BAGIAN KEDUA
TUJUAN MANUSIA DI
BUMI SEMATA-MATA
MENGABDI KEPADA
ALLAH
II. 1. TUJUAN MANUSIA
DIBUMI, FIRMAN ALLAH DALAM
AL-QURAN :
Surah Adz-Dzaariyat : Ayat: 48, 49, 50, 51 dan 56 :
waal-ardha farasynaahaa fani'ma almaahiduuna
Artinya : Dan bumi itu Kami hamparkan,
maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).
wamin kulli syay-in khalaqnaa zawjayni la'allakum tadzakkaruuna
Artinya ; Dan segala sesuatu Kami
ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
fafirruu ilaa allaahi innii lakum minhu nadziirun
mubiinun
Artinya ; Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku
seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
walaa taj'aluu ma'a allaahi ilaahan aakhara innii
lakum minhu nadziirun mubiinun
Artinya ; Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah.
Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
wadzakkir fa-inna aldzdzikraa tanfa'u almu/miniina
Artinya ; Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu
bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
wamaa khalaqtu aljinna waal-insa illaa liya'buduuni
Artinya ; Dan aku tidak menciptakan
jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
II.2. MANUSIA BERTANYA APA TUJUAN PADA DIRINYA?
2.1. Kapankah datangnya dan kapan pula kembalinya?
jawabnya ialah :
bahwa diri bathin itu datang kedunia ini adalah setelah adanya jasad,sesuai
dengan firman Allah :
artinya ;
Kemudian kami sempurnakan jasad itu, lalu ditiupkan roh kepadanya.
Dan pertanyaan
kedua dan ketiga ialah :
Darimana diri
itu datangnya dan
kemana pula kembalinya, serta apa maksud datang kedunia ini?
Jawabnya ialah :
datangnya dari Allah dan kembalinya kepada Allah,adapun maksud datang kedunia
ini adalah dengan jasad sebagai alatnya.
Karena sudah
dijelaskan fasal yang lewat : yaitu laksana kuda tungganganya dengan
penunggangnya. Kuda ditamsilkan sebagai jasad, dan
Roh sebagai penunggangnya.
Dalam pasal ini
dijelaskan bahwa perjalanan diri
dalam mencari dan mengenal Zat Allah itu adalah dimulai dari bawah
hingga menuju keatas atau disebut TARRAQI :
Misalnya dimulai
dari : tauhidul asma, tauhidul sifat, tauhidul af’al dan tauhidul Zat, sampai
kepada LA’MAUJUDA BIHAQQIN ILLALLAH, artinya : Tidak ada yang ada kecuali DIAJUA yang ADA. Sekarang kita mengambil dalil dari pada kaum
sufi yaitu sudah dimufakati bersama bahwa : segala sesuatu selain Allah pada
hakikatnya tidak ada,dengan kata lain semua itu tidak dapat dikatakan ada,
sebagai adanya Tuhan.
Disini
dapat dikatakan bahwa semua itu Allah dan Allah itu semuanya. Ujud alam ain
ujud Allah dan Ujud Allah ain ujud alam. Allah itulah hakikat Alam : maka
wajarlah kita ini dengan Zat Allah atau Ujud Allah (rahasia Allah).
Berkata ABU
HASSAN AS SYAZALI r.a Bahwa ; melihat
Allah itu dengan penglihatan iman dan yakin, ini lebih kaya daripada melihat
dalil-dalil. Lebih baik kita katakan bahwa;
Kita tidak akan
melihat alam, dan andaikata ada juga, maka penglihatan itu atau penglihatan
aribillah itu tak ubahnya laksana melihat debu terbang diangkasa yang pada
penglihatan ada, namun dicari tak ada, artinya : tak dapat menangkapnya.
Itulah
perjalanan Aribillah atau Wali Allah ; yang telah sampai kepada makam fana dan
makam baqa.
~ Adapun syariat itu kenyataan Af’al Allah.
~ Adapun Thariqah itu kenyataan Asma’ Allah.
~ Adapun Hakikat itu kenyataan Sifat Allah.
~ Adapun Makrifat itu kenyataan Zat Allah.
Dimana
tempat pada diri kita itu : Syariat, tarikat, hakikat dan makrifat.
Jawab:
Adapun syariat itu
nyata pada tubuh
kita, Adapun tarikat
itu nyata pada hati
kita, Adapun hakikat itu
nyata pada nyawa kita, Adapun
makrifat itu nyata pada rahasia kita, dan bahwasanya, Tubuh itu kenyataan Af’al
Allah, Hati itu jadi kenyataan Asma
Allah, Nyawa itu jadi kenyataan Sifat Allah,
Rahasia itu jadi kenyataan Zat Allah.
Kejadian
daripada apa diri kita : Syariat, tarikat, hakikat dan makrifat itu kejadian
daripada apa ?
Jawab:
Adapun kejadian syariat itu daripada air, Adapun kejadian tarikat itu daripada
angin,
Adapun kejadian
hakikat itu daripada bumi ( Tanah ), Adapun
kejadian Makrifat itu
kejadian
daripada terang api.
Syariat
itu kejadian daripada air, adakah air sungai, air hujan, laut telaga atau lain
lain lagi ? Jawab : Adapun yang
dikatakan syariat itu daripada air bukan seperti air yang tersebutitu,
sebenarnya ialah Nur Muhammad.
Tarikat
itu kejadian daripada angin, adakah angin bertiup-tiup atau angin utara,
selatan, timur, barat atau sebagainya ?
Jawab:Adapun
Tarikat itu dikatakan daripada angin tidak sebagaimana angin yang tersebut
diatas itu, Sebenarnya ialah Nafas Muhammad.
Hakikat
itu kejadian daripada tanah. Adakah tanah seperti tanah liat, tanah bukit,
kuning Pasir dan lain lain lagi ?
Jawab:-
Adapun hakikat itu dikatakan tanah,bukan seperti tanah yang tersebut,sebenarnya
ialah Tubuh Muhammad.
Makrifat itu
kejadiaan daripada terang api, adakah seperti matahari, bulan, api biasa atau
lampu atau api elektrik ?
Jawab:-
Sebenarnya bukan seperti api yang tersebut, Sebenarnya ialah darah Muhammad.
~Adapun kejadian
diri kita yang zahir ialah asalnya 4 anasir iaitu tanah, air, api dan umpama
angin, maka keempat empat itu asalnya satu jua iaitu asal tanah, air, asal air
angin, asal angin api dan asal api itu ialah Nur Muhammad dan Nur Muhammad itu
pula Nur Allah.
Adapun diri yang
zahir itu kepada kita seperti berikut dibawah ini:-
~Bermula tanah
itu menjadi daging pada kita.
~Air itu menjadi
tulang pada kita.
~Angin itu
menjadi urat pada kita.
~Api itu menjadi
darah pada kita.
2.2. Maka masing masing Dalam Sembahyang, Kerjanya :
Tanah,
air, api dan angin itu apa kerjanya di dalam sembahyang ?
Jawab:-
~Adapun Af’al api itu berdiri didalam sembahyang.
~Adapun af’al
angin itu rukuk didalam sembahyang.
~Adapun af’al
air itu sujud didalam sembahyang.
~Adapun tanah
itu duduk di dalam sembahyang.
Maka keempat
empat itu dinamakan dia jasmani artinya tubuh yang zahir. Adapun nyawa jasmani
itu rohani, maka yang bernama rohani itu tubuh Muahammad hakikat, karena tubuh
Muhammad itu tiada bercampur dengan keempat empat anasir itu, hanya semata mata
tubuh Muhammad itu rohani.
Apa nama
tubuh kita apa nama nyawa kita ?
Jawab:-
Adapun tubuh kita bernama jasmani dan nyawa kita bernama rohani, maka yang bernama
rohani itu lah tubuh Muhammad, sebab itulah kita beroleh bangsa daripada tubuh
Muhammad, maka tiap tiap sesuatu yang dibangsakan dengan tubuh Muhammad itu
diharamkan atas api neraka dan sebab itulah maka tiada boleh meninggalkan
sembahyang 5 waktu, niscaya putuslah bangsa itu
melainkan sebangsa dengan binatang jua adanya.
Sabda
Nabi S.A.W., : Barang siapa keluar masuk nafasnya dengan tiap tiap keluar masuk
dengan tiada zikir Allah, maka sia sialah ia.
Bermula nafas
itu atas 2 (dua) langkah satu naik dan kedua turun, maka tatlaka naik itu
sampai kepada tujuh petaka langit maka berkata ( Wan Nu rul yajri ilal ardhi
pakhola Huwallah ).
Dan tatkala
turun sampai kepada tujuh petaka bumi maka
nafas nabi itu puji Allah, tatkala masuk nafas itu namanya puji HU.
Tatkala ia
berhenti seketika antara keluar dan masuk nafas namanya puji AH-AH, dan ia
tidur atau mati nafas HAKH dalam, maka ingatlah olehmu akan memelihara nafas
itu, dengan menghadirkan makna ini senantiasa, didalam
berdiri, duduk dan di atas barang yang diperbuat hingga memberi bekas pada
sekalian badan dan limpahlah segala anggotanya, maka apabila tetaplah tilik
hatimu maka jadilah anggota hidup di dalam 2 negeri yakni dunia dan akhirat dan
bahagiakan Allah baginya pintu selamat sejahteralah ia didalam dunia dan
akhirat dianugerahkan Allah Taala mereka itu sampai kepada martabat segala nabi
dan segala muslimin dan mengharamkan Allah Taala tubuh nya dimakana api neraka
dan badan pun tidak dimakan tanah di dalam kubur, maka engkau tetaplah dengan
hati wahai saudara ku pada hal jangan engkau daripada orang yang lupa.
Mudah mudahan
dibahagikan Allah Taala atas mu, dengan bersedapan hingga sampai kepada ajal
kamu.
Adapun Nafas
kita keluar masuk pada sehari semalam yaitu pada siang 12 000 dan pada malam 12
000, Inilah bilangan jam sehari semalam 24 jam yaitu pada siang 12 jam malam 12
jam.
Demikianlah
juga huruf Kalimah La Ilaha Ilallah dan huruf Muhammad Rasullullah
masing-masing mempunyai 12 huruf berjumlah semua 24 huruf semuanya.
Maka barangsiapa
mengucap dengan sempurna yang 7 kalimah ini niscaya
ditutup Allah Taala pintu neraka yang 7 juga. Barangsiapa mengucap yang 24
huruf ini dengan sempurna niscaya diampun
Allah Taala dosanya yang 24 jam, inilah persembahan kita kepada tuhan kita yang
tiada berkeputusan yang dinamai sembahyang Daim dan Puasa itu melakukan nafsu
batin dan zahir.
Sabda Nabi S.A.W. :
( Ana min
Nurrullah wal alami Nurri )
Artinya- Aku
daripada Allah dan sekalian alam daripada aku, sebab itulah dikatakan (Ahmadun
Nuril Arwah ) artinya Muhammad itu ibubapa sekalian arwah dan dikatakan (Adam
Abu Basar ) artinya- Bapa sekalian tubuh.
Adapun
yang dikatakan sebenar benarnya fardhu itu ialah nyawa, karena nyawa itu
memerintah kepada badan kita, jikalau digerak Allah nyawa itu bergeraklah badan
kita.
2.3. Adapun Awal Muhammad itu Nurani. Akhir Muhammad
itu Rohani.
Adapun zahir Muhammad itu Insani.
Adapun Batin
Muhammad itu Rabbani.
Adapun awal
Muhammad itu nyawa oleh kita.
Adapun akhir
Muhammad itu hati kepada kita.
Adapun zahir
Muhammad itu rupa oleh kita.
Adapun batin
Muhammad itu ujud oleh kita.
Adapun yang
bernama Allah itu sifatnya.
Adapun yang
bernama Sebenar-benar Allah itu zat wajibal Ujud
Adapun yang
bernama insan itulah nyawa.
Adapun yang
sebenar-benar insan itu manusia yang tahu berkata-kata adanya.
Maka inilah
suatu risalah yang tersimpan daripada perkataan usul takhlik jalan segala orang
yang mengenal Allah Taala.
Tatkala
manakah ia bernama ‘HU’ dan tatkala manakah ia bernama ‘Allah‘ dan tatkala
manakah ia bernama ‘Rahman‘.
Jawab:-
Tatkala ‘La Takyin’ tiada nyata ia bernama ( HU ) dan tatkala ‘La Takyin’ Awal
nyatanya ia bernama ( Allah ) dan tatkala ‘La Takyin’ Sani kenyataan ia bernama
( Rahman )
Akan La
Takyin itu martabat apa dan Takyin awal martabat apa dan Takyin Sani itu
martabat apa?
Jawab:-
Adapun La Takyin itu martabat zat mutlak dan akan Takyin awal itu martabat zat(
Muqaiyyid pertambatan) dan akan takyin sani itu Sifat ( Muqaiyyid )
Mana yang
bernama zat mutlak dan mana yang bernama zat Muqaiyyid dan mana yang bernama
Sifat Muqaiyyid ?
Jawab:-
Adapun yang bernama Zat Mutlak iaitu (Qaibal Quyub) atau lenyap.Maka zat
Muqaiyyid itu Muqaiyyid dengan sifat dan asma dan Muqaiyyid dengan alam ini.
Apa sebab
3 martabat itu dikatakan oleh pendita, tiada ia kepada baru ujud ?
Jawab:-
Karena martabat yang 3 itu sebab ia ketuhanan hak Taala daripada ujudnya dengan
cahaya dan jauhar dan a’rad supaya jangan sama.
Betapa
besar hakikat Muhammad dengan Hakikat Insan ?
Jawab:-
Adapun Hakikat Muhammad dengan Insan itu umpama sumbu maka ada nyala di hujung
sumbu itu, demikian juga hakikat Muhammad dengan Insan, maka yang lain itu
hakikat Allah maka sempurnalah hakikat Makrifat diri kita dengan dia.
Ahdiat,
Wahdah, Wahdiat itu ketuhanan kepada Allah ?
Jawab:-
Satu ketuhanan zat, kedua ketuhanan sifat, ketiga ketuhanan Af’al asma’
Akan alam
roh, alam misal, alam ajsam, alam insan, apa kepada Allah Taala ?
Jawab:-
Adapun alam roh, alam misal, alam ajsam dan alam insan itu rohul Qudus karena
ia teladan segala hakikat.
Apa
martabat Rohul Qudus ?
Jawab:-
Bayang hak Allah karena Pusaka ia yang Asa
Apa
pusaka mutlak atau pusaka zat Muqaiyyid ?
Jawab:-
yaitu pusaka zat mutlak pandangan zat Muqaiyyid karena 2 tilik;
a) Tilik keatas
maka iaitu Mutlak
b) Tilik kepada
Ujudnya iaitu zat Muqaiyyid
Apa
martabat Muhammad itu kepada kita tilik kita ?
Jawab:-
Adapun martabat Muhammad itu kepada kita Roh Idofi dan akan kita Sir Qalbi.
Muhammad itu
apa kepada Allah dan apa kepada insan ?
Jawab:-
Adapun akan Muhammad tilik takyin kepada Allah Taala khatam isyarat kepada
kita.
Berapa
isyarat kepada kita ? (Makfirat)
Jawab:-
Adapun isyarat
makrifat itu kepada kita atas 4 hal:-
a) Musyahadah
b) Murakhobah
kita
c) Muqarannah
d) Muqabalah
2.4. Inilah Tugas Manusia Sebagai Pemberi Peringatan.
Apa sebab
dinamakandengan Musyahadah, Muraqobah, Muqaranah, Muqabalah ?
Jawab:-
Adapun sebab itu karena ia menghasilkan zikir kepada rahasia yang mengzahirkan
Baqa maqam rahasia.
Muhammad
itu apa ia kepada Allah dan Allah itu apa ia kepada Muhammad ?
Jawab:-
Adapun Muhammad itu sifat Allah dan Allah itu zat kepada Muhammad.
Hakikat
Muhammad itu apa ia dan insan apa ia ?
Jawab:-
Adapun sebenarnya diri itu sifat Muqaiyyid ialah yang dinamakan ‘ Akyan
Sabitah’ maka Akyan Sabitah itu Hak Allah Taala disempurnakan dengan Hak Allah.
Apa
dinamakan Hak Taala itu ?
Jawab:-
Adapun yang dinamakan Hak Taala yang tiada betapa dan tiada meminta. Inilah
sebenarnya Hak Taala tiada baginya peri, maka hak Taala ( Peri yang maha tinggi
)
Betapa
hak kita kepada Allah Taala ?
Jawab:-
Adapun hak kita kepada Taala itu bayang kepada haknya adapun hak kita serahlah
akan bayang-bayangnya.
Maka hak
itu pula apa kepada kita ?
Jawab:- Apapun
hak itu kepada kita zat sekali kali.
Betapa
dikatakan oleh segala ahli hakikat hak Taala itu tuhan kita ?
Jawab:-
Sebab dikatakan itu karena tatkala menilik dirinya menjadi tubuh insan karena
inilah pihak dikatakan ia tuhan dan pihak ujudnya dikatakan zat.
Adakah zat
itu berzat pula kepada hakikat Muhammad itu adakah ia berzat ?
Jawab:-
Adapun hakikat Muhammad itu hakikat Allah itulah sekali kali ditilik.
Apa sebab
maka segala insan itu termulia kepada Allah daripada yang dijadikan ?
Jawab:-
Adapun manusia termulia dari karena Rohul Quddus. Inilah dimuliakan Allah
Taala.
Roh
Quddus itu nyawa siapa ?
Jawab:-
Adapun roh Quddus itu nyawa Muhammad dan hakikat insan ia, maka sekalian itu
ialah memerintah sekalian isi langit dan bumi.
Apa yang
nyata Muallim itu ?
Jawab:-
Adapun yang nyata di dalam Muallim itu Roh Idofi yaitu cermin yang suci.
Apa sebab
Roh Idofi itu dinamakan cermin yang maha suci. Dan ditaksilkan dengan cermin
yang maha suci ?
Jawab:-
Adapun roh idofi itu ditaksilkan cermin karena ia nyata bayang2 yang didalam
cermin sebab itulah maka dinamakan cermin.
Apa sebab
roh Quddus bayang bayang Hak Taala ?
Jawab:-
Karena inilah maka dikatakan ia nyawa Muhammad iqtiqad Ulama’.
Karena
apa hak Taala itu nyawa kepada insan ?
Jawab:-
Karena teladan ujudnya Hak Taala serupa dengan ujudnya yang berujud insan
itu,tetapi dia dialam bahwa alam tiada berupa.
Inilah dikatakan
serupa tiada lain yang diserupakan karena harus pada akal dan lafaz mengatakan:-
“Nutasabiha wa
pairi mutasabih”
Ujud yang
mana serupa dengan insan itu, Ujud Mutlak atau Ujud Muqaiyyid ?
Jawab:-
Adapun ujud yang serupa dengan insan itu ujud Muqaiyyid jua.
Yang mana
dinamakan Ujud Muqaiyyid itu ?
Jawab:-
Inilah Ujud Allah Taala hakikat ujud insan yang dinamakan Muqaiyyid itu karena
ialah pertambatan hak Taala
Apa sebab
hak Taala dikatakan oleh segala ahli hakikat dan segala ahlillah insan itu hak
Taala ?
Jawab:-
Karena mengzahirkan akan dirinya kepada insan sifat Allah,Itulah sebab dikatakan
itu.
Adakah
hakikat bertakyin itu sampai ‘Makrifat’ insan itu kesana atau tiadakah ?
Jawab:-
Insya Allah Taala. Mudah mudahan dikurniai hal keadaan yang demikian.
Ketahuilah
olehmu hai orang yang menuntut ilmu, jangan syak wasangka. Seperti kata Ahdah
zat, Wahdah sifat Allah, Wahdiat Asma’ Allah, alam roh, alam misal, alam ajsam,
alam insan itu af’al Allah dan af’al Allah itu tubuh pada kita.Asma Allah itu
hati pada kita,Sifat Allah itu nyawa pada kita dan zat Allah itu Sirr pada kita
yakni rahsia pada kita.
Adapun Sirr itu
pada kita tempat tajali zat Allah roh pada kita tempat tajali sifat Allah hati
pada kita etmpat Tajali Asma’ Allah, tubuh pada kita tempat tajali Af’al Allah
Adapun sempurna niat tiada diatas tiada dibawah tiada dikanan tiada dikiri
tiada dibelakang tiada dihadapan.
Artinya :
Asalkan sama dengan akalmu lenyapkan badanmu dengan nyawamu, pejamkan pandanganmu mata
disana,lumatlah rupamu artinya barang siapa menghasilkan kata empat itu didalam
Yakni fikirannya. Nama ( Khassa khass )
Tanya : Bagaiman
menutup pintu saitan?
Jawab : untuk
menutup pintu-pintu itu mudah saja. Asal tahu rahasianya kejadiannya yaitu : lepaskan
rasa keangkuhan dalam diri hanya kepada Allah S.W.T., semata kita
mengakui
sendirikepada pengakuan tuhan, itulah penutup pintu-pintu saitan.
Tanya : apakah
puncak segala puncak ma’rifat itu ?
Jawab : puncak
segala ilmu dan ma’rifat itu ialah : Kosong
Tanya : manakah
al-qur’an yang rahasia itu?
Jawab :
al-qur’an yang rahasia itu ialah tiada huruf, tiada suara dan tiada kata-kata
Tanya : apakah
nama Tuhan yang azali itu?
Jawab : nama Tuhan
yang azali itu tiada bernama hanya disebut huwa, sesudah itu baru
hu. hu itu Allah Ta’ala : dan Nur
bernama Muhammad.
Tanya : apakah
bedanya Nur Allah dengan Nur Muhammad?
Jawab : nur Allah
dengan nur Muhammad tiada lain. Siapa menyangka berlainan,
kafirlah orang itu.
Tanya : nur itu
artinya cahaya benarkah itu?
Jawab : itu
tidak benar. Itu hanya kata-kata kiasan saja. Nur yang sebenarnya bukancahaya,
bukan benda,
dan bukan materi, dan bukan zat, dan bukan
sifat. Tidakseorang pun yang tahu
kecuali orangyang beroleh petunjuk dan hidayah.
Tanya : apakah
yang dimaksud mekkah itu?
Jawab : yang
dimaksud dengan Mekkah itu ialah Muhammad
Tanya : apakah
yang dimaksud dengan madinah itu ?
Jawab : yang
dimaksud madinah itu ialah : dua kalimat syahadat/ syahadatain
Tanya : apakah
yang dimaksud dengan ka’bah itu ?
Jawab : yang
dimaksud ka’bah itu ialah Adam
Tanya : huruf
mim, ha, mim, dal, itu masuknya ke mana?
Jawab :
huruf Muhammad itu masuk kepada huruf :
alif, lam awal, lam achir,dan ha
Tanya : mana
menyatukan itu?
Jawab : alif
dalam mim, Lam
awal dengan ha, Lam
achir dengan mimHa dengan dal
Tanya : apakah
arti sin, ba, qab ?
Jawab : sin itu
adalah rahasia semesta alam, Ba itu kejadian
semesta alam, Qaf
itu
meliputi sekalian alam
Tanya : coba
kamu uraikan sedikit sedikit tentang sin, ba, qaf
Jawab : sin, ba,
qof itu ialah
Sin itu rahasia allah
Ba itu rahasia Muhammad
Qab itu rahasia alam
Baiklah
ringkasnya saja hamba uraikan :Allah ya Muhammad, Muhammad ya adam
Apakah arti ba,
alif, mim, lam ?Bakhrul abu malun laqut
Apakah yang
dimaksud dengan bakhrul abu malun laqut?
Itu yang
disebut. Bismillahirahmanirrahim ; Itulah asma
tuhan yang paling rahasia
Tutuplah kepada
yang bukan ahlinya. Karena bisa membawa fitnah besar dimata umum
Apakah mungkin
ada ba, alif, mim, lam, kalau tidak ada sin, ba, qab,
tidak ada, tentunya ba, alif, mim, lam pun tidak ada jua. Jelasnya : kalau
Muhammad tiada, siapa yang mengatakan tuhan itu ada. Jadi buktinya tuhan itu
ada, adanya aku. Adanya Tuhan itu adanya aku.
Dan adanya Aku,adanya
Tuhan.
Jadi intisari
kalimah la ilaha illallah itu tidak ada tuhan, melainkan Aku.
Dan tidak ada
aku melainkan aku. Sekarang, akuku lenyap dalam jibu. La hurufi wala sautin
artinya : tiada huruf, tiada kata-kata, tiada suara.
Aku kini tiada
disana, hanya engkau tunggal semata.kini aku tiada lagi mengata aku, hanya aku
mengata : engkaulah tuhanku.
Maksudnya : ialah
yang tuhan itu adalah aku didalam rahasiaku
Diri
Batin:-
Adapun diri yang
batin itu yaitu nyawa daripada anasir yang batin iaitu ujud, ilmu nur suhud
yang dinamai ia insan hakikat.
Adapun diri kita
yang zahir itu umpama sebuah perahu diperintah oleh nakodahnya. Masing-masing
perahu masing-masing nahudanya.
Adapun 7 sifat
itu ialah Hayat, Ilmu, Kudrat, radat, Samak, Basar, Kalam maka yang 7 sifat
dikurniakanAllah Taala kepada nyawa kita supaya kuasa ia memerintah tubuh kita
itu karena bahwa tubuh kita itu semata-mata wayang kulit tiada mempunyai
perintah melainkan dengan perintah Dalang.
Dan adalah nyawa
itu umpama pesawatnya karena dalang itu jika tiada pesawat nescaya tiada zahir
hikmat dalang itu maka jangan lah terhenti memandang pesawat itu( Makrifat yg
sebenar-benarnya.)
Karena itu tiada
bercerai dalang dengan wayang dan wayang tiada bercerai dengan
dalang jikalau bercerai nescaya binasa wayang itu tiada berketahuan lagi.
Demikianlah keadaan hamba dengan tuhan sentiasa tiada bercerai daripada azali
datang kepada Abda.
Inilah pasal menyatakan sembahyang dan mengetahui asal sembahyang dan
mengetahuisegala
Fardhu sembahyang.
Jika ditanya
orang sembahyang itu dengan salat, satu namakah atau berbeda ?
Jawab:-
Adapun pada
pihak lafaznya itu berbeda tetapi pada pihak maknanya satu jua.
Tetapi yang
dinamakan salat itu penerimaan adapun
dinamai sembahyang itu pada
pekerjaan yg
zahir.
Jika
ditanya orang apa asalnya Subuh 2 rakaat, zohor 4 rakaat, asar 4 rakaat,maghrib
3 rakaat dan isyak 4 rakaat?
Jawab:-
Adapun sembahyang subuh itu 2 rakaat karena kenyataan zat dan sifat.
Sembahyang Zohor
4 rakaat karena Tajali Tuhan itu 4 perkara yaitu Hayat, Kudrat, Ilmu, Iradat,
Sembahyang Asar 4 rakaat karena asal Adam itu 4 martabat yaitu Tanah, air, api,
angin.
Dan sembahyang
maghrib 3 rakaat karena 3 perkara Ahdah,Wahdah,Wahdiyat artinya
(Allah,Muhammad,Adam ) dan sembahyang Isyak 4 rakaat yaitu ( Di,Wadi, Mani,
Maknikam )
Jika ditanya
orang kepada kita sembahyang itu apa faedahnya kepada kita yang mengerjakan dia
itu dan apa kehendak kita ?
Jawab:-
Adapun disuruh kita sembahyang itu iaitu tiada memberi manfaat kepada Allah
Taala dan tiada mengambil faedah atasnya.
Adapun faedahnya
sebab kita mengerjakan sembah yang itu sebab kita sebenar2 hamba lagipun kita
mengaku akan Allah Taala itu Tuhan yang
sebenar-benarnya lagi Asa ia zatnya, sifatnya, Af’alnya, yaitu seperti
firman Allah didalam Al- Quran: (Alastu Birabbikum Khalu Bala )
Artinya -
Bukankah aku tuhanmu, maka sembah segala zuriat (engkaulah lah tuhan
kami ),
Maka hendaklah
kita sembahyang itu dengan ikhlas, artinya tiada sebab berkehendak syurga dan
sebab takut akan neraka hanya kita ini martabat kehambaan maka Allah itulah
tuhan kita yang sebenar-benarnya jika tiada demikian itu nescaya berdosalah
kita dengan tuhan kita.
Berdiri didalam
sembahyang itu apa asal?
Jawab:-
Bermula berdiri itu daripada api asalnya. Rukuk itu angin asalnya. Sujud itu
Air
asalnya. Duduk itu Tanah asalnya.
Api, angin, air,
anah itu apa pada kita?
Jawab:-
Adapun api itu nyawa kita, angin itu jadi nafsu kita, air itu jadi darah kita,
tanah itu jasad yakni badan kita.
Berdiri itu perbuatan apa, rukuk itu perbuatan apa, sujud itu perbuatan apa,
duduk itu perbuatan apa?
Jawab:-
Adapun berdiri itu kebangkitan pada nyawa, rukuk itu kebangkitan pada nafsu,
sujud itu kebangkitan pada darah dan duduk itu kebangkitan pada jasad kita
Inilah af’al nabi S.A.W., Rasullullah kepada Abu Bakar, Umar, Usman, Ali (Radiallah) maka sabdanya barang siapa
mengetahui Tajalli waktu ini maka sempurnalah sembahyang dan makrifatnya. Dan
jika tiada diketahui maka tiada sah sembahyang dan makrifatnya.
Maka inilah yang
bernama Fardhu. Maka inilah yang asal fardhu dan juga
inilah Tajali waktu maka sembah Ali Ya Junjunganku.
Apa sebab Subuh
2 rakaat, zohor 4 rakaat,asar 4 rakaat,maghrib 3 rakaat dan isyak 4 rakaat.
Maka sabda
nabi,Ya Ali, Subuh 2 rakaat kenyataan zat dan sifat,waktu duhur
4 rakaat karena
tajali Tuhan 4 perkara Ujud, Ilmu Nur,
Suhud.
Waktu Asar 4
rakaat
karena 4
perkara,Tanah, air, api, angin.
Waktu maghrib 3
rakaat karena tajali 3 perkara Ahdah,Wahdah,Wahdiat artinya
Allah, Muhammad, Adam(Zat, Sifat, Af’al).
Waktu Isyak 4
rakaat karena tajali Hamba itu perkara ( Di,Wadi, Mani, Maknikam ).
Jika ditanya
orang mana asal sembahyang itu?
Jawab:-
Adapun asal sembahyang itu ( 4 ) Tanah, air, api, angin.
Jika ditanya
orang apa perbuatan sembahyang itu?
Jawab:-
1) Kiyam yakni berdiri betul
2) Rukuk
3) Sujud
4) Duduk iaitu
yakni tetap.
Maka kiyam itu
yakni berdiri betul iaitu af’al api, karena api menyala betul berdiri.
Rukuk itu pula af’al angin karena angin itu condong betul.
Sujud itu af’al
air karena air itu menolak kebawah dan duduk pula af’al tanah karena
tetap dibawah.
Jika ditanya
orang 5 waktu itu keluar daripada apa?
Jawab:-
Bermula 5 waktu itu keluar daripada Alif,Lam,Ha,Mim,Dal.( 5 huruf )
Jika ditanya orang 5 waktu keluar dari apa, Duhur, asar, maghrib, isyak?
Jawab:-
Adapun waktu duhur itu daripada huruf ( Alif ) Asar itu daripada huruf ( Lam ),
Maghrib itu dari huruf ( Ha ), Isyak itu dari huruf ( Mim ) waktu subuh pula
dari huruf ( Dal ).
Jika ditanya orang apa sebab bacaan waktu zohor dan asar tidak dinyaringkan dan
apa sebab waktu maghris, isyak, subuh bacaan dinyaringkan?
Jawab:-
Sebab waktu zohor keluar dari huruf ( Alif ).Waktu Asar keluar dari huruf ( Lam
) maka huruf alif dam huruf lam keluar daripada lafaz nama Allah.Karena Alaah
Taala tiada bertakyin karena batin adanya.
Maka sebab
itulah sembahyang zohor, asar itu disembunyikan yakni tiada dinyaringkan.
Adapun
waktu maghrib, isyak, subuh itu dinyaringkan karena waktu yang 3 itu keluar
daripada huruf ( Ha, Mim, Dal ) karena 3 huruf ini huruf Muhammad (S.A.W)
Karena Muhammad itu tuhan takyin dan segala takyin itulah mengzahirkan nama
Allah dan takyin itulah juga menyatakan zat, sifat, af’al daripada nyatanya.
Itulah sebab
sembahyang maghrib,isyak,subuh dinyaringkan,kemudian disembunyikan
segala takyin itu daripada takyin.
Maka kembalilah
kepada takyin seperti sabda nabi(Alan Kama) kata takyin sekarang pun dahulu jua
tiada bertakyin juga.
Karena zahir itu
kembali kepada yakin pertamanya.Maka kita bertafakur kemudian disunyikan,barangsiapa
tahu akannya hakikat yang demikian,maka tahulah ia akan hakikat sembahyang.
Sekian adanya.
Bismillahhirrahmanirrahim
Ini pasal
menyatakan kiblat orang sembahyang itu 3 perkara:
1) Kiblat
tubuh, 2) Kiblat hati, 3) Kiblat nyawa
a) Kiblat Tubuh :tubuh itu atau kiblat dada itu
kaabah, maka segala orang yang
sembahyang hendaklah mengadapkan kiblat ini. Jikalau tiada kiblat ini maka
tiada
sah sembahyangnya.
Maka
hendaklah dadanya, segalanya anggotanya, urat, daging, darah, tulang semua
segala anggotanya sebab difardhukan oleh Allah Taala segala orang islam
mengadapkan dia maka sah sembahyangnya.
b) Kiblat Hati :Hati itu kepada Allah dan Kaabah
Allah maka hendaklah
kita iktikadkan Allah Taala tiada dikanan,tiada dikiri,tiada dihadapan,tiada
dibelakang,tiada diatas,tiada dibawah bahkan tiada ditentukan disuatu tempat ia
jua melainkan meliputi alam selian ( Ahadon Shomadan ) seperti firman Allah
( Wallahhumuhithom Anil alamin ) artinya-Allah meliputi alam sekalian. Firman
Allah lagi ( Wahuwa ma’akum A’innama Kuntum ) artinya-Allah jua suatu kata
barang dimana saja kamu berada adalah tuhan kamu,jikalau demikian itu nyata
bahwa Allah itu tiada ditentukan akan tempat kepadanya.
Suatu tempat
tetapi ia hadir jua. Maka keadaan demikian itu iktikad kita inilah yang
dikehendaki hati kita.
c) Kiblat Nyawa:Nyawa itu pula sentiasa ia tiada
bercerai dengan tuhannya karena anugerah oleh tuhannya.7 sifat iaitu hayat
dihantarkan kepada nyawa kita maka hiduplah dengan yang hidup maka dihantar
pula ilmu kepada Hati kita maka tahulah kita dengan yang tahu,maka dihantar
pula kudrat kepada
anggota kita maka kuasalah kita dengan kuasanya,maka dihantar pula iradat
kepada nafsu kita jadi berkehendaklah kita yang berkehendaknya.Maka dihantar
pula Samak kepada telinga kita maka mendengarlah kita dengan yang
mendengarnya,maka dihantar pula Basar kepada mata kita maka melihatlah kita
dengan melihatnya maka dihantar Kalam kepada kita maka berkata-katalah kita
denagn berkata-katanya.Maka ditakyinkan kepada iktikad kita yang berkata-kata
inilah Allah Taala. Apabila engkau ketahui hal yang demikian maka hendaklah
engkau ketahui fanakan dirimu itu segala perbuatanmu itu didalam Af’al Allah
semata-mata maka hapuslah,karamlah,lenyaplah sifat itu didalam sifat
Allah. Maka sifat Allah semata-mata tiada sekali-kali sifat kita, maka
hapuskanlah zat sifat kita didalam zat Allah.
Biarlah tinggal
zat Allah semata-mata karena kita tanah kembali kepada Adam sedia kala. Maka
kata olehmu ( Allah Hu Akhbar )itulah bernama sembahyang orang
( KhasulKhas ) namanya maka peroleh makam fana jati dan makam Tabdul
Kalam Allah.Jikalau tiada demikian maka tiada sah sembahyangnya maka tiliklah
sembahyangnya.
Ia menyembah
huruf dan suara dan menyembah bayang yang Asa. Maka sempurnalah ibadatmu dan amalan mu itu kepada Allah Taala karena
inilah dinamakan sembahyang.
Hai saudaraku,
ketahuilah olehmu akan sempurna sembahyang itu tiada sah sembahyang itu tiada niat, dan ikhlas,
melainkan dengan hati dan tiada diterimanya hati itu dengan ilmu dan
takyin.Adapun arti
hati itu Ikhlas ilmu dan makrifat itu ialah rohani, maka ketahuilah olehmu
bahwa sekalian perbuatan itu dengan niat dan tertib.
Tertib itu
daripada Qasad dan Qasad tertib itu daripada hati yang tatif yaitu rohani.
Adapun cita-cita
terdahulu daripada niat dan Qasad dibagi yaitu :
a)
Qasad nafsu
b)
Qasad kiblat
c)
Qasad roh
Adapun Qasad roh
didalam rahsia adapun tatkala berdiri sembahyangnya itu maka kita hapuskan dan
lenyapkan perbuatan kita didalam af’al Allah,maka tinggallah af’al Allah
semata-mata dan kudratnya.
Maka kata olehmu
Allah Hu Akhbar makam hanaak jati dan makan pana mikraj mikraj tabdul dan makam
Islam maka peroleh lazat dan citarasa baginya.
Ketahuilah
olehmu bahwasanya jalan kepada Allah Taala yaitu
4 jalan :
1) Jalan Syariat
2) Jalan Tarikat
3) Jalan Hakikat
4) Jalan
Makrifat
Adapun syariat
itu kata-kata nabi-nabi Tarikat itu
perbuatan Nabi-nabi :
Hakikat itu tempat kediaman nabi Makrifat itu ialah rahsianya.
Adapun istana
syariat itu lidah, Istana tarikat itu hati, Istana Hakikat itu nyawa, Istana
Makrifat itu kelakuan Nabi. Meliputi dengan semata-mata sekalian alam inilah
dinamai Jalan yang 4 itu.Maka hendaklah kita ketahui dan kenal dengan hatinya.
Bermula syariat itu kerja tubuh, tarikat itu kerja hati, hakikat itu kerja nyawa
dan makrifat itu kerja rahasia.
Jika ditanya orang apa dijunjungan islam?
Jawab:-
Adapun dijunjung
oleh islam itu terdapat 4 bahagian :
1) Syariat yang
dijunjung oleh anggota islam
2) Tarikat
dijunjung oleh hati islam
3) Hakikat
dijunjung oleh nyawa islam
4) Makrifat itu
dijunjung oleh orang yang mengetahui islam yang
Maka 4 inilah
orang yang dinamakan ( Sho Fi Daari ) artinya hidup kepada 2 negeri maka orang
inilah dinamakan orang segala orang yang arif ( Ya Allahi Khasu Khass) artinya
pilihan dan mukmin shodiq mukmin yang sebenar maka inilah yang dikatakan
bergantung pada tali Allah.Allah yang tiada berputus musyahadah dan muqabalah
dan muraqabah dengan hak Allah Taala daripada Adam kepada ujudnya.
Daripada ujud
kepada aadamnya tiada bercerai tiada bertemu tiada lain daripadanya.
Dan lagi Allah
Taala menjadikan sembahyang seperti nabi Ahmad Muhammad pun namanya.
Maka Ahmad itu 4
huruf Alif, Mim, Dal, maka berdiri itu
seperti Alif, rukuk itu seperti Haa,
Sujud seperti Mim, Duduk seperti Dal, demikian 4 itu.
Adapun tubuh
manusia itu yakni tubuh Adam alai hissalam.Asal kejadian dari 4
Anasir tanah,
air, api dan angin.
Adapun tanah itu
tempat nyawa ujud Allah yang bernama Hakim artinya yang tahu
Pada hukumnya.
Adapun air itu tempat nyata ujud Allah yang bernama Muhyi yag yang hidup.
Angin itu tempat
nyata ujud Allah yang bernama Qaiyum artinya yang kuasa. Api itu pula tempat nyata ujud Allah
yang bernama Aazim.
Maka hendaklah
ditilik dan dilihat kamil mukamil itu seperti memilik ia kepada bercerai maka
ia melihat berhimpun 4 itu kepada insan maka ia menilik kepada insan dilihat
dengan mata hati pada insan ujud Allah yang bernama Allah inilah isyarat hadis
nabi ( Man nazara ila Sai in Walam yarallah fi fahuwa batiun ) Barangsiapa
memilik kepada sesuatu tempat tiada
dilihat Allah pada maka yaitu batal.
Inilah arif
kamil mukamil tiada berputus dirinya, hatinya, nyawa, dan rahsianya itu,
berkehendak kepada yang bernama Allah.
Adapun diri kita
dibagi menjadi :
a) Diri berdiri,
b) Diri terperi
Maka berdiri
itulah sifat kehambaan yang jadi
daripada 2 ibubapa, kita asal daripada mani, tatkala masuk kedalam rahim ibu 40
hari, nutpah namanya.
Genap 80 hari
Alagah namanya artinya Darah berkumpul.
Genap 120 hari
Mudqah namanya artinya daging tiada bertulang.Kemudian daripada manusia
dirupakan Allah Taala akan dia yang kehendaki merupakan dia dan tanah
sempurnalah kejadiannya. Maka dititahkan nyawa masuk kedalam dengan
dikehendaki, dan setelah masuk nyawa kedalam ibunya maka dikeluarkan Allah
daripada perut ibunya kepada alam wasitah seperti orang yang telah jaga dari
tidurnya.
Maka
dilihat tiada lagi rupa yang telah dilihatnya maka ia pun menangis. Sebab
suaranya itulah bernama insan.
Tatkala ia tahu
menangis Muhammad namanyatatkala inilah dijadikan Allah ( Ahlil Sunnah
Waljamaah ) Tatkala ia tahu menyusu ( Sipiah namanya ) tatkala ia tahu
berkata-kata kitab namanya. Karena tatkala itu nyata rupa semasa dalam
kandungan ibunya inilah yang dikenalnya itu, tatkala ia pandai meniarap Hanafi
namanya, tatkala ia tahu duduk Malik namanya, tatkala tahu berdiri Hambali
namanya, tatkala ia boleh merangkak Syafie namanya.Inilah jalan aman yang 4
itu, dijadikan Allah Taala tatkala dalam peliharaan ibubapa tahu berlari Sharih
namanya. Karena tatkala itu suatu pun tiada menkhabarkan diri ada kelebihan
didalam rahim ibunya.
Maka tatkala sudah cerdik boleh berjalan berlari, pandai berkata-kata maka
tatkala itu lekatlah ia dengan dunia dan lupa ia akan dirinya. Maka
masuklah kedalam dunia ini hilanglah ilmu itu menunjukkan diri kita yang
terperi itu Araad jua.
Segala guna yang
ada ini tiada kekal ia pada kedua masuk dan kurang itu 1 alam jasmani jua bukan
alam rohani karena alam jasmani itu tempat nyata alam rohani, artinya ( alam
jasmani,alam rohani ) maka telah ketahui bahwasanya keadaan kita insan alam
rohani itu tetap selama-lamanya Tiada berubah, tiada kurang daripadanya.
Inilah
diri kita dengan terperi dengan segala peri mulia. Adapun diri terperi itu
tiada makan, tiada minum, tiada beristeri, tiada beranak, tiada beribu, tiada
tidur, tiada mati, maka diri kita inilah dikurniakan Allah Taala sifat 2 x 7.
Maka dengan sifat inilah diri berdiri itu umpama perahu diperintah oleh
nahudanya.
Masing-masing
perahu dan nahkodanya. Adapun sifat 2 x
7 dikurniakan Allah Taala kepada roh yaitu sifat Ma’ani dan sifat Maknawiyah
itulah dikurniakan Allah Taala roh kita supaya kuasa memerintah jasad kita.
Semata-mata wayang kulit.
Dan roh adalah
umpama menutup diri
itu jikalau tiada dirinya, Niscaya
tiada akan zahir hikmatnya memandang diri itu. Maka
hendaklah Makrifat yang tahkik karena diri itu tiada
bercerai dengan diri dan diri itu tiada
bercerai dengan ruhya.
Seketika juapun, jikalau
bercerai niscaya
binasalah diri itu.
Demikianlah juga
keadaan hamba dengan Tuhan.Sentiasa tiada bercerai daripada asal datang kepada
Abda’ inilah firman Allah. (Wahuwa Maakum Anama kuntum ) artinya Allah serta
kamu barang dimana kamu.
Dan martabat
Sani pun serta kita maka Allah Fardhukan kita pandangan jangan lalai serta
hamba dengan tuhan daripada azali datang kepada Abda’, kemudian daripada itu
ketahui olehmu akan nama Allah akan nama Allah dan Muhammad.Adapun nama Allah
ini 4 huruf yaitu Alif, Lam, Lam Haa dihimpun (Allah). demikian suatu Allah dan
lagi insan pun 5 jari kelingking huruf alif, jari manis huruf lam, dan jari
tengah huruf lam akhir dan telunjuk dan ibu jari itu huruf haa.
Demikianlah
suatu Allah pada jari tangan kiri kanan dan kaki kiri kanan itu jua huruf insan
itu nama ( Allah ) dan nama rasullullah karena firman Allah didalam hadis Qudsi
yaitu jasmani insan. Tubuh manusia,
nafsu, hati, nyawa, melihat, lidah, tangan, kaki semuanya itu aku nyatakan bagi
diriku maka tiada insan lain daripada aku dan tiada aku lain daripadanya. Maka
sebenar-benar insan itu Muhammad.
Maka
Allah Subhanawataala itu tajalilah ia kepada insan itu seperti firmannya ( Al
insanin siri waana sirrhu ) artinya insan itu rahsiaku dan rahsia aku
rahsianya.
Lagi ( Al
insannu sirri wana sirri wasifatu la qairuh ) artinya-insan itu rahsiaku dan
sifatnya sifatku tiada lain daripadaku.
Demikian
kemuliaan insan kepada Allah Taala maka hendaklah ketahui keadaan rahsia Allah
itu jikalau tiada ketahui nescaya didalam dosa yang amat besar seperti sabda
nabi ( Ujuduka zambuu la yuqasabihi zambun ) artinya-Adamu rasanya yang sebagai
denagn dia rasa sentiasa rasa engkau,engkau didalam rasanya.
Didalam
baktianmu sekalian pun karena jikalau tiada ilmu maka tiada sempurnalah
baktianmu kepada Allah Taala karena ini
sabda nabi ( Al ilmu rohu wal amal jasad ) artinya-Ilmu itu nyawa dan amal itu
tubuh yakni jikalau tiada nyawa maka tiada dapat tubuh itu bergerak.
Demikianlah
baktianmu pun jika tiada dengan tiada sempurnanya.
Adapun nama
Muhammad itu pada tubuh kita ada 4 huruf mim, haa, mim, dal.
Adapun kepala
kita huruf mim,tangan kita huruf haa, pinggang itu huruf mim akhir dan kedua
itu huruf dal. Demikianlah didalamnya.
Tiada lain
daripada nama Allah dan nama Muhammad maka tiliklah nyata-nyata dengan
memohonkan karena Allah Taala tuhan yang sebenar-benarnya.
Adapun rahasia
itu tersembunyi nyawa, nyawa dan rahasia tersembunyi pada tubuh maka inilah (
Tanzil ) yakni pandangan turun pada taqwa.Yakni pandangan naik. Maka pandangan
badan menunjukkan hati,hati menunjukkan nyawa, nyawa menunjukkan rahasia dan
rahasia menunjukkan ujud Allah Taala.Maka zikirlah ( Lailaha illa Allah ) tiada
tuhan hanya Allah.
Sabda nabi,
barangsiapa tiada tahu akan sembahyang maka yaitu sia-sialah Sembahyangnya karena sembahyang 5 waktu itu
rasullullah empunya waktu, rasul 5 waktu Allah jadikan dia dahulu daripada
70000 tahun dahulu lamanya yaitu dari 4 bangsa Kudrat, Iradat, Rahmat,
Hibatnya.
Maka tilik Allah
akan 4 itu menjadikan 5 rupanya yaitu Putih, kuning, merah, hijau.
Bermulaputihwaktunyasubuh.Kuningwaktunyazohor,merahwaktunya asar, hijau
waktunya maghrib dan hitam waktunya isyak.
Semuanya ini
pada tubuh manusia ( tubuh kita ) maka sebab itulah berdiri, rukuk, sujud,
duduk karena Allah Taala menjadikan Nabi Adam itu daripada 4 anasir yaitu
tanah, air, api, angin. Maka berdiri itu peri api karena api nyala tegak
menjulang keatas,rukuk itu perbuatan angin betul condong, sujud itu perbuatan
air karena air itu mengalir kebawah dan duduk itu perbuatan tanah karena tanah
atau bumi.
Inilah segala muasalnya manusia (Ahlul
Hakikat ), yang teguh atas pendirian dalam menjalankan perintah ALLAH S.W.T.
DEMIKIANLAH PEMAHAMAN
MENGENAL DIRI TUJUAN HIDUP MENUJU PENGENALAAN ALLAH S.W.T., SEMOGA KITA SENANTIASA DIRAHMATI
ALLAH S.W.T., DANDIBERIKAN PETUNJUK KEBENARAN MENUJU KEMASLAHATAN HIDUP DIDUNIA
DAN KELAK AKHIR HIDUP KITA BERAKHIR DALAM CHUSNUL CHATIMAH,
AMIN YA RABBUL ALAMIN.
WABILLAHI TAUFIK
WAL HIDAYAH, WASSALAMU’ALAIKUM
WARHMATULLAHI WA
BARKATUH
MANGKASSARAQ
Dzulhijah 1440 H,
Tumbuh melata sipokok tebu, Ditepi
pasar jualan daging,
Banyak harta tidak berilmu, Bagai rumah tidak berdinding.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar