilah puasa yang sebenarnya.

Disinilah yang sesungguhnya yang berzakat.

Disinilah haji yang mabrur.

Disinilah letaknya kebenaran cinta kepada Rasulullah dan

Kepada Tuhandan kepada segala makhluk.

Dan inilah yang disebut: AGAMA

Artinya: ALIF, AGEN DAN MIM.

APAKAH ARTI AGAMA itu.

Dalam arti yang sangat mendalam ialah.

ALIF artinya :  ZAT ALLAH.

MIM artinya : SIFAT ALLAH.

AGEN artinya : Antara dua ujud. Yaitu ujud Allah dan ujud Muhammad.

Atau antara ujud Adam dn Ujud Allah.

Baiklah aku susun dengan rapi sekali.

ALIF : artinya ALLAH

MIM : artinya Muhammad.

AGEN : artinya nafsu Syahwat.

Jadi dinding antara Muhammad dengan Allah Ta’ala inilah NAFSU. Siapa sanggup mengalahkan nafsu itu ; berarti bertemu dengan Tuhan. Inilah arti yang sebenarnya dalam Rahasia ke-Tuhanan. Jangan hanyabisa mengatakan saja. Sedang haqiqat belum tahu.

Haqiqat yang sesungguhnya nafsu itu ialah ; SYAHWAT .

Maka saya uraikan dalam beberapa fasal.

Yang disebut dal Al’Qur’an yaitu : SYAITON

Nafsu kebinatangan (hayawan)

Nafsu yang belum terkendalikan

Siapa yang sudah sanggup mengalahkan nafsu shaiton itu berarti tidak adashaitonnya lagi.

Kini menjadilah ia nafsu ZAT HAQ TAALA atau nafsu mutmainnah. Inilah SIROLLAH NAMANYA. Maka apabila datangnya dari ZAT – illahiyah (Zat-ketuhanan) semuanya baik dan semuanya ibadat. Ialah artinya Agama itu. inilah agama yang selamat.

Atau yang lazim disebut : AGAMA ISLAM. Islam itu artinya selamat sejahtera.

Jadi dinding (hijab Allah) itu ialah : yang disebut AGEN itu tadi. Apabila musnah Agen itu tadi ; disebut juga AEN. Inilah ZAT ketuhanan yang mutlak. Marilah kita buka terus rahasia ini. Anda sering mendengar orang berkata : Hilangkan titiknya dahulu, baru kamu sampai kepada Allah. Baiklah aku dengan rela hati menerangkannya kepada anda, sesudah itu tutuplah. Baiklah kita membicarakan kembali antara “AIN” (     ) dan Agen (     ). Huruf AIN tidak bertitik.

Sedangkan huruf AGEN (      ) ada titiknya. Maka jadilah ia huruf “AIN” (      ). AGEN  AIN kalau huruf agan itu tadi sudah kita buang titiknya ; maka otomatis orang menyebut “AIN”.

 

Jadi “AIN ini ZAT ketuhanan yang mutlak (Nafsu ZAT Hau Ta’ala) sedang AGEN itu tadi adalah nafsu shaiton atau nafsu yang batil. Maka bila hilang titik AGEN itu tadi ; berubahlah menjadi “AIN” contohnya ;

Hanya menghilangkan titiknya, jadi sempurna ilmunya. Sama halnya dengan kata-kata AKU. Dan si batal menyebut AKU jua.

Disini kita kita hanya menghilangkan akuan makhluk. Bila sudah hilang, hanya akuan Allah saja yang ada lagi. Sempurnalah ilmunya.

Inilah cara menghilangkan titik itu tadi. Rahasiakanlah buat sementara. Mudah saja bukan. Semuanya jadi rahasia kalau belum diketahui.

 

3.1.2.Kebenaran Dalam Ajaran Tasawuf

 

Untuk mengetahui kebenaran dalam ajaran tasawuf  ini kita dapat merasakan sendiri, umpamanya ; mendapat musibah, kita harus sabar dan ridha. Dan hanya sanggup tidak berdusta lagi. Jadi dalam pandangan kita semata-mata Allah, dan dalam perasaan kita harus kasih sayang. Dalam hidup ini kita telah mengetahui arti AGAMA.

AKIDAHKU : Aku tidak mau taklid buta lagi, walaupun ulama memakai dalil-dalil dan nash yang hebat.

Alhamdulillah kini jiwaku tenteram dan bahagia, hidupku puas dengan nikmat Allah dn setiap saat. Dalam soal ibadah aku aku tidak takut sedikit amal. Perasaanku kini tak ada lagi merasakan takut atau gentar. Aku tidak takut dengan neraka dan tidak takut siksa dan tidak takut sedikit amal dan tidak takut dicela dan tidak takut dikapirkan makhluk, tidak takut miskin dan tidak takut mati. Kata-kata takut itu lenyap semua dalam perasaanku. Sebaliknya ; aku merasa senang, bahagia, kasih saying, sabar, cinta dan ridha. Dan aku telah merasa nikmat didalam nikmat. Semua nikmat, tidak ada bala dan siksa.

Kini aku tidak minta sorga lagi. Sebab nikmat itu sorga, dan telah kurasakan didalam dunia ini.

 

Dunia nikmat akhiratpun nikmat. Senang nikmat susahpun nikmat.

Tidak ada yang tidak nikmat bagiku. Tak ada yang tak baik bagiku. Tak ada yang tak taat bagiku.

Semua nikmat, semua baik, semua ibadat, semua rahmat dan semua ridha bagiku. Dalam pandanganku tak ada lagi iblis dan shaiton, manusia dan jin, malaikat dan nahi-nahi, semua Tuhan dan Tuhan semuanya. Pendeknya serba Tuhan, tak ada selalu Tuhan.

Hanya dengan cara beginilah hamba Allah akan mencapai ketentraman jiwadan kebahagiaan. Dengan inilah caraku mencari kebenaran mutlak dan tidak ada yang lebih bahagia daripada kebahagiaan seorang ahlul ma’rifat.

 

V.1.4.MAQAM TUHAN

 

Seorang insan kamil (manusia sempurna) ; bagi mereka, tak ada atau tak perlu lagi kepada sama atau kedudukan , atau dengan pangkat. Arif/wali. Atau dengan mengulang-ulang kata-kata hamba, atau manusia atau makhluk. Dia tidak perlu lagi mengata zat atau sifat. Apalagi kata-kata sariat dan tharekat, dia tidak memerlukan lagi kata-kata hakikat ma’rifat.

Hanyalah ia diam dalam malaqutnya dan tunggal dalam jabarutnya. Hanya tinggal AKUdalam isyaratnya. Jadi kata-kata AKU telah mencakup keseluruhan seisi langit dan bumi, Arsy dan kursyi, Luh dan kalam,dunia dan akhirat.

 

Demikianlah hakikat ketuhanan yang maha ESA. Kembali kepada asalnya (awalnya). Sebelum ada yang mengenalnya. Belum tahu namanya, apalagi sift dan zatnya. Dan sebelum menjadikan RUH dan ARAD nya. Sedangkan NUR MUHAMMADIYAH belum ada. Dia berdiri sendiri, hidup sendiri, tanpa RUH dan jasad. Jadi pada hakikatnya tidak memerlukan apa-apa cukup dengan AKU. Tidak pakai kata-kata ENGKAU. Hanya simpun dalam KALIMAH AKU.

Dan kalimah AKU ini harus lenyap pula dalam huruf dan kata-kata dan dalam suara. Artinya: tiada huruf, tiada kata-kata, dan suara. Inilah yang sebenar-benarnya fana dan lenyap dan baqa dan baqaul baqa. Tidak ada diatas ini lagi.

Kata-kata AKU disini hanya ada dalam KAIMINYAK BATHIN. Ada kata, tetapi tiada berkata, ada huruf tetapi tiada berhuruf dan ada suara, tetapi tidak bersuara. Dikatakan diam, tidak berdiam. Dikatakan berdiam padahal tidak diam. AKU disini ialah ALHAQQU.

 

Jadi akuan orang hawas dengan akuan orang alim/awam adalah berlainan. Akuan orang awam/alim masih konselit. Sedang akuan orang hawas adalah putus hubungan dengan makhluk. Tidak ada duanya lagi, atau siriknya lagi, atau tidak ada berbau makhluk lagi. Ia satu rahasia dengan Tuhan dan satu dengan seluruh alam

Dan satu dengan seluruh perikemanusiaan. Satu ujud, satu nyawa, satu rasa, satu rahasia, satu zat, satu sifat, satu asma, satu perbuatan, satu iradat, satu kekuasaan, satu undang-undang dan satu keputusan. Dalam tingkat ini tidak ada lagi dua kata. Atau dua bagian, atau dua zat, dua sifat, dua perbuatan. Semuanya terlingkup dalam satu kata, satu maksud dan satu tujuan.

 

Pokoknya serba satu, bukan serba dua. Apabila masih ada merasa dua ujud, atau dua perbuatan atau dua bahagi, atau dua pandangan, maka nyatalah ia masih terdinding.

 

Orang yang benar-benar ma’rifat kepada Tuhannya, ia tidak megadakan selain dirinya. Tidak megadakan perbuatan lain, selain perbuatan dirinya, dan tidak ada pandangan lain, selain pandangan dirinya sendiri. Ia tidak mendatangkan pembela dari langit, atau pengampunan dari luar dirinya, ia hadapi semua itu dengan apa yang ada pada dirinya. Ia telah merasa bahwa AL-HAQ ada padanya. AL-HAQ itulah dirinya. Dan AL-HAQ itulah jaminannya.

Semua orang menghadap Tuhan, membawa jaminan pahala dan kebajikan. Yaitu amal sembahyang dan amal puasa dan seluruhnya, amal-amal kebaikan dengan anggota tubuh.

 

Tetapi orang yang berada pada maqam Tuhan semata itu; jaminannya tak ada apa-apa. Hanya AL-HAQ jaminannya. Hanya Allah-lah yang menutupi kekurangan-kekurangannya.

 

Sebenarnya tidak ada kekurangan-kekurangannya, atau tidak ada kelebihannya ; hanyalah itu kata-kata mutiara saja. Lapang dan sempit ada pda Tuhan. Tetapi bagi orang hawas, semuanya lapang. Semuanya nikmat dan semuanya Rachmat.

Dunia ini sorga pertama bagi orang buta mata hati, dan akhirat neraka yang kedua.

Sorga itu rasa menikmati ridhanya. Neraka itu puncak kegelisahan merasai murkanya.

Sorga dan neraka itu lebih dekat kepadamu, daripada kamu pergi kesana.

Baiklah aku nyatakan dengan jelas ; sorga itu karena marifat. Neraka itu karena terhijab.Soal yang lainnya hanya soal yang kedua saja, atau tidak ada soal sama sekali, yang penting kamu telah suci dari perbuatan Allah, artinya bersih daripada perbuatan sirik. Karena sirik itu ada dua rupa.

Rupa pertama berupa sirik samar,

Rupa yang kedua berupa syirik yang nampak.

Sirik yang halus atau samar ; anda sudah maklum.

 

Dan sidik yang nampak atau yang terang-terangan seperti di bawah ini :

Mengadakan sajian atau memberi makanan kepada makhluk halus kartena takut disakiti, atau supaya ia bisa menyembuhkan.

Kedua imannya kosong kepada Tuhan, iblis dan syaitan selalu di adakan

Karena syaitan selalu diadakan, maka jelaslah dirinya merupakan syaiton, maka tak segan-segan memberi syaiton.

Selama kawan nafsu shaiton belum lenyap dari panddangannya selama itu pula ia sirik kepada Tuhan.

 

Tobat sirik itu tidak ada, kecuali ma’rifat kepada Tuhan

Menyembah sesuatu yang bukan Tuhan

Karena masih ada sirik yang kasar atau sirik durhaka kepada Allah untuk selamanya. Dan tidak ada ampunannya atau tobatnya kecuali kembali kejalan yang diridhai.

Jalan yang diridhai ialah ma’rifat. Inilah suatu peringatan bagi orang yang sempurna akal, tak guna ilmu setinggi langit kalau masih ada berbau sirik. Biar amal seperti sebesar jarah atau sebesar debu, asal diri bersih daripada sirik. Biar bertungging sampai kelangit ; namun sirik bagaikan bukit. Jadi yang utama disini adalh untuk diri sendiri. Jangan bingung kepada pendapat orang lain. Cela dan maki soal biasa saja. Sekianlah.

 

V.1.5.ZAZAM

 

Dari kutub utara, sampai kutub selatan.

Dari maghrib dan sampai ke masyrik, dari daksina sampai  kepagsina.

Dari ujung dunia, ke ujung dunia, hanya beberapa orang saja yang sampai ketingkat zazam ini. Sedang dunia (didunia) ini hanya ada beberapa daerah besar ini.

 

Maka dari itu nyatalah dapat dihitung dengan jari tangan, orang-orang yang berada pada tingkat ini.

Apakah arti zazam?

Apakah arti zazam ?

Zazam artinya : KOSONG

Dalam kitab berincung disebut : ALIF –TITIK KOSONG

Apabila alif dan titik itu sudah lenyap atau sudah karam dalam lautan ahadiyah zat mutlak ; maka semuanya kosong.

ALLAHUMA ; ya Tuhan kami !

Tidak engkau jadikan alam ini kosong saja ; semuanya mengandung rahasia. Didalam kekosongan itu ada rahasia. Hanya satu daerah satu saja yang sanggup mengisi yang kosong itu. Tidak boleh ada dua orang dalam satu rahasia.

 

Memasuki daerah Tuhan hanya satu saja, tidak boleh lebih dari satu. Pahamkah anda?

Kalau paham diamlah kalau tidak paham simpanlah.

Dalam soal ini tidadk memerlukan pertanyaan. Siapa bertanya, dia sendiri menjawabnya. Tidak ada atau tidak boleh ada dua jiwa yang mengisi kekosongan itu. Jelasnya tidak boleh ada perantara guru atau seorang syeh. Langsung berdialog dengan tuhannya sendiri tidak ada tawar-menawar dalam soal rahasia ini. Tidak ada emas dan perak menjadi sarat.

Tidak ada anak mas dan anak tiri dalam soal ketuhanan, tidak ada lantaran anak dengan orang tuanya. Tidak ada alasan karena nabi dan rasulnya yang dibolehkan. Nabi-nabi dan rasul-rasul itu sama saja dengan kamu. Rahasia ini bukan hanya untuk nabi-nabi dan rasul-rasul bahkan nabi-nabi dan rasul tercengang melihat umatnya, ada yang sejajar dengan nabi-nabinya atau rasul-rasulnya di alam baqa nanti. Siapakah orang itu?

Orang itu ialah yang : ZAZAM

Dan mereka itu benar-benar sampai kepada maqam ichsan.Ichsan Tuhan kepada Tuhan. Karena ichsan (zazam) ini diatas dari Islam dan iman, sebab islam dan iman itu adalah termasuk sifat ubudiyah (kehambaan).

Sedang tuhan mempunyai dua sifat utama, pertama sifat kehambaan dan kedua sifat ketuhanan.

Aspek luar aradh ; sedang aspek dalamnya al-haq

Jadi orang yang sampai kepada maqam Tuhan (maqam ichsan) atau zazam, maka telah hapusm kedua sifat itu tadi. Karena tidak ada sifat yang berdiri diatas zat.

Maka maqam ichsan itu diluar daripada pengetahuan makhluk. Dan diatas dari semua maqam ahlul ma’rifat. Maqam ini disebut dengan gelar ; PENELANJANGAN TUHAN.

Sebab tidak ada kitabnya, dan keluar dari dalil / nash yang ada, ia merupakan ilmu laduni dan rahasia qudus. Merupakan ilham dan wahyu yang tiada batas. 

orang yang berada pada tingkat ini digelari dengan keulungan agama ; atau AL ABQORIA TUDDIHIYAH. Karena ia telah berhasil dalam laratannya dalam bakat penganasia. Ia telah bertemu kepada puncaknya segala puncak. Maka ia berhak disifati dengan gelar keulungan agama itu tadi (penelanjangan Tuhan), orng yang seperti inilah yang dimaksud Tuhan dalam firmannya ; tiap-tiap seratus tahun ; Aku turunkan satu orang utusanku sesudah Muhammad.

Maka sabda Rasulullah S.A.W., yang berbunyi ; Tidak ada nabi sesudahku. Ini bukan berarti; tidak ada utusan sesudahku karena tiap-tiap nabi ; bukan rasul. Tetapi tiap-tiap rasul adalah nabi.

 

Nabi itu artinya ; menerima wahyu, tetapi tidak menyampaikan. Jadi kata-kata utusan itu tiada batas.

Tiap-tiap seratus tahun ; Tuhan turunkan seorang utusan untuk menyampaikan agama Allah yang haq. Dan ada lagi firman Allah yang berbunyi; artinya aku akan memperbuat agamaku yang haq ini dengan seorang lidahnya lacur. Maksudnya ialah : Aku turunkan nati utusanku yang embwa agamaku kejalan yang hak. Yang disampaikannya dengan terus terang tanpa merasa takut dan gentar. Mereka buka tanpa disadari. Artinya ; diluar kesadaran manusia mereka berkata sembarang kata, asal benar. Mereka tidak takut difitnah atau dikapirkan. Bahkan mereka berani mati dalam menyampaikan yang hak itu. apa-apa yang diputuskannya, tak dirubah lagi kehendaknya tidak bertenangan dengan hukum-hukum Tuhan yang azali Tuhan telah berabda : katakanlah semuanya Ku ikuti kemauanmu. Itulah yang dimaksud Tuhan dengan lidah seorang yang lacur. Berkata dengan sembarang kata.tetapi semuanya hak dan benar. Karena Tuhan maha mengetahui banyak ulama sekarang yang menyembunyikan ilmu agama. Agama dijadikan pencarian. Dimana bunyi gendrang disitu ia menari. Dimana banyak uang, disitu ia berbunyi. Pangkat dan kedudukan, kursi dan kemegahan dijadikan Tuhan.  Harta dunia jadi rebutan ; kalau hilang jadi pikiran. Gelar ulama jadi kebanggaan. Menghambur fitnah melalui kekuasaan masjid dan mimbar tempat peraduan. Agama dijadikan pokok dalam perpecahan. Hasut- menghasut menjadi-jadi. Orang bodoh makanan si pintar. Masyarakat bingung mencari pemimpin balik belakang akal pun hilan. Supaya aku tidaklah pincang, pilih ulama sulit dibilang. Aku kembali langsunglah datang. Menghadap Tuhan malikul alam Qur’an dan hadits petunjuk jalan. Menuju sempurna dimalam kelam.

KUN MUHAMMADAN

JADIKANLAH DIRIMU MUHAMMAD

NUR MUHAMMAD / HAKIKAT MUHAMMAD adalah;HAKIKAT ALAM ; sebab seluruh alam maya pada ini terbit daripada NUR MUHAMMAD jua adanya. Disini para ulama tidak banyak yang mengetahui arti dan makna yang sebenarnya daripada Nur Muhammad itu tadi.

Ia bukan cahaya yang dalam pahaman para kebanyakan orang. Ia bukan mat, bukan benda, bukan matahari, bukan cahaya seperti sorot lampu dimalam hari. Tetapi diatas daripada segala-galanya ; diatas daripada cahaya segala cahaya.

NUR MUHAMMAD itu adalah cahaya diatas cahaya yang cerlang cemerlang, tiada cahaya yang lebih bercahaya ang lebih qadim daripada Nur Muhammad itu. Nur disini adalah cahaya yang abadi dan petunjuk hidayah. Nur Muhammad itulah asal segala kejadian, dan dia telah terjadi sebelum apa yang terjadi. Dalam hal kejadian dialah yang awal, dalam hal kenabian dialah yang akhir dalam kejadian (kesahiran). Alhak adalah dengan dia, dan dengan dialah hakikat. Dialah yang pertama dalam hubungan, dialah yang akhir dalam kenabian, dialah yang bathin dalam hakikat, dan dialah yang mahir dalam ma’rifat. NUR MUHAMMAD atau hakikat Muhammad itulah yang memenuhi tubuh Adam dan tubuh Muhammad.

Maka apabila NUR MUHAMMAD atau petunjuk hidayah Muhammad itu telah masuk kedalam diri kita in; maka otomatis dia membawa cahay yang abadi sepanjang masa. NUR MUHAMMAD atau HAKIKAT MUHAMMAD itu qadim pula. Dan apabila Muhammad mati sebagai tubuh, namun NUR MUHAMMAD itu tetaplah ada. Sebab NUR MUHAMMAD itu tiada lain daripada NUR ZAT.

Jadi ALLAH, MUHAMMAD, ADAM adalah satu jua adanya. Insan kamil pun Allah jua ; Muhammad dan Adam pun pada hakikatnya. Jadi pada hakikatnya manusia ini adalah Tuhan dalam Rahasia. Tuhan menurut bentu dan surahnya sendiri, maka dari itu Tuhan memerintahkan kepada malaikat supaya sujud kepada ADAM.

Disini baiklah hamba jelaskan secara mendalam tentang KUN MUHAMMAD IT TADI. Jangan menetapkan saja kepada Muhammad s.a.w yang di MEKKAH itu atau di MADINAH itu. itu memang yang menjadi bibit; bibitnya yang telah ma’rifat. Tetapi carilah hakikat nabi yang ada didalam sekujur wujud kita ini. Sebab Muhammad itu tiada mati-mati dan kekal. Kalau dia mati maka pastilah Dunia ini akan hancur lebur. Semuanya hancur kecuali wajahnya. Jadi pada hakikatnya dia tetap hidup dan tiada mati-mati(langgeng selama-lamanya). Oleh sebab itu cobalah cari Muhammad itu, artinya ; RASA TUHAN yang ada disekujur wujud kita pribadi.disekujur kita pribadi, kalau sudah ketemu tentu saja ma’rifat kepada zat tuhan yang Maha agung itu.ketahui olehmu bahwa ma’rifat seseorang itu tidak akan dapat dilihat dengan mata kepala ini, tetapi tetap saja kta ini tidak punya daya upaya, selain rasa Tuhan yang maha kuasa, yang tetap mengetahuinya. Tetapi hanya yang goib diwujud kita ini harus bisa ketemu, supaya bisa pulang keasalnya semula. Yaitu kerasa yang dahulu itu, yaitu pulang kepada rasa Allah atau rasa Tuhan semula. Sebab kalau tidak ketemu sekarang ini tentu nanti tidak akan bisa pulang kembali kepada rasa semula. Yaitu kepada RASA yang haq itu, maka dari pada itu ma’rifatullah lain tidak. Dan kalau belum ma’rifat dikhawatirkan matinya sesat sekarang barulah kita berkisar pula kepada membicarakan SUMBER yang satu.HAKIKAT RUH itu ialah bukti nyatanya rasa. (hakikat nyawa). Sedang rasa itu adalah beberapa unsure nafsu atau beberapa fasal nafsu. Adapun yang disebut atau yang dimaksud kehidupan yang kekal abadi itu adalah : hidupnya illahi Robbi. Yaitu yang bersifat terang-benderangnya, yang tiak terkena mati dan meliputi seluruh alam ini. Begitu pula seperti Arsy, kursyi, sorga dan neraka yang meliputi semuanya itu, oleh karena itu ia merupakan sifat hidup Tuhan Allah azzawazalla.

 

Jalan yang demikian ini disebut oleh kaum sufi, SAMUDERA HIDUP. Sedang bibit nyawa itu disebut hidupnya seluruh bentuk dan jasad ; sekalipun sampai kepada bakteri, dan kuman-kuman yang sangat kecil sekalipun. Juga manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan apapun jua yang bernyawa atau yang hidup didalam seluruh semesta ala mini, semuanya bersumber dari yang satu itu jua adanya. Sedangkan segala kehidupan didalam dunia ini tidak terbilang banyaknya, hanyalah Cuma itu hanya nyawa. Yaitu yang ada disemua bentuk jasad kita ini. Dan janganlah kita memahami bahwa satu Tuhan itu terbagi-bagi miliyuran jiwa. Lalu sedikt demi sedikit akan menjadi kurang. Maka dari itu janganlah salah mengerti, bahwa zat Tuhan itu tidak ada berubah sedikit juapun.

 

Tetapi tetap saja langgeng tidak berkurang dan tidak akan bertambah lagi. Karena zat Tuhan yang hakiki itu tidak pernah rusak dan tidak pernah binasa oleh apapun.

 

Sekarang baiklah kita umpamakan atau kita buat sebuah missal untuk memudahkan paham kita. Umpamanya didunia ini kita nyalakan satu lampu dan lampu itu kita tutup dengan satu kawat kasa yang sangat halus dan menggelembung. (cembung). Dan kawat kasa itu bermiliyunan lubangnya, yaitu lubang kawat kasa itu.

Yaitu lubang kawat kasa itu tadi. Jadi setiap lubang cembung itu adalah sebagai nyawa, satu pula.maka jelaslah kepada kita bahwa setiap lubang kawat kasa tersebut memiliki satu nyawa. Dan lampunya hanya yang satu itu jua adanya.

Demikianlah yang menjadi kita bagi seluruh manusia, ataupun makhluk yang lainnya.

Begitulah sebuah contoh untuk jadi perbandingan dan untuk memudahkan faham kita adanya. Kalau tidak ada contoh dan perumpamaannya, maka sulitlah kita memahaminya. Maka dari itu setiap seorang guru atau seorang ulama tasauf haruslah banyak memberikan contoh dan perumpamaan supaya si murid mudah memahaminya. Jadi yang sebenarnya yang sulit itu bukanlah guruulama itu, tetapi yang ulit itu adalah si muriditu sendiri. Didalam penuntutan itu ata menuntut ilmu tasauf yang utama sekali ialah FAHAMNYA.

 

Makanya dicari dengan jalan berbelit-belit. Tuhan tidak keberatan menganugerahi kita dengan rahasia ma’rifatnya. Hanyalah kita disuruh memahami dengan fahamnya. Tidak seorangpun yang faham, kecuali dengan fahamnya.

Karena didalam ilmu ketuhanan itu tidak seorangpun mendapatkan KIMMIZATNYA, kecuali dengannya jua.

 

Fasal pada menyatakan artinya yang bernama Alam itu, maka ada satu-satunya tersebut bahwasannya ini soal dan jawab, enjunjungkan yang mana yang dinamai JAMAL A’LAM.

Didalam tubuh kita ini bernama manusia, dan yang dinamai kursyi itu apa ?

Dan yang dinama CUPU GADING itu apa ?

Yang dinama MANI ASTAGIN itu apa?

Yang dinamai Alam awal itu apa?

Yang dinamai PADANG TEPI LAUT itu apa?

Yang dinamai KUDA SAMBRANI itu apa?

Yang dinamai MALAIKAT itu apa?

Yang dinamai akan alam JABARUT itu apa?

Yang dinamai SRI KAMINTING itu apa?

Yang dinamai BUKIT TURSINA itu apa?

Yang dinamai MEKKAH itu apa?

Yang dinamai MADINAH itu apa?

Yang dinamai TIANG ARSY itu apa?

Yang dinamai GUNUNG JABAL KAP itu apa?

Yang dinamai KAWAH NERAKA itu apa?

Yang bernama qur’an 30 huruf itu apa?

Yang bernama LOH MAHFUD itu apa?

Yang bernama KALAMULLAH itu apa?

Yang bernama ZIKIR RAHMAN itu apa?

Yang bernama ALAM UHUK itu apa?

Yang bernama KIRAMAN itu apa?

Yang bernama KATIBIN itu apa?

Yang bernama MAKAM RASULULLAH itu apa?

JAWAB

Yang bernama JAMAL A’LAM itu KEPALA

Yang bernama kursyi tempat duduk sat

Yang bernama CUPU GADING itu UBUN-UBUN

Yang bernama MANI ASTAGINA itu dibawah ubun-ubun

Yang bernama ALAM AWAL antara kedua kening

Maka soal CUPU GADING itu apa isinya dan manik agina itu apa

Isinya, maka jawabnya : CUPU itu malunya perempuan akan ininya dan ASTAGINA itu percintaan perempuan akan isinya.

Yang bernama padang tepi laut itu MATA.

Yang bernama KUDA SAMBRANI itu BIJI MATA.

Yang bernama alam jabarut itu MATA YANG HITAM

Yang bernama SRI KAMUNTING itu ORANG-ORANG MATA.

Yang bernama ALAM JABARUT MATA YANG HITAM

Yang bernama BUKIT TURSINA HIDUNG

Yang bernama MEKAH ITU PIPI KANAN

Yang bernama MEKAH ITU PIPI KANAN

Yang bernama MADINAH ITU PIPI KANAN

Yang bernama TIANG ARSY ITU BATANG LEHER

Yang bernama GUNUNG JABALKAP ITU RAGU

Yang bernama KAWAH NERAKA ITU MULUT

Yang bernama KAWAH NERAKA ITU MULUT

Yang bernama QUR’AN ITU 30 HURUF ITU GIGI

Yang bernama LUH MAHFUD ITU LIDAH

Yang bernama KALAMULLAH ITU AMAL LIDAH

Yang bernama ZIKIR RAHMAN itu DIBAWAH LIDAH

Yang bernama ALAM UHUK ITU LUBANG HIDUNG

Yang bernama KINAMAN ITU BAHU KANAN

Yang bernama KATIBIN ITU BAHU KIRI

Yang bernama MAKAM RASULULLAH itu ialah orang yang MA’RIFAT kepada ALLAH

Yang bernama tempat sujud itu DAHI

Yang bernama telapak nabi mi’raj itu ialah antara hidung dan bibir kita yang diatas

Yang bernama KAIN ASANDUSIN ialah TELAPAK TANGAN

Yang bernama AIR JAM-JAM JAMILLAH ialah AIR MATA

Yang bernama MINYAK ZAITUN ialah disamping hidung kiri dan kanan

Yang bernama TOMDIL itu ialah TERGANTI

Yang bernama MI’RAJ itu BERJALAN

Yang bernama IHRAM itu TERPANDANG

Yang bernama MUNAJAT itu BERKATA- KATA.

 

V.1.6.HAKIKAT TASAWUF

 

Bertemunya manusia kepada Tuhan dan sampainya kepdanya, itulah puncak harapan, dan dengan itulah dia mencapai kebahagiaan dan kerajaan besar. Bahkan dengan itulah ia akan lupa dan terhibur dari sesuatu selain Allah Ta’ala. hilangkan pandangan makhluk kepadamu, karena puas dengan penglihatan Allah kepadamu dan lupakanlah perhatian/menghadap makhluk kepadanya, karena melihat; bahwa Allah menghadap kepadamu.

Nikmat disebabkan, oleh karena melihat dan dekatnya kepada Allah. Demikian pula siksa itu walau bagaimanapun aneka ragamnya, hanya karena terhijab, dan sempurna nikmat itu, karena melihat kepada zat Tuhan yang maha mulia. Maha suci Allah yang sengaja tidak member tanda kepada walinya kecuali sekedar untuk mengenal kepadanya. Sebagaimana tidak menyampaikan dengan mereka, kecuali kepada orang yang hendak disampaikannya untuk mengenal Allah;itulah hikmah yang maha tinggi. Dan siapa benar-benar sudah mengenal kepada Allah, maka pastilah dapat melihat dalam tiap-tiap sesuatu.

Tidak/tiada suatu nafas yang terlepas yang terlepas daripadanya (daripadamu), melainkan disitu pula ada takdir Allah diatasmu. Semua manusia dalam alam ini sudah tergambar dalam/dilluh mahfu tidak ada kehendak makhluk yang mesti berubah. Perubahan itu hanya dalam pandangan syariat. Sedang dalam pandangan hakikat hanya Allah yang maha mengetahuinya.

Kehendak Allah tidak ada yang tertegah, semua berjalan dengan hikmahnya. Jadi kesimpulannya: kehendak makhluk adalah terbatas, sedang kehendak Allah tidak ada batasnya. Maka daripada itu orang yang paham ialah;orang yang bergembira dalam hidupnya, bergembira dengan Allah dalam setiap nafasnya keluar masuk. Orang yang sudah paham ialah tidak menanyakan lagi apakah boleh berubah atau tidak; dia telah sunyi dengan Allah. Maksudnya ialah : sudah satu iradat dengan Tuhannya. Tidak ada lagi duanya. Apabila sudah menunggal dengannya, maka nyatalah Allah yang berlaku dalam segala hal. Karena lapang dan sempit ada pada Allah saja.

Andaikan Allah membukakan NUR seorang WALI yang berbuat dosa umpamanya : niscaya cahayanya memenuhi antara langit dan bumi. Apalagi dengan NUR cahaya seorang WALI yang taat. Tentu dapat kita membayangkan, bukan ?

Andaikan Allah membukakan hakikat kewalian seorang WALI, niscaya akan disembah orang. Sebab ia telah bersifat dengan sifat-sifat Allah. Dan siapa tidak puas dengan pandangan dan penglihatan Allah dalam amal perbuatan dan dalam perkataannya, maka pasti orang itu kemasukan ria atau atau masih terdinding dengan Allah. Bagaimana dapat dibayangkan bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu. Padahal Allah yang menzahirkan atau menampakkan segala sesuatu.

Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu.

Padahal Allah yang Nampak zahir pada segala sesuatu.

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu.

Padahal dia jelas dari segala sesuatu.

Bagaimana akan dhijab oleh sesuatu.

Padahal Allah lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu.

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu.

Padahal dia terlihat dalam tiap sesuatu.

Sesungguhnya yang menghijab engkau daripada melihat Allah itu, karena dekatnya Allah kepadamu.

Allah yang menjahirkan segala sesuatu, karena Allah yang bersifat bathin. Dan Allah yang melihat adanya segala sesuatu, sebab Allah itulah yang johir atau yang jelas pada tiap-tiap sesuatu.

 

Bagaimana Allah akan terhijab dengan sesuatu. Padahal semata yang terhijab itu semata-mata nur illahi, dan pada segala tempat Allah berada dan tetap hadir, tak pernah goib. Andaikata Allah tidak johir pada benda-benda alam ini, tidak mungkin adanya penglihatan padanya. Dan andaikan Allah mengahirkan sifat-sifatnya, pastilah lenyap alam bendanya.

 

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu,

Padahal andaikan tidak ada Allah, niscaya tidak aka nada segala sesuatu. Demikianlah kebijaksanaan Allah atas semua makhluknya atau hambanya.

 

V.1.7. MANUSIA INI ADA DUA MACAM :

 

PERTAMA ADA YANG MENDAPAT KARUNIA ALLAH, SEHINGGA IA BERBUATTAAT KEPADA ALLAH. MAKSUDNYA IALAH MENGERJAKAN SURUH DAN MENINGGALKAN TEGAH.

KEDUA ADALAH, YANG DENGAN TAATNYA KEPADA ALLAH, SEHINGGA MENCAPAINYA KEBESARAN KARUNIA ALLAH.

 

V.1.8.NUR IMAN SEORANG SUFI

 

Dengan NUR cahaya matahari, seorang dapat melihat benda-benda alam ini. Tetapi dengan NUR cahaya iman keyakinan yang mendalam, engkau dapat langsung melihat Allah yang menjadikan benda ala mini.

Amal perbauatan apakah yang paling dekat kepada murka Allah?

Amal yang tidak disukai Allah ialah : karena melihat kepada dirinya sendirinya dan lebih jahat lagi kalau ia menuntut upah balasan itu karena amalnya.

 

Bagaimana engkau minta upah atas amal perbuatanmu?

Sedang engkau sendiri tidak ikut berbuat.

Nur itulah yang menerangi dan basyirah atau matahari itulah yang menentukan hikum.

Dan hati yang melaksanakan dan menggagalkannya.

NUR itulah yang menerangi baik atau buruk ; lalu dengan matahari ditetapkan hukum, dan setelah itu maka hatilah yang melaksanakan atau yang menggagalkannya.

 

Sebab hati itu RUHANI, dan RUHANI itu ialah yang bersifat ketuhanan atau luhud.

Alam ini berupa kegelapan, sedang yang meneranginya hanya karena tampaknya Allah padanya. Maka barang siapa yang melihat alam, tapi tidak meihat Allah didalamnya, atau sesudahnya ; maka nyatalah orang itu buta mata hatinya.

 

WAL AWAL WAL ACHIR                         ALLAHUSSAMA WATIWAL ARDI

WAL JAHIRU WAL BATHINU                 LILLAHISSAMA WATIWAL ARDI

                                    LAHU KUSSAMA WATIWAL ARDI

                     ALLAHUL LAZI KHOLAQOSSAMA WATIWAL ARDI

LAHURUFIN                                                                                    ALIF TIDAK KOSONG

WALA SAUTIN

                                    FA                   LAM              ALIF

                          KOSONG                 TITIK                 ALIF

                      ALLAH                             MUHAMMAD            ADAM

              AHADIYAT                                WAHDAH                     WAHDIYAT

          ZAT                                          SIFAT                                 AF’AL

                                                  ALIF _________ TERBANG         

LA HURUFIN WALA SAUTIN

TIADA HURUF TIADA SUARA

INILAH DIA JIBU

ALIF TERBANG INI DIBUNYIKAN MENJADI : A.I.U

(AKU INI HIDUP) ATAU DENGAN LAIN KATA :

AKU TUHAN, IA TUHAN, UJUD TUHAN

SEMUANYA SIMPUN KEPADA HU ; DAN HU ITU LENYAP

DALAM JIBU, ARTINYA ;

 

TIADA HURUF DAN TIADA SUARA

INILAH AHIR PERJALANAN SEORANG SALIK/ PENUNTUT

KAUM SUFI ATAU AHLI PERJALANAN

DEMIKIANLAH ADANYA.

 


ZAT …………………………………JIBU

 

 

 

 

 


SIFAT ……........................Kenyataan ZAT

sifat namanya (rupa)

 

 

 

 

 

 


                        ASMA ……………………Kenyataan ZAT,           

                                                         Asma namanya

 

 

 

 

 

 


                                    AF’AL ……………………..Kenyataan ZAT 

                                                           Kelakuan namanya

 

SYARIAT

 

                                                TARIKAT

 

                                                                        HAQIQAT

 

                                                                                     MA’RIFAT

Keterangan di sebelah

ALIF ADALAH ZAT

LAM AWAL ADALAH SIFAT

LAM ACHIR ADALAH ASMA

HA ADALAH AF’AL

INILAH YANG BERNAMA ALLAH YANG SEBENARNYA

ALIF KENYATAAN HAYATULLAH ZAT

KAF KENYATAAN ALIMULLAH

BA KENYATAAN KUDRATULLAH

RO KENYATAAN IBADATULLAH

INILAH KEMAHA BESARAN TUHAN ALLAH AZZAWAZALLA

 

LIHAT DISEBELAH

KALAU KITA SIMPUNKAN MENJADI SATU

ALLAH : ADALAH NAMA BAGI ZAT YANG WAJIBAL WUJUD

AKBAR : ADALAH NAMA BAGI SIFAT HAYATULLAH ZAT

ALLAH : NAMA BAGI BATHIN

ALLAH TA’ALA

AKBAR : NAMA BAGI ZAHIR

JADI YANG SEBENAR-BENARNYA TAKBIR ITU ADALAH :

MENUNJUKKAN KEADAAN ALLAH PADA MUHAMMAD

ARTINYA      : ZAHIR TUHAN ADA PADA MUHAMMAD

                        DAN BATHIN MUHAMMAD ADA DI TUHAN

BER-ARTI     : YANG MENYEMBAH JUGA YANG DISEMBAH

                        MAKA YANG BERLAKU DALAM KEADAAN SEMBAHYANG ITU

            ADALAH RAHASIA ALLAH SEMATA-MATA

DALILNYA   : LAYA’ BUDULLAH ILLALLAH

ARTINYA : TIADA YANG MENYEMBAH ALLAH, HANYA ALLAH

 

 


NAIKNYA NAFAS                                                                                                  SHIFAT

 

 


TURUNNYA NAFAS                                                                                                    ZAT

 

 

 


HILANGNYA NAFAS                                                                                                   ASMA

NAIKNYA NAFAS, BUKAN HURUF

TURUNNYA NAFAS, BUKAN SUARA

ATAU PUN DENGUNG

 

 

 

 

 


LENYAPNYA NAFAS                    TURUNYA NAFAS  NAIKNYA NAFAS

 


BERSATUNYA NAFAS.

AKU INI HIDUP

LA HURUFIN  WALA SAUTIN.

TIADA HURUF TIADA SUARA TIADA KATA-KATA.

 

KUDRAT

IRADAT

ILMU

        HAYAT

 

 

 

 

 


                                     

 

SAMA

BASAR

KALAM

SHIFAT 7

 

 

 

 

 

 

 

 


INSAN                                                                                               INSAN

INSAN                                                                                   IMAN

RAHASIA                                                                              ISLAM

NYATA                                                                                              TAUHID

HATI                                                                                                  MA’RIFAT

 

            ZAT

TUBUH                                                                                                          MA’RIFAT

 

 

 

           AF’AL

          SIFAT

          ASMA

 

     LAISA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


TA’ALA SANI                                  TA’AIN AWAL                         LA TA’AIN

 ROH IDHOFI                                   UJUD IDHOFI                      ALLAH

RAHASIA                                                      SIR                                          ZAT

ROH                                                   ROH

                                                                        NYAWA

PENGRASA              PENGLIHAT                         PENDENGAR           PENCIUM

 

KAKI              PUSAT                                   DADA                                    KEPALA

Maghrib           Ashar                                       Zohor                          Subuh

 

ISYA  : meliputi seluruhnya ataupun dengan kata lain zahir bathin

 

                                    NYAWA ADAM

 

                                    SYARIAT      : TUBUH

                                    TARIKAT      : HATI

                                    HAKIKAT     : RUH

                                    MA’RIFAT     : RAHASIA   

 

 

NYAWA MUHAMMAD

 

 

 

 

FANA MUHAMMADPADA ALLAHNUR MUHAMMAD NUR ALLAH

 

HA                                                                  ALIF

 

 

“WAL AWAL WAL ACHIR”

NAH : INILAH ZIKIR MARIFAT ATAU

                                           RAHASIA (SEMPURNA) KENAL DAN MENGENAL

 


HA                                                                                                      ALIF

TIDAK BERHURUF TIDAK BERSUARA DAN TIDAK ADA KATA-KATA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


V.1.9.AKU ADALAH AKU DALAM SEGALA HAL

 

Tidak akan diucapkan kalimat AKU : melainkan oleh orang yang berkawan dengan kelengahan dan oleh setiap orang yang terhijab oleh hakikat. Tidaklah semuanya benar bagi orang yang ber-AKU-AKU. Engkau berani mengatakan AKU ; sedang engkau masih terhijab/terdidinding dari padaku. Pesona dunia ini masih mencekam dirinya (dirimu), masing-masing akan menyambar dirimu dengan seruan kepad zat dirimu, engkau saja masih didalam kegaiban yang kelam daripadaku. Maka apabila engkau telah melihat AKU; dan akupun telah bernyata dihadapanmu, maka tetapkanlah keteguhanmu, maka tiada Aku lagi, melainkan aku.

Telah kuciptakan atau kuadakan untukmu dan untuk sesuatu menjadi tujuan ; antara lain tujuan itu ialah ; CINTAMU KEPADA DIRIMU SENDIRI.

Itulah tetesan waham atau kalimat yang engkau warisi. Kata-kata Aku adalah egomu sendiri ; Aku berlepas diri dari anggapan yang demikian. Dan tidak lain ZAT itu, melainkan kepunyaanku jua. Dan tidak lain AKU itu, kecuali hanya untukmu semata.

Akulah yang dia itu : dan adapun hakikatmu itu bukanlah pula persoalan. Hanya sesungguhnya engkau berada pada pembagian yang bersifat waham atau dugaan saja (sangka-sangka).Hal ini disebabkan karena caramu berfikir dan pencapaianmu pada pendakian jiwa dan persoalan. Engkau dalam setiap saat terbagi kepada : “menyaksikan dan disaksikanDua menjadi satu dalam bentuk perjodohan. Jiwa yang mencapai dan persoalan yang dicapai. Adapun hakikatnya sendiri tersembunyi jauh dibalik perjodohan itu, meninggi atasnya, jauh dari segala itu semuanya.

 

Sekarang engkau bukan lagi ZAT dan perjodohan; tetapi engkau hanyalah RUH dari RUHKU, tiada nisbah bagimu melainkan padaku. Engkau tidak mengungkapkan hakikat ini, kecuali dikala terangkat daripadamu tirai penutup dan engkau memandangku ketika itulah engkau telah lenyap dari pada dirimu yang berjodohan yang bersifat serba duga/waham (sangka-sangka).Dirimu yang sebenarnya yang bukan ZAT dan bukan pula dari persoalan. Tetapi hanya engkau semurni-murni RUH yang tidak terbagi-bagi atau JAUHAR, meninggi, tidak nisbah melainkan kepadaku. Maka engkau tidak lagi mengulangi mengata AKU.Melainkan engkau mengatakan “ENGKAU TUHANKU”Akumu itu adalah rahasiaku jua adanya. Sebab telah engkau ketahui, bahwa AKU adalah untukmu semata. Dan sekarang engkau adalah hambaku, Hai hambaku.

Jika engkau sudah melihatku, maka tiada lagi engkau dan apabila engkau telah tiada, maka tiada lupa ada tuntutan dan apabila tiada tuntutan hilanglah sebab, dan bila sebab telah lenyap tiada lagi nisbah, sampai disini sirnalah hijab.

 

V.1.10.CINTA MUTLAK

 

Cinta hakiki tak mau dibelah dua, dia tetap satu, dia rahasia. Inilah akidah/pendirian seorang sumber segala akal yang mengatur alam ini, yang terbit daripadany  karena se-mata-mata limpahan dan anugerah.Puncak segala akal ialah aqlul faal atau akal pembuat dan dialah yang mengatur bumi dann segala yang ada dalam bentuknya yang tetap. Dan dialah masdar atau tempat timbul jiwa insane. Oleh karena jiwa-jiwa itu senantiasa ingin hendak kembali kepadanya maka apabila manusia menyediakan dirinya untuk belajar dan menuntut dan merenungi dan tidak puas-puas/ tidak bosan-bosan menyediakan sedalam-dalamnya, niscaya akan beroleh dia akan kebahagiaan yang dimiliki orang lainnya yaitu dengan ma’rifatul kamilat atau pengetahuan yang sempurna.Dan hakikat mujaradat atau hakikat semata, sampai tercapai pertemuan dengan al aqlul faal. Permulaan dan kesedahan ujud adalah ALLAH. Diatasnya tidak ada apa-apa lagi, walaupun Adam dia jadi sendirinya dan tidak berkehendak kepada penciptanya/pencipta lainnya buat menciptakan dirinya. Karena demikian timbullah bertali-tali dan berlingkar-lingkar yang tiada putus-putusnya. Kainat atau segala yang ada, yang lainnya adalah mashor atau kenyataan daripada adanya, daripada ilmunya dan iradatnya. Dan daripadanyalah terambil hayat seluruhnya. Memang alam itu adalah mendatang atau ardi. Sebab itu yang ada itu hanya satu pada hakikatnya. Bahkan dialah ujud semata, kainat yang Nampak. Jadi fahamnya kembali kepada keesaan ujud jua.Beramal bukan ingin sorga dan bukan pahala takut akan nerakaTetapi karena CINTA. Dan yang ada dalam diri sendiri.

Karena itu adalah tumpahan segala cinta. Jadi siapa-siapa yang telah sampai kepada cinta hakiki atau cinta mutlak atau cinta qudus, maka mereka berhak disebut INSAN KAMIL, atau dengan kata lain, MUHAMMAD INSAN KAMIL.

Muhammad insan kamil itu ialah: orang yang ber-akhlak dengan akhlak Allah. Orang yang bersifat dengan sifat Allah. Orang yang berakal dengan akal Allah. Orang yang berbuat dengan perbuatan Allah. Orang yang berpandangan dengan pandangan Allah.Semuanya demi Allah, bukan demi itu dan ini.

Orang yang seperti ini pandangannya hanya satu ialah : SEMUA ITU ALLAH DAN ALLAH ITU SEMUANYA.Inilah yang hamba maksud dengan :

 

                         FANA DALAM CAHAYA DAN LEBUR DALAM API.

…………………………………………………………….

Demikianlah akidah atau pendirian seorang wali semoga kita demikian pula hendaknya.

 

V.1.11.YANG DIMAKSUD MA’SIAT BATHIN

 

Minta habarkan dan minta didengari oleh orang tatkala berbuat ibadat (sembahyang).

Ria, minta dilihat orang waktu ibadat

Membesarkan diri – angkuh-sombong - menghina orang lain

Hasad – dengki akan anugerah Allah Ta’ala kepada orang lain

Al-Haqad – dendam pada orang lain

ubul Mal –kasih akan harta dunia, kikir berbuat sedekah

Hubul Jah – kasih akan kejahatan

Hubul mada – kasih untuk dipuji

Hubul dunnya – kasih akan dunia malas beribadat untuk akhirat

Ujuh – menyebut-nyebut orang lain dengan sindiran

 

Demikianlah yang dimaksud dengan maksiat bathin. Semoga kita sekalian sungguh-sungguh terlepas daripada yang 10 (sepuluh) pasal tersebut.

 

 

BISMILLAHIRRACHMANNIRRAKHIM

 

Alhamdulillahi Rabbil alamin washolatu wassalamu ala asrofil anbiya wal mursalin wa’ala alihi wasahbihi ajmain amma ba’du.

Asal suatu risalah yang kecil yang menyatakan usul bagida ALI kepada RASULULLAH S.A.W. barang siapa mengetahui jalan sempurna amalnya ini. Bermula sembah asiyidina ALI.

Ya Tuhanku apakah Syari’at, tharikat, hakikat, dan ma’rifat itu.

Jawab Rasulullah

Syariat itu pada TAUBAT

Tharikat itu pada HATI

Hakikat itu pada RUH

Ma’rifat itu pada ZAT ALLAH

Sembah syaidina ALI

Ya tuhanku apakah syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat itu, samakah, samakah berlainankah amalnya.

Jawab Rasulullah s.a.w

Asalnya orang sareat dan tharikat ; semata-mata mengerjakan segala pesuruh.

Amalnya orang hakikat ; mengesakan Zat Allah

Amalnya orang ma’rifat : tetap pada Zat Allah

Sembah Saiyidina ALI

Ya Tuanku adapun syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat, berlainankah atau samakah nafsunya.

 

Jawab Rasulullah s.a.w

Syariat, nafsunya, amarah, matinya hancur lebur/cerai berai

Tharekat, nafsunya sawiyah, matinya kurus kering

Hakikat nafsunya lawwamah, matinya lamak gemuk putih kuning

Ma’rifat nafsunya mutmainah, matinya lenyap dalam kubur

Sembah saiyidina ALI ya tuanku adapun syareat, tharekat, hakikat, ma’rifat, berlainankah atau samakah sembahyangnya.

Jawab Rasulullah s.a.w

Sembahyang orang sareat akan kiblat. Menghadap baitullah membara hatinya bercahaya.

Sembahyang orang tharekat membara hatinya bercahaya, kiblatnya menghadap Baitul makmur.

Sembahyang orang hakikat kiblatnya menghadapa Arsy membara hatinya bercahaya.

Sembahyang orang ma’rifat kiblatnya menghada seperti firman Allah S.W.T., didalam al-qur’an.

FA’ATIMALLA TUWALLU FASSAMA WAD HULLAH

Barang siapa dimana kamu menghadap akan mukamu/wajahmu, atau akalmu, rohmu maka disanalah wujud Allah bercahaya-cahaya dan imannya terang tiada sepertinya.

Sembah sayidina ALI

Ya tuanku adapun syariat, taiekat, hakikat dan ma’rifat, berlainankah atau samakah pekerjaannya.

Jawab Rasulullah s.a.w

Pekerjaan sareat itu : mengucap syahadat, sembahyang, puasa, memberi zakat dan naik haji.

Pekerjaan tarekat itu : mentasdikkan barang yang diamalkannya

Pekerjaan hakikat itu : senantiasa tetap adanya dan mengesakan zat Allah Ta’ala menepikan barang lainnya.

 

Pekerjaan ma’rifat itu: semata-mata tetap adanya dan sendirinya zat Allah Ta’ala

Sembah sayidina Ali

Ya Tuanku adapun sareat, tarekat, hakekat dan ma’rifat, berlainankah atau samakah alamnya

Sabda Rasulullah s.a.w

Syariat itu ialah : alamnya perjalanan tubuh

Tarikat itu ialah : alamnya malakut perjalanannya hati

Hakikat itu ialah : alamnya jabarut perjalanannya RUH

Ma’rifat itu ialah : alamnya lahud perjalanannya SIR

Sembah sayidina Ali

 

Syariat, tarikat, hakikat, ma’rifat, samakah ilmunya.

Sabda Rasulullah s.a.w

Syariat itu ialah : ilmunya yakin

Tarikat itu ialah : Ainal yakin

Hakikat itu ialah: Haqul yakin

Ma’rifat itu ialah : Kamallul yakin

Sembah Sayidina Ali

Apakah yang empat itu sama kebangkitannya?

Sabda Rasulullah s.a.w

Kebangkitan syariat ialah : taubat sekalian dosa

Kebangkitan tarikat ialah : sabar dan ridha akan qudrat Allah

Kebangkitan hakikat ialah : syukur akan barang yang dating daripada Allah S.W.T.

Kebangkitan ma’rifat ialah : ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah Ta’ala.

Maka sembah Sayidina Ali

Ya tuanku orang yang ampuk itu apa kejadiannya.

Sabda Rasulullah S.A.W.

Adapun syariat itu ialah : kejadiannya af’al

Adapun tarikat itu ialah : kejadiannya asma

Adapun hakikat itu ialah : kejadiannya sifat

Adapun ma’rifat itu ialah : kejadiannya zat

Sembah Sayidna Ali

Adapun yang empat (4) itu apakah atas zatnya

Sabda Rasulullah S.A.W.

Adapun syariat itu ialah : kulit dan bulunya

Adapun tarikat itu ialah : darah dan daging

Adapun hakikat itu ialah : urat tulang

Adapun ma’rifat itu ialah : otak dan sumsum

Sembah Sayidna Ali

Ya tuanku adapun yang 4 itu apakah maujudnya

Sabda Rasulullah S.A.W.

Sareat itu ialah : pendengarannya

Tarekat itu ialah : penglihatannya

Hakikat itu ialah: penciumannya

Ma’rifat itu ialah : pengrasanya

Sembah Sayidna ALI

Ya tuanku adapun yang 4 (empat) itu berlainankah Rohnya

Sabda Rasulullah S.A.W.

Syareat itu ialah : Rohani

Tarekat itu ialah : Rahmani

Hakikat itu ialah: Roh Idofi

Ma’rifat itu ialah : Robbani

Sembah Sayidna ALI

Ya, tuanku            : Apakah yang tinggi tiada rendah

Yang hidup tiada mati.

Yang luas tiada sempit

Yang benar tiada salah

Yang menghadap tiada membelakangi

Yang manis tiada pahit

Yang ruh tiada dua

Sabda Rasulullah S.A.W.

Yang tinggi tiada rendah itu Allah

Yang hidup tiada mati itu Allah

Yang besar tiada kecil itu Allah

Yang hampir itu tiada jauh itu Allah

Yang luas tiada sempit itu Allah

Yang menghadap itu tiada membelakangi itu Allah

Yang suci itu tiada nazis itu Allah

Yang manis tiada tiada pahit itu Allah

Yang ESA tiada dua itu Allah

Sembah Sayidina ALI

Ya, tuanku dapatkah hamba peroleh ilmuyang dimiliki itu?

Maka sabda Rasulullah S.A.W.

Siapa ia sungguh-sungguh mengenal dirinya itulah yang tinggi tiada rendah

Siapa yang merendahkan diri itulah yang besar tiada kecil

Siapa yang mengesakan Allah itulah yang hidup tiada mati

Siapa percaya akan Allah ituah yang suci tiada Nazis

Dan barang siapa yang tiada sirik itulah yang manis tiada pahit

Barang siapa yang menafikan hal lain itulah ESA tiada dua

Sembah sayidina Ali

Apakah hamba dapat memiliki martabat seperti itu

Sabda Rasulullah s.a.w

HAI ANAKKU ALI : tatkala akan makan minum didalam dunia, supaya engakau makan minum beserta Allah.

 

Tatkala akan dudukmu didalam dunia supaya engkau melihat serta Allah.

Tatkala akan pendengaranmu didalam dunia supaya engkau mendengar serta Allah.

Tatkala akan perkataanmu didalam dunia, supaya engkau berkata-kata serta Allah

Matikan dirimu didalam dunia, besok aku bertemu akan Allah

Sembah Sayidina Allah

Ya, Tuhanku, sejak syujud menyembah.

 

Rasulullah S.A.W.

Matinya iman itu agama, guru iman itu ikhlas, dan dahan iman itu cita-cita, dan iman itu SIR, dan cabang iman itu amal, dan daun iman itu kasar tekun dan haraf, buah iman itu jo’ah (joah) dan nyawa iman itu kasih (kasihan), iman itu ruh dan iman itu hati, yang mu’min dan iman itu yakin, dan pertahanan iman itu sembahyang, dan sareat iman itu fardhu. Dan tharekat iman itu jalan sempurna, dan hakikat iman itu Esa. Ma’rifat iman itu tetap pada zat waibal wujud.

 

Adakah syahadat iman itu selain daripada itu.

Kepala iman itu akir (laillahaillallah) hatina menyatakan iman dan cahaya iman itu benar, dan kalam iman itu suci, dan nyawa iman itu hidup.

Jantung iman itu jama’ah.

Urat iman itu segala rukun.

Tulang iman itu rukun.

Lutut iman itu sabar.

Dada iman itu amar.

Iga iman itu ikhlas.

Ilmu iman itu sempurna dunia dan akherat.

Wallahu alam bisawwab.

 

Kemudian apa yang terkandung dalam nama MUHAMMAD.

MIM-MAHMUDUN ’ALAIYAH : maksud kepujian pada Muhammad ialah; yang menjadikan wakil dari Tuhan YME pada hari hisab.

Firman Allah Ta’ala ; tiada aku utus engkau Muhammad melainkan menjadi rahmat sekalian alam.

HA-HAMIDUN ALAIHI : maksudnya MUHAMMAD lah yang terpuji yag mendirikan ;   

syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat, seperti kata Tuhan 

 YME. Dalam hadits qudsyi, maksudnya ; benarlah hambaku 

  Muhammad, setiap apa yang disampaikannya kepadaku.

MIM- MUJANIUN : ialah MUHAMMAD lah yang menghimpun puji bagi Allah

LAHMIJIDILLAH  Ta’ala, bagi puji zahir maupun puji bathinFirman Allah Ta’ala maksudnya : sesungguhnya kami menyuruh mengikuti Muhammad pada perhatiannya maupun perbuatannya.

DAL – TOBADILLAH ILLA HUA : maksudnya, kuganti kerjaanku kepadamu ya Muhammad, dijadikan Muhammad atas rupaku, artinya tiada wujudku melainkan wujud Muhammad ganti kerjaanku.

Syahadat bathin ada mengandung sifat 20 kadim :

Syahadat jahirpun ada juga sifat 20nya nyata, yaitu :

 

UJUD ialah                                   : Bumbunan kepala

KIDAM ialah                                : Telinga kanan

BAQA ialah                                  : Telinga kiri

MUHALLAFAH ialah                 : Mata kanan

KIAMUHU ialah                          : Mata kiri

WAHDANIYAT ialah                 : Mulut

KODRAT ialah                             : Bahu kanan

IRADAT ialah                              : Bahu kiri

ILMU ialah                                   : Susu kanan

HAYAT ialah                               : Susu kiri

SAMA ialah                                  : Tangan kanan

BASHAR ialah                             : Tangan kiri

KALAM ialah                               : Pangkal tangan kanan

KODIRUN ialah                          : Pangkal lengan kiri

MURIDUN ialah                          : Kaki kanan

ALIMUN ialah                             : Kaki kiri

HAYUN ialah                               : Paha kanan

SAMIUN ialah                             : Paha kiri

BASIRUN ialah                           : Pusat

MUTAKALIMAN ialah              : Jantung

 

Maka dengan adanya sifat 20 (dua puluh ) ini, bathin maupun zahir, sudah ada dalam wujud.

 

BISMILLAHIRRACHMANNIRRAKHIM

 

WASSOLATU WASSALAMU ALA ASROFIL MURSALIN SYAIYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALLIHI WASOHBIHI WASSALAM A’MA BA’DU

 

Adapun pasal menyatakan bicara hakikat dan ma’rifat menyemabah Allah Ta’ala dengan memelihara segala hukum syareat yang zahir yang diperintahkan oleh Rasulullah, yaitu : yang dimaksudkan oleh Allah Ta’ala, ilmu dan amal, dan menjalankan akan jalan segala nabi-nabi dan wali-wali Allah

Yaitu memandang Allah Ta’ala itu dengan hati yang normal. Bahwasannya Allah Ta’ala wujud sendirinya,yaitu memandang dan mengetahui, mengenal satu-satunya paham dan putih bersih, dan nugrahanya haq Allah Ta’ala serta dalil aqal dan naqal. Maka tiada hasil hakikat itu, melainkan dibaiki syareat. Hasil ketiganya itu menghasilkan ma’rifat.

Pasal pada menyatakan hal dan limpahan segala ahli tasauf yang diperbuat tiap-tiap hari siang dan malam ketika mengerjakan segala yang dipardukan Allah Ta’ala dengan sekira-kiranya memadai kuatnya jasad pada mengerjakan dia yang disuruhnya atau disuruh oleh Allah Ta’ala. dan menjauhkan segala yang dilarang. Dan disuruh oleh Allah ta’ala memeliharakan segala rahasia-rahasia kehati dan melazimkan segala makam yang 11 (sebelas) ; seperti Taubat, sakit, sabar, syukur, tawwakal, ridha, wara, suci, ajam, murakabah dan lainnya.

Pertama-tama orang yang megerjakan jalan ini mulai dengan taubat karena taubat itu bersuci dari pada najis. Demikianlah ha ahli tasawuf.

 

Bermula setengah dari rahasia ketuhanan itu IMAN DAN KAMIL. Yaitu keluarlah engkau dari pada Allah ta’ala seperti bahwasannya, jangan engkau sekutukan Allah Ta’ala dengan sesuatu dari segala sifatnya yang tertentu dengan DIA :

Dan “YAKIN KAMIL” Yaitu keluar engkau dari diriku, artinya keluar dari pada dayamu dan kuatmu dan wujudmu. Jangan engkau sekutukan Allah Ta’ala dengan sesuatu dari segala sifatnyayang tertentu dengan dia yang yakin kamil, yaitu ada pada mukamu, karena ujudmu dan dayamu itu majas., dan bayang-bayang jua.

 

Karena sekalian yang dijadikan Allah Ta’ala hanya ujud hakiki, dan kuat daya upaya yang hakikatnya hanya Allah Ta’ala jua.

 

Maka hendaklah engkau nafikan ujud dirimu dan sekalian yang lan daripada ujud Allah Ta’ala itu. supaya sempurnalah dari pada syirik hafi dan supaya engkau pandang kesempurnaan Allah Ta’ala dan daya upayanya dan kuatnya pada temat ujud dan lemahnya/lemahmu dan daifmu itu.

Setengah dari pada rahasia, ketahuilah olehmu akan bahwasannya kita pandang, kita I’tiqadkan, bahwa sesungguhnya akan kita ini tetap selama-lamanya dalam ilmu Allah Ta’ala.

Pertama : Penglihat, pendengar, kelakuan dan kehendaknya.

Sekianlah pada sebenarnya I’tiqad segala nabi-nabi dan wali-wali Allah serta Ulama-ulama yang saleh-saleh, janganlah kita berubah I’tiqad ini supaya kita sampai kepada jalan FANA BILLAH – BAQA BILLAH. Yaitu lenyapkanlah kita ke dalam Allah Ta’ala supaya kekal dalam keadaan Allah ta’ala.

Bermula dikehendaki lenyap dan hapus itu, tiada lagi kita atau diri kita, hanya yang kelihatan ZAT ALLAH TA’ALA  jua semata-mata tetap dengan penglihatannya mata hati dan mata zahir harus menyatu dalam rahasianya.

Dan tilik hakikat adalah isyarat umpama besi di dalam api, maka tatkala merah besi, tidak kelihatan besi, hanyalah keadaan api jua yang kelihatah itu semata-mata. Maka ZAT ALLAH TA’ALA – SIFAT ALLAH TA’ALA – AF’AL ALLAH TA’ALA semata-mata.

 

Maka apabila tetap dikarenakan sukuan didalam keadaan kita niscaya kita ini hilang. Maka tiada tinggal lagi baginya bekam. Maka kita sampailah kepada jalan fana billah dan baqa billah. Adapun dalil akal, apabila kita tidur lihatlah pada dirimu, adakah kekuasaan, dan kehendak, pengetahuan, penglihatan, pendengaran dan perkataan dan gerakan. Maka dalilnya yang menunjukkan akan tiada mempunyai, hanya daripada menerima sifat jua.

Dan empunya sifat itulah Allah Ta’ala jua semata-mata.

Maka jad dalil tahliklah kita dengan pengajaran guru yang kamil adanya.

SABDA NABI MUHAMMAD S.A.W pada menyatakan :

Bermula Syariat itu seperti tanah :

            Tarikat itu seperti air

            Hakikat itu seperti angin

            Ma’rifat itu seperti api

Maka sembahah syayidina Ali, ya, junjunganku adapun

Syariat itu seperti tanah, tanah yang mana ?

Tarikat itu seperti air, air yang mana ?

Hakikat itu seperti angin, angin yang mana ?

Ma’rifat itu seperti api, api yang mana ?

Jawab Rasulullah s.a.w

Hai ALI dengarlah pengajaranku, yaitu :

Syariat itu seperti tanah, yaitu badanku

Tarikat itu seperti air, yaitu Nur Muhammad

Hakikat itu seperti angin, yaitu nafasku

Ma’rifat itu seperti api, yaitu penglihatanku

Maka sembah Syaiyidina ALI, ya junjunganku sebenar-benarnya lah

Maka jikalau mati orang syariat apakah kejadiannya?

mati orang tarikat apakah kejadiannya?

mati orang hakikat apakah kejadiannya?

mati orang ma’rifat apakah kejadiannya?

RASULULLAH MENJAWAB :

Mati orang syariat hancur luluh

Mati orang tarikat kurus kering

Mati orang hakikat lemak gemuk putih kuning

Mati orang ma’rifat hilang lenyap

Sembah syaiyidina ALI, ya Rasuullah sebenar-benarnyalah

Jawab Rasulullah, barang siapa mengetahui ilmu ini maka sempurnalah serta selamatlah dunia akhirat, imannya lagi tiada kurang NUGRAHA Allah Ta’ala akan rezeki. Inaya Allah Ta’ala. Maka barang siapa yang  tidak mengetahui ilmu ini yaitu terlebih atau dulu daripada binatang, sebab belum mengetahui akan tubuhnya sendir, wallahu alam bisawab.

 

MAN ARAFA NAFSAHU ARAFU RABAHU, artinya ; Barang siapa mengenal akan dirinya maka sesungguhnya ia mengenal akan Tuhannya.

MAKAM ARAFA RABBAHU FASADUL JASAD. Artinya : Barang siapa mengenal akan Tuhannya maka binasalah  dirinya.

Maka ketahuilah olehmu NUR MUHAMMAD, itulah anginnya, biasa gaib kepada sekalian nyawa, itu misalnya jadi badan Muhammad, umpamanya karena sabit gaib kepada Muhammad, dan Muhammad itu gaib kepada sekalian hambanya Allh Ta’ala.

Firman Allah Ta’ala dalam hadits qudsyi yang artinya; bermula Sir Allah dengan Sir Muhammad itu sama arti.Firman Allah ta’ala dalam hadits qudsyi, yang artinya :

Bermula Sir Allah dengan Sir Muhammad artinya ; Rahasia allah rahasia Muhammad.

 

Maka Rahasia Allah tiada sekutu baginya an lawannya, tiada boleh nabi yang lain seperti NABI MUHAMMAD, karena diakui SIR ALLAH KALILLAHU TA’ALA ; menjadikan akan sesuatu jika tiada serta Muhammad, maka tidaklah dijadikannya semesta ala mini. Maka dinamai sifat hamba didalam badan, maka sembah syaiyidina ALI kepada Rasulullah S.A.W.,

Ya Rasulullah, apakah yang dinamai jalan empat itu?

1.      SYARIAT      2. TARIKAT              3. HAKIKAT             4. MA’RIFAT

 

Itu jalan empat dalam manusia. 

Sabda Nabi S.A.W. ya, Ali,

Adapun yang dinamai syareat itu ialah lidahku

Adapun yang dinamai tharekat itu ialah hatiku

Adapun yang dinamai hakikat itu ialah kediamanku

Adapun yang dinamai ma’rifat itu ialah nyawaku. Inilah jalan empat namanya.

Sembah Syaiyidina ALI

Ya, rasulullah, akan tuan hamba mencari siddiq

Ya ,rasulullah, adapun seperti syariat itu apa, tharekat itu

Apa, hakikat itu apa, ma’rifat iru apa

Sabda Rasulullah S.A.W. YA ALI

Diri itu ada dua : 1. Diri bathin, 2. Diri zahir

Keterangan :

 

Diri zahir / jasad : nyata daripada Nabi Muhammad s.a.w yaitu api, angin, air, tanah. Maka itulah asal tubuh kita yang kasar atau zahir ini.

 

Yang dimaksud diri bathin, yaitu yang tersembunyi didalam badan adapun nyawa itu  

daripada NUR MUHAMMADartinya :

 

Adapunsyariat itu perkataanku, Tarikat itu perbuatanku, Hakikat itu kediamanku,       Ma’rifatitu penglihatanku.

 

Dan yang dikatakan : Syariat itu tubuh RASULULLAH S.A.W.:

Tarekat itu Hati RASULULLAH

Hakikat itu kediaman RASULULLAH

Ma’rifat itu Rahasia RASULULLAH

 

Maka ma’na                      : Tubuh Rasulullah itu             – Roh Rohani

                                          Hati Rasulullah itu                  – Roh Rahmani

Hati Rasulullah itu                        – Roh Robbani

Dan jadinya                       : Syariat itu hancurkan jadikan tharekat

Tarekat itu hancurkan jadikan hakikat

                              Hakikat itu hancurkan jadikan ma’rifat

Ma’rifat itu hancurkan jadikan cahaya

 

Itulah bayang-bayang Allah ta’ala yang sebenar-benarnya karena :

      Syariat itu – Af’al Allah Ta’ala

Tharikat itu – Asma Allah Ta’ala

                                          Hakikat itu - Sifat Allah Ta’ala

      Ma’rifat itu – Ujud Allah Ta’ala

 

Maka barulah sampai (sempurna) marifat kita pada orang arif billah atau alimullah. Wallahu alam bissawab.

 

Asal mula-mula kejadian dunia tatkala belum ada sesuatu , maka Allah ta’ala sendirinya. Kallahu Ta’ala atau kallallahu Ta’ala.

Kun fayakun, maka nur Muhammad sekaliannya lengkap. Maka jadilah nur Muhammad itu.

Apakah artinya Allah ta’ala ?

Jawabnya : hual awalu, wal achiru, wajohiru, walbathinu.

Ia jua yang awal, ia jua yang akhir, ia jua yang zahir, ia jua yang goib (bathin).

Tentang syahadat artinya – tahu akan zatnya, tahu akan sifatnya, tahu akan asmanya, tahu akan af’al. dan tahu akan iradatnya.

                             

ASYHADU itu artinya syariat

ANLA itu artinya tharekat  

ILAHA itu artinya hakikat

ILALLAH itu artinya ma’rifat

 

Syariat itu tempatnya pada lidah

Tarikat itu tempatnya pada hati

Hakikat itu tempatnya pada Ruh

Ma’rifat itu tempatnya pada Rahasia

ASYHADU itu artinya Ma’rifat

ANLA itu artinya Tauhid

ILAHA itu artinya Iman

ILALLAH itu artinya Islam

 

Soal syahadat yang empat didalamnya yaitu : Ma’rifat, tauhid, iman, islam, barang siapa belum sampai pada ketetapan ilmu ma’rifat.

 

Barang siapa belum sampai pada ketetapan ilmu ma’rifat-tharekat, hakekat-syareat ia membawa kitab ini membawa sesat. Jika engkau tetap didalam syareat, tharekat, hakekat, ma’rifat, maka engkau bacalah kitab ini niscaya jalanmu sekalian anbiya dan mulia,sekalian yang salah-salah.

Jalannya ilmu hakekat juga karena syareat. Hakekat yang tak ada didalam syariat yaitu batal. Barang siapa menghimpunkan antara keduanya maka itulah yang bernama KAMIL MUKAMIL artinya sempurna yakni bernama suci.

Adapun yang bernama rahasia itu ialah SIR ALLAH. Adapun kita ini tidak tahu jikalau tidak serta guru yang benar-benar kepada murid. Maka tiadalah mendapat perkataan-perkataan ini, tidak boleh didengar orang. Karena ilmu ini tidak ada didalam kitab. Adapun kita ini MENTUBUHKAN MUHAMMAD JAHIR BATHIN.

Maka berbuahlah RUH namanya. Tidaklah kita genang lagi dihati dan tubuh. Artinya Muhammad jadi tubuh kita kepada hakikat kita. Maka kita ini bertubuhkan idhafi. Karena kita tidak lagi mengenang atau mengingat-ingat tubuh bathin dan zahir itu karena yang bernama Muhammad itu Rahasia Sir namanya.

Karena nama rahasia itu banayk sekali namanya. Allah, sifat, asma, af’al namanya jua, Muhammad sekalipun itu namanya jua. Adapun yang sebenar-benarnya Allah itu kepada kita ialah rahasia yang ada pada kita ketahui. Adapun tatkal jalan hakikat namanya : yang mengata ALLAHUAKBAR. Ber-zat-ber-sifat-ber-asma-ber-af’al. tidak lagi tubuhnya menyebut dan tidak lagi yang mengata itu lidah. Yang mengata itu ialah : ZAT, SIFAT, ASMA, AF’AL. yang mengata Allahu akbar itu, atau yang berbagai-bagai itu bunyinya.

Didalam sembahyang itu hanya zat-sifat-asma-af’al-hayat-ilmu-kodrat-iradat. Itulah yang mengata tidak dihati lagi. Karena yang bernama zat-sifat-asma-af’al itu ialah hayat-ilmu-kodrat-dan iradat. Itulah yang namanya RAHASIA ALLAH TA’ALA kepada bathin hambanya yang memerintah didalam diri kita yaitu RAHASIA ALLAH TA’ALA.RAHASIA ITULAH YANG BERNAMA :

…………………………………………………

 

Adapun ujar ma’rifat atau kata ma’rifat :

Tatkala berdiri sembahyang itu Allah yang ada ia sendiri dan tidak dua tiga, hanya Allah yang ada,

 

Adapun yang mengatakan Allahu akbar itu Rahasia Allah. Ia memuji dirinya sendiri jua. Maka itulah namanya fana kita namanya fana itu tiada lagi tubuh kita bathin dan zahir dan tidaklah rahasia hati yang mengatakan, hanya Allah jua yang ada. Karena Allah jua yang bernama rahasia itu, kehendaknya Allah kepada kita menjadi RASA. Jikalau tidak/tiada RASA, karena mengenal Allah dan memuji Allah, dan dapat ber-kata-kata dan sebagainya itulah, seperti dalil :

 

MAN ARAFA NAFSAHU FAQAD ARRAFA ROBBAHU

Artinya : Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal akan tuhannya

Bab ini pasal menyatakan asal Nabi ADAM as. unsurnya kepada kita API, ANGIN, AIR, TAMAN, turun kepada kita.

API ITU RUH KITA HURUFNYA

ANGIN ITU NAFAS KITA HURUFNYA

AIR ITU RASA KITA HURUFNYA

TANAH ITU TUBUH KITA HURUFNYA

 

Keterangan lainnya :

Kejadian tanah itu bernama syareat

Kejadian air itu bernama tharekat

Kejadian angin itu bernama hakikat

Kejadian api itu bernama ma’rifat

Syareat itu tubuh kita

Tharekat itu nafas kita

Hakikat itu ruh kita

Ma’rifat itu rasa kita

Syariat itu umpama kaki kita

Tarikat itu umpama tangan kita

Hakikat itu umpama tubuh kita

Ma’rifat itu umpama kepala kita

Jadi yang 4 (empat) ini tak boleh bercerai.

V.1.12.MELEBURKAN DIRI

 

TUJIBUL BADANI SARRIL QALBI

TUJIBUL QALBI SARRIR RUH

TUJIBBURUH SARRIN NUR

TUJIBUN NUR SARRIL ANA

Artinya

HANCURKAN BADAN JADIKAN HATI

HANCURKAN HATI JADIKAN RUH

HANCURKAN RUH JADIKAN NUR

HANCURKAN NUR JADIKAN AKU

SIRAU ANA : AKU ALLAH (dalam rahasia).

 

NAMA TUHAN YANG DIJADIKAN ADAM : IALAH MUFTI

Keterangan :          M         : MA’RIFATUL

                              U         : UJUDIN

                              F          : MAFATULILLAHI

                              T          : TASRUFIL

                              I           : IHSAN.

 

TAHTINU HAFSANU WATAKARAMU NAFSAHU. Artinya

Ia hendak berbesar dirinya dan bermulia dirinya, ia asyik mengasihi birahinakan kekasihnya maka ditiliknya dirinya dengan asyik. NUR MUHAMMAD.

 

Jadi yang tidak ada maujud didalam ujud ini hanya Allah, Adam pun tiada maujud dengan seendirinya. Tetapi ia maujud dengan ujud Allah Ta’ala yang hakiki, dan fana dibawah ujudnya.

Jadi kalau begini jelaslah kepada kita bahwa ala mini madjhor ujud Allah Ta’ala jua. Maka nyatalah ujud makhluk adalah waham dan hayal jua, kalau dinisbahkan kepada ujud Allah Ta’ala yang hakiki dan fana dibawh ujudnya, jadi nyatalah bahwa ; Allah, Muhammad, Adam adalah satu. Insane kamilpun Allah jua. Adam dan Muhammad pun pada hakikatnya.

 

 

 

 

V.1.12.HADITS QUDSYI

 

Artinya : Aku menyaksikan hidupku sendiri sebenarnya tiada Tuhan selain aku. Dan aku naik saksi bahwasannya Muhammad itu utusanku dan sebenarnya yang bernama itu AKIDAHKU, RASUL ITU RASAKU, dan Muhammad itu CAHAYAKU, akulah Tuhan yang hidup yang tiada mati-mati yang ingat tiada kekal tiada berubah pada kenyataan ZAT ; Akulah yang hawas lagi tahu, tiada samar akan sesuatu. Akulah yang kuasa dan yang menguasai dan akulah yang maha bijaksana. Dan maha suci aku, maha adil dan maha pengasih ddan maha penyayang aku, dan sembahlah aku/kenallah aku.

Jadi hadits qudsyi yang diatas ini tadi bukanlah dibaca begitu saja, maksudnya ialah untuk pribadi kita sendiri. Beanikan dlalam soal ini dan jangan takut dan jangan gentar, Tuhan beserta kita. Jadi bolehlah kita mengatakan bahwa kita ini termasuk golongan yang sedikit atau golongan FIAHQALILLAH  sedikit tapi bermutu.

Orang awam dan orang alim belum sampai kepada tingkat ini. Orang awam dan orang alim hanya sampai kepada tingkat ilmu belaka. Belumlagi ampai kepada derajat haqiqat, ilmu dan ma’rifat. Jadi sekarang yang penting sekali adalah untuk pribadi kita sendiri. Jadi yang dinamakan Allah itu adalah : af’alnya, dan yang disebut Rasul-rasul itu ya Muhammad, dan Muhammad itu sebenarnya adalah cahaya kita jua. Maka jelaslah yang sebenarnya hidup kita ini adalah hidupnya Tuhan Allah. Bukti nyata dalil qur’an mengatakan : bahwa Tuhan Allah itu kuasa  menghidupkan yang mati, adanya mati dari hidup. Justru hidup kita pribadi berasal dari yang mati dan akhirnya tiada mati-mati dan tetap hidup di dunia dan di akhirat dan tiada pernah lupa akan hidup kita, tanpa perubahan dan tanpa bergeser dalam keadaan kenyataan sejati. Itulah dia kesempurnaan hidup. Dan tiada merasa apa yang terang cahaya jauh dipandang. Hendak mendekat dalil dan menaruh dibelakang.  Penyeberang dari anak dan dalil menang terlarang. Hati rindu tidak tidak diperdulikan. Biar bahaya,  terus berjuang Tuhan Tuhan mengampuni pahlawan sejati.

 

Qur’an dan hadits khusus pedoman

Baiklah aku serukan ; agar supaya lebih mendalam, tiada batas menurut qur’an tiada seorang makhluk sanggup menghalang jangan pduli ocehan orang sebagai penghalang memuji Tuhan.

 

Yakin dan bulat didalam bulan, menunjukkan Tuhan chalikul alam.

 

                        TUHAN ALLAH ADA BERPERI

                        SETIAP INSAN HARUS DIBERI

                        ASAL TUAN SUDI MENCARI

                        TUHAN ALLAH DIDALAM DIRI

 

Demikianlah mengenai haqiqat semata ini, semoga kita dapat  mendalaminya.

Akhirul kalam ku-ucapkan  ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BARAKATUH.

 

Makam ini disebut juga dengan makam ahlul ahirat, atau makam HAKIKAT SEMATA. Makam ini sangat dahsyat sekali. Ia diluar dari akal orang banyak. Dan iatidak berpegang kepada kulit lahir daripada Nas dan dalil lagi. Ia telah menyeberang daripada

Nas dan dalil yang ada ini, ia tidak berpegang dengan kata- kata yang ada ini lagi, dan tidak bersandar kepada hukum-hukum lahir lagi. Ia berdirisendiri menurut kata SIR-nya

Inilah yang menjadi hokum baginya Jadi yang beginilah yang hamba katakan sangat dahsyat sekali, dan sangat hebat sekali

TIDAK ADA TUHAN, MELAINKAN TUHAN

TIDAK ADA ENGKAU, MELAINKAN AKU

TIDAK ADA AKU, MELAINKAN ENGKAU

ENGKAU DAN AKU ADALAH ESA

ENGKAU LENYAP, AKU BERNYATA

AKU LENYAP ENGKAUPUN NYATA

ENGKAU DAN AKU telah lenyap didalam kefanaannya,

kefanaan lenyap didalam ke-esaannya Tuhan.

Keesaan lenyap didalam kekidaman.

Kekidaman lenyap didalam kebaqaan.

Akhirnya fana dan baqa dalam keagungan.

Kini tiada kelihatan lagi makhluknya.

HAMBA dan TUHAN hanyalah asma.

HAMBA itu berarti ; AKU

TUHAN itu berarti ALLAH

HAMBA dan TUHAN adalah Satu

AKU dan ALLAH juga Satu

Kalau dihimpunkan menjadi : AKU ALLAH

Lenyap AKU, tinggallah ALLAH

 

FANA HURUF ALLAH, timbullah kosong

Kosong huruf, kosong asma, kosong suara, kosong segala-galanya, dan tidak apa-apa, tiada hingga. Ahirnya didalam kekosongan, Nampak jelas ujud membayang. Bayangan Allah adalah alam. Terpandang kepada Allah Nampak jelas ujud yang sebenarnya.

 

Karena ia tiada boleh pisah walau ……….

Jadi bagi orang yang berada pada makam penelanjangan TUHAN, berkata dengan sembarang kata, tapi jadi. Apa yang dikehendaki pasti jadi.

 

Hanya orang banyak tidak mengerti dan tidak paham dengan apa yang dimaksudkan.

Contoh banyak sekali kepada wali-wali Allah yang terdahulu. Hamba pribadi telah banyak membuktikan apa-apa. Yang terjadi, diluar kemampuan orang umum/awam.

Siapa percaya boleh percaya, dan siapa yang tidak percaya boleh tinggalkan ajaran ini.

AKULAH YANG BERNAMA CINTA, AKULAH YANG BERNAMA si HAK, AKULAH YANG BERNAMA SORGA DAN NERAKA ITU. AKULAH YANG BERNAMA ZATULHAQQ, SIFATULHAQQ, ASMAULHAQQ, DAN AF’ALLUNHAQQ, HAQUQULHAQ adalah ; HAQQ, HAQQ TA’ALA itulah AKU.

TA’ALA itu namaku yang rahasia didalam alam mini.

RUHULHAQ RASIA HAMBA, NAMAKU DISEBUT SETIAP SAAT.

Apabila orang menyebut TA’ALA didalam bacaannya, atau dalam hatinya atau dalam DIAMnya. Maka tersebut samaku didalamnya.

AKULAH TA’ALA ITU, DAN AKULAH RAHASIA ITU.

BERARTI HAMBA ALLAH. Yang member nama yang empunya nama.

HAMBA ALLAH berarti : AKU ALLAH

NAMA YANG DIHANTARKAN KEPADAKU NYATA DARI ALLAH

Tiap-tiap nama seseorang itu mengandung hikmah. Hikmah itu bertepatan dengan pemberian nama itu. AKULAH YANG HAMBA DAN AKULAH YANG TUHAN.

AKULAH YANG BERNAMA siHAQ ITU

DAN AKULAH YANG NYATA DAN YANG GOIB ITU

AKU JUA YANG LAHIR DAN AKU JUA YANG BATHIN

AKU HIDUP YANG TIADA MATI-MATI, dan apabila AKU tiada lagi dalam dunia fana ini, janganlah mencari Aku lagi.

Aku tetap ada setiap orang yag beriaman kepada ALLAH. Bila engkau hendak bertemu AKU, pandanglah dirimu itu AKU. Tidak ada AKU, melainkan AKU. Dalam keseluruhannya.

AKULAH yang bernama ala mini, dan AKULAH YANG bernama akhirat itu

Tidak aku lihat didalam sesuatu itu, melainkan AKU melihat AKU

AKU itu telah lenyap dalam KE AKUANKu, sehingga tidaklah AKU melihat kehambaanku lagi. Dan Aku telah bernyata didalam AKU, beraku ku. Sehingga hapuslah mulutku dan hatiku

mengata AKU. Kini Aku tidak berkata dengan lidah lagi, tidak dengan hati lagi, dan tidak dengan puad dan jantung lagi.

TA’ALA RIDHA KASIH SAYANGKU

TA’ALA RACHMAD ITU SELIMUTKU

TA’ALA NIKMAT ITU RASAKU

TA’ALA HIKMAH ITU RACHMAN RACHIMKU

TA’ALA SUNNAH ITU ATURANKU

TA’ALA SHOLEH ITU ILMUKU

TA’ALA ADIL ITU KEKUASAANKU

TA’ALA ISFIAH ITU KEMAUANKU

TA’ALA DHOIM ITU RAHASIA PRIBADIKU

TA’ALA ALAIH ITU KALAMKU PASTI

T A‘ALA JALAL ITU KEMESRAANKU

TA’ALA JAMAL ITU KEELOKKANKU

TA’ALA KOHAR ITU KEKERASANKU

TA’ALA KAMAL ITU KESEMPURNAAN DAN KEMULIAANKU

TA’ALA KHIB ITU KESATUANKU BAGI SELURUH ALAM

 

Demikialah sebagai penutup dari pembukaan

Rahasia yang terkandung pada kejadian DUNIA dan

Achirat, dan amalan akhir kalamku sebagai harta atau

Pembendaharaan GOIB yang kuwariskan kepada saudaraku

MUSLIMIN DAN MUSLIMAH dimanapun ia berada.

INILAH ASAL SEBENARNYA TUHAN

MENJADIKAN MANUSIA

KUN PAYAKUN                              : MENJADI OTAK PADA KITA YAITU ; ROH

IDOFI

KUN HAQ                                         : MATA TERANG HATI TERANG

KUN SABITAH                                : NAPSIAH NAFSU PADA KITA

KUN SAPUTIH                                 : NYAWA PADA KTA (GERAK PADA KITA)

KUN SADJATURRACHMAN        : KEHENDAK PADA KITA

KUN SUDJATULLAH                     : KELAKUAN PADA KITA

KUN RAHMAN                                : RUPA KITA

KUN ZAT HAYUN                          : TIADA MATI

KUN ILLA NUR                               : RASA SEGALA TUBUH KITA

 

 

NAMA DIRI HAMBA NUR HAYA QADIM

TURNA ILALLAHI WAYARAKNA ILLALLAHI WAMA DAMA, ALA MA’PA’AL NAHU WALA ADJAM NAHU, MINGKULI DJAMIL AZIM WALA NAU WUDU BIHI ABADAN ABADA.

 

Kata Allah nyawa itu kekuasaanku dihati putih tempat bernyawa

dalam UKUP, dijadikan umat MUHAMMAD sekaliannya daripada ;

AIR KUM DUMULLAH. (yang bernama NUR MAYA QADIM).

LAILLAHAILLALLAH       : Hampir hamba kepada Tuhannya

LAILLAHAILLALLAH       : MAUJUD BIHAKQI

ILLALLAH                            : Aku maujud pa’hu (diri)

RAHASIA SYARIAT PD ANGGOTA TUBUH.

RAHASIATHARIKAT PD HATI.

RAHASIA HAKIKAT PD NYAWA.

RAHASIA MA’RIFAT PD DIRI. Kalau sudah mengenal diri nampaklah hakikat diri pencipta sekalian alam.

Itulah yang bernama               ; ALLAH : tiada berpermulaan tiada berkesudahan

LAILLAHAILLALLAH       ; zikir

ILLALLAH                            ; zikir

ALLAH                                  ; zikir

            ; sunyi

MINALLAH                          ; HAMBA

BILLAH                                 ; MUHAMMAD

LILLAH                                 ; ALLAH

Dari pada ALLAH

Kepada ALLAH

Karena ALLAH

ROHANI                                : TUBUH SYARIAT

RAHMAN                              : HATI THARIKAT

IDOFI                                     : NYAWA HAKIKAT

BABBANI                             : RAHASIA MA’RIFAT

 

LAHURUFIN WALA SAUTIN artinya ialah tiada huruf, tiada suara, tiada kata-kata zat dirinya. Demikian tentang dua kalimat syahadat tersebut.

Asal dua kalimat syahadat itu ialah ; nur Muhammad, nur Muhammad itu ialah cahaya kita yang terang benderang tuhan telah bertazalli kepadanya. Nur Muhammad itu adalah hakikat alam. Dan nur Muhammad itu ialah cahaya kita pribadi. Jadi kesimpulannya ialah kita ini asal adam. Adam dari nur Muhammad, dan nur Muhammad itu dari nur zat. Maka wajarlah kita ini dengan zat Allah. Karena zat itulah bermula segala ujud. Jadi nyatalah kepada kita bahwa ujud sekalian alam ini kenyataan ujudnya Allah ta’ala jua. Inilah yang disebut wahdatul ujud (ke-esaan ujud). Nyata dan jelaslah kepada kita bahwa semua ujud ala mini adalah ujud Allah ta’ala jua. Jadi Allah, Muhammad, adam adalah satu. Insane kamil pun allah jua, adam dan Muhammad pun pada hakikatnya. Jadi hakikatnya manusia ini Tuhan/dalam rahasia hamba.

 

BAGIAN PENUTUP

MALAIKAT MAUT MENGINTAI MANUSIA 70 KALI SEHARI

 

 

MEMANG tiada seorangpun bisa mengetahui atau menduga kematiannya oleh sebabitu marilah kita senantiasa memeliharah keimanan kita dan tiada henti beribadah kepada ALLAH S.W.T., sebagai kesiapan kita ‘menanti’ saat kematian tiba menjemput.


Allah berfirman  dalam : (Q.S. al-Anbiyak ayat 35)

 

 

“kullu nafsin dzaa-iqatu almawti wanabluukum bialsysyarri waalkhayri fitnatan wa-ilaynaaturja'uuna”

 

Artinya :“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”.

 

 

Tahukah kita bahwa malaikat maut sentiasa merenung serta melihat wajah
seseorang itu 70 kali dalam sehari? Andainya manusia sedar hakikat itu, nescaya
mereka tidak lalai mengingati mati.Oleh kar
ena malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak dapat melihatkehadirannya, sebab itu manusia tidak menyedari apa yang  dilakukan malaikatIzrail.Hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a bahwa Rasulullah S.A.W., bersabda yang bermaksud: “Bahwa malaikat maut memerhati wajah manusia dimuka bumi ini 70 kali dalam sehari”.

 

Ketika Izrail datang merenung wajahseseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa.Maka berkata Izrail:‘Alangkah hairannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah untukmencabut nyawanya, tetapi dia masih berseronok-seronok dan bergelak ketawa’. Bahkan, tidak heranlah, jika ramai manusia yang masih mampu lagi bergelaksakan dan bersenang-lenang seolah mereka tiada masalah yang perlu difikirkandalam hidup.Takdirnya esok hari terakhir Allah ‘pinjamkan’ nyawa kepada kita untuk bernafasdi muka bumi ini adakah kita sudah cukup bekalan bagi menghadapi dua fasaberikutnya yaitu alam barzakh dan alam akhirat?Tiada seorang pun di dunia ini dapat menggambarkan bagaimana perasaan dan
pengalaman mereka menghadapi saat kematian.

 

Ajal tidak mengenal siapa sama ada mereka itu tua, muda, sihat, kaya atau
miskin.Rasulullah
S.A.W., juga menjelaskan dalam hadisnya bahwa kesakitan ketika hampir mati itu seperti ditetak 100 kali dengan pedang tajam atau seperti dikoyak
kulitnya dari daging ketika hidup-hidup.

 

Bayangkanlah betapa sakit dan dahsyatnya saat menghadapi kematian.

Kalau hendak diikutkan siapa yang hendak nyawanya dicabut dalam keadaan yang
amat menyeksakan.Maka amat beruntunglah sesiapa yang matinya dalam keadaan khusnul khatimah(kebajikan).

 

Salman Al-Farisi meriwayatkan hadis Nabi S.A.W., yang bermaksud: “Perhatikanlah
tiga perkara kepada orang yang sudah hampir mati itu. Pertama: berpeluh pada
pelipis pipinya; kedua: berlinang air matanya dan ketiga: lubang hidungnya
kembang kempis.

 

“Manakala jika ia mengeruh seperti tercekik, air mukanya nampak gelap dan keruh
dan mulutnya berbuih, menandakan menandakan azab Allah sedang menimpa dia.”
(Hadis riwayat Abdullah, al-Hakim dan at-Tarmizi)

 

Kematian ‘menjemput’ manusia secara perlahan-lahan atau beransur-ansur mulai
daripada jasad, hujung kaki kemudian ke paha.Bagi orang kafir pula, apabila nyawanya hendak dicabut Izrail, wajahnya akanmenjadi gelap dan keruh dan dia mengeruh seperti binatang yang disembelih.Itu pula tanda azab yang diterimanya disebabkan dosa dan kekufuran mereka.

 

Al-Qamah bin Abdullah meriwayatkan hadis Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
“Bahwa roh orang mukmin akan ditarik oleh Izrail dari jasadnya dengan
perlahan-lahan dan bersopan sementara roh orang kafir pula akan direntap dengan
kasar oleh malaikat maut bagaikan mencabut nyawa seekor khimar.”

Allah juga turut menimpakan seorang Muslim yang berdosa itu dengan kekasaran
ketika mereka menghembuskan nafasnya yang terakhir sebagai kaffarah dosanya.

Mungkin ada juga orang kafir yang mati dalam ketenangan mungkin karena ketika
hidupnya dia berbuat kebajikan dan itu adalah balasan terhadapnya karena setiap
kebajikan pasti akan dibalas.

 

Tetapi karena tidak beriman, ia tidak menjadi pahala kebajikan dan kekufurannya
tetap diazab pada hari akhirat kelak.Rasulullah
S.A.W., bersabda yang bermaksud: “Apabila telah sampai ajal seseorangitu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalambadan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinyasehingga sampai ke lutut.

 

“Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari
lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu
kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke
dada dan kemudiannya mereka keluar.

“Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari
dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang
itu.”Malaikat Izrail menjalankan arahan Allah s.w.t dengan sempurna. Dia tidak
diutuskan hanya untuk mencabut roh orang sakit saja ataupun roh orang yang
mendapat kecelakaan dan malapetaka.

 

Kematian mungkin berlaku karena sebab bencana seperti gempa bumi, banjir,
kebakaran dan ada juga yang matinya disebabkan kemalangan, diserang penyakit
berbahaya seperti kanser, jantung, Aids, denggi dan taun.

 

Seorang yang sedang sakit tenat, menjadi rahmat yang tinggi nilainya karena
Allah masih memberi peluang supaya mereka sedar akan kesilapan yang mereka
lakukan selama hidup di dunia.

 

Maka waktu itu mereka masih berpeluang bertaubat dari dosa dan kesilapan. Begitu
juga halnya dengan orang mati mengejut disebabkan kemalangan.
Ia memberi pengajaran dan peringatan kepada mereka yang masih hidup supaya
berhati-hati dan tidak lalai berusaha untuk memperbaiki diri.

 

Bahkan, bagi mereka yang masih diberikan nikmat kehidupan perlu sentiasa
mengambil iktibar terhadap segala yang berlaku.Allah menjadikan sebab kematian itu bagi memenuhi janji-Nya kepada malaikatmaut.

 

Saidina Abbas meriwayatkan dalam sebuah hadis antara lain menerangkan malaikat
Izrail berasa sedih apabila ditugaskan mencabut roh makhluk bernyawa.

Ini karena antara makhluk bernyawa itu adalah termasuk manusia yang terdiri
daripada kekasih Allah yaitu Rasul, nabi, wali dan orang soleh.

 

Malaikat maut mengadu kepada Allah betapa dirinya tidak disenangi keturunan Adam
A.S.,  Dia mungkin dicemuh k
arena mencabut roh manusia yang mana menyebabkan orangberduka cita akibat kehilangan orang tersayang dalam hidup mereka.

 

Ketika seseorang Muslim itu meninggal dunia, beberapa langkah penting
perlu dilakukan seperti menempatkan jenazah di tempat yang sesuai sebagai
menghormatinya, sunat meletakkan keadaan kakinya menghala ke arah kiblat,
tanggalkan pakaian berjahit, tutupkan jenazah dengan sehelai kain nipis ke atas
seluruh jasadnya, rapatkan kedua-dua belah matanya dan mulutnya, letakkan
kedua-dua tangan jenazah di atas dadanya sebagaimana dalam keadaan qiam
(berdiri) ketika salat, letakkan sesuatu yang sederhana berat di atas perutnya
seperti gunting dan pisau serta sunat bagi yang hidup mencium jenazah.
Umat Islam dilarang mengaitkan kematian seorang Muslim itu dengan tanda
tertentu.Itulah yang menyebabkan umat Islam semakin mundur k
arena terlalu banyak
mempercayai perkara khurafat dan tahyul.

 

Jika ada kematian seperti kemalangan contohnya kita ditegah untuk bertanya
kepada waris apakah perbuatan ganjil yang dilakukan sebelum kematiannya.

Tiada siapa pun dapat mengelak daripada mati melainkan Allah dan kematian tetap
akan datang tepat pada masanya.

 

Apabila sampai ajal seseorang, umat Islam digalakkan memberi nasihat kepada
keluarga si mati supaya bertenang dan banyakkan bersabar.

 

Islam menegah amalan keterlaluan seperti menjerit dan meratapi kematian.

Mereka yang masih hidup peluang perlu dimanfaatkan dengan memperbaiki keadaan
diri yang ternyata banyak melakukan kesilapan dan kesalahan.


Tiada daya atau usaha yang boleh menyelamatkan kita daripada kematian.

Kematian menjadikan hati manusia menjadi sedih serta berpisah dengan keluarga
tercinta. Hanya amalan saleh saja akan membawa kita bertemu Allah.

Sebab yang bernyawa pasti mengalami kematian. Hanya Allah Ta’ala Yang Mahahidup, Berdiri Sendiri, tidak serupa dengan makhluk-Nya. Allah Ta’ala Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Kematian adalah kepastian paling pasti dari kehidupan seorang manusia dan makhluk hidup lainnya. Hanya waktu, tempat, dan proses kematian itu yang menjadi rahasia. Hanya Allah Ta’ala Yang Maha Mengetahui. Dialah yang mengatur seluruhya dengan sebaik-baik pengaturan.

Meski mati merupakan kepastian, banyak manusia yang abai dan lalai. Sebagian kaum Muslimin pun dihinggapi penyakit jahat ini. Mereka bangga dan betah dengan dunia, padahal hanya sementara. Kemudian lalai dan acuh terhadap kematian dan akhirat, padahal keduanya merupakan kepastian.

Akhir kehidupan manusia ada dua; baik atau buruk. Husnul khatimah atau su-ul khatimah. Terkait akhir kehidupan ini, ada satu rahasia agung yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Ialah tentang cara mengetahui, apakah seseorang mendapatkan pertolongan atau tidak saat menghadapi sakaratul maut.

Tanda-tanda pertolongan ini merupakan kesimpulan amat pasti dari sebuah hadits mulia yang diriwayatkan dari sahabat agung Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu.

“Jika Allah Ta’ala menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah Ta’ala akan menolongnya.”

Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana cara Allah Ta’ala menolongnya?”

Jawab Nabi, “Allah Ta’ala akan menuntunnya untuk melakukan amal shalih sebelum datang kematiannya.”Inilah tandanya. Inilah kaidahnya.

Maka serumit dan sekelam apa pun masa lalu seseorang, hendaknya hanya dijadikan sebagai pelajaran dalam kehidupan. Sebab, ketika Allah Ta’ala limpahkan hidayah kepadanya, dia akan serta-merta menjadi pribadi shalih yang gemar melakukan amal dengan ikhlas dan meneladani Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Sebaliknya, ada begitu banyak contoh orang baik yang terjerumus dalam keburukan di akhir hayatnya. Mulai dari tertarik dengan keburukan, mencicipi, mengulangi, ketagihan, sampai kemudian menjadi kebiasaan dan dilakukan menjelang ajal, lalu benar-benar meninggal dunia sebelum bertaubat.

DEMIKIANLAH PEMAHAMAN MENGENAL DIRI MENUJU PENGENALAAN  ALLAH S.W.T., SEMOGA KITA SENANTIASA DIRAHMATI ALLAH S.W.T., DANDIBERIKAN PETUNJUK KEBENARAN MENUJU KEMASLAHATAN HIDUP DIDUNIA DAN KELAK AKHIR HIDUP KITA BERAKHIR DALAM CHUSNUL CHATIMAH, AMIN YA RABBUL ALAMIN.

 

WABILLAHI TAUFIK WAL HIDAYAH, WASSALAMU’ALAIKUM

WARHMATULLAHI WA BARKATUH

 

                                                MANGKASSARAQ

Posted on, 26 Dzulhijah 1440 H,

byzhaponk

 

 

 

 

Tumbuh melata sipokok tebu, Ditepi pasar jualan daging,

Banyak harta tidak berilmu, Bagai rumah tidak berdinding.

                       

 

Tidak ada komentar:

MENUJU INSAN KAMIL

  BA GIAN KE-LIMA MENUJU INSAN KAMIL     Insan Kamil adalah pada waktu tanazul berada paling akhir, sedang pada waktu taraki nantiny...