BAGIAN KE-LIMA
MENUJU INSAN KAMIL
Insan Kamil adalah pada waktu tanazul berada paling akhir, sedang pada waktu
taraki nantinya jadi yang awal sekali.
Yang disebut
rahul hajat ialah pintu Tuhan hakikatnya dikatakan pintu-pintu zat itulah dia
lobang yang dinamakan mekar dan kuncupnya marnas atau buka tutupnya mahid.
Syiratal
mustaqim ialah maksudnya menamakan hilang perginya atau, sempat diakhirat atau
diakhirat ilahi robbi dan tuhan kita mengatakan bahwa ayat yang diatas ini tadi
maksudnya adalah keluarnya perkataan kita.
Arsiullah
artinya muka pada hakikatnya wadah persidangan zat yaitu berada di kepala dan
di dada kita
Kursi artinya
tempat duduk pada hakikatnya tempat duduk zat yaitu berada pada otak dan
jantungLuch machfut / luch kalam artinya luch tempat machfut dijaga pada
hakikatnya adalah sifat-sifat zat. tempatnya berada di jasad serta dijaga oleh
malaikat katibin. Jadi yang dimaksud puncak hidup itu ialah berada di badan
kita pribadi (pahmakanlah)Mizan artinya timbangan, pada hakikatnya pertimbangan
zat yang berada di penglihat, pendengar, pencium, pengrasa dan perkataan
maksudnya mengatakan terhadap pertimbangan hidup kita yang berada di panca
indra.
Ibarat wahana
zat dengan sifat itu, seperti sendiri-sendiri saja. Jelasnya mengatakan
terhadap berdirinya hamba dan Tuhan. Seolah-olah berdiri sendiri-sendiri
padahal yang sebenarnya adalah tetap satu (esa). Jadilah kesimpulannya adalah
tidak ada sifat yang berdiri diatas zat atau yang bertambah dengan sifat ma’ani
yaitu gazlikun bizatihi, maridun bizatihi, alimun bizatihi, dan seterusnya
sampai kalam.
Jadi disini
duduknya kepada JIBU artinya tiada huruf dan tiada suara, zat dirinya. Ibarat
roh dengan badan, tetap kekal. Inilah yang dinamakan alip mutakalimun wahid.
Artinya yang berkata-kata jadi ucapan tanpa mulut itu adalah yang mempunya rupa
yang sejati, dan tempatnya berada didalam sukma/nyawa kita pribadi, dan suara.
Inilah yang disbut zikir batin yang sesungguhnya dan yang sebenarnya serta
azali dan qadimdan yang baqa. Sedang malaikat pun tidak boleh tahu apapun yang
keluar itu : semua malaikat dan zipun bisa tahu. Tetapi yang disebut
mudawatuhzukri itu tak ada seorangpun yang tahu kecuali dia sendiri inilah
puncak segala puncak ilmu dan amal ma’rifat.
Dan inilah zikir
yang senantiasa dan tiada pernah lupa walau sekejap matapun. Maka ada seorang
wali pernah berkata : apabila aku lupa sekejap juapun sengaja atau tidak
sengaja, maka aku hukumnya diriku itu murtad. Demikianlah adanya kepada kita
ini semuanya, bila lupa berarti belum sempurna ilmnya. Dengan sdanya keterangan
ini itulah apa adanya dapat hamba sampaikan semoga Allah meridhoinya amin ya
robbal alamin.
V.1. SAKSI DAN PENYAKSIAN ALLAH
Yang
dinamakan kesaksian ialah sebab diwaktu menyampaikan ajaran, supaya disaksikan
oleh sanak saudara kita sesama muslim. Yaitu semua titah yang dititahkan didalam
alam dunia ini diantaranya seperti bumi, langit, bulan, bintang, matahari, api,
angin, air, hawa dan udara dan lain-lainnya.
Semuanya
menjadi saksi dan menyaksikan bahwa kita sekarang ini mengakui berdirinya dan
adanya Tuhan dan jadinya hamba Tuhan. Didalam hadist qudsyi, Tuhan berfirman
artinya : Aku menyaksikan hidupKu sendiri sebenarnya tiada Tuhan melainkan Allah.
Dan Allah naik saksi bahwa Muhammad itu urusanku.
Dan sebenarnya
yang bernama Allah itu akidahku.
Rasul itu
rasaku. Muhammad itu cahayaku.
Akulah yang
hidup yang tiada pernah mati. Yang ingat yang tidak Lupa, kekal tiada berubah,
pada kenyataan zat, akulah yang hawas lagi tahu, dan tiada samar dan dari
segala sesuatu.
Akulah yang
kuasa dan menguasai, dan akulah yang maha bijaksana, maha suci aku, dan sungguh
besar kuasaku, dan sembahlah aku.
Di hadist qudsyi
ini tadi, bukan saja kita baca saja tetapi yang utama sekali ialah ; untuk
pribadi kita sendiri dan untuk akidah kita sendiri.
Jadi inti dari
semua itu adalah ; Tiada tuhan melainkan allah, dan Muhammad itu utusan Allah.
Jadi yang disebut
allah itu adalah af’alnya, Dan disebut rasul itu ya muhammad.
Muhammad itu
adalah cahaya kita jua.
Jadi hakikat
kita yang sebenarnya adalah, hidup kita ini adalah hidupnya Tuhan Allah
(Rahasia)
Buktinya Tuhan
kuasa menghidupkan yang mati dan adanya mati dari hidup. Justru hidup kita ini
berasal dari yang mati.
Dan akhirnya
tiada yang mati, dan hidup didunia dan akhirat tiada akan pernah lupa akan
hidup kita, tanpa perbuatan, tanpa bergeser dalam kenyataan yang sejati.
Jadi dasar
kenyataan yang sampai kepada pusat yakin. Itulah dia kesempurnaan hidup.Dan
tiada merasa apa-apa yang dimaksud asal kita mati ialah, mati MA’NAWI, bukan
mati HISYI.
Adapun
kehidupan ini atau kehidupan dunia ini, itulah dia zat yang maha suci, yang
tiada huruf, dan tiada suara, tiada kata-kata dan tiada nama, tiada
warna-warni, tiada roh, tiada jasad, dan tiada apa-apa tiulah dia JIBU.
V.1.1. LAHURUFIN WALA SAUTIN
artinya ialah
tiada huruf, tiada suara, tiada kata-kata zat dirinya. Demikian tentang dua
kalimat syahadat tersebut.
Asal dua kalimat
syahadat itu ialah ; nur Muhammad, nur Muhammad itu ialah cahaya kita yang
terang benderang tuhan telah bertazalli kepadanya. Nur Muhammad itu adalah
hakikat alam. Dan nur Muhammad itu ialah cahaya kita pribadi. Jadi
kesimpulannya ialah kita ini asal adam. Adam dari nur Muhammad, dan nur
Muhammad itu dari nur zat.
Maka
wajarlah kita ini dengan zat allah. Karena zat itulah bermula segala ujud. Jadi
nyatalah kepada kita bahwa ujud sekalian alam ini kenyataan ujudnya allah
ta’ala jua. Inilah yang disebut wahdatul ujud (ke-esaan ujud). Nyata dan
jelaslah kepada kita bahwa semua ujud ala mini adalah ujud allah ta’ala jua.
Jadi allah, Muhammad, adam adalah satu. Insane kamil pun allah jua, adam dan
Muhammad pun pada hakikatnya. Jadi hakikatnya manusia ini tuhan/dalam rahasia
hamba.
1.1.2.Beberapa hadist untuk jadi pertimbangan
Rithatu bil
ilmilah
Pokok
pengetahuan itu ialah : orang yang telah mendapatkan makam tuhannya. Dan diduduki
kedudukan orang yang kuasa manusia allah yang bersifat dengan sifat-sifat allah
dalam dirinya. Latknatuni goirif wala goirifuna. Artinya : adapun ilmu yang
satu itu, siapa saja yang menangkapnya, niscaya masuk sorgalah ia.
Laya’rifu
Robbahu wala robbahu. Artinya : barang siapa yang mengetahui ilmu satu itu, dan
dapat mengamalkan, niscaya sempurnalah ia di dunia dan akhirat. Demikianlah
yang hamba sampaikan kepada saudaraku muslim.
Wala mukminin
hayun fiddroini. Artinya : masuk dalam lipatan pakaian suaminya hal ini
terdapat pada nikah batin, sebab dia mengaku ma’mum pada suaminya.
Dan menghalalkan
dirinya kepada suaminya, dan mengharuskan nyawanya pada allah dan melenyapkan
tubuhnya pada nabi Muhammad, serta mengaku ma’mum pada suaminya dunia akhirat.
Nata kimbolong
artinya : termasuk dalam lipatan pakaian istrinya : ialah karena perkawinan
itu.
Nikah
bathin yang sebenarnya, dan jangan sampai pisah dunia akhirat. Nikah bathin
yang sebenarnya ialah : apabila si istri mengenal diri dan memahami sebenar-benarnya
tentang rahasia dirinya dan memahami akan tuhannya sedalam-dalamnya. Maka
dialah yang diberikan oleh suaminya nikah bathin.Sebab mustahil akan bercerai
dengan suami dari dunia hingga akhiratnya. Cobalah renungkan sejenak
berpisahnya allah dengan Muhammad.Inilah bukti nyata dan dalil nyata.
Syahadatnya para
rasul-rasulNama-nama rasul utusan tuhan Allah S.W.T.:
Nabi Muhammad S.A.W, Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, Nabi
Musa AS, Nabi Isa AS.
Asyhadu alla
illaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah
Asyhadu alla
illaha illallah wa asyhadu anna adam khalifatullah
Asyhadu alla
illaha illallah wa asyhadu anna nuh habibullah
Asyhadu alla
illaha illallah wa asyhadu anna Ibrahim kholilullah
Asyhadu alla
illaha illallah wa asyhadu anna musa kalamullah
Asyhadu alla
illaha illallah wa asyhadu anna isa ruhullah
- Firman Allah kepada Muhammad S.A.W
Ya, Muhammad,
engkau utusankuSekarang engkau harus ma’rifat kepadaku. Sebab engkau adalah
kehadiranku. Dalilnya adalah: al-insanu sirri, wa ana sirrohu. Insan itu
rahasiaku dan akupun rahasianya.
Jelasnya
adalah, sesungguhnyarasaku ini sudah pasti dan derajatnya tidak salah lagi
Muhammad Rasulullah.
Dan aku menganugerahimu burokuntuk nanti menghadapku dan terus sampai ke anak
cucumu, lalu kepada wali-waliku.Ini tiada batas sampai kepada hari
kiamat.Kesimpulannya apabila nabi kita mi’raj maka kitapun mi’raj jua
adanya.Kalau tidak demikian, maka tersalahlah ma’rifat kita kepada Allah
Ta’ala. karena hakikatnya disekujur badan kita ini telah menerima keadaan dalam
wujud pribadi.
Jadi hakikat Adam
itu tadi adalah sebagai perwujudan kita pribadi yang nyata kepada kita adalah
pendengaran, penglihatan, perkataan, penciuman kita itulah nafas kita yang
sudah pasti dan Muhammad itu tadi adalah rasa jasad kita. Sekarang meresap
sekali yaitu : penglihatan, pendengaran, pencium, pengrasa dan pengucap.
Semuanya masuk kedalam rasa. Ujud juga adalah sebagai bukti.
Jadi pada
hakikatnya seluruh rasa itu sudah menyatu atau menunggal didalam jasad. Tentu
tidak ada kekurangan lagi bukan ?
Makanya sudah
kita katakan dahulu tadi bahwa kalau didalam hadits qudsyi allah mengatakan
seperti di bawah ini. Tidak ada Tuhan melainkan Aku dan Muhammad itu adalah
utusan-Ku. Makanya kitapun harus demikian juga adanya kalau tidak tersalahlah
ma’rifat kita kepada Allah dan kepada Rasulullah. Memang banyak yang dapat
memahami arti dalil-dalil dan hadits yang mendalam sekalipun mereka tiru
cap seorang guru atau seorang ulama dan penceramah, belum tentu dapat memahami
dalil dan nash dan hadits-hadits qudsyi yang mendalam dan yang penuh dengan
liku-likunya memang sulit kalau tidak ada pertolongan, Ilham dari Tuhan rabbul
alamin. Kalau hanya menggunakan akal manusia semata, tiadalah sampai yang
akan bertemu.
Jadi
yang utama sekali dalam menggali ilmu ketuhanan itu ialah tumpuhan
ilham dari alam gaib
dan jangan mengartikan ayat-ayat al-Qur’an dan al-hadits menurut seleramu
sendiri, karena ayat-ayat suci al-Qur’an itu mengandung empat arti dan makna
dan pengertiannya.
Bagaimanakah
mengatasi yang demikian ?untuk mengatasi dalam
perjuangan pertama ialah : menyerah bulat-bulat dengan tak ada sak wasangka
lagi. Mohonlah doamu supaya hatimu beroleh petunjuk.
- Firman Allah kepada nabi
Adam a.s
Wahai engkau Adam,
diperintahkan olehmu menjadi utusan tetapi engkau sekarang jangan ma’rifat
kepadaku dulu, pengetahuanmu tiru biarlah dahulu
wujudmu itu sendiri. Sebab ujudmu itu sebagai kenyataan adanya aku. Dalilnya
adanya : wallahu bathinul insan jahirullah.Artinya
: jahir
Tuhan ada dimanusia dan bathin manusia ada di Tuhan. Dan salatmu itu dua
rakaat.
Yaitu pada waktu Subuh apakah sebabnya
jadi dua rakaat ?sebabnya ialah adanya nyawa dan ujud.
-
Firman Allah kepada nabi Nuh a.s
Wahai engkau
Nuh, aku perintahkan engkau menjadi utusanku, tetapi engkau jangan ma’rifat
dulu kepadaku, ketahui siapa dulu olehmu : bahwa pendengaranmu itu adalah
pendengaranku, dalilnya sama dengan adam dan engkau salat empat rakaat pada waktu Dhuhur. Apakah sebabnya jadi empat rakaat
?sebabnya ialah engkau punya telinga dan dua kaki.
- Firman
Allah kepada Nabi Ibrahim a.s
Wahai engkau
Ibrahim, kuperintahkan engkau jadi utusanku, tetapi engkau jangan ingin
ma’rifat kepadaku dahulu. Ketahui saja dahulu bahwa penglihatanmu itu adalah
penglihatanku dan salatmu empat rakaat salat waktu Ashar. sebabnya ialah engkau punya kedua mata demikianlah
tentang salat ashar.
- Firman
Allah kepada Nabi Musa a.s
Wahai engkau
Musa kujadikan engkau utusanku, tetapiengkau jangan ingin tahu dahulu kepada
zat dan sifatku. Ketahui saja bahwa pengucapmu itu sesungguhnya adalah
pengucapku. Dalilnya sudah ada yaitu kalam mutakalimun. Salatmu
ada tiga rakaat pada waktu maghrib,
yaitu mulut, punya lisan dan memiliki arti yang tak salah lagi.
- Firman
Allah kepada Nabi Isa a.s
Wahai nabi Isa,
engakau adalah utusanku, dan engkau tak usah ma’rifat kepadaku dulu, atau
engkau ingin tahu tentang zatku ketahui saja bahwa nafasmu itu sendiri. Itu
adalah kenyataan hidupku ini pasti, dan engkau harus shalat
empat rakaat pada waktu Isya. Sebab di dirimu itu ada dua lobang
hidung, sebagai bukti nyata dari padaku, dan punya darah. Sebab darah itu nanti
mati (beku), dan nafasmu habis hilang. Jadi dapatlah kita simpulkan bahwa alat
lima waktu itu sudah terhimpun pada diri.
Maka tersusunlah seperti di bawah ini. Inilah salat yang
17 rakaat itu pada diri kita.
1. Nyawa 11. mulut
2. Ujud 12. lisan
3. Telinga
kanan` 13. Arti yang tak salah lagi
4. Telinga kiri 14.
Lobang hidung kanan
5. Kaki kanan 15.
Lobang hidung kiri
6. Kaki kiri 16. nafas
7. Mata kanan 17.
darah
8. Mata kiri
9. Tangan kanan
10. Tangan kiri
Demikianlah
adanya usul shalat
17 rakaat yang ada pada diri kita masing-masing. Inilah sebenarnya salat
ingatlah selalu jangan lupa pada asalnya.
Ma’rifat ada
tiga bagian :
Pertama : ma’rifat sariat
Kedua : ma’rifat tharikat
Ketiga : ma’rifat hakikat
Apakah perbedaan
antara tiga bagian itu :
Pertama : ma’rifat orang ahli sariat ituyaitu
: mengenal segala hukum dan
mubah, fardhu
dan sunat.
kedua : adapun ma’rifat orang dalil
tharikat itu yaitu mengenal barang yang
seni seperti: ria, ujud, takbur, sum’ah, dan hasad
dan Lainnya.
Segala sifat
mazmumah yang tercela oleh rasa dan mengenal akan kasih sayang akan Allah
Ta’ala kepada hambanya dan mengenal buruk dan baik zahir bathin.
Ketiga : adapun
ma’rifatorang ahli hakikat yaitu: antara antazzahu tasybih
dantiada terdinding pandangan zahir dengan yang bathin
dan
sebaliknya tiada
terdinding pandangan bathin akan zahir.
Demikianlah
secara ringkasnya saja.
Apakah yang
dinamakan sariat dan apapula hakikat ?sariat itu tubuh kita dan hakikat itu
jiwa, keduanya itu tiada boleh pisah atau bercerai walaupun kita sudah kembali
kea lam baqa. Ruh dan badan tiada tiada boleh pisah. Sebab sudah senyawa di
dalam badan atau di dalam rasa. Jadi siapa sariat semata dalam hidupnya, maka
tiada harapan kumpul dengan ruhnya. Tetapi kalau sudah sampai kepada hakikat
tidak mungkin lagi terpisah dengan sifatnya (badannya).
Jadi
bagi ahlul hakikat walau bagaimanapun jua bentuknya, tetaplah ia ada syariat
inilah arti sariat yang sejati dan mutlak, disini tidak ada tawar menawar lagi,
titik.Syariat
tubuh, tharikat nafas, hakikat ruh, dan ma’rifat adalah sir. Inilah yang
disebut af’al.Asma, sifat, dan zat kesemuanya ada dalam diri kita lahir bathin.
Dan inilah orang yang dahulu disebut: pandanagn, pengrasa, pengucap, dan
pencium. Kesemua itu bersatu atau bersamaan di dalam di dalam rasa. Jadi siapa
sudah mengembalikan hak ta’ala yaitu rasa, maka dialah yang merasa di dalam
rasanya da siapa masih betah dalam rasa adam, maka tempatnya d neraka karena
rasa itu ada tiga martabat, 1. Rasa Allah 2. Rasa Muhammad 3. Rasa adam. Demikianlah yang sebenarnya
yang dapat hamba sampaikan, dan pilihlah sendiri-sendiri.
V.1.2. RAHASIA - MARIFAT
Adapun
rahasia itu didalam hati, dan hati itu didalam puat, puat itu didalam jantung,
dan jantung itu di dalam rahasia Allah.
Tetapi hati,
puat, jantung itu sudah lebur kedalam rahasia Allah.
Jadi tuhan itu tiada bertempat dan tiada ditempati oleh makhluk siapa yang
sangka bahwa tuhan itu bertempat di hati, di puat, di jantung, di arsy, di
langit, di surge, atau di manusia, maka rang itu kafir.
Atau rahasia
ma’rifat itu tidak terpakai lagi kata-kata yang bagaimanapun, sebab kalau kita
masih berpegang kepada kata-kata maka
kata-kata itulah yang jadi dinding. Dan yang disebut rahasia allah itu tadi,
pertama rahasia yang berada di dalam jantung itulah yang bernama allah. Dan
yang demikian bernama rahasia Allah, dan
kehendaknya, kehendak allah inilah yang berada dalam puad, dan inilah yang
bernama rasa. Karena disitulah tempat akan segala kehendak Allah,
lahir atau bathin. Sekali lagi janganlah dipahami bahwa tuhan itu bertempat
kepada manusia, atau manusia bertempat kepada tuhan. Untuk membuktikan
hilangnya rasa itu. lihatlah contoh orang yang sedang tidur. Semuanya tiada
merasa apa-apa lagi. Apalagi yang disebut in itu sudah tidak ada. Dari itu
janganlah lagi akhluk berkehendak, jangan lagi ada Ingatanmu, dan dirimupun
tiada. Maka yang ada itupun hanya hayat jua adanya. Jadi, disini adalah rahasia
Allah
itu jad iradat kepada insane dan kepada hayawan, sekiranya jika rahasia allah
itu dan iradat allah zahir dan bathin, tidak ada maka disitulah manusia
menganggap ada perbuatan dirinya sendirinya. Disinilah hawa nafsu menunggangi
manusia. Bukan manusia menunggangi nafsu, tapi nafsulah yang beraku-aku itu
dalam setiap kejapan mata. Aku haramkan mulutku, aku kapirkan hatiku, bila aku
masih beraku-aku dengan hawa nafsu yang tercela atau dengan nafsu akuan makhluk
aku sebagai si penyusun kitab ini bertanggung jawab atas kata-kataku tadi.
Siapa yang hendak mengambil boleh dan siapa yang menolakpun boleh. Tidak ada
pakaian dalam agama allah.
Seorang wali itu
tidak beraku-aku lagi kecuali dengan akuan allah. Bulanlah engkau yang
beraku-aku.Dikata engkau beraku-aku tepi allahlah yang beraku-aku tiada engkau
beraku-aku. Jadi yang beraku-aku dikala itu adalah rahasia Allah,
bukan engkau dalilnya: wama romaita idjromaita, walakinnallah aroma. Artinya:
bukanlah engkau yang melempar dikala engkau melempar, tapi allahlah yang
melempar dikala engkau melempar. Pahamkah.
2.1.1. Yang Sebenar Diri
Yang sebenar
benar diri itu nyawa
Yang sebenar
benar nyawa itu ruh.
Yang sebenar
benar ruh itu nur Muhammad
Yang sebenar
benar nur Muhammad itu sifat
Yang sebenar
benar sifat itu zat (zat hayat)
Yang sebenar
benar zat itu diri
Yang sebenar
benar sifat itu rupa
Tapi
bila kita mendakwa kepada ruh, maka teruskanlah kepada zat dan sifat allah.
Supaya jangan terdinding kepada allah apabila sudah kita tembuskan kepada zat
dan sifat allah, itulah tubuh orang ma’rifat yang sebenarnya. Kalau sudah
sampai kepada diri yang sebenarnya atau diri bathin, barulah bathin dapat
melihat bathin. Disini dapatlah orang yang sampai itu melihat perjalanan
ruh/rohani. Adapun yang disebut roh idhofi itu berbadan Muhammad. Disini hamba
tambahkan pula tentang nama-nama roh yang patut dikenal: seperti roh idhofi,
roh mukayyat, dan roh mutlak. Dan yang pertama tadi disebut roh idhofi. Dan
yang disebut roh/nyawa itu tadi disebut juga roh mukayyat. Yang disebut roh
mutlak itu adalah roh robbani itu adalah roh tuhan Allah.Kalau orang yang hanya
sampai kepada roh mukayyat atau yang disebut nyawa itu: artinya yang belum
meneruskan kepada zat dan sifat allah ta’ala.
Maka orang yang
telah meneruskannya kepada zat dan sifat allah itulah yang disebut roh mutlak.
Atau lazim disebut oleh kaum sufi dengan ruhul kudus atau ruhul haq, ruhul
amin.
Jadi seorang
wali allah yang berada pada tingkat atas darinya bertubuh sir, dan berubah-ubah
tuhan. Yang disebut sir dan roh itu ialah : zat allah dan sifat allah. Dengan
adanya zat dan sifat itu lalu kita ingat kepada kalimah yang berbunyi ah, ah,
ah, ah, ah, ah, ah.
Disini ada dua
huruf, yaitu huruf alif dan huruf ha. Alif itu berarti ujud, dan h itu berarti
hayat. Tiap-tiap hayat tentunya dengan ujud. Setiap ujud dan hayat, pasti
dengan namanya pula. Dan setiap ada ujud, hayat dan asma, tentu ada af’al jadi
susunannya yang sebenarnya itu adalah : zat, sifat, asma, dan af’al itulah yang
bernama allah dan akhirnya kalimah la illha ilallah itulah yang bernama zat
sifat asma dan af’al. inilah rahasia bathin dan zahir syariat dan hakikat.
Hamba dan tuhan, abid dan ma’bud, khalik dan makhluk.
Zat
dan sifat tiada boleh pisah, begitu juga tidak boleh sekutu. Ia seperti naïf
dan isbat jua adanya dan masa lalinya rasa, kita lupa dan kita tidak ingat lagi
yang sebagai macam, itulah yang bernama idhafat ma’allah artinya : hilang
semuanya dan tidak ketinggalan walau sebesar atom. Maka ini hamba disebut
dengan makam : penelanjangan tuhan. Sekarang baiklah kita teruskan kepada
membicarakan tentang yang lainnya. Adapun cita-cita dan rasa perasaan masalah
berbagai bathin dan zahir sekalian tubuh itu lahir dan bathin. Sebab karenayang
dipuji itu jatuhnya kepada tubuh bathin dan zahir. Inilah jadinya kedalam diri
kita, bilangan tatkala allah ta’ala itu bersifat dengan sifat, kata ain. Jadi
kesimpulannya ialah yang memuji ia yang dipuji. Ia yang menyembah dan ia juga
yang disembah.
Karena
ahadiyah, wahdah, dan wahadiah adalah Esa. Jadi disini boleh di kata : puji qadim
bagian qadim, puji hadist bagi qadim. puji qadim bagi hadits. Dan puji hadits
bagi hadits. Bagi orang yang paham tentan rahasia ma’rifat itu, tidak ada lagi
syakan ragu atas kata-kata yang diatas ini tadi sebab dalam ilmu hakikat ada
kesimpulan yang berbunyi wahadiah, wahdah, wahidiyah, adalah Esa. Jadi
Muhammad, adam adalah Esa.Kamilpun allah jua. Muhammad dan adapun ada
hakikatnya : jadi pada hakikatnya manusia ini adalah rahasia Tuhan menurut
bentuk dan surahnya sendiri. Makadari itu tuhan memerintahkan kepada malaikat
supaya sujud kepada Adam a.s.
2.1.2.Apakah yang dimaksud Azzazatullah
Baiklah hamba
uraikan secara ringkas saja bagi orang yang telah ma’rifat zat, tiadalah
baginya permulaan dan penghabisan.
Pandangannya
jauh berbeda dengan pandangan orang yang hanya berada dengan pandangan tingkat
bawah. Orang demikian berpandangan bahwa ia melihat allah setiap kejapan mata
dan dalam setiap sentuhan hatinya yang disebut mata hati itu bukannya ia nya.
Sebab mata lahir dan mata hati itu hanya asma jua adanya disini mata bathin
melihat bathin. Dan mata hati itu sudah lebur kedalam fana. Jadi pandangan yang
tertinggi sekarang ini adalah kembali kepada mata zahir jua dahulu. Hingga mata
bathin, sebab tiada kebilangan hakikat itu tanpa syariat/zahir dan tiada
kebilangan sariat itu tanpa hakikat/bathin. Kesimpulannya adalah : zahir ia
yang bathin, dan bathin ia yang zahir, sebab awal dan akhir itu adalah rahasia
insan. Maka dari pada itu pandangan akhir jua pandangan awal. Disinilah
letaknya rahasia allah / insan, dan rahasia allah adalah rahasia insan. Rahasia
insan dan rahasia allahitu disebut juga dengan sirullah atau sirullahzat atau
zat ilahiah.
Zat ilahiah itu
yaitu diri bathin dan zahir. Zahir tuhan ada dimanusia dan bathin manusia ada
di tuhan. Dengan kata lain yaitu : johirnya makhluk dan bathinnya tuhan dan
zahirnya........bathin........
Jadi hendaklah
diketahui akan sirullah didalam ujud insan dari kita ini. Sekira kira ujudullah
berdiri dihadapanmu dengan nyata dan jelas. Hilangkan dan lenyapkan ujudmu.
Niscaya ujudullah berdiri dengan kedirianmu.
Tak ada ujud
bagimu, lahir dan bathinnya, kecuali itu hanya ujudullah jua yang ada.
Ujud kesegalaan
ini hanya ujud hayal, bukan sebenarnya ujudullah ada pada setiap diri : dan ada
pada setiap manusia dan seluruh makhluk. Tetapi disini memerlukan perincian
yang mendalam. Jadi siapa masih melihat kepada dirinya seumur hidupnya tidak
akan bertemu dengan tuhannya. (tidak akan melihat kepada tuhannya). Siapa yang
melihat kepada tuhannya niscaya tiada lagi melihat kepada dirinya sendirinya.
Tiada lagi melihat makhluk yang terlihat hanya tuhannya. Itu menunjukkan tidak
lagi melihat dirinya dengan kekuatan dalil yang nyata yaitu : ROBBI BI ROBBI.
Melihat tuhannya
dengan tuhannya.
Mengenal
tuhannya dengan tuhannya.
Demikianlah
tentang ujudillah itu tadi.
2.1.3.Dikala Sakratul
Maut
Kesempurnaan
hamba allah pulang ke rahmatullah ini hanya sebuah misal atau contohAda
beberapa pertanda menjadi rahasia bergerak daripada
ujung sulla lalu naik ke atas kepada, rasanya seperti ditusuk-tusuk dengan
jarum, dan lalu terus kepada telinga kiri dan kanan.
Dan
mendengar bunyi suara seperti bunyi badil, meriam atau petir, dan heran rasanya
terlalu sangat, itulah hakikat jibril memberi tanda. Jibril itu suatu cahaya
keluar dari diri kita pada waktu itu kita mengata : ya hu, ya hu, ya hu.
Sekarang umur
kita tinggal 40 hari saja sesudah 33 hari yaitu tinggal 7 hari lagi keluarlah
suatu cahaya/dari mata kita rupanya sangat elok bercahaya cahaya.
Dengan
berpakaian hijau itulah dia malaikat izrail. Dikala itu kita mengucap : Hakkul
hak, hakkul hak, hakkul hak jadi umur kita tinggal 7 hari lagi.
Sesudah 3 hari
itu, yaitu pada hari yang ke 36 keluar pula cahaya dari mata kita, yaitu cahaya
yang amat putih bersih seperti kita jua besarnya, atau rupanya : baunya terlalu
sangat harum seperti ambar kasturi dan dia berkata : akulah yang bernama
muhammad itulah sesungguhnya Allah ta’ala
memberi tanda gerak.
Dan dikala itu
kita mengucap Alhamdulillah
Rabbil
alamin dan pada hari yang yang keempat puluh (40) : maka allah tazali yaitu zat
allah S.W.T., yang sebenarnya maka bertetaplah engkau pulang
kerahmatullahi ta’ala seperti terlalu nikmat rasanya, tiada hingga lagi. Maka
kita ingat, jangan lupa dalam hati kita ini Ujudullah Ta’aAa.
Maka himpunlah
muhammad dan Allah,
yaitu Hu
Allah
inilah perjalanan para aribillah dan para wali-wali allah jangan di ingat
dimulut dan dihati ingat didalam dan barang siapa mengenal akan Tuhannya,
niscaya ia akan mengenal dirinya sendiri.
Inilah perhimpunan pengetahuan pengenalan Tuhan
sebagaimana pertolongan Allah S.W.T., yang diberi Rahmat atau petunjuk menuju
ma’riat kepada alam ketuhanan yang didalam dirinya akan hakikat Muhammad untuk
pencapaian akan nilai ketuhanan yang dimilikinya. Dimana perpisahan roh/nyawa
pada diri manusia disaat sakratul maut,
seperti arah yang digambar dibawah ini seperti :
Adam
a.s Muham-mad Rasulullah S.A.W.w Rahasia Hu – Allah Insan Alif Wahidiah Adam Titik WahdahMuham-mad Ta’ala Kosong Ahadiah
La hu rufin wala
sautin
Tiada
huruf tiada suatu
Jikalau
tiada anugerahnya kepadaku, niscaya tiadalah aku dapat mengenal tuhankuDan
saiyidina Abu Bakar pernah ditanya orang
Bika arafa
rabbaka,
artinya : dengan apa engkau mengenal tuhanmu ?
Maka syayidina
abu bakar menjawab dengan tegasAraftu rabbi bi rabbi,
walaula rabbi
ma araftu rabbiArtinya
: aku mengenal Tuhan
dengan Tuhanku
jua, jikalau
tiada karena Tuhanku,
tiadalah aku dapat mengenal Tuhanku. Maka
yang bertanya itu meneruskan pertanyaannya. Apa mungkinkah manusia ini dapat
mengenal tuhan ?
Maka saiyidina
abu Bakar menjawab :
Al adju andarkil
idraki
idrakum
Artinya : lemah
daripada mendapat akan pendapat, itulah yang mendapat, maksudnya ialah :
kelemahanku akan tuhannya. Jadi jelasnya ialah : dia juga yang mendapat kaumnya
lebih jelas lagi kaum sufi mengatakan laya’rifullah ilallah.
Artinya : tiada
mengenal Allah
hanya Allah
Sekarang baiklah
hamba bawakan pula ayat yang berbunyi : wafi amfusikum afala tursirun, artinya
: didalam diri kamu kenapa kamu tidak mengetahuinya dan lagi dalil mengatakan
wafi amfusikum wama yafalun, artinya : Tuhan ada pada engkau tetapi
Engkau tiada
melihat. Maka dengan adanya dalil ini, dalil al-qur’an
yang nyata ini. Marilah kita mengenal Tuhan Allah S.W.T.
Beranikanlah :
jangan ada rasa takut, rasa takut itu adalah bujukan syaitan
laknatullah.
Lil jismil
insani insanuArtinya : carilah orang, yang ada
orang didalam orang.
Fastazkurni,
fastzkurkum
Artinya :
kenalilah sedalam-dalamnya Tuhanmu dan Dia juga mengenal kepadamu
Demikianlah
orang yang hendak mengenal diri dan lagi firman Allah Ta’ala dalam al-qur’an :“wanah
aqrobu ilahi min khablil wail” . Artinya :
kami adalah lebih dekat kepadanya daripada urat leher mereka sendiri (Q.S. Qaf ayat 50,16)
“Quluah
bitu al-jami’a famma ya’tiyanakum minni huda famantabia huda yafala khaufun
alaihin walahum yakhjanun” artinya :
berangkalah kamu sekaliannya, jika datang petunjukku kepadamumaka barang siapa
mengikuti petunjukku, niscaya tiada takut dan tiada gentar dan tiada berduka
cita waktu selama-lamanya.
Jadi
ayat ini adalah bagi kita untuk mendorong kita dalam menuju Tuhan
rabbul
alamin.Maka dari pada itu segalanya ialah : menuntut demi allah, mengenal demi Allah,
berjuang demi Allah. Sembahyang
demi Allah,
bekerja demi allah, beramal demi Allah, berusaha
demi Allah,
jadi keseluruhnnya adalah demi Allah. Tidak ada
demi itu dan demi ini, semuanya ditundukan dan direndahkan demi Allah.
Hidup di alam maya semata-mata melaksanakan perintah Allah
dan meninggalkan larangan allah. Hamba berbuat menurut sekehendak Allah.
Tidak menambah dan mencurangi dari kehendak Allah S.W.T.
Apabila hamba
berani menambah dan mengurang daripada kudrat dan iradat Allah,
maka aku hukumkan dariku itu murtad. Dan apabila kau lupa sekejap saja kepada Allah,
maka aku hukumkan diriku itu kafir. Sekarang baiklah kita teruskan dengan ayat
yang berbunyi Kholaqtul zinna wal insa liya’budun. Arrtinya : aku jadikan jin
dan manusia semata-mata untuk mengenal kepadaku atau untuk mengabdi kepadaku,
atau untuk menyembah kepadaku mengenal tuhan adalah suatu amanah dari allah,
untuk kita laksanakan secepat mungkin dan janganlah kita lalaikan
mengaji/menuntut rahasia besar ini. Sabda Rasulullah S.A.W., faija ajakaro illa
khonasa, artinya : apabila ingatlah musnahlah syeiton.
Maksudnya ialah : yang ingat disini bukan makhluk biasa, tetapi hamba yang
sudah melasanakan kepada keakuan tuhannya. itulah manusia allah namanya. Itulah
insan kamil inilah yang dimaksud oleh abda nabi kita Muhammad s.a.w dan
sekarang kita teruskan pula kepada hadist yang berbunyi : Takholaqu bi
akhlakillah. Artinya : berakhaklah kamu dengan akhlak allah.
Apa yang
dimaksud dengan berakhlak dengan akhlak allah ?jawabnya ialah hamba yang sudah
mewujudkan tuhan dalam dirinya pribadiitulah akhlak allah. Jadi tujuan utama
dalam bidang ilmu tasauf ialah : untuk menyempurnakan lahir dan bathin, luar
dan dalam, sariat dan hakikat, fikih dan tasauf. Dan dapat membedakan yang yang
hak dengan yang batil. Dan dapat membedakan dan mengetahui mana yang
sebenar-benarnya insan kamil dan mana manusia biasa.
Yang
semula mulia hamba disini Tuhannya ialah :
yang tahu akan dirinya dan yang tahu rahasia yang satu itu. setinggi-tingi
maqam ialah yang menduduki kedudukan tuhannya. Tuhan menjadi matanya untuk
melihat, tellinganya untuk mendengar, dan lidahnya untuk berkata-kata.
Dan
orang yang tidak terdinding lagi pandangannya ialah : hanya satu pandangannya,
satu tekatnya satu akidahnya, satu pendiriannya, dan satu dalam rahasianya.
Pokoknya
segala-gala adalah Satu belaka bagi pendirian hamba hanya satu dan satu.
Semuanya bilangan adalah satu. Semesta satu,semua alam satu, surge dan neraka
satu, pendeknya adalah semua satu.
Demikianlah
pendirian seorang arif atau waliallah. Seorang waliaalah pernah berkata tidak
ada kejahatan di dalam dunia ini.beliau sangat optimis sekali. Demikian lah
yang pernah melompat dari mulutnya seorang arif atau wali Allah.
V.1.3.ILLAH : RASA
Rasa sejati dan
mutlak dan murni inilah rasa tuhan yang sejati dan abadi dan mutlak
nafsulmuttmainnah itulah yang disebut sunyi dari zat maha suci tuhan yang
disebut nafsu zat hak ta’ala yang disebut sunyi dari zat maha suci tuhan.
Rasa yang sejati
itu tidak tersentuh dan tidak bercerai dari maha suci tuhan, ini yang dikatakan
dia yang didalam dan dia yang diluar. Dia yang mengurung dan dia yang dikurung.
Itulah kedudukan seorang waliallah at’ala. Beliau itu sudah wahua ma akum
artinya berberangan siang dan malam dan tiada dibatasi oleh ruang dan waktu dan
tiada rusak karena rusaknya adam, Dia tetap langgeng selamanya.
Nur Muhammad itu
adalah pandangan pertama bagi kita karena itu adalah bibit dari segala
kejadian.
Adapun takbir
atau mukarramah itu ialah : Allah itu hayat Hu itu Roh, Roh itu nafas, nafas
itu nyawa. Mukarramah takbir ini diambil dari kitab TUHPA.
Hayat itu
menjadi nyawa dan nyawa itu menjadi Nur Muhammad. Dan Muhammad itulah Roh
Allah. Tetapi disini kita teruskan kepada zat-zat sifat allah jua. Jangan
terhijab/terdinding. Jadi allah dan Muhammad jangan diceraikan, seperti naïf
dan isbat kesimpulannya ialah kalimah la ilaha ilallah itu gugurnya kepada :
hayat, roh, nafas dan nyawa.
Susunannya
begini la itu hayat, ilaha itu roh, illa nafas dan allah itu nyawa.
Jadi yang
sebenar-benarnya diri itu nur muhammad
Yang
sebenar-benarnya nur Muhammad itu sifat
Sebenar-benarnya
sifat itu zat, yaitu zat hayat
Allahlah yang
disebut rahasia allah (sirrullah)
Inilah
perjalanan menurut Datuk Muhammad Hasan
Kebersihan hamba
kepada semua penuntut smpanlah
Ia baik-baik
jangan sampai dibeberkan ditengah- tengah
masyarakat,
nanti bisa menimbulkan fitnah besar.
Syeh Muhammad
arsyad Al-banjari / datuk arsyad
Pandangan syeh
Muhammad arsyad al banjari dalam
Martapura
(kalampaian martapura)
ampun yang
sebenar-benarnya diri itu hayat
zat itu roh, roh
itu nafas, nafas itu rahasia, rahasia itu nur Muhammad
dan yang
sebenar-benarnya Muhammad it ujud kita ini. itulah pegangan kita sekarang ini,
dan seterusnya inilah pakaian datuk Arsyad Kalampaian, Martapura.
Dan selanjutnya
kita teruskan kepada pakaian Datuk Abussamad Bakumpai, Kalsel menurut keputusan
kaji beliau adalah yang sebenar-benarnya badan rohani kita itu adalah : Allah
Ta’ala sesudah engkau faham, maka jangan engkau cari lagi. Karena ia sudah
menjadi nyawa kita.
Maksudnya ialah
: jangan dicari lagi, karena Allah itu sudah laisya kamislihi sai’un
Apabila kau cari
lagi ia bertambah jauh darimu
Coba saja kau
berdiri di muka cermin yang bersih
Apa yang engkau
lihat? Bayangan bukan ?
Mana ujudmu yang
sebenarnya dari keduanya itu ?
Tentu ujud
berdiri itu bukan
Nah, itulah contohnya
yang paling mudah pada akal
Hamba mohon
diambilkan dan dimesrakan lahir
Bathin. Sekali
lagi. Jangan dicari lagi. Karena ia sudah
Menjadi
al-insanu sirri wa ana sirohu
Artinya : insan
itu rahasiaku dan akupun rahasianya
Kalimah La Ilaha Illallah
Kalimah tauhid
ini mengandung empat roh
Satu roh
JASMANI, tempatnya pada seluruh tubuh.
Roh ROHANI
tempatnya diatas jantung kita
Roh RAHMANI,
tempatnya pada otak, memberi cahaya mata
Roh IDHAFI,
tempatnya dalam jantung.
Ialah empat roh
itu yang ada pada diri kita
Tapi jangan kau
artikan bahwa roh itu bertempat karena semuanya itu sudah lebur
Ke dalam rahasia
Allah. Siapa yang mendapatkan Allah pada suatu tempat orang itu sesat dan kafir
naudjubillahiminzalik.
Dan kalimat ini
mengandung empat pasal pula itu sifatnya kebesaran, kemuliaan, keragaman,
keelokkan dan kesempurnaan zat Allah Ta’ala. sedang sifat 20 itupun simpunnya
pada kalimah ini. Juga seperti : sariat,tarekat, hakikat, ma’rifat. Simpunnya
kepada kalimat tauhid itu tadi juga. Sedang asma af’al sifat dan zat tercakup
kepada kalimah tauhid juga.
Dan kalimah
tauhid ini tadi termasuk kalimah meadakan dan meniadakan, maksudnya ialah allah
ada, makhluk ada. Dan juga kalimah tauhid itu menunjukkan fana dan baqa. Fana
hamba ke dalam tuhan dan baqa dan tuhan. Artinya : fana dalam kekidaman, dan
baqa dalam keesaan. Sebagai yang terakhir kalimah tauhid itu menjadikenyataan
ujud semesta dan hayat semesta.
Kalimah la
ilahailallah ini simpulnya kepada huruf lamjalalah ini menunjukkan keadaan
allah. Dan keadaan yang menyebut itu sendiri. Kalau kita artikan secara umum,
itu berarti dengan tiada. Tapi sebaliknya menunjukkan keadaannya. Kalau seorang
arif itu mengata ala allah. Artinya melainkan allah jadi huruf la ini zikir jua
adanya dan senantiasa adapula zikir bathin yang tak panjang bacaannya hanya
bagi ingat cukup, inilah kesempurnaan diri. Allah hadir, allah ma’I, allah
alimun, allah basyirun, allah sami’un, allah mutakalimun. Artinya : allah
hadir, allah serta, allah tahu, allah melihat, mendengar, berkata-kata. Inilah
zikir bagi ingat atau bagi tahu-tahu saja. Tapi kalau belum matang bisa dilatih
dahulu, dan kalau sudah mesra dan zliam. Pemberitahuan : umpama ada yang
lainnya hanay ada empat zikirnya, pun sama saja. Kalau yang empat itu kita
sudah mengerti artinya maka dengan sendirinya bisa meneruskan yang lainnya.
Demikianlah mengenal zikir rahasia atau zikir diri, namanya. Sebab arti zikir
ini sangat luas dan dalam arti dan maksudnya.
Zikir itusemua
baik, asal saja sudah faham artinya dan tujuannnya, tepat diantara semua zikir
lahir atau bathin yang paling istimewa dan paling mulai ialah zikir DIAM.
Susunan Sifat 20 Gugurnya Kepada Diri
Ujud adalah kepala
Qidam adalah telinga kanan
Baqa adalah telinga kiri
Muhalapah adalah mata
kanan
Qiamuhu adalah mata kiri
Wahdaniat adalah mulut
Kuadrat adalah bahu kanan
Iradat adalah bahu
kiri
Ilmu adalah susu kanan
Hayat adalah susu kiri
Sama adalah tangan kanan
Besar adalah tangan kiri
Kalam adalah pangkal
lengan kanan
Badhrun adalah pangkal lengan kiri
Muridun adalah kaki kanan
Alimun adalah kaki kiri
Hayyun adalah paha kanan
Samiun adalah paha kiri
Bashirun adalah pusat
Mutakalimun adalah jantung
Demikian susunan
menurut urutan-urutannya.
Huruf-huruf nama
Allah
Allah : zat,
sifat, asma, af’al
Muhammad : sir,
nur, asma, perbuatan
Adam : rahasia,
roh, hati, kelakuan
Insan kamil :
rahasia allah Ta’ala
Sebuah misal :
Roh umpam istana
Hati umpama raja
Ilmu umpama
hakiki
Akal umpama
pembesar kerajaan
Tubuh unpama
kendaraan
Nafsu umpama
penarik kereta
Telunjuk sebagai
penguasa kerajaan
Mata sebagai
pengawas
Telinga sebagai
penghubung
Hidung sebagai
timbangan
Mulut sebagai
palu
Kaki sebagai
lascar
Tengah sebagai
tempuk pemerintahan, sayap kanan/kiri.
Demikianlah yang
dapat hamba harapkan untuk sesamaku. Ini hanya sebagai missal atau contoh saja.
Inilah raja kuasa bagi sekalian umat. Inilah yang disebut halifah di dalam bumi
ini. Sekianlah ulasan tersebut di atas ini.
3.1.1.Hakikat Semata
Maqam
ini disebut juga dengan haqiqat mujaradat atau dengan kata DERAJAT HAKIKAT. Orang awan dan orang alim belum mendapat atau
mencapai DERAJAT HAKIKAT ini. Mereka
hanya sampai kepada tingkat ilmu belaka. Belum lagi sampai kepada DERAJAT
HAQIQAT ILMU DAN MA”RIFAT. Orang yang berada pada tingkat haqiqat semata ini,
tiada lagi berpegang kepada kulit lahir dan nash dan dalil mereka telah
menyeberang dari al’Qur’an dan al-hadits.
Mereka langsung
menuju tuhan tanpa perantara
Rasulullah S.A.W
sendiri, sebelum turunnya al’Qur’an beliau beliau sudah ma’rifat kepada Tuhan
Allah. Beliau cukupmemakai dalil-dalil alam sekelilingnya.
Itulah yang
disebut KITABUL UJUD. Orang yang berada pada maqam ini berkata dengan sembarang
kata, karena mereka tidak peduli atas kaedah sareat. Makanya ulama-ulama sareat
atau ulama fiqih menghukumkan jindik kepada mereka. Sebenarnya kata-kata jindik
itu hanya kata-kata menakuti saja.
Orang-orangsiddik
yang kuat memegang sareat berkata-kata jindik itu hanya untuk supaya jangan
ditiru oleh orang yang dangkal ilmu pengetahuanya. Jadi saya yakin, bahwa
haqiqat semata ini dapat dibenarkan, asal orang itu benar-benar mendalam, dan
dalam ilmu ma’rifah dan telah sampai kepuncaknya.
RASULULLAH S.A.W
sendiri pernah bersabda, dan tiba-tiba disuruh Tuhan menutup lidahnya, agar
supaya terpelihara sareat MUHAMMAD. Para sahabat mengumpulkan dan mencatat
semua hadits nabi S.A.W., tetapi nabi melarang mencatat hadits-hadits nabi yang
sangat rahasia, kalau dicatat semua maka bisa membawa fitnah besar, para
sahabat sering membicarakan soal yang mendalam.
Sampai-sampai
keluar dari al-qur’an dan alhadits nabi S.A.W., sering melarang. Sebab sabda
beliau : tidak semua umatku yang mencapai makam ini. Dan nanti bisa membawa
fitnah besar, dan sabda nabi S.A.W., yang sangat rahasia itu hanya dibisikan
orang ditelinga yang beroleh ilham.
Dan RASULULLAH
S.A.W., sendiri pernah bersabda, yang artinya begini : AKU ALLAH TIDAK ADA
TUHAN, MELAINKAN AKU.
Demikianlah
hadits shahih yang pernah saya temui dalam sebuah kitab tasauf yang sangat mendalam sekali isinya. Maka
apabila saya sak dan ragu dengan hadits ini, maka kafirlah saya pada saat ini
juga. Dan bakarlah saya dengan neraka jahanam itu. turunkanlah bala bencana
yang hebat didalam dunia ini juga. Dan janganlah engkau terima tobat saya
sampaii hari kiamat.
Engkau maha
mendengar lagi maha mengetahui. Orang yang telah mencapai tingkat ini, mereka
telah berada pada alam yang tertinggi, yang disebut dalam firman Tuhan yang
berbunyi AL MALA IL ‘ALA. Orang ini hakikat semata, tiada lagi berpegang kepada
sareat yang jahir ini. Sebab dalam pandangannya sareat yang berlaku ini adalah
sareatullah jua. Gerak dan gerik hanya pada Allah.
Orang yang
sampai pada Allah mereka seia sekata , seujud, senyawa , serasa dan serahasia.
Kehendaknya tidak berlawanan dengan kehendak Allah. Mereka telah satu dengan
Tuhan.
Sifat Tuhan
menjadilalah sifatnya.
Ia telah fana dalam
Tuhan dan baqa dalam Tuhan. Siapakah lagi yang memerintahkan dan siapakah yang
diperintah. Tentunya tidak ada apa-apa lagi. PAHAMKANLAH.
Orang yang pada
maqam tertinggi ini, telah mendapat kebebasan dari Tuhan, karena mereka satu
kedudukan dengan Tuhan dalam segala hal. Orang ini kerap kali berkata dengan
sembarang kata
Karena mereka
berdiri sendiri dan berbuat sendiri menurut sesukanya, sering mereka berkata;
Aku yang punya alam, aku yang punya kuasa, dan aku yang menentukan hokum. Yang
Tuhan itu adalah Aku. Maha suci aku dan sembahlah aku. Tidak ada Tuhan,
melainkan Aku MUHAMMAD itu utusanku, MALAIKAT itu abdiku.
Dan semua
makhluk mendapat menghadap kepadaku, dan algi katanya ; Akulah Tuhan sekalian
makhluk.
Semua orang yang
mengahadap itu adalah menyembah kepadaku. Alangkah besarnya kuasa. Akulah Tuhan
yang hidup, yang tiada mati semua dengan sendirinya, tiada Ruh dan tiada jasad.
Kadang-kadang mereka berpisah.
Berkata pula;
Akulah Tuhan yang maha besar, yang meliputi alam.
Aku ada
dimana-mana. DI ARSY, DI LANGIT DAN DI BUMI.
Apabila aku
berkata ; maka tuhanku menjawab, hambamu mendengar suaramu. Alangkah mesranya
hidupku bersama kekasihku. Dia adalah aku dan aku adalah dia. AKU DAN AKU
ADALAH DIA.
Dan seorang
ahlul ma’rifat, yang tiada berma’rifat. Seorang ahli pikir, yang tiada
menggunakan pikiran. Dan seorang ahli tasyauf, yang tiada bertasyauf. Seorang
pengenal, yang tiada mengenal lagi. Karena yang dikenal dan yang dikenal adalah
satu jua.
Yang mencari
itu, itulah yang dicari. Artinya ; Tuhan mengenal Tuhan.
Lemah dari
pendapatan akan mendapat, itulah pendapatan Tuhan.
Jadi siapa kenal
akan dirinya, niscaya kenal akan Tuhannya. Sebab dirinya itu tiada lain dari
Tuahnnya. Jadi nyatalah tuhan didalam diri. Diri dalam genggaman Tuhan.
Dengan kata lain
; pemeliharaan Tuhan pada bathin hambanya. Jadi kesimpulannya JOHIR TUHAN,
BATHINPUN TUHAN.
Dunia Tuhan,
akhiratpun Tuhan, yang nyata Tuhan, yang ghoib pun Tuhan.
Awal pun Tuhan,
akhir pun Tuhan
Yang nyata
Tuhan, yang ghoib pun Tuhan
Semua itu Tuhan
dan Tuhan itu semuanya.
Inilah ilmu
ma’rifat yang sempurna.
Inilah ilmu
rahasia yang esa yang sejati.
Inilah agama
Islam yang sebenarnya.
Inilah iman haq
yang diridhai.
Inilah amal
ibadat yang bernilai.
Inilah manusia
Allah yang suci murni.
Inilah dua
kalimah syadahat yang sesungguhnya dan yang sempurna.
Disinilah
sembahyang mi’roj namanya.
Disinilah puasa
yang sebenarnya.
Disinilah yang
sesungguhnya yang berzakat.
Disinilah haji
yang mabrur.
Disinilah
letaknya kebenaran cinta kepada Rasulullah dan
Kepada Tuhandan
kepada segala makhluk.
Dan inilah yang
disebut: AGAMA
Artinya: ALIF,
AGEN DAN MIM.
APAKAH ARTI
AGAMA itu.
Dalam arti yang
sangat mendalam ialah.
ALIF artinya
: ZAT ALLAH.
MIM artinya :
SIFAT ALLAH.
AGEN artinya :
Antara dua ujud. Yaitu ujud Allah dan ujud Muhammad.
Atau antara ujud
Adam dn Ujud Allah.
Baiklah aku
susun dengan rapi sekali.
ALIF : artinya
ALLAH
MIM : artinya
Muhammad.
AGEN : artinya
nafsu Syahwat.
Jadi dinding
antara Muhammad dengan Allah Ta’ala inilah NAFSU. Siapa sanggup mengalahkan
nafsu itu ; berarti bertemu dengan Tuhan. Inilah arti yang sebenarnya dalam
Rahasia ke-Tuhanan. Jangan hanyabisa mengatakan saja. Sedang haqiqat belum
tahu.
Haqiqat yang
sesungguhnya nafsu itu ialah ; SYAHWAT .
Maka saya
uraikan dalam beberapa fasal.
Yang disebut dal
Al’Qur’an yaitu : SYAITON
Nafsu
kebinatangan (hayawan)
Nafsu yang belum
terkendalikan
Siapa yang sudah
sanggup mengalahkan nafsu shaiton itu berarti tidak adashaitonnya lagi.
Kini menjadilah
ia nafsu ZAT HAQ TAALA atau nafsu mutmainnah. Inilah SIROLLAH NAMANYA. Maka
apabila datangnya dari ZAT – illahiyah (Zat-ketuhanan) semuanya baik dan
semuanya ibadat. Ialah artinya Agama itu. inilah agama yang selamat.
Atau yang lazim
disebut : AGAMA ISLAM. Islam itu artinya selamat sejahtera.
Jadi dinding
(hijab Allah) itu ialah : yang disebut AGEN itu tadi. Apabila musnah Agen itu
tadi ; disebut juga AEN. Inilah ZAT ketuhanan yang mutlak. Marilah kita buka
terus rahasia ini. Anda sering mendengar orang berkata : Hilangkan titiknya
dahulu, baru kamu sampai kepada Allah. Baiklah aku dengan rela hati
menerangkannya kepada anda, sesudah itu tutuplah. Baiklah kita membicarakan
kembali antara “AIN” ( ) dan Agen
( ). Huruf AIN tidak bertitik.
Sedangkan huruf
AGEN ( ) ada titiknya. Maka jadilah
ia huruf “AIN” ( ). AGEN AIN kalau huruf agan itu tadi sudah kita
buang titiknya ; maka otomatis orang menyebut “AIN”.
Jadi “AIN ini
ZAT ketuhanan yang mutlak (Nafsu ZAT Hau Ta’ala) sedang AGEN itu tadi adalah
nafsu shaiton atau nafsu yang batil. Maka bila hilang titik AGEN itu tadi ;
berubahlah menjadi “AIN” contohnya ;
Hanya
menghilangkan titiknya, jadi sempurna ilmunya. Sama halnya dengan kata-kata
AKU. Dan si batal menyebut AKU jua.
Disini kita kita
hanya menghilangkan akuan makhluk. Bila sudah hilang, hanya akuan Allah saja
yang ada lagi. Sempurnalah ilmunya.
Inilah cara
menghilangkan titik itu tadi. Rahasiakanlah buat sementara. Mudah saja bukan.
Semuanya jadi rahasia kalau belum diketahui.
3.1.2.Kebenaran Dalam Ajaran Tasawuf
Untuk
mengetahui kebenaran dalam ajaran tasawuf ini kita dapat merasakan sendiri, umpamanya ;
mendapat musibah, kita harus sabar dan ridha. Dan hanya sanggup tidak berdusta
lagi. Jadi dalam pandangan kita semata-mata Allah, dan dalam perasaan kita
harus kasih sayang. Dalam hidup ini kita telah mengetahui arti AGAMA.
AKIDAHKU : Aku
tidak mau taklid buta lagi, walaupun ulama memakai dalil-dalil dan nash yang
hebat.
Alhamdulillah
kini jiwaku tenteram dan bahagia, hidupku puas dengan nikmat Allah dn setiap
saat. Dalam soal ibadah aku aku tidak takut sedikit amal. Perasaanku kini tak
ada lagi merasakan takut atau gentar. Aku tidak takut dengan neraka dan tidak
takut siksa dan tidak takut sedikit amal dan tidak takut dicela dan tidak takut
dikapirkan makhluk, tidak takut miskin dan tidak takut mati. Kata-kata takut
itu lenyap semua dalam perasaanku. Sebaliknya ; aku merasa senang, bahagia,
kasih saying, sabar, cinta dan ridha. Dan aku telah merasa nikmat didalam
nikmat. Semua nikmat, tidak ada bala dan siksa.
Kini aku tidak
minta sorga lagi. Sebab nikmat itu sorga, dan telah kurasakan didalam dunia
ini.
Dunia nikmat
akhiratpun nikmat. Senang nikmat susahpun nikmat.
Tidak ada yang
tidak nikmat bagiku. Tak ada yang tak baik bagiku. Tak ada yang tak taat
bagiku.
Semua nikmat,
semua baik, semua ibadat, semua rahmat dan semua ridha bagiku. Dalam
pandanganku tak ada lagi iblis dan shaiton, manusia dan jin, malaikat dan
nahi-nahi, semua Tuhan dan Tuhan semuanya. Pendeknya serba Tuhan, tak ada
selalu Tuhan.
Hanya dengan
cara beginilah hamba Allah akan mencapai ketentraman jiwadan kebahagiaan.
Dengan inilah caraku mencari kebenaran mutlak dan tidak ada yang lebih bahagia
daripada kebahagiaan seorang ahlul ma’rifat.
V.1.4.MAQAM TUHAN
Seorang insan
kamil (manusia sempurna) ; bagi mereka, tak ada atau tak perlu lagi kepada sama
atau kedudukan , atau dengan pangkat. Arif/wali. Atau dengan mengulang-ulang
kata-kata hamba, atau manusia atau makhluk. Dia tidak perlu lagi mengata zat
atau sifat. Apalagi kata-kata sariat dan tharekat, dia tidak memerlukan lagi
kata-kata hakikat ma’rifat.
Hanyalah ia diam
dalam malaqutnya dan tunggal dalam jabarutnya. Hanya tinggal AKUdalam
isyaratnya. Jadi kata-kata AKU telah mencakup keseluruhan seisi langit dan
bumi, Arsy dan kursyi, Luh dan kalam,dunia dan akhirat.
Demikianlah
hakikat ketuhanan yang maha ESA. Kembali kepada asalnya (awalnya). Sebelum ada
yang mengenalnya. Belum tahu namanya, apalagi sift dan zatnya. Dan sebelum
menjadikan RUH dan ARAD nya. Sedangkan NUR MUHAMMADIYAH belum ada. Dia berdiri
sendiri, hidup sendiri, tanpa RUH dan jasad. Jadi pada hakikatnya tidak
memerlukan apa-apa cukup dengan AKU. Tidak pakai kata-kata ENGKAU. Hanya simpun
dalam KALIMAH AKU.
Dan kalimah AKU
ini harus lenyap pula dalam huruf dan kata-kata dan dalam suara. Artinya: tiada
huruf, tiada kata-kata, dan suara. Inilah yang sebenar-benarnya fana dan lenyap
dan baqa dan baqaul baqa. Tidak ada diatas ini lagi.
Kata-kata AKU
disini hanya ada dalam KAIMINYAK BATHIN. Ada kata, tetapi tiada berkata, ada
huruf tetapi tiada berhuruf dan ada suara, tetapi tidak bersuara. Dikatakan
diam, tidak berdiam. Dikatakan berdiam padahal tidak diam. AKU disini ialah ALHAQQU.
Jadi akuan orang
hawas dengan akuan orang alim/awam adalah berlainan. Akuan orang awam/alim
masih konselit. Sedang akuan orang hawas adalah putus hubungan dengan makhluk.
Tidak ada duanya lagi, atau siriknya lagi, atau tidak ada berbau makhluk lagi.
Ia satu rahasia dengan Tuhan dan satu dengan seluruh alam
Dan satu dengan
seluruh perikemanusiaan. Satu ujud, satu nyawa, satu rasa, satu rahasia, satu
zat, satu sifat, satu asma, satu perbuatan, satu iradat, satu kekuasaan, satu
undang-undang dan satu keputusan. Dalam tingkat ini tidak ada lagi dua kata.
Atau dua bagian, atau dua zat, dua sifat, dua perbuatan. Semuanya terlingkup
dalam satu kata, satu maksud dan satu tujuan.
Pokoknya serba
satu, bukan serba dua. Apabila masih ada merasa dua ujud, atau dua perbuatan
atau dua bahagi, atau dua pandangan, maka nyatalah ia masih terdinding.
Orang
yang benar-benar ma’rifat kepada Tuhannya, ia tidak megadakan selain dirinya.
Tidak megadakan perbuatan lain, selain perbuatan dirinya, dan tidak ada
pandangan lain, selain pandangan dirinya sendiri. Ia tidak mendatangkan pembela
dari langit, atau pengampunan dari luar dirinya, ia hadapi semua itu dengan apa
yang ada pada dirinya. Ia telah merasa bahwa AL-HAQ ada padanya. AL-HAQ itulah
dirinya. Dan AL-HAQ itulah jaminannya.
Semua orang
menghadap Tuhan, membawa jaminan pahala dan kebajikan. Yaitu amal sembahyang
dan amal puasa dan seluruhnya, amal-amal kebaikan dengan anggota tubuh.
Tetapi orang
yang berada pada maqam Tuhan semata itu; jaminannya tak ada apa-apa. Hanya
AL-HAQ jaminannya. Hanya Allah-lah yang menutupi kekurangan-kekurangannya.
Sebenarnya tidak
ada kekurangan-kekurangannya, atau tidak ada kelebihannya ; hanyalah itu
kata-kata mutiara saja. Lapang dan sempit ada pda Tuhan. Tetapi bagi orang
hawas, semuanya lapang. Semuanya nikmat dan semuanya Rachmat.
Dunia ini sorga
pertama bagi orang buta mata hati, dan akhirat neraka yang kedua.
Sorga itu rasa
menikmati ridhanya. Neraka itu puncak kegelisahan merasai murkanya.
Sorga dan neraka
itu lebih dekat kepadamu, daripada kamu pergi kesana.
Baiklah aku
nyatakan dengan jelas ; sorga itu karena marifat. Neraka itu karena
terhijab.Soal yang lainnya hanya soal yang kedua saja, atau tidak ada soal sama
sekali, yang penting kamu telah suci dari perbuatan Allah, artinya bersih
daripada perbuatan sirik. Karena sirik itu ada dua rupa.
Rupa pertama
berupa sirik samar,
Rupa yang kedua
berupa syirik yang nampak.
Sirik yang halus
atau samar ; anda sudah maklum.
Dan sidik yang
nampak atau yang terang-terangan seperti di bawah ini :
Mengadakan
sajian atau memberi makanan kepada makhluk halus kartena takut disakiti, atau
supaya ia bisa menyembuhkan.
Kedua imannya
kosong kepada Tuhan, iblis dan syaitan selalu di adakan
Karena syaitan
selalu diadakan, maka jelaslah dirinya merupakan syaiton, maka tak segan-segan
memberi syaiton.
Selama kawan
nafsu shaiton belum lenyap dari panddangannya selama itu pula ia sirik kepada
Tuhan.
Tobat sirik itu
tidak ada, kecuali ma’rifat kepada Tuhan
Menyembah
sesuatu yang bukan Tuhan
Karena masih ada
sirik yang kasar atau sirik durhaka kepada Allah untuk selamanya. Dan tidak ada
ampunannya atau tobatnya kecuali kembali kejalan yang diridhai.
Jalan yang
diridhai ialah ma’rifat. Inilah suatu peringatan bagi orang yang sempurna akal,
tak guna ilmu setinggi langit kalau masih ada berbau sirik. Biar amal seperti
sebesar jarah atau sebesar debu, asal diri bersih daripada sirik. Biar
bertungging sampai kelangit ; namun sirik bagaikan bukit. Jadi yang utama
disini adalh untuk diri sendiri. Jangan bingung kepada pendapat orang lain.
Cela dan maki soal biasa saja. Sekianlah.
V.1.5.ZAZAM
Dari kutub
utara, sampai kutub selatan.
Dari maghrib dan
sampai ke masyrik, dari daksina sampai
kepagsina.
Dari ujung
dunia, ke ujung dunia, hanya beberapa orang saja yang sampai ketingkat zazam
ini. Sedang dunia (didunia) ini hanya ada beberapa daerah besar ini.
Maka dari itu
nyatalah dapat dihitung dengan jari tangan, orang-orang yang berada pada
tingkat ini.
Apakah arti
zazam?
Apakah arti
zazam ?
Zazam artinya :
KOSONG
Dalam kitab
berincung disebut : ALIF –TITIK KOSONG
Apabila alif dan
titik itu sudah lenyap atau sudah karam dalam lautan ahadiyah zat mutlak ; maka
semuanya kosong.
ALLAHUMA ; ya
Tuhan kami !
Tidak engkau
jadikan alam ini kosong saja ; semuanya mengandung rahasia. Didalam kekosongan
itu ada rahasia. Hanya satu daerah satu saja yang sanggup mengisi yang kosong
itu. Tidak boleh ada dua orang dalam satu rahasia.
Memasuki daerah
Tuhan hanya satu saja, tidak boleh lebih dari satu. Pahamkah anda?
Kalau paham diamlah
kalau tidak paham simpanlah.
Dalam soal ini
tidadk memerlukan pertanyaan. Siapa bertanya, dia sendiri menjawabnya. Tidak
ada atau tidak boleh ada dua jiwa yang mengisi kekosongan itu. Jelasnya tidak
boleh ada perantara guru atau seorang syeh. Langsung berdialog dengan tuhannya
sendiri tidak ada tawar-menawar dalam soal rahasia ini. Tidak ada emas dan
perak menjadi sarat.
Tidak ada anak
mas dan anak tiri dalam soal ketuhanan, tidak ada lantaran anak dengan orang
tuanya. Tidak ada alasan karena nabi dan rasulnya yang dibolehkan. Nabi-nabi
dan rasul-rasul itu sama saja dengan kamu. Rahasia ini bukan hanya untuk
nabi-nabi dan rasul-rasul bahkan nabi-nabi dan rasul tercengang melihat
umatnya, ada yang sejajar dengan nabi-nabinya atau rasul-rasulnya di alam baqa
nanti. Siapakah orang itu?
Orang itu ialah
yang : ZAZAM
Dan mereka itu
benar-benar sampai kepada maqam ichsan.Ichsan Tuhan kepada Tuhan. Karena ichsan
(zazam) ini diatas dari Islam dan iman, sebab islam dan iman itu adalah
termasuk sifat ubudiyah (kehambaan).
Sedang tuhan
mempunyai dua sifat utama, pertama sifat kehambaan dan kedua sifat ketuhanan.
Aspek luar aradh
; sedang aspek dalamnya al-haq
Jadi orang yang
sampai kepada maqam Tuhan (maqam ichsan) atau zazam, maka telah hapusm kedua
sifat itu tadi. Karena tidak ada sifat yang berdiri diatas zat.
Maka maqam
ichsan itu diluar daripada pengetahuan makhluk. Dan diatas dari semua maqam
ahlul ma’rifat. Maqam ini disebut dengan gelar ; PENELANJANGAN TUHAN.
Sebab tidak ada
kitabnya, dan keluar dari dalil / nash yang ada, ia merupakan ilmu laduni dan
rahasia qudus. Merupakan ilham dan wahyu yang tiada batas.
orang yang
berada pada tingkat ini digelari dengan keulungan agama ; atau AL ABQORIA
TUDDIHIYAH. Karena ia telah berhasil dalam laratannya dalam bakat penganasia.
Ia telah bertemu kepada puncaknya segala puncak. Maka ia berhak disifati dengan
gelar keulungan agama itu tadi (penelanjangan Tuhan), orng yang seperti inilah
yang dimaksud Tuhan dalam firmannya ; tiap-tiap seratus tahun ; Aku turunkan
satu orang utusanku sesudah Muhammad.
Maka sabda
Rasulullah S.A.W., yang berbunyi ; Tidak ada nabi sesudahku. Ini bukan berarti;
tidak ada utusan sesudahku karena tiap-tiap nabi ; bukan rasul. Tetapi
tiap-tiap rasul adalah nabi.
Nabi itu artinya
; menerima wahyu, tetapi tidak menyampaikan. Jadi kata-kata utusan itu tiada
batas.
Tiap-tiap
seratus tahun ; Tuhan turunkan seorang utusan untuk menyampaikan agama Allah
yang haq. Dan ada lagi firman Allah yang berbunyi; artinya aku akan memperbuat
agamaku yang haq ini dengan seorang lidahnya lacur. Maksudnya ialah : Aku
turunkan nati utusanku yang embwa agamaku kejalan yang hak. Yang disampaikannya
dengan terus terang tanpa merasa takut dan gentar. Mereka buka tanpa disadari.
Artinya ; diluar kesadaran manusia mereka berkata sembarang kata, asal benar.
Mereka tidak takut difitnah atau dikapirkan. Bahkan mereka berani mati dalam
menyampaikan yang hak itu. apa-apa yang diputuskannya, tak dirubah lagi
kehendaknya tidak bertenangan dengan hukum-hukum Tuhan yang azali Tuhan telah
berabda : katakanlah semuanya Ku ikuti kemauanmu. Itulah yang dimaksud Tuhan
dengan lidah seorang yang lacur. Berkata dengan sembarang kata.tetapi semuanya
hak dan benar. Karena Tuhan maha mengetahui banyak ulama sekarang yang
menyembunyikan ilmu agama. Agama dijadikan pencarian. Dimana bunyi gendrang
disitu ia menari. Dimana banyak uang, disitu ia berbunyi. Pangkat dan
kedudukan, kursi dan kemegahan dijadikan Tuhan.
Harta dunia jadi rebutan ; kalau hilang jadi pikiran. Gelar ulama jadi
kebanggaan. Menghambur fitnah melalui kekuasaan masjid dan mimbar tempat
peraduan. Agama dijadikan pokok dalam perpecahan. Hasut- menghasut
menjadi-jadi. Orang bodoh makanan si pintar. Masyarakat bingung mencari
pemimpin balik belakang akal pun hilan. Supaya aku tidaklah pincang, pilih
ulama sulit dibilang. Aku kembali langsunglah datang. Menghadap Tuhan malikul
alam Qur’an dan hadits petunjuk jalan. Menuju sempurna dimalam kelam.
KUN MUHAMMADAN
JADIKANLAH DIRIMU MUHAMMAD
NUR MUHAMMAD / HAKIKAT MUHAMMAD adalah;HAKIKAT ALAM
;
sebab seluruh alam maya pada ini terbit daripada NUR MUHAMMAD jua adanya.
Disini para ulama tidak banyak yang mengetahui arti dan makna yang sebenarnya
daripada Nur Muhammad itu tadi.
Ia bukan cahaya
yang dalam pahaman para kebanyakan orang. Ia bukan mat, bukan benda, bukan
matahari, bukan cahaya seperti sorot lampu dimalam hari. Tetapi diatas daripada
segala-galanya ; diatas daripada cahaya segala cahaya.
NUR MUHAMMAD itu
adalah cahaya diatas cahaya yang cerlang cemerlang, tiada cahaya yang lebih bercahaya
ang lebih qadim daripada Nur Muhammad itu. Nur disini adalah cahaya yang abadi
dan petunjuk hidayah. Nur Muhammad itulah asal segala kejadian, dan dia telah
terjadi sebelum apa yang terjadi. Dalam hal kejadian dialah yang awal, dalam
hal kenabian dialah yang akhir dalam kejadian (kesahiran). Alhak adalah dengan
dia, dan dengan dialah hakikat. Dialah yang pertama dalam hubungan, dialah yang
akhir dalam kenabian, dialah yang bathin dalam hakikat, dan dialah yang mahir
dalam ma’rifat. NUR MUHAMMAD atau hakikat Muhammad itulah yang memenuhi tubuh
Adam dan tubuh Muhammad.
Maka apabila NUR
MUHAMMAD atau petunjuk hidayah Muhammad itu telah masuk kedalam diri kita in;
maka otomatis dia membawa cahay yang abadi sepanjang masa. NUR MUHAMMAD atau
HAKIKAT MUHAMMAD itu qadim pula. Dan apabila Muhammad mati sebagai tubuh, namun
NUR MUHAMMAD itu tetaplah ada. Sebab NUR MUHAMMAD itu tiada lain daripada NUR
ZAT.
Jadi ALLAH,
MUHAMMAD, ADAM adalah satu jua adanya. Insan kamil pun Allah jua ; Muhammad dan
Adam pun pada hakikatnya. Jadi pada hakikatnya manusia ini adalah Tuhan dalam
Rahasia. Tuhan menurut bentu dan surahnya sendiri, maka dari itu Tuhan
memerintahkan kepada malaikat supaya sujud kepada ADAM.
Disini baiklah
hamba jelaskan secara mendalam tentang KUN MUHAMMAD IT TADI. Jangan menetapkan
saja kepada Muhammad s.a.w yang di MEKKAH itu atau di MADINAH itu. itu memang
yang menjadi bibit; bibitnya yang telah ma’rifat. Tetapi carilah hakikat nabi
yang ada didalam sekujur wujud kita ini. Sebab Muhammad itu tiada mati-mati dan
kekal. Kalau dia mati maka pastilah Dunia ini akan hancur lebur. Semuanya
hancur kecuali wajahnya. Jadi pada hakikatnya dia tetap hidup dan tiada
mati-mati(langgeng selama-lamanya). Oleh sebab itu cobalah cari Muhammad itu,
artinya ; RASA TUHAN yang ada disekujur wujud kita pribadi.disekujur kita
pribadi, kalau sudah ketemu tentu saja ma’rifat kepada zat tuhan yang Maha
agung itu.ketahui olehmu bahwa ma’rifat seseorang itu tidak akan dapat dilihat
dengan mata kepala ini, tetapi tetap saja kta ini tidak punya daya upaya,
selain rasa Tuhan yang maha kuasa, yang tetap mengetahuinya. Tetapi hanya yang
goib diwujud kita ini harus bisa ketemu, supaya bisa pulang keasalnya semula.
Yaitu kerasa yang dahulu itu, yaitu pulang kepada rasa Allah atau rasa Tuhan
semula. Sebab kalau tidak ketemu sekarang ini tentu nanti tidak akan bisa
pulang kembali kepada rasa semula. Yaitu kepada RASA yang haq itu, maka dari
pada itu ma’rifatullah lain tidak. Dan kalau belum ma’rifat dikhawatirkan
matinya sesat sekarang barulah kita berkisar pula kepada membicarakan SUMBER
yang satu.HAKIKAT RUH itu ialah bukti nyatanya rasa. (hakikat nyawa). Sedang
rasa itu adalah beberapa unsure nafsu atau beberapa fasal nafsu. Adapun yang
disebut atau yang dimaksud kehidupan yang kekal abadi itu adalah : hidupnya
illahi Robbi. Yaitu yang bersifat terang-benderangnya, yang tiak terkena mati
dan meliputi seluruh alam ini. Begitu pula seperti Arsy, kursyi, sorga dan
neraka yang meliputi semuanya itu, oleh karena itu ia merupakan sifat hidup Tuhan
Allah azzawazalla.
Jalan
yang demikian ini disebut oleh kaum sufi, SAMUDERA HIDUP. Sedang bibit nyawa
itu disebut hidupnya seluruh bentuk dan jasad ; sekalipun sampai kepada
bakteri, dan kuman-kuman yang sangat kecil sekalipun. Juga manusia, binatang,
tumbuh-tumbuhan dan apapun jua yang bernyawa atau yang hidup didalam seluruh
semesta ala mini, semuanya bersumber dari yang satu itu jua adanya. Sedangkan
segala kehidupan didalam dunia ini tidak terbilang banyaknya, hanyalah Cuma itu
hanya nyawa. Yaitu yang ada disemua bentuk jasad kita ini. Dan janganlah kita
memahami bahwa satu Tuhan itu terbagi-bagi miliyuran jiwa. Lalu sedikt demi
sedikit akan menjadi kurang. Maka dari itu janganlah salah mengerti, bahwa zat
Tuhan itu tidak ada berubah sedikit juapun.
Tetapi
tetap saja langgeng tidak berkurang dan tidak akan bertambah lagi. Karena zat
Tuhan yang hakiki itu tidak pernah rusak dan tidak pernah binasa oleh apapun.
Sekarang baiklah
kita umpamakan atau kita buat sebuah missal untuk memudahkan paham kita. Umpamanya
didunia ini kita nyalakan satu lampu dan lampu itu kita tutup dengan satu kawat
kasa yang sangat halus dan menggelembung. (cembung). Dan kawat kasa itu
bermiliyunan lubangnya, yaitu lubang kawat kasa itu.
Yaitu lubang
kawat kasa itu tadi. Jadi setiap lubang cembung itu adalah sebagai nyawa, satu
pula.maka jelaslah kepada kita bahwa setiap lubang kawat kasa tersebut memiliki
satu nyawa. Dan lampunya hanya yang satu itu jua adanya.
Demikianlah yang
menjadi kita bagi seluruh manusia, ataupun makhluk yang lainnya.
Begitulah sebuah
contoh untuk jadi perbandingan dan untuk memudahkan faham kita adanya. Kalau
tidak ada contoh dan perumpamaannya, maka sulitlah kita memahaminya. Maka dari
itu setiap seorang guru atau seorang ulama tasauf haruslah banyak memberikan
contoh dan perumpamaan supaya si murid mudah memahaminya. Jadi yang sebenarnya
yang sulit itu bukanlah guruulama itu, tetapi yang ulit itu adalah si muriditu
sendiri. Didalam penuntutan itu ata menuntut ilmu tasauf yang utama sekali
ialah FAHAMNYA.
Makanya dicari
dengan jalan berbelit-belit. Tuhan tidak keberatan menganugerahi kita dengan
rahasia ma’rifatnya. Hanyalah kita disuruh memahami dengan fahamnya. Tidak
seorangpun yang faham, kecuali dengan fahamnya.
Karena didalam
ilmu ketuhanan itu tidak seorangpun mendapatkan KIMMIZATNYA, kecuali dengannya
jua.
Fasal pada
menyatakan artinya yang bernama Alam itu, maka ada satu-satunya tersebut
bahwasannya ini soal dan jawab, enjunjungkan yang mana yang dinamai JAMAL
A’LAM.
Didalam tubuh
kita ini bernama manusia, dan yang dinamai kursyi itu apa ?
Dan yang dinama
CUPU GADING itu apa ?
Yang dinama MANI
ASTAGIN itu apa?
Yang dinamai
Alam awal itu apa?
Yang dinamai
PADANG TEPI LAUT itu apa?
Yang dinamai
KUDA SAMBRANI itu apa?
Yang dinamai
MALAIKAT itu apa?
Yang dinamai
akan alam JABARUT itu apa?
Yang dinamai SRI
KAMINTING itu apa?
Yang dinamai
BUKIT TURSINA itu apa?
Yang dinamai
MEKKAH itu apa?
Yang dinamai
MADINAH itu apa?
Yang dinamai
TIANG ARSY itu apa?
Yang dinamai
GUNUNG JABAL KAP itu apa?
Yang dinamai KAWAH
NERAKA itu apa?
Yang bernama
qur’an 30 huruf itu apa?
Yang bernama LOH
MAHFUD itu apa?
Yang bernama
KALAMULLAH itu apa?
Yang bernama
ZIKIR RAHMAN itu apa?
Yang bernama
ALAM UHUK itu apa?
Yang bernama
KIRAMAN itu apa?
Yang bernama
KATIBIN itu apa?
Yang bernama
MAKAM RASULULLAH itu apa?
JAWAB
Yang bernama
JAMAL A’LAM itu KEPALA
Yang bernama
kursyi tempat duduk sat
Yang bernama
CUPU GADING itu UBUN-UBUN
Yang bernama
MANI ASTAGINA itu dibawah ubun-ubun
Yang bernama
ALAM AWAL antara kedua kening
Maka soal CUPU
GADING itu apa isinya dan manik agina itu apa
Isinya, maka
jawabnya : CUPU itu malunya perempuan akan ininya dan ASTAGINA itu percintaan
perempuan akan isinya.
Yang bernama
padang tepi laut itu MATA.
Yang bernama
KUDA SAMBRANI itu BIJI MATA.
Yang bernama
alam jabarut itu MATA YANG HITAM
Yang bernama SRI
KAMUNTING itu ORANG-ORANG MATA.
Yang bernama
ALAM JABARUT MATA YANG HITAM
Yang bernama
BUKIT TURSINA HIDUNG
Yang bernama
MEKAH ITU PIPI KANAN
Yang bernama
MEKAH ITU PIPI KANAN
Yang bernama
MADINAH ITU PIPI KANAN
Yang bernama
TIANG ARSY ITU BATANG LEHER
Yang bernama
GUNUNG JABALKAP ITU RAGU
Yang bernama
KAWAH NERAKA ITU MULUT
Yang bernama
KAWAH NERAKA ITU MULUT
Yang bernama
QUR’AN ITU 30 HURUF ITU GIGI
Yang bernama LUH
MAHFUD ITU LIDAH
Yang bernama KALAMULLAH
ITU AMAL LIDAH
Yang bernama
ZIKIR RAHMAN itu DIBAWAH LIDAH
Yang bernama
ALAM UHUK ITU LUBANG HIDUNG
Yang bernama
KINAMAN ITU BAHU KANAN
Yang bernama
KATIBIN ITU BAHU KIRI
Yang bernama
MAKAM RASULULLAH itu ialah orang yang MA’RIFAT kepada ALLAH
Yang bernama
tempat sujud itu DAHI
Yang bernama
telapak nabi mi’raj itu ialah antara hidung dan bibir kita yang diatas
Yang bernama
KAIN ASANDUSIN ialah TELAPAK TANGAN
Yang bernama AIR
JAM-JAM JAMILLAH ialah AIR MATA
Yang bernama
MINYAK ZAITUN ialah disamping hidung kiri dan kanan
Yang bernama
TOMDIL itu ialah TERGANTI
Yang bernama
MI’RAJ itu BERJALAN
Yang bernama
IHRAM itu TERPANDANG
Yang bernama
MUNAJAT itu BERKATA- KATA.
V.1.6.HAKIKAT TASAWUF
Bertemunya
manusia kepada Tuhan dan sampainya kepdanya, itulah puncak harapan, dan dengan
itulah dia mencapai kebahagiaan dan kerajaan besar. Bahkan dengan itulah ia
akan lupa dan terhibur dari sesuatu selain Allah Ta’ala. hilangkan pandangan
makhluk kepadamu, karena puas dengan penglihatan Allah kepadamu dan lupakanlah
perhatian/menghadap makhluk kepadanya, karena melihat; bahwa Allah menghadap
kepadamu.
Nikmat
disebabkan, oleh karena melihat dan dekatnya kepada Allah. Demikian pula siksa
itu walau bagaimanapun aneka ragamnya, hanya karena terhijab, dan sempurna
nikmat itu, karena melihat kepada zat Tuhan yang maha mulia. Maha suci Allah
yang sengaja tidak member tanda kepada walinya kecuali sekedar untuk mengenal
kepadanya. Sebagaimana tidak menyampaikan dengan mereka, kecuali kepada orang
yang hendak disampaikannya untuk mengenal Allah;itulah hikmah yang maha tinggi.
Dan siapa benar-benar sudah mengenal kepada Allah, maka pastilah dapat melihat
dalam tiap-tiap sesuatu.
Tidak/tiada
suatu nafas yang terlepas yang terlepas daripadanya (daripadamu), melainkan
disitu pula ada takdir Allah diatasmu. Semua manusia dalam alam ini sudah
tergambar dalam/dilluh mahfu tidak ada kehendak makhluk yang mesti berubah.
Perubahan itu hanya dalam pandangan syariat. Sedang dalam pandangan hakikat
hanya Allah yang maha mengetahuinya.
Kehendak Allah
tidak ada yang tertegah, semua berjalan dengan hikmahnya. Jadi kesimpulannya:
kehendak makhluk adalah terbatas, sedang kehendak Allah tidak ada batasnya.
Maka daripada itu orang yang paham ialah;orang yang bergembira dalam hidupnya,
bergembira dengan Allah dalam setiap nafasnya keluar masuk. Orang yang sudah
paham ialah tidak menanyakan lagi apakah boleh berubah atau tidak; dia telah
sunyi dengan Allah. Maksudnya ialah : sudah satu iradat dengan Tuhannya. Tidak
ada lagi duanya. Apabila sudah menunggal dengannya, maka nyatalah Allah yang
berlaku dalam segala hal. Karena lapang dan sempit ada pada Allah saja.
Andaikan Allah
membukakan NUR seorang WALI yang berbuat dosa umpamanya : niscaya cahayanya
memenuhi antara langit dan bumi. Apalagi dengan NUR cahaya seorang WALI yang
taat. Tentu dapat kita membayangkan, bukan ?
Andaikan Allah
membukakan hakikat kewalian seorang WALI, niscaya akan disembah orang. Sebab ia
telah bersifat dengan sifat-sifat Allah. Dan siapa tidak puas dengan pandangan
dan penglihatan Allah dalam amal perbuatan dan dalam perkataannya, maka pasti
orang itu kemasukan ria atau atau masih terdinding dengan Allah. Bagaimana
dapat dibayangkan bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu. Padahal Allah yang
menzahirkan atau menampakkan segala sesuatu.
Bagaimana
mungkin akan dihijab oleh sesuatu.
Padahal Allah
yang Nampak zahir pada segala sesuatu.
Bagaimana akan
mungkin dihijab oleh sesuatu.
Padahal dia
jelas dari segala sesuatu.
Bagaimana akan
dhijab oleh sesuatu.
Padahal Allah
lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu.
Bagaimana akan
mungkin dihijab oleh sesuatu.
Padahal dia
terlihat dalam tiap sesuatu.
Sesungguhnya
yang menghijab engkau daripada melihat Allah itu, karena dekatnya Allah
kepadamu.
Allah yang
menjahirkan segala sesuatu, karena Allah yang bersifat bathin. Dan Allah yang
melihat adanya segala sesuatu, sebab Allah itulah yang johir atau yang jelas
pada tiap-tiap sesuatu.
Bagaimana Allah
akan terhijab dengan sesuatu. Padahal semata yang terhijab itu semata-mata nur
illahi, dan pada segala tempat Allah berada dan tetap hadir, tak pernah goib.
Andaikata Allah tidak johir pada benda-benda alam ini, tidak mungkin adanya
penglihatan padanya. Dan andaikan Allah mengahirkan sifat-sifatnya, pastilah
lenyap alam bendanya.
Bagaimana akan
mungkin dihijab oleh sesuatu,
Padahal andaikan
tidak ada Allah, niscaya tidak aka nada segala sesuatu. Demikianlah
kebijaksanaan Allah atas semua makhluknya atau hambanya.
V.1.7. MANUSIA INI ADA DUA MACAM :
PERTAMA ADA YANG
MENDAPAT KARUNIA ALLAH, SEHINGGA IA BERBUATTAAT KEPADA ALLAH. MAKSUDNYA IALAH
MENGERJAKAN SURUH DAN MENINGGALKAN TEGAH.
KEDUA ADALAH,
YANG DENGAN TAATNYA KEPADA ALLAH, SEHINGGA MENCAPAINYA KEBESARAN KARUNIA ALLAH.
V.1.8.NUR IMAN
SEORANG SUFI
Dengan NUR
cahaya matahari, seorang dapat melihat benda-benda alam ini. Tetapi dengan NUR
cahaya iman keyakinan yang mendalam, engkau dapat langsung melihat Allah yang
menjadikan benda ala mini.
Amal perbauatan
apakah yang paling dekat kepada murka Allah?
Amal yang tidak
disukai Allah ialah : karena melihat kepada dirinya sendirinya dan lebih jahat
lagi kalau ia menuntut upah balasan itu karena amalnya.
Bagaimana engkau
minta upah atas amal perbuatanmu?
Sedang engkau
sendiri tidak ikut berbuat.
Nur itulah yang
menerangi dan basyirah atau matahari itulah yang menentukan hikum.
Dan hati yang
melaksanakan dan menggagalkannya.
NUR itulah yang
menerangi baik atau buruk ; lalu dengan matahari ditetapkan hukum, dan setelah
itu maka hatilah yang melaksanakan atau yang menggagalkannya.
Sebab hati itu
RUHANI, dan RUHANI itu ialah yang bersifat ketuhanan atau luhud.
Alam ini berupa
kegelapan, sedang yang meneranginya hanya karena tampaknya Allah padanya. Maka
barang siapa yang melihat alam, tapi tidak meihat Allah didalamnya, atau
sesudahnya ; maka nyatalah orang itu buta mata hatinya.
WAL AWAL WAL ACHIR ALLAHUSSAMA WATIWAL
ARDI
WAL JAHIRU WAL BATHINU LILLAHISSAMA WATIWAL ARDI
LAHU
KUSSAMA WATIWAL ARDI
ALLAHUL LAZI KHOLAQOSSAMA
WATIWAL ARDI
LAHURUFIN ALIF
TIDAK KOSONG
WALA SAUTIN
FA LAM ALIF
KOSONG TITIK
ALIF
ALLAH MUHAMMAD ADAM
AHADIYAT WAHDAH WAHDIYAT
ZAT SIFAT
AF’AL
ALIF _________ TERBANG
LA HURUFIN WALA
SAUTIN
TIADA HURUF
TIADA SUARA
INILAH DIA JIBU
ALIF TERBANG INI
DIBUNYIKAN MENJADI : A.I.U
(AKU INI HIDUP)
ATAU DENGAN LAIN KATA :
AKU TUHAN, IA
TUHAN, UJUD TUHAN
SEMUANYA SIMPUN
KEPADA HU ; DAN HU ITU LENYAP
DALAM JIBU,
ARTINYA ;
TIADA HURUF DAN
TIADA SUARA
INILAH AHIR
PERJALANAN SEORANG SALIK/ PENUNTUT
KAUM SUFI ATAU
AHLI PERJALANAN
DEMIKIANLAH
ADANYA.
ZAT
…………………………………JIBU
sifat namanya
(rupa)
Asma namanya
AF’AL
……………………..Kenyataan ZAT
Kelakuan namanya
SYARIAT
TARIKAT
HAQIQAT
MA’RIFAT
Keterangan di
sebelah
ALIF ADALAH ZAT
LAM AWAL ADALAH SIFAT
LAM ACHIR ADALAH ASMA
HA ADALAH AF’AL
INILAH YANG BERNAMA ALLAH YANG
SEBENARNYA
ALIF KENYATAAN HAYATULLAH ZAT
KAF KENYATAAN ALIMULLAH
BA KENYATAAN KUDRATULLAH
RO KENYATAAN IBADATULLAH
INILAH KEMAHA BESARAN TUHAN ALLAH
AZZAWAZALLA
LIHAT DISEBELAH
KALAU KITA SIMPUNKAN MENJADI SATU
ALLAH : ADALAH NAMA BAGI ZAT YANG
WAJIBAL WUJUD
AKBAR : ADALAH NAMA BAGI SIFAT
HAYATULLAH ZAT
ALLAH : NAMA BAGI BATHIN
ALLAH TA’ALA
AKBAR : NAMA BAGI ZAHIR
JADI YANG SEBENAR-BENARNYA TAKBIR ITU
ADALAH :
MENUNJUKKAN KEADAAN ALLAH PADA MUHAMMAD
ARTINYA :
ZAHIR TUHAN ADA PADA MUHAMMAD
DAN BATHIN MUHAMMAD ADA DI TUHAN
BER-ARTI : YANG MENYEMBAH JUGA YANG DISEMBAH
MAKA YANG BERLAKU DALAM KEADAAN
SEMBAHYANG ITU
ADALAH
RAHASIA ALLAH SEMATA-MATA
ARTINYA : TIADA YANG MENYEMBAH ALLAH,
HANYA ALLAH
NAIKNYA NAFAS SHIFAT
TURUNNYA NAFAS ZAT
HILANGNYA NAFAS ASMA
NAIKNYA NAFAS,
BUKAN HURUF
TURUNNYA NAFAS,
BUKAN SUARA
LENYAPNYA NAFAS TURUNYA NAFAS NAIKNYA NAFAS
BERSATUNYA
NAFAS.
AKU INI HIDUP
LA HURUFIN
WALA SAUTIN.
TIADA HURUF TIADA SUARA TIADA KATA-KATA.
KUDRAT IRADAT ILMU HAYAT
SAMA BASAR KALAM SHIFAT 7
ZAT
AF’AL SIFAT ASMA LAISA
TA’ALA SANI TA’AIN AWAL LA TA’AIN
ROH IDHOFI UJUD
IDHOFI ALLAH
RAHASIA SIR ZAT
ROH ROH
NYAWA
PENGRASA PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM
KAKI PUSAT DADA KEPALA
Maghrib Ashar Zohor Subuh
ISYA : meliputi seluruhnya ataupun dengan kata lain
zahir bathin
NYAWA ADAM
TARIKAT : HATI
HAKIKAT : RUH
MA’RIFAT : RAHASIA
FANA MUHAMMADPADA
ALLAH
HA ALIF
“WAL AWAL WAL
ACHIR”
NAH : INILAH
ZIKIR MARIFAT ATAU
RAHASIA (SEMPURNA) KENAL DAN MENGENAL
TIDAK BERHURUF TIDAK BERSUARA DAN TIDAK ADA KATA-KATA
V.1.9.AKU ADALAH AKU DALAM SEGALA HAL
Tidak
akan diucapkan kalimat AKU : melainkan oleh orang yang berkawan dengan
kelengahan dan oleh setiap orang yang terhijab oleh hakikat. Tidaklah semuanya
benar bagi orang yang ber-AKU-AKU. Engkau berani mengatakan AKU ; sedang engkau
masih terhijab/terdidinding dari padaku. Pesona dunia ini masih mencekam
dirinya (dirimu), masing-masing akan menyambar dirimu dengan seruan kepad zat
dirimu, engkau saja masih didalam kegaiban yang kelam daripadaku. Maka apabila
engkau telah melihat AKU; dan akupun telah bernyata dihadapanmu, maka
tetapkanlah keteguhanmu, maka tiada Aku lagi, melainkan aku.
Telah kuciptakan
atau kuadakan untukmu dan untuk sesuatu menjadi tujuan ; antara lain tujuan itu
ialah ; CINTAMU KEPADA DIRIMU SENDIRI.
Itulah tetesan
waham atau kalimat yang engkau warisi. Kata-kata Aku adalah egomu sendiri ; Aku
berlepas diri dari anggapan yang demikian. Dan tidak lain ZAT itu, melainkan
kepunyaanku jua. Dan tidak lain AKU itu, kecuali hanya untukmu semata.
Akulah yang dia
itu : dan adapun hakikatmu itu bukanlah pula persoalan. Hanya sesungguhnya
engkau berada pada pembagian yang bersifat waham atau dugaan saja
(sangka-sangka).Hal ini disebabkan karena caramu berfikir dan pencapaianmu pada
pendakian jiwa dan persoalan. Engkau dalam setiap saat terbagi kepada :
“menyaksikan dan disaksikanDua menjadi satu dalam bentuk perjodohan. Jiwa yang
mencapai dan persoalan yang dicapai. Adapun hakikatnya sendiri tersembunyi jauh
dibalik perjodohan itu, meninggi atasnya, jauh dari segala itu semuanya.
Sekarang
engkau bukan lagi ZAT dan perjodohan; tetapi engkau hanyalah RUH dari RUHKU,
tiada nisbah bagimu melainkan padaku. Engkau tidak mengungkapkan hakikat ini,
kecuali dikala terangkat daripadamu tirai penutup dan engkau memandangku ketika
itulah engkau telah lenyap dari pada dirimu yang berjodohan yang bersifat serba
duga/waham (sangka-sangka).Dirimu yang sebenarnya yang bukan ZAT dan bukan pula
dari persoalan. Tetapi hanya engkau semurni-murni RUH yang tidak terbagi-bagi
atau JAUHAR, meninggi, tidak nisbah melainkan kepadaku. Maka engkau tidak lagi
mengulangi mengata AKU.Melainkan engkau mengatakan “ENGKAU TUHANKU”Akumu itu
adalah rahasiaku jua adanya. Sebab telah engkau ketahui, bahwa AKU adalah
untukmu semata. Dan sekarang engkau adalah hambaku, Hai hambaku.
Jika engkau
sudah melihatku, maka tiada lagi engkau dan apabila engkau telah tiada, maka
tiada lupa ada tuntutan dan apabila tiada tuntutan hilanglah sebab, dan bila
sebab telah lenyap tiada lagi nisbah, sampai disini sirnalah hijab.
V.1.10.CINTA MUTLAK
Cinta
hakiki tak mau dibelah dua, dia tetap satu, dia rahasia. Inilah
akidah/pendirian seorang sumber segala akal yang mengatur alam ini, yang terbit
daripadany karena se-mata-mata limpahan
dan anugerah.Puncak segala akal ialah aqlul faal atau akal pembuat dan dialah
yang mengatur bumi dann segala yang ada dalam bentuknya yang tetap. Dan dialah
masdar atau tempat timbul jiwa insane. Oleh karena jiwa-jiwa itu senantiasa
ingin hendak kembali kepadanya maka apabila manusia menyediakan dirinya untuk
belajar dan menuntut dan merenungi dan tidak puas-puas/ tidak bosan-bosan
menyediakan sedalam-dalamnya, niscaya akan beroleh dia akan kebahagiaan yang
dimiliki orang lainnya yaitu dengan ma’rifatul kamilat atau pengetahuan yang
sempurna.Dan hakikat mujaradat atau hakikat semata, sampai tercapai pertemuan
dengan al aqlul faal. Permulaan dan kesedahan ujud adalah ALLAH. Diatasnya
tidak ada apa-apa lagi, walaupun Adam dia jadi sendirinya dan tidak berkehendak
kepada penciptanya/pencipta lainnya buat menciptakan dirinya. Karena demikian
timbullah bertali-tali dan berlingkar-lingkar yang tiada putus-putusnya. Kainat
atau segala yang ada, yang lainnya adalah mashor atau kenyataan daripada
adanya, daripada ilmunya dan iradatnya. Dan daripadanyalah terambil hayat
seluruhnya. Memang alam itu adalah mendatang atau ardi. Sebab itu yang ada itu
hanya satu pada hakikatnya. Bahkan dialah ujud semata, kainat yang Nampak. Jadi
fahamnya kembali kepada keesaan ujud jua.Beramal bukan ingin sorga dan bukan
pahala takut akan nerakaTetapi karena CINTA. Dan yang ada dalam diri sendiri.
Karena itu
adalah tumpahan segala cinta. Jadi siapa-siapa yang telah sampai kepada cinta
hakiki atau cinta mutlak atau cinta qudus, maka mereka berhak disebut INSAN
KAMIL, atau dengan kata lain, MUHAMMAD INSAN KAMIL.
Muhammad insan
kamil itu ialah: orang yang ber-akhlak dengan akhlak Allah. Orang yang bersifat
dengan sifat Allah. Orang yang berakal dengan akal Allah. Orang yang berbuat
dengan perbuatan Allah. Orang yang berpandangan dengan pandangan Allah.Semuanya
demi Allah, bukan demi itu dan ini.
Orang yang
seperti ini pandangannya hanya satu ialah : SEMUA ITU ALLAH DAN ALLAH ITU
SEMUANYA.Inilah yang hamba maksud dengan :
FANA DALAM CAHAYA DAN LEBUR DALAM
API.
…………………………………………………………….
Demikianlah
akidah atau pendirian seorang wali semoga kita demikian pula hendaknya.
V.1.11.YANG DIMAKSUD MA’SIAT BATHIN
Minta
habarkan dan minta didengari oleh orang tatkala berbuat ibadat (sembahyang).
Ria, minta
dilihat orang waktu ibadat
Membesarkan diri
– angkuh-sombong - menghina orang lain
Hasad – dengki
akan anugerah Allah Ta’ala kepada orang lain
Al-Haqad –
dendam pada orang lain
ubul Mal –kasih
akan harta dunia, kikir berbuat sedekah
Hubul Jah –
kasih akan kejahatan
Hubul mada –
kasih untuk dipuji
Hubul dunnya –
kasih akan dunia malas beribadat untuk akhirat
Ujuh –
menyebut-nyebut orang lain dengan sindiran
Demikianlah yang
dimaksud dengan maksiat bathin. Semoga kita sekalian sungguh-sungguh terlepas
daripada yang 10 (sepuluh) pasal tersebut.
BISMILLAHIRRACHMANNIRRAKHIM
Alhamdulillahi
Rabbil
alamin washolatu wassalamu ala asrofil anbiya wal mursalin wa’ala alihi
wasahbihi ajmain amma ba’du.
Asal
suatu risalah yang kecil yang menyatakan usul bagida ALI kepada RASULULLAH
S.A.W. barang siapa mengetahui jalan sempurna amalnya ini. Bermula sembah
asiyidina ALI.
Ya Tuhanku
apakah Syari’at, tharikat, hakikat, dan ma’rifat itu.
Jawab Rasulullah
Syariat
itu pada TAUBAT
Tharikat itu
pada HATI
Hakikat itu pada
RUH
Ma’rifat itu
pada ZAT ALLAH
Sembah syaidina
ALI
Ya tuhanku
apakah syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat itu, samakah, samakah
berlainankah amalnya.
Jawab Rasulullah
s.a.w
Asalnya orang
sareat dan tharikat ; semata-mata mengerjakan segala pesuruh.
Amalnya orang
hakikat ; mengesakan Zat Allah
Amalnya orang
ma’rifat : tetap pada Zat Allah
Sembah Saiyidina
ALI
Ya Tuanku adapun
syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat, berlainankah atau samakah nafsunya.
Jawab Rasulullah
s.a.w
Syariat,
nafsunya, amarah, matinya hancur lebur/cerai berai
Tharekat,
nafsunya sawiyah, matinya kurus kering
Hakikat nafsunya
lawwamah, matinya lamak gemuk putih kuning
Ma’rifat
nafsunya mutmainah, matinya lenyap dalam kubur
Sembah saiyidina
ALI ya tuanku adapun syareat, tharekat, hakikat, ma’rifat, berlainankah atau
samakah sembahyangnya.
Jawab Rasulullah
s.a.w
Sembahyang orang
sareat akan kiblat. Menghadap baitullah membara hatinya bercahaya.
Sembahyang orang
tharekat membara hatinya bercahaya, kiblatnya menghadap Baitul makmur.
Sembahyang orang
hakikat kiblatnya menghadapa Arsy membara hatinya bercahaya.
Sembahyang orang
ma’rifat kiblatnya menghada seperti firman Allah S.W.T., didalam al-qur’an.
FA’ATIMALLA
TUWALLU FASSAMA WAD HULLAH
Barang siapa
dimana kamu menghadap akan mukamu/wajahmu, atau akalmu, rohmu maka disanalah
wujud Allah bercahaya-cahaya dan imannya terang tiada sepertinya.
Sembah sayidina
ALI
Ya tuanku adapun
syariat,
taiekat,
hakikat dan ma’rifat, berlainankah atau samakah pekerjaannya.
Jawab Rasulullah
s.a.w
Pekerjaan sareat
itu : mengucap syahadat, sembahyang, puasa, memberi zakat dan naik haji.
Pekerjaan
tarekat itu : mentasdikkan barang yang diamalkannya
Pekerjaan
hakikat itu : senantiasa tetap adanya dan mengesakan zat Allah Ta’ala menepikan
barang lainnya.
Pekerjaan
ma’rifat itu: semata-mata tetap adanya dan sendirinya zat Allah Ta’ala
Sembah sayidina
Ali
Ya Tuanku adapun
sareat, tarekat, hakekat dan ma’rifat, berlainankah atau samakah alamnya
Sabda Rasulullah
s.a.w
Syariat
itu ialah : alamnya perjalanan tubuh
Tarikat
itu ialah : alamnya malakut perjalanannya hati
Hakikat itu
ialah : alamnya jabarut perjalanannya RUH
Ma’rifat itu
ialah : alamnya lahud perjalanannya SIR
Sembah sayidina
Ali
Syariat, tarikat,
hakikat, ma’rifat, samakah ilmunya.
Sabda Rasulullah
s.a.w
Syariat
itu ialah : ilmunya yakin
Tarikat
itu ialah : Ainal yakin
Hakikat itu
ialah: Haqul yakin
Ma’rifat itu
ialah : Kamallul yakin
Sembah Sayidina
Ali
Apakah yang
empat itu sama kebangkitannya?
Sabda Rasulullah
s.a.w
Kebangkitan syariat
ialah : taubat sekalian dosa
Kebangkitan tarikat
ialah : sabar dan ridha akan qudrat Allah
Kebangkitan
hakikat ialah : syukur akan barang yang dating daripada Allah S.W.T.
Kebangkitan
ma’rifat ialah : ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah Ta’ala.
Maka sembah
Sayidina Ali
Ya tuanku orang
yang ampuk itu apa kejadiannya.
Sabda Rasulullah
S.A.W.
Adapun syariat
itu ialah : kejadiannya af’al
Adapun tarikat
itu ialah : kejadiannya asma
Adapun hakikat
itu ialah : kejadiannya sifat
Adapun ma’rifat
itu ialah : kejadiannya zat
Sembah Sayidna
Ali
Adapun yang
empat (4) itu apakah atas zatnya
Sabda Rasulullah
S.A.W.
Adapun syariat
itu ialah : kulit dan bulunya
Adapun tarikat
itu ialah : darah dan daging
Adapun hakikat
itu ialah : urat tulang
Adapun ma’rifat
itu ialah : otak dan sumsum
Sembah Sayidna
Ali
Ya tuanku adapun
yang 4 itu apakah maujudnya
Sabda Rasulullah
S.A.W.
Sareat itu ialah
: pendengarannya
Tarekat itu
ialah : penglihatannya
Hakikat itu
ialah: penciumannya
Ma’rifat itu ialah
: pengrasanya
Sembah Sayidna
ALI
Ya tuanku adapun
yang 4 (empat) itu berlainankah Rohnya
Sabda Rasulullah
S.A.W.
Syareat itu
ialah : Rohani
Tarekat itu
ialah : Rahmani
Hakikat itu
ialah: Roh Idofi
Ma’rifat itu
ialah : Robbani
Sembah Sayidna
ALI
Ya, tuanku : Apakah yang tinggi tiada rendah
Yang hidup tiada
mati.
Yang luas tiada
sempit
Yang benar tiada
salah
Yang menghadap
tiada membelakangi
Yang
manis tiada pahit
Yang ruh tiada
dua
Sabda Rasulullah
S.A.W.
Yang tinggi
tiada rendah itu Allah
Yang hidup tiada
mati itu Allah
Yang besar tiada
kecil itu Allah
Yang hampir itu
tiada jauh itu Allah
Yang luas tiada
sempit itu Allah
Yang menghadap
itu tiada membelakangi itu Allah
Yang suci itu
tiada nazis itu Allah
Yang manis tiada
tiada pahit itu Allah
Yang ESA tiada
dua itu Allah
Sembah Sayidina
ALI
Ya, tuanku
dapatkah hamba peroleh ilmuyang dimiliki itu?
Maka sabda
Rasulullah S.A.W.
Siapa ia
sungguh-sungguh mengenal dirinya itulah yang tinggi tiada rendah
Siapa yang
merendahkan diri itulah yang besar tiada kecil
Siapa yang
mengesakan Allah itulah yang hidup tiada mati
Siapa percaya
akan Allah ituah yang suci tiada Nazis
Dan barang siapa
yang tiada sirik itulah yang manis tiada pahit
Barang siapa
yang menafikan hal lain itulah ESA tiada dua
Sembah sayidina
Ali
Apakah hamba
dapat memiliki martabat seperti itu
Sabda Rasulullah
s.a.w
HAI ANAKKU ALI :
tatkala akan makan minum didalam dunia, supaya engakau makan minum beserta
Allah.
Tatkala akan
dudukmu didalam dunia supaya engkau melihat serta Allah.
Tatkala akan pendengaranmu
didalam dunia supaya engkau mendengar serta Allah.
Tatkala akan
perkataanmu didalam dunia, supaya engkau berkata-kata serta Allah
Matikan dirimu
didalam dunia, besok aku bertemu akan Allah
Sembah Sayidina
Allah
Ya, Tuhanku,
sejak syujud menyembah.
Rasulullah S.A.W.
Matinya iman itu
agama, guru iman itu ikhlas, dan dahan iman itu cita-cita, dan iman itu SIR,
dan cabang iman itu amal, dan daun iman itu kasar tekun dan haraf, buah iman
itu jo’ah (joah) dan nyawa iman itu kasih (kasihan), iman itu ruh dan iman itu
hati, yang mu’min dan iman itu yakin, dan pertahanan iman itu sembahyang, dan
sareat iman itu fardhu. Dan tharekat iman itu jalan sempurna, dan hakikat iman
itu Esa. Ma’rifat iman itu tetap pada zat waibal wujud.
Adakah syahadat
iman itu selain daripada itu.
Kepala iman itu
akir (laillahaillallah) hatina menyatakan iman dan cahaya iman itu benar, dan
kalam iman itu suci, dan nyawa iman itu hidup.
Jantung iman itu
jama’ah.
Urat iman itu
segala rukun.
Tulang iman itu
rukun.
Lutut iman itu sabar.
Dada iman itu
amar.
Iga iman itu
ikhlas.
Ilmu iman itu
sempurna dunia dan akherat.
Wallahu alam
bisawwab.
Kemudian apa
yang terkandung dalam nama MUHAMMAD.
MIM-MAHMUDUN
’ALAIYAH : maksud kepujian pada Muhammad ialah; yang menjadikan wakil dari Tuhan
YME pada hari hisab.
Firman Allah
Ta’ala ; tiada aku utus engkau Muhammad melainkan menjadi rahmat sekalian alam.
HA-HAMIDUN
ALAIHI : maksudnya MUHAMMAD lah yang terpuji yag mendirikan ;
syareat,
tharekat, hakikat, dan ma’rifat, seperti kata Tuhan
YME. Dalam hadits qudsyi, maksudnya ; benarlah
hambaku
Muhammad, setiap apa yang disampaikannya
kepadaku.
MIM- MUJANIUN :
ialah MUHAMMAD lah yang menghimpun puji bagi Allah
LAHMIJIDILLAH Ta’ala, bagi puji zahir maupun puji
bathinFirman Allah Ta’ala maksudnya : sesungguhnya kami menyuruh mengikuti
Muhammad pada perhatiannya maupun perbuatannya.
DAL – TOBADILLAH
ILLA HUA : maksudnya, kuganti kerjaanku kepadamu ya Muhammad, dijadikan
Muhammad atas rupaku, artinya tiada wujudku melainkan wujud Muhammad ganti
kerjaanku.
Syahadat bathin
ada mengandung sifat 20 kadim :
Syahadat
jahirpun ada juga sifat 20nya nyata, yaitu :
UJUD ialah : Bumbunan
kepala
KIDAM ialah : Telinga kanan
BAQA ialah : Telinga kiri
MUHALLAFAH ialah :
Mata kanan
KIAMUHU ialah :
Mata kiri
WAHDANIYAT ialah :
Mulut
KODRAT ialah : Bahu kanan
IRADAT ialah : Bahu kiri
ILMU ialah : Susu kanan
HAYAT ialah : Susu kiri
SAMA ialah : Tangan kanan
BASHAR ialah : Tangan kiri
KALAM ialah : Pangkal tangan
kanan
KODIRUN ialah : Pangkal lengan kiri
MURIDUN ialah :
Kaki kanan
ALIMUN ialah : Kaki kiri
HAYUN ialah : Paha kanan
SAMIUN ialah : Paha kiri
BASIRUN ialah :
Pusat
MUTAKALIMAN
ialah :
Jantung
Maka dengan
adanya sifat 20 (dua puluh ) ini, bathin maupun zahir, sudah ada dalam wujud.
BISMILLAHIRRACHMANNIRRAKHIM
WASSOLATU WASSALAMU ALA ASROFIL MURSALIN SYAIYIDINA
MUHAMMAD WA ALA ALLIHI WASOHBIHI WASSALAM A’MA BA’DU
Adapun
pasal menyatakan bicara hakikat dan ma’rifat
menyemabah Allah Ta’ala dengan memelihara segala hukum syareat yang zahir yang
diperintahkan oleh Rasulullah, yaitu : yang dimaksudkan oleh Allah Ta’ala, ilmu
dan amal, dan menjalankan akan jalan segala nabi-nabi dan wali-wali Allah
Yaitu memandang
Allah Ta’ala itu dengan hati yang normal. Bahwasannya Allah Ta’ala wujud
sendirinya,yaitu memandang dan mengetahui, mengenal satu-satunya paham dan
putih bersih, dan nugrahanya haq Allah Ta’ala serta dalil aqal dan naqal. Maka
tiada hasil hakikat itu, melainkan dibaiki syareat. Hasil ketiganya itu menghasilkan
ma’rifat.
Pasal
pada menyatakan hal dan limpahan segala ahli tasauf yang diperbuat tiap-tiap
hari siang dan malam ketika mengerjakan segala yang dipardukan Allah Ta’ala
dengan sekira-kiranya memadai kuatnya jasad pada mengerjakan dia yang
disuruhnya atau disuruh oleh Allah Ta’ala. dan menjauhkan
segala yang dilarang. Dan disuruh oleh Allah ta’ala memeliharakan segala
rahasia-rahasia kehati dan melazimkan segala makam yang 11 (sebelas) ; seperti
Taubat, sakit, sabar, syukur, tawwakal, ridha, wara, suci, ajam, murakabah dan
lainnya.
Pertama-tama
orang yang megerjakan jalan ini mulai dengan taubat karena taubat itu bersuci
dari pada najis. Demikianlah ha ahli tasawuf.
Bermula
setengah dari rahasia ketuhanan itu IMAN DAN KAMIL. Yaitu keluarlah engkau dari
pada Allah ta’ala seperti bahwasannya, jangan engkau sekutukan Allah Ta’ala
dengan sesuatu dari segala sifatnya yang tertentu dengan DIA :
Dan “YAKIN
KAMIL” Yaitu keluar engkau dari diriku, artinya keluar dari pada dayamu dan
kuatmu dan wujudmu. Jangan engkau sekutukan Allah Ta’ala dengan sesuatu dari
segala sifatnyayang tertentu dengan dia yang yakin kamil, yaitu ada pada
mukamu, karena ujudmu dan dayamu itu majas., dan bayang-bayang jua.
Karena
sekalian yang dijadikan Allah Ta’ala hanya ujud hakiki, dan kuat daya upaya
yang hakikatnya hanya Allah Ta’ala jua.
Maka hendaklah
engkau nafikan ujud dirimu dan sekalian yang lan daripada ujud Allah Ta’ala
itu. supaya sempurnalah dari pada syirik hafi dan supaya engkau pandang
kesempurnaan Allah Ta’ala dan daya upayanya dan kuatnya pada temat ujud dan
lemahnya/lemahmu dan daifmu itu.
Setengah dari
pada rahasia, ketahuilah olehmu akan bahwasannya kita pandang, kita I’tiqadkan,
bahwa sesungguhnya akan kita ini tetap selama-lamanya dalam ilmu Allah Ta’ala.
Pertama :
Penglihat, pendengar, kelakuan dan kehendaknya.
Sekianlah pada
sebenarnya I’tiqad segala nabi-nabi dan wali-wali Allah serta Ulama-ulama yang
saleh-saleh, janganlah kita berubah I’tiqad ini supaya kita sampai kepada jalan
FANA BILLAH – BAQA BILLAH. Yaitu lenyapkanlah kita ke dalam Allah Ta’ala supaya
kekal dalam keadaan Allah ta’ala.
Bermula
dikehendaki lenyap dan hapus itu, tiada lagi kita atau diri kita, hanya yang
kelihatan ZAT ALLAH TA’ALA jua
semata-mata tetap dengan penglihatannya mata hati dan mata zahir harus menyatu
dalam rahasianya.
Dan tilik
hakikat adalah isyarat umpama besi di dalam api, maka tatkala merah besi, tidak
kelihatan besi, hanyalah keadaan api jua yang kelihatah itu semata-mata. Maka
ZAT ALLAH TA’ALA – SIFAT ALLAH TA’ALA – AF’AL ALLAH TA’ALA semata-mata.
Maka apabila
tetap dikarenakan sukuan didalam keadaan kita niscaya kita ini hilang. Maka
tiada tinggal lagi baginya bekam. Maka kita sampailah kepada jalan fana billah
dan baqa billah. Adapun dalil akal, apabila kita tidur lihatlah pada dirimu,
adakah kekuasaan, dan kehendak, pengetahuan, penglihatan, pendengaran dan
perkataan dan gerakan. Maka dalilnya yang menunjukkan akan tiada mempunyai,
hanya daripada menerima sifat jua.
Dan empunya
sifat itulah Allah Ta’ala jua semata-mata.
Maka jad dalil
tahliklah kita dengan pengajaran guru yang kamil adanya.
SABDA NABI MUHAMMAD S.A.W pada menyatakan :
Bermula Syariat
itu seperti tanah :
Tarikat
itu seperti air
Hakikat itu seperti angin
Ma’rifat itu seperti api
Maka sembahah
syayidina Ali, ya, junjunganku adapun
Syariat
itu seperti tanah, tanah yang mana ?
Tarikat
itu seperti air, air yang mana ?
Hakikat itu
seperti angin, angin yang mana ?
Ma’rifat itu
seperti api, api yang mana ?
Jawab Rasulullah
s.a.w
Hai ALI dengarlah
pengajaranku, yaitu :
Syariat itu
seperti tanah, yaitu badanku
Tarikat
itu seperti air, yaitu Nur Muhammad
Hakikat itu
seperti angin, yaitu nafasku
Ma’rifat itu
seperti api, yaitu penglihatanku
Maka sembah
Syaiyidina ALI, ya junjunganku sebenar-benarnya lah
Maka jikalau
mati orang syariat
apakah kejadiannya?
mati orang tarikat
apakah kejadiannya?
mati orang
hakikat apakah kejadiannya?
mati orang
ma’rifat apakah kejadiannya?
RASULULLAH
MENJAWAB :
Mati orang syariat
hancur luluh
Mati orang tarikat
kurus kering
Mati orang
hakikat lemak gemuk putih kuning
Mati orang
ma’rifat hilang lenyap
Sembah
syaiyidina ALI, ya Rasuullah sebenar-benarnyalah
Jawab
Rasulullah, barang siapa mengetahui ilmu ini maka sempurnalah serta selamatlah
dunia akhirat,
imannya lagi tiada kurang NUGRAHA Allah Ta’ala akan rezeki. Inaya Allah Ta’ala.
Maka barang siapa yang tidak mengetahui
ilmu ini yaitu terlebih atau dulu daripada binatang, sebab belum mengetahui
akan tubuhnya sendir, wallahu alam bisawab.
MAN ARAFA
NAFSAHU ARAFU RABAHU, artinya ; Barang siapa mengenal akan dirinya maka
sesungguhnya ia mengenal akan Tuhannya.
MAKAM ARAFA
RABBAHU FASADUL JASAD. Artinya : Barang siapa mengenal akan Tuhannya maka
binasalah dirinya.
Maka ketahuilah
olehmu NUR MUHAMMAD, itulah anginnya, biasa gaib kepada sekalian nyawa, itu
misalnya jadi badan Muhammad, umpamanya karena sabit gaib kepada Muhammad, dan
Muhammad itu gaib kepada sekalian hambanya Allh Ta’ala.
Firman Allah
Ta’ala dalam hadits qudsyi yang artinya; bermula Sir Allah dengan Sir Muhammad
itu sama arti.Firman Allah ta’ala dalam hadits qudsyi, yang artinya :
Bermula Sir
Allah dengan Sir Muhammad artinya ; Rahasia allah rahasia Muhammad.
Maka
Rahasia Allah tiada sekutu baginya an lawannya, tiada boleh nabi yang lain
seperti NABI MUHAMMAD, karena diakui SIR ALLAH KALILLAHU TA’ALA ; menjadikan
akan sesuatu jika tiada serta Muhammad, maka tidaklah dijadikannya semesta ala
mini. Maka dinamai sifat hamba didalam badan, maka sembah syaiyidina ALI kepada
Rasulullah S.A.W.,
Ya Rasulullah,
apakah yang dinamai jalan empat itu?
1.
SYARIAT 2. TARIKAT 3. HAKIKAT 4. MA’RIFAT
Itu jalan empat
dalam manusia.
Sabda Nabi S.A.W. ya, Ali,
Adapun yang
dinamai syareat itu ialah lidahku
Adapun yang
dinamai tharekat itu ialah hatiku
Adapun yang
dinamai hakikat itu ialah kediamanku
Adapun yang
dinamai ma’rifat itu ialah nyawaku. Inilah jalan empat namanya.
Sembah Syaiyidina
ALI
Ya, rasulullah,
akan tuan hamba mencari siddiq
Ya ,rasulullah,
adapun seperti syariat itu apa, tharekat itu
Apa, hakikat itu
apa, ma’rifat iru apa
Sabda Rasulullah
S.A.W. YA ALI
Diri itu ada dua
: 1. Diri bathin, 2. Diri zahir
Keterangan :
Diri zahir /
jasad : nyata daripada Nabi Muhammad s.a.w yaitu api, angin, air, tanah. Maka
itulah asal tubuh kita yang kasar atau zahir ini.
Yang dimaksud
diri bathin, yaitu yang tersembunyi didalam badan adapun nyawa itu
daripada NUR
MUHAMMADartinya :
Adapunsyariat
itu perkataanku, Tarikat
itu perbuatanku, Hakikat
itu kediamanku, Ma’rifatitu penglihatanku.
Dan yang
dikatakan : Syariat
itu tubuh RASULULLAH S.A.W.:
Tarekat itu Hati
RASULULLAH
Hakikat itu
kediaman RASULULLAH
Ma’rifat itu
Rahasia RASULULLAH
Maka ma’na : Tubuh Rasulullah itu – Roh Rohani
Hati Rasulullah itu – Roh Rahmani
Hati Rasulullah
itu – Roh Robbani
Dan jadinya : Syariat
itu hancurkan jadikan tharekat
Tarekat itu
hancurkan jadikan hakikat
Hakikat itu
hancurkan jadikan ma’rifat
Ma’rifat itu
hancurkan jadikan cahaya
Itulah
bayang-bayang Allah ta’ala yang sebenar-benarnya karena :
Syariat itu – Af’al Allah
Ta’ala
Tharikat
itu – Asma Allah Ta’ala
Hakikat itu - Sifat Allah Ta’ala
Ma’rifat itu – Ujud Allah Ta’ala
Maka
barulah sampai (sempurna) marifat kita pada orang arif billah atau alimullah.
Wallahu alam bissawab.
Asal mula-mula
kejadian dunia tatkala belum ada sesuatu , maka Allah ta’ala sendirinya.
Kallahu Ta’ala atau kallallahu Ta’ala.
Kun fayakun,
maka nur Muhammad sekaliannya lengkap. Maka jadilah nur Muhammad itu.
Apakah artinya
Allah ta’ala ?
Jawabnya : hual
awalu, wal achiru, wajohiru, walbathinu.
Ia jua yang
awal, ia jua yang akhir, ia jua yang zahir, ia jua yang goib (bathin).
Tentang syahadat
artinya – tahu akan zatnya, tahu akan sifatnya, tahu akan asmanya, tahu akan
af’al. dan tahu akan iradatnya.
ASYHADU itu
artinya syariat
ANLA itu artinya
tharekat
ILAHA itu
artinya hakikat
ILALLAH itu
artinya ma’rifat
Syariat
itu tempatnya pada lidah
Tarikat
itu tempatnya pada hati
Hakikat itu
tempatnya pada Ruh
Ma’rifat itu
tempatnya pada Rahasia
ASYHADU itu
artinya Ma’rifat
ANLA itu artinya
Tauhid
ILAHA itu
artinya Iman
ILALLAH itu
artinya Islam
Soal syahadat
yang empat didalamnya yaitu : Ma’rifat, tauhid, iman, islam, barang siapa belum
sampai pada ketetapan ilmu ma’rifat.
Barang siapa
belum sampai pada ketetapan ilmu ma’rifat-tharekat, hakekat-syareat ia membawa
kitab ini membawa sesat. Jika engkau tetap didalam syareat, tharekat, hakekat,
ma’rifat, maka engkau bacalah kitab ini niscaya jalanmu sekalian anbiya dan
mulia,sekalian yang salah-salah.
Jalannya
ilmu hakekat juga karena syareat. Hakekat yang tak ada didalam syariat yaitu
batal. Barang siapa menghimpunkan antara keduanya maka itulah yang bernama
KAMIL MUKAMIL artinya sempurna yakni bernama suci.
Adapun yang
bernama rahasia itu ialah SIR ALLAH. Adapun kita ini tidak tahu jikalau tidak
serta guru yang benar-benar kepada murid. Maka tiadalah mendapat
perkataan-perkataan ini, tidak boleh didengar orang. Karena ilmu ini tidak ada
didalam kitab. Adapun kita ini MENTUBUHKAN MUHAMMAD JAHIR BATHIN.
Maka berbuahlah
RUH namanya. Tidaklah kita genang lagi dihati dan tubuh. Artinya Muhammad jadi
tubuh kita kepada hakikat kita. Maka kita ini bertubuhkan idhafi. Karena kita
tidak lagi mengenang atau mengingat-ingat tubuh bathin dan zahir itu karena
yang bernama Muhammad itu Rahasia Sir namanya.
Karena nama
rahasia itu banayk sekali namanya. Allah, sifat, asma, af’al namanya jua,
Muhammad sekalipun itu namanya jua. Adapun yang sebenar-benarnya Allah itu
kepada kita ialah rahasia yang ada pada kita ketahui. Adapun tatkal jalan
hakikat namanya : yang mengata ALLAHUAKBAR.
Ber-zat-ber-sifat-ber-asma-ber-af’al. tidak lagi tubuhnya menyebut dan tidak
lagi yang mengata itu lidah. Yang mengata itu ialah : ZAT, SIFAT, ASMA, AF’AL.
yang mengata Allahu akbar itu, atau yang berbagai-bagai itu bunyinya.
Didalam
sembahyang itu hanya zat-sifat-asma-af’al-hayat-ilmu-kodrat-iradat. Itulah yang
mengata tidak dihati lagi. Karena yang bernama zat-sifat-asma-af’al itu ialah
hayat-ilmu-kodrat-dan iradat. Itulah yang namanya RAHASIA ALLAH TA’ALA kepada
bathin hambanya yang memerintah didalam diri kita yaitu RAHASIA ALLAH
TA’ALA.RAHASIA ITULAH YANG BERNAMA :
…………………………………………………
Adapun ujar
ma’rifat atau kata ma’rifat :
Tatkala berdiri
sembahyang itu Allah yang ada ia sendiri dan tidak dua tiga, hanya Allah yang
ada,
Adapun yang
mengatakan Allahu akbar itu Rahasia Allah. Ia memuji dirinya sendiri jua. Maka
itulah namanya fana kita namanya fana itu tiada lagi tubuh kita bathin dan
zahir dan tidaklah rahasia hati yang mengatakan, hanya Allah jua yang ada.
Karena Allah jua yang bernama rahasia itu, kehendaknya Allah kepada kita
menjadi RASA. Jikalau tidak/tiada RASA, karena mengenal Allah dan memuji Allah,
dan dapat ber-kata-kata dan sebagainya itulah, seperti dalil :
MAN ARAFA
NAFSAHU FAQAD ARRAFA ROBBAHU
Artinya : Barang
siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal akan tuhannya
Bab ini pasal
menyatakan asal Nabi ADAM as. unsurnya kepada kita API, ANGIN, AIR, TAMAN,
turun kepada kita.
API ITU RUH KITA
HURUFNYA
ANGIN ITU NAFAS
KITA HURUFNYA
AIR ITU RASA
KITA HURUFNYA
TANAH ITU TUBUH
KITA HURUFNYA
Keterangan
lainnya :
Kejadian tanah
itu bernama syareat
Kejadian air itu
bernama tharekat
Kejadian angin
itu bernama hakikat
Kejadian api itu
bernama ma’rifat
Syareat itu
tubuh kita
Tharekat itu
nafas kita
Hakikat itu ruh
kita
Ma’rifat itu
rasa kita
Syariat itu
umpama kaki kita
Tarikat itu
umpama tangan kita
Hakikat itu
umpama tubuh kita
Ma’rifat itu
umpama kepala kita
Jadi yang 4
(empat) ini tak boleh bercerai.
V.1.12.MELEBURKAN DIRI
TUJIBUL BADANI
SARRIL QALBI
TUJIBUL QALBI
SARRIR RUH
TUJIBBURUH
SARRIN NUR
TUJIBUN NUR
SARRIL ANA
Artinya
HANCURKAN BADAN
JADIKAN HATI
HANCURKAN HATI
JADIKAN RUH
HANCURKAN RUH
JADIKAN NUR
HANCURKAN NUR
JADIKAN AKU
SIRAU ANA : AKU
ALLAH (dalam rahasia).
NAMA TUHAN YANG
DIJADIKAN ADAM : IALAH MUFTI
Keterangan : M :
MA’RIFATUL
U : UJUDIN
F :
MAFATULILLAHI
T :
TASRUFIL
I : IHSAN.
TAHTINU HAFSANU
WATAKARAMU NAFSAHU. Artinya
Ia hendak
berbesar dirinya dan bermulia dirinya, ia asyik mengasihi birahinakan
kekasihnya maka ditiliknya dirinya dengan asyik. NUR MUHAMMAD.
Jadi yang tidak
ada maujud didalam ujud ini hanya Allah, Adam pun tiada maujud dengan
seendirinya. Tetapi ia maujud dengan ujud Allah Ta’ala yang hakiki, dan fana
dibawah ujudnya.
Jadi kalau
begini jelaslah kepada kita bahwa ala mini madjhor ujud Allah Ta’ala jua. Maka
nyatalah ujud makhluk adalah waham dan hayal jua, kalau dinisbahkan kepada ujud
Allah Ta’ala yang hakiki dan fana dibawh ujudnya, jadi nyatalah bahwa ; Allah,
Muhammad, Adam adalah satu. Insane kamilpun Allah jua. Adam dan Muhammad pun
pada hakikatnya.
V.1.12.HADITS QUDSYI
Artinya : Aku
menyaksikan hidupku sendiri sebenarnya tiada Tuhan selain aku. Dan aku naik
saksi bahwasannya Muhammad itu utusanku dan sebenarnya yang bernama itu
AKIDAHKU, RASUL ITU RASAKU, dan Muhammad itu CAHAYAKU, akulah Tuhan yang hidup
yang tiada mati-mati yang ingat tiada kekal tiada berubah pada kenyataan ZAT ;
Akulah yang hawas lagi tahu, tiada samar akan sesuatu. Akulah yang kuasa dan
yang menguasai dan akulah yang maha bijaksana. Dan maha suci aku, maha adil dan
maha pengasih ddan maha penyayang aku, dan sembahlah aku/kenallah aku.
Jadi hadits
qudsyi yang diatas ini tadi bukanlah dibaca begitu saja, maksudnya ialah untuk
pribadi kita sendiri. Beanikan dlalam soal ini dan jangan takut dan jangan
gentar, Tuhan beserta kita. Jadi bolehlah kita mengatakan bahwa kita ini
termasuk golongan yang sedikit atau golongan FIAHQALILLAH sedikit tapi bermutu.
Orang awam dan
orang alim belum sampai kepada tingkat ini. Orang awam dan orang alim hanya
sampai kepada tingkat ilmu belaka. Belumlagi ampai kepada derajat haqiqat, ilmu
dan ma’rifat. Jadi sekarang yang penting sekali adalah untuk pribadi kita
sendiri. Jadi yang dinamakan Allah itu adalah : af’alnya, dan yang disebut
Rasul-rasul itu ya Muhammad, dan Muhammad itu sebenarnya adalah cahaya kita
jua. Maka jelaslah yang sebenarnya hidup kita ini adalah hidupnya Tuhan Allah.
Bukti nyata dalil qur’an mengatakan : bahwa Tuhan Allah itu kuasa menghidupkan yang mati, adanya mati dari
hidup. Justru hidup kita pribadi berasal dari yang mati dan akhirnya tiada
mati-mati dan tetap hidup di dunia dan di akhirat dan tiada pernah lupa akan
hidup kita, tanpa perubahan dan tanpa bergeser dalam keadaan kenyataan sejati.
Itulah dia kesempurnaan hidup. Dan tiada merasa apa yang terang cahaya jauh
dipandang. Hendak mendekat dalil dan menaruh dibelakang. Penyeberang dari anak dan dalil menang
terlarang. Hati rindu tidak tidak diperdulikan. Biar bahaya, terus berjuang Tuhan Tuhan mengampuni
pahlawan sejati.
Qur’an dan
hadits khusus pedoman
Baiklah aku
serukan ; agar supaya lebih mendalam, tiada batas menurut qur’an tiada seorang
makhluk sanggup menghalang jangan pduli ocehan orang sebagai penghalang memuji
Tuhan.
Yakin dan bulat
didalam bulan, menunjukkan Tuhan chalikul alam.
TUHAN
ALLAH ADA BERPERI
SETIAP
INSAN HARUS DIBERI
ASAL
TUAN SUDI MENCARI
TUHAN
ALLAH DIDALAM DIRI
Demikianlah
mengenai haqiqat semata ini, semoga kita dapat
mendalaminya.
Akhirul kalam
ku-ucapkan ASSALAMU’ALAIKUM
WARAHMATULLAHI WA BARAKATUH.
Makam
ini disebut juga dengan makam ahlul ahirat, atau makam HAKIKAT SEMATA. Makam
ini sangat dahsyat sekali. Ia diluar dari akal orang banyak. Dan iatidak
berpegang kepada kulit lahir daripada Nas dan dalil lagi. Ia telah menyeberang
daripada
Nas dan dalil
yang ada ini, ia tidak berpegang dengan kata- kata yang ada ini lagi, dan tidak
bersandar kepada hukum-hukum lahir lagi. Ia berdirisendiri menurut kata SIR-nya
Inilah yang
menjadi hokum baginya Jadi yang beginilah yang hamba katakan sangat dahsyat
sekali, dan sangat hebat sekali
TIDAK ADA TUHAN,
MELAINKAN TUHAN
TIDAK ADA
ENGKAU, MELAINKAN AKU
TIDAK ADA AKU,
MELAINKAN ENGKAU
ENGKAU DAN AKU
ADALAH ESA
ENGKAU LENYAP,
AKU BERNYATA
AKU LENYAP
ENGKAUPUN NYATA
ENGKAU
DAN AKU telah lenyap didalam kefanaannya,
kefanaan lenyap
didalam ke-esaannya Tuhan.
Keesaan lenyap
didalam kekidaman.
Kekidaman lenyap
didalam kebaqaan.
Akhirnya fana
dan baqa dalam keagungan.
Kini tiada
kelihatan lagi makhluknya.
HAMBA dan TUHAN
hanyalah asma.
HAMBA itu
berarti ; AKU
TUHAN itu
berarti ALLAH
HAMBA dan TUHAN
adalah Satu
AKU dan ALLAH
juga Satu
Kalau
dihimpunkan menjadi : AKU ALLAH
Lenyap AKU,
tinggallah ALLAH
FANA HURUF
ALLAH, timbullah kosong
Kosong huruf,
kosong asma, kosong suara, kosong segala-galanya, dan tidak apa-apa, tiada
hingga. Ahirnya didalam kekosongan, Nampak jelas ujud membayang. Bayangan Allah
adalah alam. Terpandang kepada Allah Nampak jelas ujud yang sebenarnya.
Karena ia tiada
boleh pisah walau ……….
Jadi bagi orang
yang berada pada makam penelanjangan TUHAN, berkata dengan sembarang kata, tapi
jadi. Apa yang dikehendaki pasti jadi.
Hanya orang
banyak tidak mengerti dan tidak paham dengan apa yang dimaksudkan.
Contoh banyak
sekali kepada wali-wali Allah yang terdahulu. Hamba pribadi telah banyak
membuktikan apa-apa. Yang terjadi, diluar kemampuan orang umum/awam.
Siapa percaya
boleh percaya, dan siapa yang tidak percaya boleh tinggalkan ajaran ini.
AKULAH YANG BERNAMA
CINTA, AKULAH YANG BERNAMA si HAK, AKULAH YANG BERNAMA SORGA DAN NERAKA ITU.
AKULAH YANG BERNAMA ZATULHAQQ, SIFATULHAQQ, ASMAULHAQQ, DAN AF’ALLUNHAQQ,
HAQUQULHAQ adalah ; HAQQ, HAQQ TA’ALA itulah AKU.
TA’ALA itu
namaku yang rahasia didalam alam mini.
RUHULHAQ RASIA
HAMBA, NAMAKU DISEBUT SETIAP SAAT.
Apabila orang
menyebut TA’ALA didalam bacaannya, atau dalam hatinya atau dalam DIAMnya. Maka
tersebut samaku didalamnya.
AKULAH TA’ALA
ITU, DAN AKULAH RAHASIA ITU.
BERARTI HAMBA
ALLAH. Yang member nama yang empunya nama.
HAMBA ALLAH
berarti : AKU ALLAH
NAMA YANG
DIHANTARKAN KEPADAKU NYATA DARI ALLAH
Tiap-tiap nama
seseorang itu mengandung hikmah. Hikmah itu bertepatan dengan pemberian nama
itu. AKULAH YANG HAMBA DAN AKULAH YANG TUHAN.
AKULAH YANG BERNAMA
siHAQ ITU
DAN AKULAH YANG
NYATA DAN YANG GOIB ITU
AKU JUA YANG
LAHIR DAN AKU JUA YANG BATHIN
AKU HIDUP YANG
TIADA MATI-MATI, dan apabila AKU tiada lagi dalam dunia fana ini, janganlah
mencari Aku lagi.
Aku tetap ada
setiap orang yag beriaman kepada ALLAH. Bila engkau hendak bertemu AKU,
pandanglah dirimu itu AKU. Tidak ada AKU, melainkan AKU. Dalam keseluruhannya.
AKULAH yang
bernama ala mini, dan AKULAH YANG bernama akhirat itu
Tidak aku lihat
didalam sesuatu itu, melainkan AKU melihat AKU
AKU itu telah
lenyap dalam KE AKUANKu, sehingga tidaklah AKU melihat kehambaanku lagi. Dan
Aku telah bernyata didalam AKU, beraku ku. Sehingga hapuslah mulutku dan hatiku
mengata AKU.
Kini Aku tidak berkata dengan lidah lagi, tidak dengan hati lagi, dan tidak dengan
puad dan jantung lagi.
TA’ALA RIDHA
KASIH SAYANGKU
TA’ALA RACHMAD
ITU SELIMUTKU
TA’ALA NIKMAT
ITU RASAKU
TA’ALA HIKMAH
ITU RACHMAN RACHIMKU
TA’ALA SUNNAH
ITU ATURANKU
TA’ALA SHOLEH
ITU ILMUKU
TA’ALA ADIL ITU
KEKUASAANKU
TA’ALA ISFIAH
ITU KEMAUANKU
TA’ALA DHOIM ITU
RAHASIA PRIBADIKU
TA’ALA ALAIH ITU
KALAMKU PASTI
T A‘ALA JALAL
ITU KEMESRAANKU
TA’ALA JAMAL ITU
KEELOKKANKU
TA’ALA KOHAR ITU
KEKERASANKU
TA’ALA KAMAL ITU
KESEMPURNAAN DAN KEMULIAANKU
TA’ALA KHIB ITU
KESATUANKU BAGI SELURUH ALAM
Demikialah sebagai
penutup dari pembukaan
Rahasia yang
terkandung pada kejadian DUNIA dan
Achirat, dan
amalan akhir kalamku sebagai harta atau
Pembendaharaan
GOIB yang kuwariskan kepada saudaraku
MUSLIMIN DAN
MUSLIMAH dimanapun ia berada.
INILAH ASAL
SEBENARNYA TUHAN
MENJADIKAN
MANUSIA
KUN PAYAKUN : MENJADI OTAK
PADA KITA YAITU ; ROH
IDOFI
KUN HAQ : MATA
TERANG HATI TERANG
KUN SABITAH : NAPSIAH NAFSU
PADA KITA
KUN SAPUTIH : NYAWA PADA
KTA (GERAK PADA KITA)
KUN
SADJATURRACHMAN : KEHENDAK PADA
KITA
KUN SUDJATULLAH : KELAKUAN PADA KITA
KUN RAHMAN : RUPA KITA
KUN ZAT HAYUN : TIADA MATI
KUN ILLA NUR : RASA SEGALA
TUBUH KITA
NAMA DIRI HAMBA
NUR HAYA QADIM
TURNA ILALLAHI
WAYARAKNA ILLALLAHI WAMA DAMA, ALA MA’PA’AL NAHU WALA ADJAM NAHU, MINGKULI
DJAMIL AZIM WALA NAU WUDU BIHI ABADAN ABADA.
Kata Allah nyawa
itu kekuasaanku dihati putih tempat bernyawa
dalam UKUP,
dijadikan umat MUHAMMAD sekaliannya daripada ;
AIR KUM
DUMULLAH. (yang bernama NUR MAYA QADIM).
LAILLAHAILLALLAH : Hampir hamba kepada Tuhannya
LAILLAHAILLALLAH : MAUJUD BIHAKQI
ILLALLAH : Aku maujud pa’hu
(diri)
RAHASIA SYARIAT
PD ANGGOTA TUBUH.
RAHASIATHARIKAT
PD HATI.
RAHASIA HAKIKAT
PD NYAWA.
RAHASIA MA’RIFAT
PD DIRI. Kalau sudah mengenal diri nampaklah hakikat diri pencipta sekalian
alam.
Itulah yang
bernama ; ALLAH : tiada
berpermulaan tiada berkesudahan
LAILLAHAILLALLAH ; zikir
ILLALLAH ; zikir
ALLAH ; zikir
; sunyi
MINALLAH ; HAMBA
BILLAH ; MUHAMMAD
LILLAH ; ALLAH
Dari pada ALLAH
Kepada ALLAH
Karena ALLAH
ROHANI : TUBUH SYARIAT
RAHMAN : HATI THARIKAT
IDOFI : NYAWA
HAKIKAT
BABBANI : RAHASIA MA’RIFAT
LAHURUFIN WALA SAUTIN artinya ialah
tiada huruf, tiada suara, tiada kata-kata zat dirinya. Demikian tentang dua
kalimat syahadat tersebut.
Asal dua kalimat
syahadat itu ialah ; nur Muhammad, nur Muhammad itu ialah cahaya kita yang
terang benderang tuhan telah bertazalli kepadanya. Nur Muhammad itu adalah
hakikat alam. Dan nur Muhammad itu ialah cahaya kita pribadi. Jadi
kesimpulannya ialah kita ini asal adam. Adam dari nur Muhammad, dan nur
Muhammad itu dari nur zat. Maka wajarlah kita ini dengan zat Allah. Karena zat
itulah bermula segala ujud. Jadi nyatalah kepada kita bahwa ujud sekalian alam
ini kenyataan ujudnya Allah ta’ala jua. Inilah yang
disebut wahdatul ujud (ke-esaan ujud). Nyata dan jelaslah kepada kita bahwa
semua ujud ala mini adalah ujud Allah ta’ala jua.
Jadi Allah, Muhammad, adam adalah satu. Insane kamil pun allah jua, adam dan
Muhammad pun pada hakikatnya. Jadi hakikatnya manusia ini Tuhan/dalam
rahasia hamba.
BAGIAN PENUTUP
MALAIKAT MAUT
MENGINTAI MANUSIA 70 KALI SEHARI
MEMANG tiada seorangpun bisa
mengetahui atau menduga kematiannya oleh sebabitu marilah kita senantiasa
memeliharah keimanan kita dan tiada henti beribadah kepada ALLAH S.W.T.,
sebagai kesiapan kita ‘menanti’ saat kematian tiba menjemput.
Allah berfirman dalam : (Q.S. al-Anbiyak
ayat 35)
“kullu
nafsin dzaa-iqatu almawti wanabluukum bialsysyarri waalkhayri
fitnatan wa-ilaynaaturja'uuna”
Artinya :“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan
menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang
sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”.
Tahukah
kita bahwa malaikat maut sentiasa merenung serta melihat wajah
seseorang itu 70 kali dalam sehari? Andainya manusia sedar hakikat itu, nescaya
mereka tidak lalai mengingati mati.Oleh karena
malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak dapat melihatkehadirannya,
sebab itu manusia tidak menyedari apa yang dilakukan malaikatIzrail.Hadis Nabi s.a.w yang
diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a bahwa Rasulullah S.A.W., bersabda yang
bermaksud: “Bahwa malaikat maut memerhati wajah manusia dimuka bumi ini 70 kali
dalam sehari”.
Ketika
Izrail datang merenung wajahseseorang, didapati orang itu ada yang
gelak-ketawa.Maka berkata Izrail:‘Alangkah hairannya aku melihat orang ini,
sedangkan aku diutus oleh Allah untukmencabut nyawanya, tetapi dia masih
berseronok-seronok dan bergelak ketawa’. Bahkan, tidak heranlah, jika ramai
manusia yang masih mampu lagi bergelaksakan dan bersenang-lenang seolah mereka
tiada masalah yang perlu difikirkandalam hidup.Takdirnya esok hari terakhir
Allah ‘pinjamkan’ nyawa kepada kita untuk bernafasdi muka bumi ini adakah kita
sudah cukup bekalan bagi menghadapi dua fasaberikutnya yaitu alam barzakh dan
alam akhirat?Tiada seorang pun di dunia ini dapat menggambarkan bagaimana
perasaan dan
pengalaman mereka menghadapi saat kematian.
Ajal
tidak mengenal siapa sama ada mereka itu tua, muda, sihat, kaya atau
miskin.Rasulullah S.A.W., juga
menjelaskan dalam hadisnya bahwa kesakitan ketika hampir mati itu seperti
ditetak 100 kali dengan pedang tajam atau seperti dikoyak
kulitnya dari daging ketika hidup-hidup.
Bayangkanlah
betapa sakit dan dahsyatnya saat menghadapi kematian.
Kalau hendak
diikutkan siapa yang hendak nyawanya dicabut dalam keadaan yang
amat menyeksakan.Maka amat beruntunglah sesiapa yang matinya dalam keadaan
khusnul khatimah(kebajikan).
Salman Al-Farisi
meriwayatkan hadis Nabi S.A.W., yang bermaksud:
“Perhatikanlah
tiga perkara kepada orang yang sudah hampir mati itu. Pertama: berpeluh pada
pelipis pipinya; kedua: berlinang air matanya dan ketiga: lubang hidungnya
kembang kempis.
“Manakala jika
ia mengeruh seperti tercekik, air mukanya nampak gelap dan keruh
dan mulutnya berbuih, menandakan menandakan azab Allah sedang menimpa dia.”
(Hadis riwayat Abdullah, al-Hakim dan at-Tarmizi)
Kematian
‘menjemput’ manusia secara perlahan-lahan atau beransur-ansur mulai
daripada jasad, hujung kaki kemudian ke paha.Bagi orang kafir pula, apabila
nyawanya hendak dicabut Izrail, wajahnya akanmenjadi gelap dan keruh dan dia
mengeruh seperti binatang yang disembelih.Itu pula tanda azab yang diterimanya
disebabkan dosa dan kekufuran mereka.
Al-Qamah
bin Abdullah meriwayatkan hadis Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
“Bahwa roh orang mukmin akan ditarik oleh Izrail dari jasadnya dengan
perlahan-lahan dan bersopan sementara roh orang kafir pula akan direntap dengan
kasar oleh malaikat maut bagaikan mencabut nyawa seekor khimar.”
Allah juga turut
menimpakan seorang Muslim yang berdosa itu dengan kekasaran
ketika mereka menghembuskan nafasnya yang terakhir sebagai kaffarah dosanya.
Mungkin ada juga
orang kafir yang mati dalam ketenangan mungkin karena
ketika
hidupnya dia berbuat kebajikan dan itu adalah balasan terhadapnya karena setiap
kebajikan pasti akan dibalas.
Tetapi karena
tidak beriman, ia tidak menjadi pahala kebajikan dan kekufurannya
tetap diazab pada hari akhirat kelak.Rasulullah S.A.W.,
bersabda yang bermaksud: “Apabila telah sampai ajal seseorangitu maka akan
masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalambadan dan
kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinyasehingga sampai
ke lutut.
“Setelah itu
datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari
lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu
kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai
ke
dada dan kemudiannya mereka keluar.
“Dan akhir
sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari
dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang
itu.”Malaikat Izrail menjalankan arahan Allah s.w.t dengan sempurna. Dia tidak
diutuskan hanya untuk mencabut roh orang sakit saja ataupun roh orang yang
mendapat kecelakaan dan malapetaka.
Kematian mungkin
berlaku karena sebab bencana seperti gempa bumi, banjir,
kebakaran dan ada juga yang matinya disebabkan kemalangan, diserang penyakit
berbahaya seperti kanser, jantung, Aids, denggi dan taun.
Seorang yang
sedang sakit tenat, menjadi rahmat yang tinggi nilainya karena
Allah masih memberi peluang supaya mereka sedar akan kesilapan yang mereka
lakukan selama hidup di dunia.
Maka waktu itu
mereka masih berpeluang bertaubat dari dosa dan kesilapan. Begitu
juga halnya dengan orang mati mengejut disebabkan kemalangan.
Ia memberi pengajaran dan peringatan kepada mereka yang masih hidup supaya
berhati-hati dan tidak lalai berusaha untuk memperbaiki diri.
Bahkan, bagi
mereka yang masih diberikan nikmat kehidupan perlu sentiasa
mengambil iktibar terhadap segala yang berlaku.Allah menjadikan sebab kematian
itu bagi memenuhi janji-Nya kepada malaikatmaut.
Saidina Abbas
meriwayatkan dalam sebuah hadis antara lain menerangkan malaikat
Izrail berasa sedih apabila ditugaskan mencabut roh makhluk bernyawa.
Ini karena
antara makhluk bernyawa itu adalah termasuk manusia yang terdiri
daripada kekasih Allah yaitu Rasul, nabi, wali dan orang soleh.
Malaikat maut
mengadu kepada Allah betapa dirinya tidak disenangi keturunan Adam
A.S., Dia mungkin dicemuh karena
mencabut roh manusia yang mana menyebabkan orangberduka cita akibat kehilangan
orang tersayang dalam hidup mereka.
Ketika seseorang
Muslim itu meninggal dunia, beberapa langkah penting
perlu dilakukan seperti menempatkan jenazah di tempat yang sesuai sebagai
menghormatinya, sunat meletakkan keadaan kakinya menghala ke arah kiblat,
tanggalkan pakaian berjahit, tutupkan jenazah dengan sehelai kain nipis ke atas
seluruh jasadnya, rapatkan kedua-dua belah matanya dan mulutnya, letakkan
kedua-dua tangan jenazah di atas dadanya sebagaimana dalam keadaan qiam
(berdiri) ketika salat, letakkan sesuatu yang sederhana berat di atas perutnya
seperti gunting dan pisau serta sunat bagi yang hidup mencium jenazah.
Umat Islam dilarang mengaitkan kematian seorang Muslim itu dengan tanda
tertentu.Itulah yang menyebabkan umat Islam semakin mundur karena
terlalu banyak
mempercayai perkara khurafat dan tahyul.
Jika ada
kematian seperti kemalangan contohnya kita ditegah untuk bertanya
kepada waris apakah perbuatan ganjil yang dilakukan sebelum kematiannya.
Tiada siapa pun
dapat mengelak daripada mati melainkan Allah dan kematian tetap
akan datang tepat pada masanya.
Apabila sampai
ajal seseorang, umat Islam digalakkan memberi nasihat kepada
keluarga si mati supaya bertenang dan banyakkan bersabar.
Islam menegah
amalan keterlaluan seperti menjerit dan meratapi kematian.
Mereka yang
masih hidup peluang perlu dimanfaatkan dengan memperbaiki keadaan
diri yang ternyata banyak melakukan kesilapan dan kesalahan.
Tiada daya atau usaha yang boleh menyelamatkan kita daripada kematian.
Kematian menjadikan hati manusia menjadi sedih serta
berpisah dengan keluarga
tercinta. Hanya amalan saleh saja akan membawa kita bertemu Allah.
Sebab yang bernyawa pasti mengalami kematian. Hanya Allah
Ta’ala Yang Mahahidup, Berdiri Sendiri, tidak serupa dengan makhluk-Nya. Allah
Ta’ala Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Dia Maha Berkuasa atas segala
sesuatu.
Kematian adalah kepastian paling pasti dari kehidupan
seorang manusia dan makhluk hidup lainnya. Hanya waktu, tempat, dan proses
kematian itu yang menjadi rahasia. Hanya Allah Ta’ala Yang Maha Mengetahui.
Dialah yang mengatur seluruhya dengan sebaik-baik pengaturan.
Meski mati merupakan kepastian, banyak manusia yang abai dan
lalai. Sebagian kaum Muslimin pun dihinggapi penyakit jahat ini. Mereka bangga
dan betah dengan dunia, padahal hanya sementara. Kemudian lalai dan acuh
terhadap kematian dan akhirat, padahal keduanya merupakan kepastian.
Akhir kehidupan manusia ada dua; baik atau buruk. Husnul
khatimah atau su-ul khatimah. Terkait akhir kehidupan ini, ada satu rahasia
agung yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Ialah tentang
cara mengetahui, apakah seseorang mendapatkan pertolongan atau tidak saat
menghadapi sakaratul maut.
Tanda-tanda pertolongan ini merupakan kesimpulan amat pasti
dari sebuah hadits mulia yang diriwayatkan dari sahabat agung Anas bin Malik
Radhiyallahu ‘anhu.
“Jika Allah Ta’ala menghendaki kebaikan bagi seorang hamba,
maka Allah Ta’ala akan menolongnya.”
Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana cara Allah Ta’ala
menolongnya?”
Jawab Nabi, “Allah Ta’ala akan menuntunnya untuk melakukan
amal shalih sebelum datang kematiannya.”Inilah tandanya. Inilah kaidahnya.
Maka serumit dan sekelam apa pun masa lalu seseorang, hendaknya
hanya dijadikan sebagai pelajaran dalam kehidupan. Sebab, ketika Allah Ta’ala
limpahkan hidayah kepadanya, dia akan serta-merta menjadi pribadi shalih yang
gemar melakukan amal dengan ikhlas dan meneladani Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa
sallam.
Sebaliknya, ada begitu banyak contoh orang baik yang
terjerumus dalam keburukan di akhir hayatnya. Mulai dari tertarik dengan
keburukan, mencicipi, mengulangi, ketagihan, sampai kemudian menjadi kebiasaan
dan dilakukan menjelang ajal, lalu benar-benar meninggal dunia sebelum
bertaubat.
DEMIKIANLAH PEMAHAMAN
MENGENAL DIRI MENUJU PENGENALAAN ALLAH
S.W.T., SEMOGA KITA SENANTIASA DIRAHMATI ALLAH S.W.T., DANDIBERIKAN PETUNJUK
KEBENARAN MENUJU KEMASLAHATAN HIDUP DIDUNIA DAN KELAK AKHIR HIDUP KITA
BERAKHIR DALAM CHUSNUL CHATIMAH, AMIN YA RABBUL ALAMIN.
WABILLAHI TAUFIK
WAL HIDAYAH, WASSALAMU’ALAIKUM
WARHMATULLAHI WA
BARKATUH
MANGKASSARAQ
Dzulhijah 1440 H,
Tumbuh melata sipokok tebu, Ditepi
pasar jualan daging,
Banyak harta tidak berilmu, Bagai rumah tidak berdinding.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar