Minggu, 09 Juli 2023

TUJUAN MANUSIA DI BUMI SEMATA-MATA MENGABDI KEPADA ALLAH

  

BAGIAN KEDUA

TUJUAN MANUSIA DI BUMI SEMATA-MATA

MENGABDI KEPADA ALLAH 

 

 

 

II. 1. TUJUAN MANUSIA DIBUMI, FIRMAN ALLAH DALAM AL-QURAN :

 

Surah Adz-Dzaariyat : Ayat: 48, 49, 50, 51 dan 56 :

 

 


waal-ardha farasynaahaa fani'ma almaahiduuna
Artinya :  Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).

 

 


wamin kulli syay-in khalaqnaa zawjayni la'allakum tadzakkaruuna
Artinya ;  Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.

 

 


fafirruu ilaa allaahi innii lakum minhu nadziirun mubiinun
Artinya ; Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

 

 


walaa taj'aluu ma'a allaahi ilaahan aakhara innii lakum minhu nadziirun mubiinun
Artinya ; Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.


wadzakkir fa-inna aldzdzikraa tanfa'u almu/miniina
Artinya ; Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

 

 


wamaa khalaqtu aljinna waal-insa illaa liya'buduuni
Artinya ;  Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

 

 

II.2. MANUSIA BERTANYA APA TUJUAN PADA DIRINYA?

 

2.1. Kapankah datangnya dan kapan pula kembalinya?

 

jawabnya ialah : bahwa diri bathin itu datang kedunia ini adalah setelah adanya jasad,sesuai dengan firman Allah :

 

artinya ; Kemudian kami sempurnakan jasad itu, lalu ditiupkan roh kepadanya.

 

Dan pertanyaan kedua dan ketiga ialah :

 

Darimana diri itu datangnya dan kemana pula kembalinya, serta apa maksud datang kedunia ini?

 

Jawabnya ialah : datangnya dari Allah dan kembalinya kepada Allah,adapun maksud datang kedunia ini adalah dengan jasad sebagai alatnya.

 

Karena sudah dijelaskan fasal yang lewat : yaitu laksana kuda tungganganya dengan penunggangnya. Kuda ditamsilkan sebagai jasad, dan Roh sebagai penunggangnya.

 

Dalam pasal  ini  dijelaskan bahwa perjalanan diri  dalam mencari dan mengenal Zat Allah itu adalah dimulai dari bawah hingga menuju keatas atau disebut TARRAQI :

 

Misalnya dimulai dari : tauhidul asma, tauhidul sifat, tauhidul af’al dan tauhidul Zat, sampai kepada LA’MAUJUDA BIHAQQIN ILLALLAH, artinya : Tidak ada yang ada kecuali DIAJUA yang ADA.  Sekarang kita mengambil dalil dari pada kaum sufi yaitu sudah dimufakati bersama bahwa : segala sesuatu selain Allah pada hakikatnya tidak ada,dengan kata lain semua itu tidak dapat dikatakan ada, sebagai adanya Tuhan.

 

Disini dapat dikatakan bahwa semua itu Allah dan Allah itu semuanya. Ujud alam ain ujud Allah dan Ujud Allah ain ujud alam. Allah itulah hakikat Alam : maka wajarlah kita ini dengan Zat Allah atau Ujud Allah (rahasia Allah).

 

Berkata ABU HASSAN AS SYAZALI r.a  Bahwa ; melihat Allah itu dengan penglihatan iman dan yakin, ini lebih kaya daripada melihat dalil-dalil. Lebih baik kita katakan bahwa;

 

Kita tidak akan melihat alam, dan andaikata ada juga, maka penglihatan itu atau penglihatan aribillah itu tak ubahnya laksana melihat debu terbang diangkasa yang pada penglihatan ada, namun dicari tak ada, artinya : tak dapat menangkapnya.

 

Itulah perjalanan Aribillah atau Wali Allah ; yang telah sampai kepada makam fana dan makam baqa.

 

~ Adapun syariat itu kenyataan Af’al Allah.

~ Adapun Thariqah itu kenyataan Asma’ Allah.

~ Adapun Hakikat itu kenyataan Sifat Allah.

~ Adapun Makrifat itu kenyataan Zat Allah.

 

Dimana tempat pada diri kita itu : Syariat, tarikat, hakikat dan makrifat.

Jawab:
Adapun  syariat  itu  nyata   pada   tubuh   kita,    Adapun  tarikat  itu nyata  pada  hati   kita, Adapun  hakikat  itu  nyata pada nyawa kita,  Adapun makrifat itu nyata pada rahasia kita, dan bahwasanya, Tubuh itu kenyataan Af’al Allah,  Hati itu jadi kenyataan Asma Allah, Nyawa itu jadi kenyataan Sifat Allah,  Rahasia itu jadi kenyataan Zat Allah.

 

Kejadian daripada apa diri kita : Syariat, tarikat, hakikat dan makrifat itu kejadian daripada apa ?


Jawab:
Adapun kejadian syariat itu daripada air, Adapun kejadian tarikat itu daripada angin, 

Adapun kejadian hakikat itu daripada bumi ( Tanah ), Adapun  kejadian  Makrifat  itu

kejadian daripada terang api.

 

Syariat itu kejadian daripada air, adakah air sungai, air hujan, laut telaga atau lain lain lagi ? Jawab : Adapun yang dikatakan syariat itu daripada air bukan seperti air yang tersebutitu, sebenarnya ialah Nur Muhammad.

 

Tarikat itu kejadian daripada angin, adakah angin bertiup-tiup atau angin utara, selatan, timur, barat atau sebagainya ?

Jawab:Adapun Tarikat itu dikatakan daripada angin tidak sebagaimana angin yang tersebut diatas itu, Sebenarnya ialah Nafas Muhammad.

 

Hakikat itu kejadian daripada tanah. Adakah tanah seperti tanah liat, tanah bukit, kuning Pasir dan lain lain lagi ?

Jawab:-
Adapun hakikat itu dikatakan tanah,bukan seperti tanah yang tersebut,sebenarnya ialah Tubuh Muhammad.


Makrifat itu kejadiaan daripada terang api, adakah seperti matahari, bulan, api biasa atau lampu atau api elektrik ?

Jawab:-
Sebenarnya bukan seperti api yang tersebut, Sebenarnya ialah darah Muhammad.

~Adapun kejadian diri kita yang zahir ialah asalnya 4 anasir iaitu tanah, air, api dan umpama angin, maka keempat empat itu asalnya satu jua iaitu asal tanah, air, asal air angin, asal angin api dan asal api itu ialah Nur Muhammad dan Nur Muhammad itu pula Nur Allah.

 

Adapun diri yang zahir itu kepada kita seperti berikut dibawah ini:-

 

~Bermula tanah itu menjadi daging pada kita.

~Air itu menjadi tulang pada kita.

~Angin itu menjadi urat pada kita.

~Api itu menjadi darah pada kita.

 

2.2. Maka masing masing Dalam Sembahyang, Kerjanya :

 

Tanah, air, api dan angin itu apa kerjanya di dalam sembahyang ?

Jawab:-
~Adapun Af’al api itu berdiri didalam sembahyang.

~Adapun af’al angin itu rukuk didalam sembahyang.

~Adapun af’al air itu sujud didalam sembahyang.

~Adapun tanah itu duduk di dalam sembahyang.

 

Maka keempat empat itu dinamakan dia jasmani artinya tubuh yang zahir. Adapun nyawa jasmani itu rohani, maka yang bernama rohani itu tubuh Muahammad hakikat, karena tubuh Muhammad itu tiada bercampur dengan keempat empat anasir itu, hanya semata mata tubuh Muhammad itu rohani.


Apa nama tubuh kita apa nama nyawa kita ?

Jawab:-
Adapun tubuh kita bernama jasmani dan nyawa kita bernama rohani, maka yang bernama rohani itu lah tubuh Muhammad, sebab itulah kita beroleh bangsa daripada tubuh Muhammad, maka tiap tiap sesuatu yang dibangsakan dengan tubuh Muhammad itu diharamkan atas api neraka dan sebab itulah maka tiada boleh meninggalkan sembahyang 5 waktu, n
iscaya putuslah bangsa itu melainkan sebangsa dengan binatang jua adanya.

 

Sabda Nabi S.A.W., : Barang siapa keluar masuk nafasnya dengan tiap tiap keluar masuk dengan tiada zikir Allah, maka sia sialah ia.

Bermula nafas itu atas 2 (dua) langkah satu naik dan kedua turun, maka tatlaka naik itu sampai kepada tujuh petaka langit maka berkata ( Wan Nu rul yajri ilal ardhi pakhola Huwallah ).

 

Dan tatkala turun sampai kepada tujuh petaka bumi maka nafas nabi itu puji Allah, tatkala masuk nafas itu namanya puji HU.

Tatkala ia berhenti seketika antara keluar dan masuk nafas namanya puji AH-AH, dan ia tidur atau mati nafas HAKH dalam, maka ingatlah olehmu akan memelihara nafas itu, dengan menghadirkan makna ini senantiasa, didalam berdiri, duduk dan di atas barang yang diperbuat hingga memberi bekas pada sekalian badan dan limpahlah segala anggotanya, maka apabila tetaplah tilik hatimu maka jadilah anggota hidup di dalam 2 negeri yakni dunia dan akhirat dan bahagiakan Allah baginya pintu selamat sejahteralah ia didalam dunia dan akhirat dianugerahkan Allah Taala mereka itu sampai kepada martabat segala nabi dan segala muslimin dan mengharamkan Allah Taala tubuh nya dimakana api neraka dan badan pun tidak dimakan tanah di dalam kubur, maka engkau tetaplah dengan hati wahai saudara ku pada hal jangan engkau daripada orang yang lupa.

 

Mudah mudahan dibahagikan Allah Taala atas mu, dengan bersedapan hingga sampai kepada ajal kamu.

 

Adapun Nafas kita keluar masuk pada sehari semalam yaitu pada siang 12 000 dan pada malam 12 000, Inilah bilangan jam sehari semalam 24 jam yaitu pada siang 12 jam malam 12 jam.

 

Demikianlah juga huruf Kalimah La Ilaha Ilallah dan huruf Muhammad Rasullullah masing-masing mempunyai 12 huruf berjumlah semua 24 huruf semuanya.

 

Maka barangsiapa mengucap dengan sempurna yang 7 kalimah ini niscaya ditutup Allah Taala pintu neraka yang 7 juga. Barangsiapa mengucap yang 24 huruf ini dengan sempurna niscaya diampun Allah Taala dosanya yang 24 jam, inilah persembahan kita kepada tuhan kita yang tiada berkeputusan yang dinamai sembahyang Daim dan Puasa itu melakukan nafsu batin dan zahir.

 

Sabda Nabi S.A.W. :

( Ana min Nurrullah wal alami Nurri )

Artinya- Aku daripada Allah dan sekalian alam daripada aku, sebab itulah dikatakan (Ahmadun Nuril Arwah ) artinya Muhammad itu ibubapa sekalian arwah dan dikatakan (Adam Abu Basar ) artinya- Bapa sekalian tubuh.

 

Adapun yang dikatakan sebenar benarnya fardhu itu ialah nyawa, karena nyawa itu memerintah kepada badan kita, jikalau digerak Allah nyawa itu bergeraklah badan kita.

 

2.3. Adapun Awal Muhammad itu Nurani. Akhir Muhammad itu Rohani.

Adapun zahir Muhammad itu Insani.

 

Adapun Batin Muhammad itu Rabbani.

Adapun awal Muhammad itu nyawa oleh kita.

Adapun akhir Muhammad itu hati kepada kita.

Adapun zahir Muhammad itu rupa oleh kita.

Adapun batin Muhammad itu ujud oleh kita.

Adapun yang bernama Allah itu sifatnya.

Adapun yang bernama Sebenar-benar Allah itu zat wajibal Ujud

Adapun yang bernama insan itulah nyawa.

Adapun yang sebenar-benar insan itu manusia yang tahu berkata-kata adanya.

 

Maka inilah suatu risalah yang tersimpan daripada perkataan usul takhlik jalan segala orang yang mengenal Allah Taala.

 

Tatkala manakah ia bernama ‘HU’ dan tatkala manakah ia bernama ‘Allah‘ dan tatkala manakah ia bernama ‘Rahman‘.

Jawab:-
Tatkala ‘La Takyin’ tiada nyata ia bernama ( HU ) dan tatkala ‘La Takyin’ Awal nyatanya ia bernama ( Allah ) dan tatkala ‘La Takyin’ Sani kenyataan ia bernama ( Rahman )

 

Akan La Takyin itu martabat apa dan Takyin awal martabat apa dan Takyin Sani itu martabat apa?

Jawab:-
Adapun La Takyin itu martabat zat mutlak dan akan Takyin awal itu martabat zat( Muqaiyyid pertambatan) dan akan takyin sani itu Sifat ( Muqaiyyid )


Mana yang bernama zat mutlak dan mana yang bernama zat Muqaiyyid dan mana yang bernama Sifat Muqaiyyid ?

Jawab:-
Adapun yang bernama Zat Mutlak iaitu (Qaibal Quyub) atau lenyap.Maka zat Muqaiyyid itu Muqaiyyid dengan sifat dan asma dan Muqaiyyid dengan alam ini.

 

Apa sebab 3 martabat itu dikatakan oleh pendita, tiada ia kepada baru ujud ?

Jawab:-
Karena martabat yang 3 itu sebab ia ketuhanan hak Taala daripada ujudnya dengan cahaya dan jauhar dan a’rad supaya jangan sama.

 

Betapa besar hakikat Muhammad dengan Hakikat Insan ?

Jawab:-
Adapun Hakikat Muhammad dengan Insan itu umpama sumbu maka ada nyala di hujung sumbu itu, demikian juga hakikat Muhammad dengan Insan, maka yang lain itu hakikat Allah maka sempurnalah hakikat Makrifat diri kita dengan dia.

Ahdiat, Wahdah, Wahdiat itu ketuhanan kepada Allah ?

Jawab:-
Satu ketuhanan zat, kedua ketuhanan sifat, ketiga ketuhanan Af’al asma’


Akan alam roh, alam misal, alam ajsam, alam insan, apa kepada Allah Taala ?

Jawab:-
Adapun alam roh, alam misal, alam ajsam dan alam insan itu rohul Qudus karena ia teladan segala hakikat.

 

Apa martabat Rohul Qudus ?

Jawab:-
Bayang hak Allah karena Pusaka ia yang Asa

 

Apa pusaka mutlak atau pusaka zat Muqaiyyid ?

Jawab:-
yaitu pusaka zat mutlak pandangan zat Muqaiyyid karena 2 tilik;

a) Tilik keatas maka iaitu Mutlak

b) Tilik kepada Ujudnya iaitu zat Muqaiyyid

 

Apa martabat Muhammad itu kepada kita tilik kita ?

Jawab:-
Adapun martabat Muhammad itu kepada kita Roh Idofi dan akan kita Sir Qalbi.


Muhammad itu apa kepada Allah dan apa kepada insan ?

Jawab:-
Adapun akan Muhammad tilik takyin kepada Allah Taala khatam isyarat kepada kita.


Berapa isyarat kepada kita ? (Makfirat)

Jawab:-

Adapun isyarat makrifat itu kepada kita atas 4 hal:-

a) Musyahadah

b) Murakhobah kita

c) Muqarannah

d) Muqabalah

2.4. Inilah Tugas Manusia Sebagai Pemberi Peringatan.

 

Apa sebab dinamakandengan Musyahadah, Muraqobah, Muqaranah, Muqabalah ?

Jawab:-
Adapun sebab itu karena ia menghasilkan zikir kepada rahasia yang mengzahirkan Baqa maqam rahasia.

Muhammad itu apa ia kepada Allah dan Allah itu apa ia kepada Muhammad ?

Jawab:-
Adapun Muhammad itu sifat Allah dan Allah itu zat kepada Muhammad.


Hakikat Muhammad itu apa ia dan insan apa ia ?

Jawab:-
Adapun sebenarnya diri itu sifat Muqaiyyid ialah yang dinamakan ‘ Akyan Sabitah’ maka Akyan Sabitah itu Hak Allah Taala disempurnakan dengan Hak Allah.

 

Apa dinamakan Hak Taala itu ?

Jawab:-
Adapun yang dinamakan Hak Taala yang tiada betapa dan tiada meminta. Inilah sebenarnya Hak Taala tiada baginya peri, maka hak Taala ( Peri yang maha tinggi )

 

Betapa hak kita kepada Allah Taala ?

Jawab:-
Adapun hak kita kepada Taala itu bayang kepada haknya adapun hak kita serahlah akan bayang-bayangnya.

 

Maka hak itu pula apa kepada kita ?

Jawab:- Apapun hak itu kepada kita zat sekali kali.


Betapa dikatakan oleh segala ahli hakikat hak Taala itu tuhan kita ?

Jawab:-
Sebab dikatakan itu karena tatkala menilik dirinya menjadi tubuh insan karena inilah pihak dikatakan ia tuhan dan pihak ujudnya dikatakan zat.


Adakah zat itu berzat pula kepada hakikat Muhammad itu adakah ia berzat ?

Jawab:-
Adapun hakikat Muhammad itu hakikat Allah itulah sekali kali ditilik.


Apa sebab maka segala insan itu termulia kepada Allah daripada yang dijadikan ?

Jawab:-
Adapun manusia termulia dari karena Rohul Quddus. Inilah dimuliakan Allah Taala.

Roh Quddus itu nyawa siapa ?

Jawab:-
Adapun roh Quddus itu nyawa Muhammad dan hakikat insan ia, maka sekalian itu ialah memerintah sekalian isi langit dan bumi.


Apa yang nyata Muallim itu ?

Jawab:-
Adapun yang nyata di dalam Muallim itu Roh Idofi yaitu cermin yang suci.


Apa sebab Roh Idofi itu dinamakan cermin yang maha suci. Dan ditaksilkan dengan cermin yang maha suci ?

Jawab:-
Adapun roh idofi itu ditaksilkan cermin karena ia nyata bayang2 yang didalam cermin sebab itulah maka dinamakan cermin.


Apa sebab roh Quddus bayang bayang Hak Taala ?

Jawab:-
Karena inilah maka dikatakan ia nyawa Muhammad iqtiqad Ulama’.

 

Karena apa hak Taala itu nyawa kepada insan ?

Jawab:-
Karena teladan ujudnya Hak Taala serupa dengan ujudnya yang berujud insan itu,tetapi dia dialam bahwa alam tiada berupa.

 

Inilah dikatakan serupa tiada lain yang diserupakan karena harus pada akal dan lafaz mengatakan:-

“Nutasabiha wa pairi mutasabih”


Ujud yang mana serupa dengan insan itu, Ujud Mutlak atau Ujud Muqaiyyid ?

Jawab:-
Adapun ujud yang serupa dengan insan itu ujud Muqaiyyid jua.


Yang mana dinamakan Ujud Muqaiyyid itu ?

Jawab:-
Inilah Ujud Allah Taala hakikat ujud insan yang dinamakan Muqaiyyid itu karena ialah pertambatan hak Taala


Apa sebab hak Taala dikatakan oleh segala ahli hakikat dan segala ahlillah insan itu hak Taala ?

Jawab:-
Karena mengzahirkan akan dirinya kepada insan sifat Allah,Itulah sebab dikatakan itu.

 

Adakah hakikat bertakyin itu sampai ‘Makrifat’ insan itu kesana atau tiadakah ?

Jawab:-
Insya Allah Taala. Mudah mudahan dikurniai hal keadaan yang demikian.

 

Ketahuilah olehmu hai orang yang menuntut ilmu, jangan syak wasangka. Seperti kata Ahdah zat, Wahdah sifat Allah, Wahdiat Asma’ Allah, alam roh, alam misal, alam ajsam, alam insan itu af’al Allah dan af’al Allah itu tubuh pada kita.Asma Allah itu hati pada kita,Sifat Allah itu nyawa pada kita dan zat Allah itu Sirr pada kita yakni rahsia pada kita.

 

Adapun Sirr itu pada kita tempat tajali zat Allah roh pada kita tempat tajali sifat Allah hati pada kita etmpat Tajali Asma’ Allah, tubuh pada kita tempat tajali Af’al Allah Adapun sempurna niat tiada diatas tiada dibawah tiada dikanan tiada dikiri tiada dibelakang tiada dihadapan.

 

Artinya : Asalkan sama dengan akalmu lenyapkan badanmu dengan  nyawamu, pejamkan pandanganmu mata disana,lumatlah rupamu artinya barang siapa menghasilkan kata empat itu didalam Yakni fikirannya. Nama ( Khassa khass )

 

Tanya : Bagaiman menutup pintu saitan?

Jawab : untuk menutup pintu-pintu itu mudah saja. Asal tahu rahasianya kejadiannya yaitu : lepaskan rasa keangkuhan dalam diri hanya kepada Allah S.W.T., semata kita

mengakui sendirikepada pengakuan tuhan, itulah penutup pintu-pintu saitan.

Tanya : apakah puncak segala puncak ma’rifat itu ?

Jawab : puncak segala ilmu dan ma’rifat itu ialah : Kosong

Tanya : manakah al-qur’an yang rahasia itu?

Jawab : al-qur’an yang rahasia itu ialah tiada huruf, tiada suara dan tiada kata-kata

Tanya : apakah nama Tuhan yang azali itu?

Jawab : nama Tuhan yang azali itu tiada bernama hanya disebut huwa, sesudah itu baru        

             hu. hu itu Allah Ta’ala : dan Nur bernama Muhammad.

Tanya : apakah bedanya Nur Allah dengan Nur Muhammad?

Jawab : nur Allah dengan nur Muhammad tiada lain. Siapa menyangka berlainan,

kafirlah  orang itu.

Tanya : nur itu artinya cahaya benarkah itu?

Jawab : itu tidak benar. Itu hanya kata-kata kiasan saja. Nur yang sebenarnya bukancahaya, bukan benda,

 dan bukan materi, dan bukan zat, dan bukan sifat. Tidakseorang pun yang tahu

 kecuali orangyang beroleh petunjuk dan hidayah.

Tanya : apakah yang dimaksud mekkah itu?

Jawab : yang dimaksud dengan Mekkah itu ialah Muhammad

Tanya : apakah yang dimaksud dengan madinah itu ?

Jawab : yang dimaksud madinah itu ialah : dua kalimat syahadat/ syahadatain

Tanya : apakah yang dimaksud dengan ka’bah itu ?

Jawab : yang dimaksud ka’bah itu ialah Adam

Tanya : huruf mim, ha, mim, dal, itu masuknya ke mana?

Jawab : huruf  Muhammad itu masuk kepada huruf : alif, lam awal, lam achir,dan ha

Tanya : mana menyatukan itu?

Jawab : alif dalam mim, Lam awal dengan ha, Lam achir dengan mimHa dengan dal

Tanya : apakah arti sin, ba, qab ?

Jawab : sin itu adalah rahasia semesta alam, Ba itu kejadian semesta alam, Qaf itu

 meliputi sekalian alam

Tanya : coba kamu uraikan sedikit sedikit tentang sin, ba, qaf

Jawab : sin, ba, qof itu ialah

             Sin itu rahasia allah

             Ba itu rahasia Muhammad

             Qab itu rahasia alam

 

Baiklah ringkasnya saja hamba uraikan :Allah ya Muhammad, Muhammad ya adam

Apakah arti ba, alif, mim, lam ?Bakhrul abu malun laqut

Apakah yang dimaksud dengan bakhrul abu malun laqut?

Itu yang disebut. Bismillahirahmanirrahim ; Itulah asma tuhan yang paling rahasia

Tutuplah kepada yang bukan ahlinya. Karena bisa membawa fitnah besar dimata umum

 

Apakah mungkin ada ba, alif, mim, lam, kalau tidak ada sin, ba, qab, tidak ada, tentunya ba, alif, mim, lam pun tidak ada jua. Jelasnya : kalau Muhammad tiada, siapa yang mengatakan tuhan itu ada. Jadi buktinya tuhan itu ada, adanya aku. Adanya Tuhan itu adanya aku. Dan adanya Aku,adanya Tuhan.

Jadi intisari kalimah la ilaha illallah itu tidak ada tuhan, melainkan Aku.

 

Dan tidak ada aku melainkan aku. Sekarang, akuku lenyap dalam jibu. La hurufi wala sautin artinya : tiada huruf, tiada kata-kata, tiada suara.

Aku kini tiada disana, hanya engkau tunggal semata.kini aku tiada lagi mengata aku, hanya aku mengata : engkaulah tuhanku.

Maksudnya : ialah yang tuhan itu adalah aku didalam rahasiaku

 

Diri Batin:-

 

Adapun diri yang batin itu yaitu nyawa daripada anasir yang batin iaitu ujud, ilmu nur suhud yang dinamai ia insan hakikat.

Adapun diri kita yang zahir itu umpama sebuah perahu diperintah oleh nakodahnya. Masing-masing perahu masing-masing nahudanya.

Adapun 7 sifat itu ialah Hayat, Ilmu, Kudrat, radat, Samak, Basar, Kalam maka yang 7 sifat dikurniakanAllah Taala kepada nyawa kita supaya kuasa ia memerintah tubuh kita itu karena bahwa tubuh kita itu semata-mata wayang kulit tiada mempunyai perintah melainkan dengan perintah Dalang.

 

Dan adalah nyawa itu umpama pesawatnya karena dalang itu jika tiada pesawat nescaya tiada zahir hikmat dalang itu maka jangan lah terhenti memandang pesawat itu( Makrifat yg sebenar-benarnya.)

 

Karena itu tiada bercerai dalang dengan wayang dan wayang tiada bercerai dengan
dalang jikalau bercerai nescaya binasa wayang itu tiada berketahuan lagi. Demikianlah keadaan hamba dengan tuhan sentiasa tiada bercerai daripada azali datang kepada Abda.


Inilah pasal menyatakan sembahyang dan mengetahui asal sembahyang dan

            mengetahuisegala Fardhu sembahyang.


Jika ditanya orang sembahyang itu dengan salat, satu namakah atau berbeda ?

Jawab:-

Adapun pada pihak lafaznya itu berbeda tetapi pada pihak maknanya satu jua.

Tetapi yang dinamakan salat itu penerimaan adapun  dinamai  sembahyang  itu pada

pekerjaan yg zahir.

 

Jika ditanya orang apa asalnya Subuh 2 rakaat, zohor 4 rakaat, asar 4 rakaat,maghrib 3 rakaat dan isyak 4 rakaat?

Jawab:-
Adapun sembahyang subuh itu 2 rakaat karena kenyataan zat dan sifat.

Sembahyang Zohor 4 rakaat karena Tajali Tuhan itu 4 perkara yaitu Hayat, Kudrat, Ilmu, Iradat, Sembahyang Asar 4 rakaat karena asal Adam itu 4 martabat yaitu Tanah, air, api, angin.

 

Dan sembahyang maghrib 3 rakaat karena 3 perkara Ahdah,Wahdah,Wahdiyat artinya (Allah,Muhammad,Adam ) dan sembahyang Isyak 4 rakaat yaitu ( Di,Wadi, Mani, Maknikam )


Jika ditanya orang kepada kita sembahyang itu apa faedahnya kepada kita yang mengerjakan dia itu dan apa kehendak kita ?

Jawab:-
Adapun disuruh kita sembahyang itu iaitu tiada memberi manfaat kepada Allah Taala dan tiada mengambil faedah atasnya.

 

Adapun faedahnya sebab kita mengerjakan sembah yang itu sebab kita sebenar2 hamba lagipun kita mengaku akan Allah Taala itu Tuhan yang  sebenar-benarnya lagi Asa ia zatnya, sifatnya, Af’alnya, yaitu seperti firman Allah didalam Al- Quran: (Alastu Birabbikum Khalu Bala )

Artinya - Bukankah aku tuhanmu, maka sembah segala zuriat (engkaulah lah tuhan

kami ),

 

Maka hendaklah kita sembahyang itu dengan ikhlas, artinya tiada sebab berkehendak syurga dan sebab takut akan neraka hanya kita ini martabat kehambaan maka Allah itulah tuhan kita yang sebenar-benarnya jika tiada demikian itu nescaya berdosalah kita dengan tuhan kita.

 

Berdiri didalam sembahyang itu apa asal?

Jawab:-
Bermula berdiri itu daripada api asalnya. Rukuk itu angin asalnya. Sujud itu Air
asalnya. Duduk itu Tanah asalnya.

 

 

 

Api, angin, air, anah itu apa pada kita?

Jawab:-
Adapun api itu nyawa kita, angin itu jadi nafsu kita, air itu jadi darah kita, tanah itu jasad yakni badan kita.


Berdiri itu perbuatan apa, rukuk itu perbuatan apa, sujud itu perbuatan apa, duduk itu perbuatan apa?

Jawab:-
Adapun berdiri itu kebangkitan pada nyawa, rukuk itu kebangkitan pada nafsu, sujud itu kebangkitan pada darah dan duduk itu kebangkitan pada jasad kita
Inilah af’al nabi S.A.W., Rasullullah kepada Abu Bakar, Umar, Usman, Ali   (Radiallah) maka sabdanya barang siapa mengetahui Tajalli waktu ini maka sempurnalah sembahyang dan makrifatnya. Dan jika tiada diketahui maka tiada sah sembahyang dan makrifatnya.

 

Maka inilah yang bernama Fardhu. Maka inilah yang asal fardhu dan juga
inilah Tajali waktu maka sembah Ali Ya Junjunganku.

Apa sebab Subuh 2 rakaat, zohor 4 rakaat,asar 4 rakaat,maghrib 3 rakaat dan isyak 4 rakaat.

Maka sabda nabi,Ya Ali, Subuh 2 rakaat kenyataan zat dan sifat,waktu duhur

4 rakaat karena tajali Tuhan  4 perkara Ujud, Ilmu Nur, Suhud.

 

Waktu Asar 4 rakaat

karena 4 perkara,Tanah, air, api, angin.

 

Waktu maghrib 3 rakaat karena tajali 3 perkara Ahdah,Wahdah,Wahdiat artinya
Allah, Muhammad, Adam(Zat, Sifat, Af’al).

 

Waktu Isyak 4 rakaat karena tajali Hamba itu perkara ( Di,Wadi, Mani, Maknikam ).

 

Jika ditanya orang mana asal sembahyang itu?

Jawab:-
Adapun asal sembahyang itu ( 4 ) Tanah, air, api, angin.

 

Jika ditanya orang apa perbuatan sembahyang itu?

Jawab:-
1) Kiyam yakni berdiri betul

2) Rukuk

3) Sujud

4) Duduk iaitu yakni tetap.

 

Maka kiyam itu yakni berdiri betul iaitu af’al api, karena api menyala betul berdiri.
Rukuk itu pula af’al angin karena angin itu condong betul.

Sujud itu af’al air karena air itu menolak kebawah dan duduk pula af’al tanah karena
tetap dibawah.

 

Jika ditanya orang 5 waktu itu keluar daripada apa?

Jawab:-
Bermula 5 waktu itu keluar daripada Alif,Lam,Ha,Mim,Dal.( 5 huruf )


Jika ditanya orang 5 waktu keluar dari apa, Duhur, asar, maghrib, isyak?

Jawab:-
Adapun waktu duhur itu daripada huruf ( Alif ) Asar itu daripada huruf ( Lam ), Maghrib itu dari huruf ( Ha ), Isyak itu dari huruf ( Mim ) waktu subuh pula dari huruf ( Dal ).


Jika ditanya orang apa sebab bacaan waktu zohor dan asar tidak dinyaringkan dan apa sebab waktu maghris, isyak, subuh bacaan dinyaringkan?

Jawab:-
Sebab waktu zohor keluar dari huruf ( Alif ).Waktu Asar keluar dari huruf ( Lam ) maka huruf alif dam huruf lam keluar daripada lafaz nama Allah.Karena Alaah Taala tiada bertakyin karena batin adanya.

 

Maka sebab itulah sembahyang zohor, asar itu disembunyikan yakni tiada dinyaringkan.

 

Adapun waktu maghrib, isyak, subuh itu dinyaringkan karena waktu yang 3 itu keluar daripada huruf ( Ha, Mim, Dal ) karena 3 huruf ini huruf Muhammad (S.A.W) Karena Muhammad itu tuhan takyin dan segala takyin itulah mengzahirkan nama Allah dan takyin itulah juga menyatakan zat, sifat, af’al daripada nyatanya.

 

Itulah sebab sembahyang maghrib,isyak,subuh dinyaringkan,kemudian disembunyikan
segala takyin itu daripada takyin.

 

Maka kembalilah kepada takyin seperti sabda nabi(Alan Kama) kata takyin sekarang pun dahulu jua tiada bertakyin juga.

 

Karena zahir itu kembali kepada yakin pertamanya.Maka kita bertafakur kemudian disunyikan,barangsiapa tahu akannya hakikat yang demikian,maka tahulah ia akan hakikat sembahyang. Sekian adanya.

 

Bismillahhirrahmanirrahim

 

Ini pasal menyatakan kiblat orang sembahyang itu 3 perkara:

 

1) Kiblat tubuh,  2) Kiblat hati,  3) Kiblat nyawa

 

a) Kiblat Tubuh :tubuh itu atau kiblat dada itu kaabah, maka segala orang yang
sembahyang hendaklah mengadapkan kiblat ini. Jikalau tiada kiblat ini maka tiada
sah sembahyangnya.

 

Maka hendaklah dadanya, segalanya anggotanya, urat, daging, darah, tulang semua segala anggotanya sebab difardhukan oleh Allah Taala segala orang islam mengadapkan dia maka sah sembahyangnya.

 

b) Kiblat Hati :Hati itu kepada Allah dan Kaabah Allah maka hendaklah
kita iktikadkan Allah Taala tiada dikanan,tiada dikiri,tiada dihadapan,tiada
dibelakang,tiada diatas,tiada dibawah bahkan tiada ditentukan disuatu tempat ia
jua melainkan meliputi alam selian ( Ahadon Shomadan ) seperti firman Allah
( Wallahhumuhithom Anil alamin ) artinya-Allah meliputi alam sekalian. Firman
Allah lagi ( Wahuwa ma’akum A’innama Kuntum ) artinya-Allah jua suatu kata
barang dimana saja kamu berada adalah tuhan kamu,jikalau demikian itu nyata
bahwa Allah itu tiada ditentukan akan tempat kepadanya.

 

Suatu tempat tetapi ia hadir jua. Maka keadaan demikian itu iktikad kita inilah yang dikehendaki hati kita.

 

c) Kiblat Nyawa:Nyawa itu pula sentiasa ia tiada bercerai dengan tuhannya karena anugerah oleh tuhannya.7 sifat iaitu hayat dihantarkan kepada nyawa kita maka hiduplah dengan yang hidup maka dihantar pula ilmu kepada Hati kita maka tahulah kita dengan yang tahu,maka dihantar pula kudrat kepada
anggota kita maka kuasalah kita dengan kuasanya,maka dihantar pula iradat
kepada nafsu kita jadi berkehendaklah kita yang berkehendaknya.Maka dihantar
pula Samak kepada telinga kita maka mendengarlah kita dengan yang
mendengarnya,maka dihantar pula Basar kepada mata kita maka melihatlah kita
dengan melihatnya maka dihantar Kalam kepada kita maka berkata-katalah kita
denagn berkata-katanya.Maka ditakyinkan kepada iktikad kita yang berkata-kata
inilah Allah Taala. Apabila engkau ketahui hal yang demikian maka hendaklah
engkau ketahui fanakan dirimu itu segala perbuatanmu itu didalam Af’al Allah
semata-mata maka hapuslah,karamlah,lenyaplah sifat itu didalam sifat
Allah. Maka sifat Allah semata-mata tiada sekali-kali sifat kita, maka hapuskanlah zat sifat kita didalam zat Allah.

 

Biarlah tinggal zat Allah semata-mata karena kita tanah kembali kepada Adam sedia kala. Maka kata olehmu ( Allah Hu Akhbar )itulah bernama sembahyang orang
( KhasulKhas ) namanya maka peroleh makam fana jati dan makam Tabdul
Kalam Allah.Jikalau tiada demikian maka tiada sah sembahyangnya maka tiliklah
sembahyangnya.

 

Ia menyembah huruf dan suara dan menyembah bayang yang Asa. Maka sempurnalah ibadatmu  dan amalan mu itu kepada Allah Taala karena inilah dinamakan sembahyang.

 

Hai saudaraku, ketahuilah olehmu akan sempurna sembahyang itu tiada sah  sembahyang itu tiada niat, dan ikhlas, melainkan dengan hati dan tiada diterimanya hati itu dengan ilmu dan takyin.Adapun arti hati itu Ikhlas ilmu dan makrifat itu ialah rohani, maka ketahuilah olehmu bahwa sekalian perbuatan itu dengan niat dan tertib.

 

Tertib itu daripada Qasad dan Qasad tertib itu daripada hati yang tatif yaitu rohani.

Adapun cita-cita terdahulu daripada niat dan Qasad dibagi yaitu :

 

a) Qasad nafsu

b) Qasad kiblat

c) Qasad roh

 

Adapun Qasad roh didalam rahsia adapun tatkala berdiri sembahyangnya itu maka kita hapuskan dan lenyapkan perbuatan kita didalam af’al Allah,maka tinggallah af’al Allah semata-mata dan kudratnya.

 

Maka kata olehmu Allah Hu Akhbar makam hanaak jati dan makan pana mikraj mikraj tabdul dan makam Islam maka peroleh lazat dan citarasa baginya.

 

Ketahuilah olehmu bahwasanya jalan kepada Allah Taala yaitu 4 jalan :

 

1) Jalan Syariat

2) Jalan Tarikat

3) Jalan Hakikat

4) Jalan Makrifat

 

Adapun syariat itu kata-kata  nabi-nabi Tarikat itu perbuatan Nabi-nabi :


Hakikat itu tempat kediaman nabi Makrifat itu ialah rahsianya.

Adapun istana syariat itu lidah, Istana tarikat itu hati, Istana Hakikat itu nyawa, Istana
Makrifat itu kelakuan Nabi. Meliputi dengan semata-mata sekalian alam inilah dinamai Jalan yang 4 itu.Maka hendaklah kita ketahui dan kenal dengan hatinya.
Bermula syariat itu kerja tubuh, tarikat itu kerja hati, hakikat itu kerja nyawa dan makrifat itu kerja rahasia.


Jika ditanya orang apa dijunjungan islam?

Jawab:-

 

Adapun dijunjung oleh islam itu terdapat 4 bahagian :

 

1) Syariat yang dijunjung oleh anggota islam

2) Tarikat dijunjung oleh hati islam

3) Hakikat dijunjung oleh nyawa islam

4) Makrifat itu dijunjung oleh orang yang mengetahui islam yang

 

Maka 4 inilah orang yang dinamakan ( Sho Fi Daari ) artinya hidup kepada 2 negeri maka orang inilah dinamakan orang segala orang yang arif ( Ya Allahi Khasu Khass) artinya pilihan dan mukmin shodiq mukmin yang sebenar maka inilah yang dikatakan bergantung pada tali Allah.Allah yang tiada berputus musyahadah dan muqabalah dan muraqabah dengan hak Allah Taala daripada Adam kepada ujudnya.

Daripada ujud kepada aadamnya tiada bercerai tiada bertemu tiada lain daripadanya.

 

Dan lagi Allah Taala menjadikan sembahyang seperti nabi Ahmad Muhammad pun namanya.

 

Maka Ahmad itu 4 huruf Alif,  Mim, Dal, maka berdiri itu seperti Alif, rukuk itu seperti  Haa, Sujud seperti Mim, Duduk seperti Dal, demikian 4 itu.

 

Adapun tubuh manusia itu yakni tubuh Adam alai hissalam.Asal kejadian dari 4

Anasir tanah, air, api dan angin.

 

Adapun tanah itu tempat nyawa ujud Allah yang bernama Hakim artinya yang tahu

Pada hukumnya. Adapun air itu tempat nyata ujud Allah yang bernama Muhyi yag yang hidup.

 

Angin itu tempat nyata ujud Allah yang bernama Qaiyum artinya yang  kuasa. Api itu pula tempat nyata ujud Allah yang bernama Aazim.

 

Maka hendaklah ditilik dan dilihat kamil mukamil itu seperti memilik ia kepada bercerai maka ia melihat berhimpun 4 itu kepada insan maka ia menilik kepada insan dilihat dengan mata hati pada insan ujud Allah yang bernama Allah inilah isyarat hadis nabi ( Man nazara ila Sai in Walam yarallah fi fahuwa batiun ) Barangsiapa memilik kepada  sesuatu tempat tiada dilihat Allah pada maka yaitu batal.

 

Inilah arif kamil mukamil tiada berputus dirinya, hatinya, nyawa, dan rahsianya itu, berkehendak kepada yang bernama Allah.

 

Adapun diri kita dibagi menjadi :

 

a) Diri berdiri,

b) Diri terperi

 

Maka berdiri itulah sifat  kehambaan yang jadi daripada 2 ibubapa, kita asal daripada mani, tatkala masuk kedalam rahim ibu 40 hari, nutpah namanya.

 

Genap 80 hari Alagah namanya artinya Darah berkumpul.

Genap 120 hari Mudqah namanya artinya daging tiada bertulang.Kemudian daripada manusia dirupakan Allah Taala akan dia yang kehendaki merupakan dia dan tanah sempurnalah kejadiannya. Maka dititahkan nyawa masuk kedalam dengan dikehendaki, dan setelah masuk nyawa kedalam ibunya maka dikeluarkan Allah daripada perut ibunya kepada alam wasitah seperti orang yang telah jaga dari tidurnya.

 

Maka dilihat tiada lagi rupa yang telah dilihatnya maka ia pun menangis. Sebab suaranya itulah bernama insan.

 

Tatkala ia tahu menangis Muhammad namanyatatkala inilah dijadikan Allah ( Ahlil Sunnah Waljamaah ) Tatkala ia tahu menyusu ( Sipiah namanya ) tatkala ia tahu berkata-kata kitab namanya. Karena tatkala itu nyata rupa semasa dalam kandungan ibunya inilah yang dikenalnya itu, tatkala ia pandai meniarap Hanafi namanya, tatkala ia tahu duduk Malik namanya, tatkala tahu berdiri Hambali namanya, tatkala ia boleh merangkak Syafie namanya.Inilah jalan aman yang 4 itu, dijadikan Allah Taala tatkala dalam peliharaan ibubapa tahu berlari Sharih namanya. Karena tatkala itu suatu pun tiada menkhabarkan diri ada kelebihan didalam rahim ibunya.


Maka tatkala sudah cerdik boleh berjalan berlari, pandai berkata-kata maka tatkala itu leka
tlah ia dengan dunia dan lupa ia akan dirinya. Maka masuklah kedalam dunia ini hilanglah ilmu itu menunjukkan diri kita yang terperi itu Araad jua.

 

Segala guna yang ada ini tiada kekal ia pada kedua masuk dan kurang itu 1 alam jasmani jua bukan alam rohani karena alam jasmani itu tempat nyata alam rohani, artinya ( alam jasmani,alam rohani ) maka telah ketahui bahwasanya keadaan kita insan alam rohani itu tetap selama-lamanya Tiada berubah, tiada kurang daripadanya.

 

Inilah diri kita dengan terperi dengan segala peri mulia. Adapun diri terperi itu tiada makan, tiada minum, tiada beristeri, tiada beranak, tiada beribu, tiada tidur, tiada mati, maka diri kita inilah dikurniakan Allah Taala sifat 2 x 7. Maka dengan sifat inilah diri berdiri itu umpama perahu diperintah oleh nahudanya.

 

Masing-masing perahu dan nahkodanya.  Adapun sifat 2 x 7 dikurniakan Allah Taala kepada roh yaitu sifat Ma’ani dan sifat Maknawiyah itulah dikurniakan Allah Taala roh kita supaya kuasa memerintah jasad kita. Semata-mata wayang kulit.

 

Dan roh adalah umpama menutup diri itu jikalau tiada dirinya, Niscaya tiada akan zahir hikmatnya memandang diri itu. Maka hendaklah Makrifat yang tahkik karena diri itu tiada bercerai dengan diri dan diri itu tiada bercerai dengan ruhya. Seketika juapun, jikalau bercerai niscaya binasalah diri itu.

 

Demikianlah juga keadaan hamba dengan Tuhan.Sentiasa tiada bercerai daripada asal datang kepada Abda’ inilah firman Allah. (Wahuwa Maakum Anama kuntum ) artinya Allah serta kamu barang dimana kamu.

 

Dan martabat Sani pun serta kita maka Allah Fardhukan kita pandangan jangan lalai serta hamba dengan tuhan daripada azali datang kepada Abda’, kemudian daripada itu ketahui olehmu akan nama Allah akan nama Allah dan Muhammad.Adapun nama Allah ini 4 huruf yaitu Alif, Lam, Lam Haa dihimpun (Allah). demikian suatu Allah dan lagi insan pun 5 jari kelingking huruf alif, jari manis huruf lam, dan jari tengah huruf lam akhir dan telunjuk dan ibu jari itu huruf haa.

Demikianlah suatu Allah pada jari tangan kiri kanan dan kaki kiri kanan itu jua huruf insan itu nama ( Allah ) dan nama rasullullah karena firman Allah didalam hadis Qudsi yaitu jasmani insan. Tubuh  manusia, nafsu, hati, nyawa, melihat, lidah, tangan, kaki semuanya itu aku nyatakan bagi diriku maka tiada insan lain daripada aku dan tiada aku lain daripadanya. Maka sebenar-benar insan itu Muhammad.

 

Maka Allah Subhanawataala itu tajalilah ia kepada insan itu seperti firmannya ( Al insanin siri waana sirrhu ) artinya insan itu rahsiaku dan rahsia aku rahsianya.

Lagi ( Al insannu sirri wana sirri wasifatu la qairuh ) artinya-insan itu rahsiaku dan sifatnya sifatku tiada lain daripadaku.

 

Demikian kemuliaan insan kepada Allah Taala maka hendaklah ketahui keadaan rahsia Allah itu jikalau tiada ketahui nescaya didalam dosa yang amat besar seperti sabda nabi ( Ujuduka zambuu la yuqasabihi zambun ) artinya-Adamu rasanya yang sebagai denagn dia rasa sentiasa rasa engkau,engkau didalam rasanya.

 

Didalam baktianmu sekalian pun karena jikalau tiada ilmu maka tiada sempurnalah baktianmu  kepada Allah Taala karena ini sabda nabi ( Al ilmu rohu wal amal jasad ) artinya-Ilmu itu nyawa dan amal itu tubuh yakni jikalau tiada nyawa maka tiada dapat tubuh itu bergerak.

 

Demikianlah baktianmu pun jika tiada dengan tiada sempurnanya.

Adapun nama Muhammad itu pada tubuh kita ada 4 huruf mim, haa, mim, dal.

 

Adapun kepala kita huruf mim,tangan kita huruf haa, pinggang itu huruf mim akhir dan kedua itu huruf dal. Demikianlah didalamnya.

 

Tiada lain daripada nama Allah dan nama Muhammad maka tiliklah nyata-nyata dengan memohonkan karena Allah Taala tuhan yang sebenar-benarnya.

 

Adapun rahasia itu tersembunyi nyawa, nyawa dan rahasia tersembunyi pada tubuh maka inilah ( Tanzil ) yakni pandangan turun pada taqwa.Yakni pandangan naik. Maka pandangan badan menunjukkan hati,hati menunjukkan nyawa, nyawa menunjukkan rahasia dan rahasia menunjukkan ujud Allah Taala.Maka zikirlah ( Lailaha illa Allah ) tiada tuhan hanya Allah.

 

Sabda nabi, barangsiapa tiada tahu akan sembahyang maka yaitu sia-sialah  Sembahyangnya karena sembahyang 5 waktu itu rasullullah empunya waktu, rasul 5 waktu Allah jadikan dia dahulu daripada 70000 tahun dahulu lamanya yaitu dari 4 bangsa Kudrat, Iradat, Rahmat, Hibatnya. 

 

Maka tilik Allah akan 4 itu menjadikan 5 rupanya yaitu Putih, kuning, merah, hijau. Bermulaputihwaktunyasubuh.Kuningwaktunyazohor,merahwaktunya asar, hijau waktunya maghrib dan hitam waktunya isyak.

 

Semuanya ini pada tubuh manusia ( tubuh kita ) maka sebab itulah berdiri, rukuk, sujud, duduk karena Allah Taala menjadikan Nabi Adam itu daripada 4 anasir yaitu tanah, air, api, angin. Maka berdiri itu peri api karena api nyala tegak menjulang keatas,rukuk itu perbuatan angin betul condong, sujud itu perbuatan air karena air itu mengalir kebawah dan duduk itu perbuatan tanah karena tanah atau bumi.

 

Inilah segala muasalnya manusia (Ahlul Hakikat ), yang teguh atas pendirian dalam menjalankan perintah ALLAH S.W.T.

 

DEMIKIANLAH PEMAHAMAN MENGENAL DIRI TUJUAN HIDUP MENUJU PENGENALAAN  ALLAH S.W.T., SEMOGA KITA SENANTIASA DIRAHMATI ALLAH S.W.T., DANDIBERIKAN PETUNJUK KEBENARAN MENUJU KEMASLAHATAN HIDUP DIDUNIA DAN KELAK AKHIR HIDUP KITA BERAKHIR DALAM CHUSNUL CHATIMAH, AMIN YA RABBUL ALAMIN.

 

WABILLAHI TAUFIK WAL HIDAYAH, WASSALAMU’ALAIKUM

WARHMATULLAHI WA BARKATUH

 

                                                MANGKASSARAQ

Posted on, 26 Dzulhijah 1440 H,

by Sahabuddin (zhaponk)

 

 

 

 

Tumbuh melata sipokok tebu, Ditepi pasar jualan daging,

Banyak harta tidak berilmu, Bagai rumah tidak berdinding.

                       

 

Tidak ada komentar:

MENUJU INSAN KAMIL

  BA GIAN KE-LIMA MENUJU INSAN KAMIL     Insan Kamil adalah pada waktu tanazul berada paling akhir, sedang pada waktu taraki nantiny...